Pemeriksaan Berkala

Salah satu persyaratan Kai masuk ke TPA adalah menyerahkan surat pemeriksaan berkala 1,5 tahun dari Puskesmas terdekat. Pemeriksaan berkala 1,5 tahun adalah wajib (dan gratis) bagi semua balita yang tinggal di kelurahanku (mungkin juga seluruh Tokyo). Dan ternyata aku sudah melewatkan  2 kali kesempatanpemeriksaan di Puskesmas, karena waktu yang tidak pas dan kami sedang di Indonesia. Kasihan juga Kai, dibandingkan dengan Riku yang selalu tepat jadwal pemeriksaan berkala dan vaksinnya, Kai agak “ditelantarkan” oleh mamanya. Ada 2 jadwal besar yang belum dilakukan yaitu pemeriksaan berkala 1,5 tahun ini dan vaksin anti polio.

Selain pemeriksaan massal di Puskesmas, kami boleh membawa kertas formulir pemeriksaan dari Pemda ke klinik/RS yang tercantum dalam daftar dan memeriksakan sendiri di klinik yang dipilih. Karena pemeriksaan massal sudah lewat, maka aku menghubungi RS dekat rumah yang biasanya kami kunjungi. Tapi ternyata jadwal rutin pemeriksaan di RS itu sudah demikian padat sehingga aku baru bisa bikin apo (appointment) bulan Juni. HAH? kalau bulan Juni mah, anaknya udah keburu ulang tahun ke 2 jeh. Padahal aku juga perlu cepat, untuk diserahkan ke TPA. Jadi aku cari klinik lain yang bisa cepat.

Melihat daftar klinik dan alamatnya, aku mencari klinik yang sama alamatnya dengan rumahku. Telpon “klinik Kimura” , dan dilayani oleh resepsionis yang ramah. Si suster ini bilang, “kapan saja silakan datang bu”. Jadi tanggal 27 (Jumat siang) aku mengajak Riku dan Kai naik sepeda mencari letak klinik tersebut. Cari punya cari, ternyata patokan pemandian umum yang dipakai  itu lain namanya. Terdengar sama sih… Matsu no yu dan Tatsu no yu. Ternyata meskipun nama jalannya sama, bloknya sama sekali berbeda dan agak jauh dari rumahku. Jadi dalam dingin kami pulang ke rumah, menaruh sepeda, dan ambil kunci mobil. Untung sekali Gen tidak pakai mobil hari itu. Rasanya aku juga sudah lama tidak menyetir mobil.

Berkat bantuan car navigator (GPS), aku menemukan klinik tersebut. Sebuah klinik yang kecil, tapi ternyata terkenal. Klinik khusus pediatrik. Rupanya ini “Klinik Kimura” yang sering diperbincangkan ibu-ibu teman Riku. Dokternya hanya satu, yaitu dokter Kimura, dan ternyata memang lain ya tanggapan seorang dokter yang mempunyai klinik sendiri dengan dokter RS. Dokter yang punya klinik sendiri lebih tanggap, cepat dan friendly! Melihat ketenaran klinik ini aku sudah siap-siap untuk menunggu 2 jam… tapi ternyata makan waktu tidak lebih dari 50 menit sejak daftar sampai menerima hasil. Hebat!

Dalam pemeriksaan 1,5 tahun itu aku harus menjawab banyak pertanyaan yang nantinya merupakan bahan penilaian dokter untuk memperkirakan kemajuan pertumbuhan Kai.  Misalnya:

1. Apakah bisa berjalan dengan lancar? (ok banget)
2. Kalau digandeng tangannya apakah bisa menaiki tangga? (sippp)
3. Apakah bisa menjumput kismis atau barang lain yang kecil-kecil? (bisa banget, dan sesudah itu langsung masuk mulut hehehe)
4. Dari tempat yang tinggi, waktu turun kaki duluan? (yup, manjat juga udah jago)
5. Sudah mulai mencoba makan pakai sendok ? (ya dan bukan mau pakai sendok saja, sumpit juga …dan menumpahkannya ke lantai, memasukkan tulang ayam ke botol air minum dsb dsb)

Pokoknya ada 25 pertanyaan, dan berdasarkan hasil jawaban aku dikatakan bahwa pertumbuhan Kai tidak ada masalah, bahkan untuk beberapa point perkembangannya sama dengan anak berusia 2 tahun. Tinggal bahasanya saja yang harus diajarkan. Karena dia baru bisa mama, papa, ini, mau, bau (loh kok bahasa Indonesia semua hahaha) dan chinchin (nah kalo ini bahasa Jepang hihihi). Padahal kalau dipikir dia lahir lebih cepat 2 bulan yang biasanya dikhawatirkan perkembangannya akan terganggu. Tapi yang pasti si dokter sampai terheran-heran adalah kekuatan fisiknya. (Praise the Lord!)Karena Kai memang tidak suka pada orang lain, apalagi dokter, jadi Kai tendang si pak dokter dengan sekuat tenaga sampai pak dokter kewalahan heheheh. Si dokter bilang “buset tenaganya!” hihihi.

Setelah selesai pemeriksaan, tidak sampai 5 menit aku menerima hasil tertulis + kartu berobat + kertas berisi cara membuat perjanjian untuk pemeriksaan lewat website! waaaah keren juga nih dokter. Jadi kita tidak usah tunggu lama-lama atau antri tanpa tahu kita dapat giliran jam berapa. Cuma memang kalau mau ke sini harus naik mobil, karena cukup jauh kalau naik sepeda, dan tidak ada angkutan umum terdekat. Mau jalan? hmmm 40 menit deh, kalau sendiri. Kalau sama anak-anak ya 1 jam hehehe. Yang pasti Riku sudah bilang mau ke dokter itu kalau dia sakit. Alasannya? Banyak mainan dan buku….. haiyah.

++++++++++++++++++++++

PS:

Ada catatan khusus mengenai Riku. Sejak dia kembali dari Indonesia, dia selalu berbahasa Indonesia ke aku dan kai. Jadi kalau aku bertanya pakai bahasa Jepangpun, kalau dia tahu bahasa Indonesianya, dia akan pakai bahasa Indonesia. Dan ada beberapa pemakaian kata yang mengherankan, karena belum tentu muridku yang belajar selama 2 tahun di universitas pun bisa pakai kata itu.

di pintu keluar apartemen:

“Mama, in sepatu ngga kebalik?
“Ngga sayang”
“bagus?”
“iya udah bener”

” riku…. mama no kagi shiranai? kinou anataga doa wo aketadeshou? (riku, kamu ngga tau di mana kunci mama? kemarin kan kamu yang buka pintu?)
” aku kasih mama kok. dekat komputer mama.” (dan memang benar ada di dekat komputer….)

sambil turun dari mobil,
“Mama, bahaya apa artinya?”
“abunai….”
“bukan shiawase?”
“bukan, shiawase itu bahagia”
rupaya dia salah dengar kata-kata bahagia dalam lagunya Melly, OST “Ada Apa Dengan Cinta” yang aku pasang di mobil. Bahaya dan bahagia itu jauh artinya nak heheeh.


15 gagasan untuk “Pemeriksaan Berkala

  1. DV

    Menyenangkan ya punya anak dwi-bahasa begitu.
    Imel, doakan ya, aku dan Joyce sudah berani untuk berpikir punya anak.

    Semoga Tuhan memberkati proses ini dan berbuah anugerah yang terbaik.

    Diberi syukur, belum diberi ya terus berusaha dan bersyukur 🙂

    DV´s last blog post..Blood for Life

    Balas
  2. nh18

    Kai … my man …
    Grow up … !
    Cepat pintar …
    Kuat …

    Make your mommy happy …

    Riku ?
    Bahagia vs. Bahaya … hahahaha … ada-ada aja itu anak …

    Salam saya

    nh18´s last blog post..SITU GINTUNG

    Balas
  3. Muzda

    Kai umurnya berapa Mbak.. 1,5 ..??
    Wah,, saya si punya ponakan cewek umur 20 bulan, berisik teriak-teriak terus 😀
    Tapi tadi pagi rumah sepi, coz ternyata suaranya ilang, panas dalem…
    😀

    Muzda´s last blog post..Jomplang !

    Balas
  4. japs

    hihihi…

    Kai, cepet besar, cepat pintar juga…
    kemarin lum sempet ketemu. Baru ketemu Riku.

    Dokter yang friendly dan canggih seperti itu menyenangkan sekali memang ya, Mba.

    Jadi Riku dengar lagu Melly itu:
    “Ku Baaahaaayaa…..” tenonenottt….
    kekekeke…

    Sehat selalu ya Kai n Riku, juga mama papanya… 🙂

    salam

    -japs-

    -japs-

    japs´s last blog post..ia bahagia

    Balas
  5. Septa

    Wah si kai hebat udah bisa maem pake sumpit 🙂 , wuih si Riku knapa tuh kok jd semangat belajar bhs indonesia, jangan2 ada anak perempuan yg ditaksir pas di jakarta xi xi xi …

    Balas
  6. Didien®

    kalo kata leluhurku ternyata saya dulu g pernah di vaksin bun hihihihi…maklum, lahir di sebuah kampung yg g ada di peta heuheu…
    tp yg penting sehatlah.. *bersyukur* ^_^

    Didien®´s last blog post..iPhone OS 3.0, Dilengkapi dengan Copy Paste

    bener yang penti sehat… sekarang pake anti virus kan? 😉

    EM

    Balas
  7. Didien®

    wajahnya Kai lucu bgt..keknya byk nanya deh ke mamanya hehehe… ^_^

    Didien®´s last blog post..iPhone OS 3.0, Dilengkapi dengan Copy Paste

    Emang gemes banget kalo liat dia. Pengen aku gigit rasanya hehhehe
    EM

    Balas
  8. krismariana

    anak-anak tampaknya belajar bahasa lebih cepat drpd orang dewasa. buktinya: riku hehehe.

    krismariana´s last blog post..

    ya karena mereka tidak repot-repot belajar tata bahasa
    EM

    Balas
  9. Daniel Mahendra

    Jiakakakkk! Antara cerita di teks dengan foto-foto Kai bisa pas.

    Dokter di klinik gitu malah lebih manis pendekatannya ya. Itu seperti antara toko buku besar dengan toko buku kecil. Di toko buku besar kita seolah di-set untuk hanya belanja. Kalau di toko buku kecil, biasanya kita bisa berbincang dengan pemilik atau pengelola tokoknya tentang buku atau tema-tema tertentu yang kebetulan kita butuhkan.

    Chinchin itu apa, Zus?

    Daniel Mahendra´s last blog post..Angkringan

    Balas
  10. mang kumlod

    Wah untung udah diajarin pake sumpit kemaren, jadi ga kalah sama Kai… Hihihi.. tapi ngambil udon susah juga tuh. Wah bisa ga lulus test 1.5 tahun nih diriku… 😀

    mangkum´s last blog post..Hey, Kita Udah Beda!

    Balas
  11. Melati

    Selama hampir 2 bulan saya tidak bertemu dengan Kai, wajahnya menjadi wajah laki-laki jagoan.
    Waktunya benar-benar berlalu…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *