Tokyo Tower and mother

Jumat malam, anak-anak sudah tidur jam 9 malam. Saya menemani Gen yang baru pulang untuk makan malam sekitar jam 10 sambil bercerita soal Riku,Kai dan hariku di universitas. Dan saat itu Gen mengganti chanel TV yang tadinya berita, menjadi sebuah adegan film. Waktu itu tepat adegan seorang laki-laki yang pulang ke rumah bersama pacarnya, dan sang Ibu menyambut dengan masakan yang hangat. Hommy.

Dan aku tahu, film ini adalah sebuah film yang bagus, karena pernah diulas di televisi, sehingga merasa sayang kami mulai menonton sudah setengah (biasanya film dimulai jam 9 malam dan selesai jam 11 malam). Cerita tentang seorang anak lelaki yang ibu dan bapaknya bercerai karena main perempuan. Umur 3 tahun, dia dibawa ibunya ke rumah kakek-neneknya di desa, dan dibesarkan oleh ibunya yang bekerja banting tulang sendirian.  Setiap hari dia makan masakan ibunya yang sangat lezat (ofukuro no aji) , sampai dia berumur 15 tahun ingin berdikari dan pergi dari sarangnya (baca: desanya). Menuju Tokyo, dia masuk SMA kesenian dan akhirnya Institut Kesenian. Antara lulus dan tidak, ancaman menjadi mahasiswa abadi, dia tetap dikirimi uang kuliah oleh ibunya, bahkan sampai dia membuat hutang sana sini.

Salah satu adegan yang terkenal. Hei, kapan terakhir Anda menggandeng Ibu Anda?

Setelah dia berhasil menjadi “orang” (sebagai penulis), melunasi hutangnya, dan dia memanggil ibunya untuk tinggal bersama di Tokyo. Setahun pertama dia mengajak ibunya jalan-jalan dan menikmati Tokyo. Ya, saya ikut menangis waktu melihat adegan si Pemeran Utama menggandeng ibunya menyeberangi jalan. Hei, anak laki-laki…. kapan terakhir kamu menggandeng ibumu? Dalam adegan itu Si Anak mengatakan pikirannya, “Aku pertama kali menggandeng ibuku. Aku yang menggandeng ibuku. Dulu waktu aku kecil Ibuku yang menggandeng aku. Sekarang dia mulai melemah, aku yang menggandeng dia”. Duh… aku juga jadi kangen mama. Kapan terakhir aku menggandengnya?

Waktu kukecil, ibuku yang menggandengku.....

Waktu kukecil, ibuku yang menggandengku.....

Adegan itu menjadi semakin menyedihkan karena saat itu dia sudah tahu bahwa ibunya menderita kanker, dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kemoterapi. Sang Anak harus melihat ibunya yang kesakitan menahan efek sesudah kemo seperti mual-mual dan kejang-kejang. Duhhh,  akting pemeran ibu yang memang artis kawakan itu hebat … tapi waktu saya melihat film itu saya tidak henti menangis dan berdoa, semoga ibu atau keluarga saya jangan sampai ada yang harus menderita kanker. Tidak tahan atas rasa sakit treatment kemoterapi itu, sang Ibu minta supaya treatment itu dihentikan. Dan dokter berkata pada sang Anak, hidup ibunya tinggal 2 bulan lagi.

Yang juga menjadikan film ini benar-benar filmnya orang Jepang adalah adegan  perjuangan sang Anak untuk menulis novel dan ilustrasi yang deadlinenya persis di hari pemakaman ibunya. Di sebelah jenazah ibunya, dia menulis, menulis dan menulis terus, sambil bercakap-cakap dengan ibunya. Dan terakhir dia tidur kelelahan di samping jenazah ibunya setelah menyelesaikan tulisan yang ditagih penerbit.

Pada suatu hari yang cerah, Sang Anak membawa Ihai (kayu bertuliskan nama yang diberikan pendeta Buddha, fungsinya sama dengan batu nisan)  menaiki Tokyo Tower, dan memenuhi janjinya memperlihatkan kota Tokyo dari atas. Tokyo Tower tu juga selalu terlihat dari jendela kamar ibunya di Rumah Sakit.

a real multitalented

a real multitalented person

Judul film ini  “Tokyo Tower, my mom, me and sometimes my father”. (東京タワー オカンとボクと時々オトン). Ditulis oleh “Lily Franky” , nama lain dari Nakagawa Masaya, yang berangkat dari kisah nyatanya yang dinovelkan. Dijadikan drama seri di televisi pada tahun 2006, dan kemudian menjadi film di layar lebar tahun 2007.  Novelnya sendiri mendapat penghargaan HonyaTaisho 2006 (penghargaan yang diberikan oleh Serikat Toko Buku kepada buku yang terlaris tahun itu) . Waktu saya mencari siapa sih Lily Franky itu, ternyata dia adalah multi talented person yang berprofesi sebagai illustrator, writer, penulis essei, novelist, art director, designer, pemusik, pencipta lagu, aktor, fotografer….. (uhhh bikin ngiri ngga sih tuh?). Foto diambil dari CinemaToday.

Pemeran Sang Anak adalah seorang aktor muda yang lumayan terkenal bernama Odagiri Joe. Ibu diperankan artis Kiki Kirin. Wah kalau artis ini memang hebat kalau memerankan seorang ibu yang tangguh. Dan dia adalah ibu mertua dari Motoki, Mokkun, aktor yang pernah saya bahas dalam film Okuribito, Sang Pengantar.

Setelah film itu selesai, kami berdua menyayangkan karena menonton tidak dari awal. Tapi saya mungkin tidak mau menonton ke dua kalinya, karena saya tahu pasti saya akan menangis terus, dan menjadi homesick ingin bertemu mama. Dan kami baru sadar saat itu bahwa film ini diputar untuk merayakan Hari Ibu, Mother’s Day yang jatuh pada hari ini, tanggal 10 Mei 2009. So untuk semua Ibu, Happy Mother’s Day. (I love you MyMama…. really do). Dan saya juga mau memberikan selamat khusus kepada Mbak Tuti Nonka yang hari ini berulang tahun. Happy Birthday to you mbak Tuti …. I love you too.

Hari Ibu Internasional selalu dirayakan pada hari Minggu ke dua di bulan Mei,demikian pula Father’s Day yang dirayakan pada hari Minggu ke tiga bulan Juni. Jika ingin tahu coba buka saja portal yahoo.com hari ini, dan di situ ada animasi kangguru memberikan bunga Tulip pada ibu Kangguru.

NB:
Saya berkata pada Gen, “Saya selalu bilang pada orang-orang bahwa saya tidak suka menonton, tapi kok lumayan sering menulis tentang film di T.E. ya? hihihi.”
Katanya, “Kamu harus berterima kasih sama aku”
huh….

hihihi have a nice SUNDAY.

37 gagasan untuk “Tokyo Tower and mother

  1. Didien®

    Saya bukan hanya menggandeng tangan ibu di saat2 tertentu..tp setiap berangkat-pulang kantor cium tangan jg cipika cipiki..hehe..
    Kadang klo ada temen yg liat suka senyum2 sendiri hihi..

    Salam hangat bunda..^_^

    Balas
  2. Yoes Menoez

    Hmm…baru tahu Hari Ibu di Jepang diperingati tgl 10 mei (He he…gak gaul bngt ya!). Selamat Hari Ibu deh, renungan yg bagus di Hari Ibu. Jd pengen nonton filmnya. Saya penggemar Film Jepang lho, jg serial yg pernah ditayang di Indosiar (sayang sekali skrng gak ada lg!)
    Salam Kenal Mbak Imel…

    Yoes Menoez´s last blog post..MENIKAHI ORANG YANG DICINTAI, ATAU…..?

    Balas
  3. HP

    Terakhir kali menggandeng ibu saya? Kayaknya hampir ga pernah deh, beliau tuh wanita karir yang tangguh, jadi mana mau digandeng. Tapi kalau memboncenginya naik motor setiap berangkat kerja, itu mah sering. Kalau saya berangkat agak siang pasti saya antar ke stasiun. Bisa gak itu dijadikan ganti menggandeng? 😀

    HP´s last blog post..Reli ke Selatan Jawa Tengah (2)

    Balas
  4. Tuti Nonka

    Ibu saya sudah berpulang, jadi saya sudah tidak bisa menggandeng beliau lagi (ihiks … 😥 ). Apakah dulu sewaktu beliau masih hidup, saya sering menggandeng beliau? Cukup sering juga, termasuk menyuapi, setelah beliau tidak bisa lagi makan sendiri …

    Mbak Imelda, terimakasih sekali untuk ucapan ulang tahun dan kiriman mawar merahnya yang sangat indah. So sweet, so nice, so lovely. Thanks so much. I love you & your family … Mmuahh!!

    Tuti Nonka´s last blog post..Ultah Koalisi

    Balas
  5. Desa Kemamang

    Terima ksih telah memberi inspirasi pada wong ndeso seperti saya ini. Orang desa sebenarnya rasa ksih sayangnya masih sangat terpupuk dengan baik.rasa hormatnya juga.salam kenal dari wong ndeso.

    Balas
  6. Ata chan

    Orang jepang emang paling jago bikin film melow dan horor..

    Buat emi chan happy mother’s day..
    Buat mbak tuti met ultah..

    Balas
  7. DV

    Happy Mothers Day!
    Ibu adalah sosok pemilik surga, doakan istriku secepatnya jadi Ibu ya mel 🙂

    DV´s last blog post..Make Love, no Goodbye

    Balas
  8. Yoga

    Aku baru saja usai menelpon Ibuku, tepat sebelum mmebaca tulisan ini. Jadi terharu dan meresapi betul kalimat per kalimat. Kalau tulisan itu lebih panjang lagi, mungkin air mataku sudah keluar juga.

    Btw, karena menyinggung sedikit tentang cancer, mohon doa teman-teman pembaca TE untuk teman saya, yang saat ini tengah berjuang dengan maut melawan kanker otak stadium 5 yang tengah dideritanya. Hanya miracle dari Allah swt yang bisa menyembuhkannya, dan siapa tahu doa-doa teman-teman sekalian didengar olehNya. Amin.

    Yoga´s last blog post..Terpilin-pilin!

    Balas
  9. AFDHAL

    menggandeng mama saat berjalan..jujur saja tidak pernah
    tapi kalau lagi jalan bareng mama aku tidak pernah sungkan2 untuk merangkul mama (seperti orang pacaran gitu dehhh)
    🙂

    Balas
  10. suryaden

    waduh, dah lama gak ketemu sama ibu, jadi pengin pulang nih, apalagi dirimu yang ada dirantau yo mbak… wah mengharukan

    suryaden´s last blog post..character assasination

    Balas
  11. racheedus

    Meski berjauhan, saya sangat berdosa jika tak menelepon sang ibunda minimal sebulan sekali. Pelit amat, ya? Duh, besok-besok harus lebih sering lagi, deh. Padahal “surga terletak di bawah telapak kaki ibu”.

    racheedus´s last blog post..Tak Punya Uang

    Balas
  12. mang kumlod

    Wah, gara2 DVD-ROM yang ga kunjung dibenerin, udah lama jadinya ga nonton pelm Jepang lagi. Masukin ke waiting list ah…

    mang kumlod´s last blog post..My May Day

    Balas
  13. prameswari

    Gandengan tangan bersama mama….ah mbak mengingatkan hal kecil namun sangat membahagiakan itu deh…. Saat kecil kemana2 pasti mama menggandeng tangan kita kan…. waktunya kita yang menggandeng beliau
    Iya…jadi kangen mama

    @ Yoga : Yoga….sorry to hear that. Masih ada keajaiban kan…artinya harapan boleh kita gantungkan setinggi langit. Teriring doa buat beliau

    prameswari´s last blog post..Catatan di penghujung : "Yang Tercabik"

    Balas
  14. Lala

    Gambar di atas rel kereta dan gambar ketika menyeberang jalan… they speak thousand of words, Sis. Nggak perlu kata-kata…

    Kapan terakhir kali aku menggandeng Mami? Udah lama banget…
    Aku sekarang mau gandeng Papi aja, Sis. Ini pun sudah lama banget… 🙁

    Balas
  15. anNa

    Wah,,, aq liyatx Tokyo Tower yg pake Okan-Oton itu…
    beda ya.??
    tapi juga gak kalah mengharukan….
    nuangis ngejer sampe’an…
    huhuhuhu….
    pengen mama kayak gitu..
    hhe..
    hiks.

    Balas
  16. nique

    saya harus nonton film ini wlo harus nyari donlotannya *lho??? ga bener ini xixixi*

    mbacanya aja sedih, gimana nontonnya?
    saya jadi kangen sama mamak
    padahal kan ga mungkin menggandeng mamak lagi huhuhu

    buat yang masih punya mama, sok atuh disayang2 mumpung ada ksempatan yah 🙂

    Balas
    1. maria

      Kak ini Maria temennya mbak Dety en dikenalkan tante Christin… hehe lama menghilang..yang ketemu di gereja Meguro dahulu kala, terus kk ngajakin ke gereja di Shimokitazawa.. 😀 sekarang udah pindah Komagome 😀
      Iyah lagi nulis tesis…hehehe

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *