Akhir tahun fiskal dan TPA

Sampai dengan tanggal 31 Maret merupakan tahun fiskal 2008, sehingga hampir semua pegawai pasti pulang larut malam. Semua laporan keuangan harus selesai sampai dengan tgl 31, dan tanggal 1 merupakan awal tahun fiskal baru, tahun fiskal 2009. Meskipun suamiku bukan bagian keuangan, tapi setiap proyek atau kegiatan kantor pasti memakai biaya, sehingga dia pun terpaksa harus mendekam di kantor hingga larut malam. Tadi malam pun dia baru jam 1 sampai di rumah.

Fenomena menarik dari penutupan akhir tahun fiskal ini adalah, dana yang disediakan terutama untuk pemerintah harus habis. Jadi memasuki bulan Maret, jika masih ada sisa dana, biasanya semua berlomba-lomba untuk menghabiskannya. Kalau bisa satu paper clip juga ditagih. Karena itu menjelang penutupan tahun fiskal, bulan februari-maret di Jepang banyak kita jumpai perbaikan jalan/trotoar yang sebetulnya belum perlu untuk diperbaiki. Katanya sih ini salah satu cara untuk menghabiskan dana.

Ketika saya tanya kenapa sih harus habis? Bukannya lebih baik bersisa, dan bisa dikembalikan dan mungkin bisa digunakan untuk yang lain? Oleh teman saya yang bekerja di universitas dijelaskan bahwa jika dana itu tidak habis, maka dianggap proyek itu tidak sesuai anggaran. Yang susahnya itu bisa berakibat anggaran untuk tahun fiskal berikutnya dipotong. Huh, enaknya memang mikirin keuangan keluarga aja deh, sisa di satu pos, bisa diputar untuk pos lain, atau ditabung. Sayangnya kalau uang negara (Jepang) tidak bisa dibegitukan. Dan jangan tanya saya bagaimana kondisi perputaran uang di negara Indonesia, karena saya sama sekali tidak tahu. (Kalau di Indonesia mungkin baru setengah tahun fiskal aja udah kurang anggaran mungkin ya? huh kok jadi sinis sih?)

Karena Gen sibuk dengan kerjaannya, jadi saya harus mengurus semua keperluan Riku untuk masuk sekolah dan juga keperluan Kai. Jika Riku mulai April nanti akan menjadi murid SD, maka Kai akan menjadi murid TPA (Tempat Penitipan Anak — bukan tempat pembuangan akhir ya……)  yang dalam bahasa Jepangnya disebut Hoikuen. Hoikuen ini biasanya menerima bayi sejak umur 51 hari sampai usia sebelum sekolah yaitu 6 tahun. Hoikuen Himawari yang Kai akan masuki adalah TPA yang sama dengan Riku sebelum dia masuk TK, menjaga anak-anak mulai pukul 7 pagi sampai 8 malam dari Hari Senin sampai Sabtu.

Saya sendiri senang sekali waktu mendengar bahwa mulai bulan April ini Kai bisa menjadi “murid” tetap di Himawari, karena dengan begitu saya bisa menentukan paling sedikit 4 hari seminggu (minimum 8 jam per hari) dia saya titipkan di TPA, sementara saya bekerja. Sebelumnya status Kai masih “tamu” yang biayanya dihitung perjam (900-1100 yen per jam).

Sebetulnya TPA ini memang berguna bagi ibu-ibu yang bekerja. Tapi selain hanya sebagai tempat penitipan, saya sendiri merasa TPA sebagai tempat yang bagus untuk mengajarkan anak-anak untuk bermasyrakat. Selain itu makanan yang disediakan dirancang oleh ahli gizi sehingga sudah pasti lebih sehat daripada kalau mengandalkan menu pilihan saya.

Nah tanggal 26 kemarin saya pergi ke Himawari untuk mengurus pendaftaran Kai. Bertiga dengan Riku, naik sepeda melewati jalan ke arah stasiun, dan saat itu kami menemukan suatu pemandangan yang menakjubkan. Yah, kami melihat semacam bemo/ bajaj terbuka atau becak bermesin,  kendaraan dari Thailand yang bernama tuk tuk. Jelas-jelas tertulis di bagaian atas TUK TUK. Saya berdua Riku kegirangan melihat Tuk tuk itu, sayang tidak bisa memotret, karena sulit mengeluarkan HP sambil mengayuh sepeda. Dan untuk berhenti dulu, rasanya juga tidak perlu. Tapi “penampakan” tuk-tuk itu benar-benar memberi semangat di tengah dinginnya udara saat itu. Saya pikir musim semi sudah datang, ternyata dia masih malu-malu untuk mengambil alih peran musim dingin.

25 gagasan untuk “Akhir tahun fiskal dan TPA

  1. ZULMASRI

    di indonesia sama kan mbak? kalau mau tutup tahun, anggaran dananya dihabisin. hanya saja teknisnya beda. dana sisa biasanya dihabiskan di rumah makan, kalau masih ada ya dibagi lagi (amplopan) sbg uang saku. untuk laporan? karang saja. toh stempel gampang dibuat.

    begitulah….

    Balas
  2. mascayo

    duh bu, nyinggung soal anggaran nih …
    emang mau gimana lagi ya bu, disini mah emang bener-bener ngegemesin …
    Anggaran segede apapun juga semua di pangkas aja buat suka-suka .. jadi jatuhnya untuk program semestinya tinggal sisanya saja.
    Paling gemes waktu dibilangin Mantan Bos, katanya tuh budget bandara changi ama cengkareng kira-kira sama, tapi hasilnya jauh beda … duuuh dududuh dududuhhh …
    *ketimbang biaya proyeknya yang dipotek, saya mah rela dah bayar pajak khusus buat orang korupsi .. hehehehe

    mascayo´s last blog post..sepenuh doa yang terbaik untukmu

    Balas
  3. Kimiyo

    Oh akhirnya Kai juga jadi anak HOIKUEN yaaa…
    Hayai ne, rasanya, udah mulai bebas dari anak2 kecil, hehe.
    Kalau pikir2, masa yang benar2 love2 seharian sama anak sendiri tidak lama ya.
    Aku di sini masih bisa ngajar sama2 Ao, tapi 1 atau 2 tahun lagi dia juga masuk TK, hontouni hayai.
    Harus menikmati cup cup seharian sekarang deh hi hi hi.

    Balas
  4. Didien®

    Indonesiapun sbnrnya menganut sistem yg sama seperti di jepang,,hanya penggunaannya saja yg beda jauh…kalo di jepang bisa berguna buat fasilitas umum..kalo di negeriku tercinta bisa membuat gemuk orang² tertentu… *sedih*
    mudah²an g seperti perkiraan saya…

    Didien®´s last blog post..iPhone OS 3.0, Dilengkapi dengan Copy Paste

    Balas
  5. dafhy

    setuju dengan kata mas didien, di Indonesia dihabisin untuk menggemukkan orang-orang itu

    dafhy´s last blog post..Cara Mencontreng Pada Pemilu 2009

    Balas
  6. edratna

    Terbayang pasti Kai lucu sekali…..
    Hmm Riku mulai besar ya….mulai akan serius sekolah, ada home work dsb nya, dan tak mudah untuk membolos.

    Imel, aturan tsb benar, agar orang tak sekedar membuat anggaran, tapi tak bisa merealisasikannya. Berarti tak tertib anggaran, dan menurutku ini memang harus benar-benar di disiplinkan…tapi kalau sekedar memperbaiki hanya karena menghabiskan anggaran …itu juga tidak tepat…

    edratna´s last blog post..Apakah semua yang instant tidak baik?

    Balas
  7. Muzda

    Setuju ma Bang Zul dan Mas Didien …
    *Eh, salam kenal dulu Bang dan Mas 😀

    Di kita sih, ngabisinnya dengan dibagi-bagi ..
    Saya pikir kok aneh ya kebijakannya, pemikiran sederhana saya sih ..
    Bener banget, kaya’nya lebih gampang ngatur keuangan rumah tangga
    Tapi gak tau juga ding, kan belum pengalaman 😀

    Muzda´s last blog post..Jomplang !

    Balas
  8. Ersis Warmansyah Abbas

    Musim semi … wow kataknya asyik ke Jepun tu

    Ersis Warmansyah Abbas´s last blog post..Membaca Macet

    Balas
  9. p u a k

    Enak banget disana .. jadi nggak perlu baby sitter buat ngurusin anak dirumah.
    Mahalan mana kira2, mbak..punya baby sitter atau nitipin anak?

    p u a k´s last blog post..[Lou] Bukan keputusan mudah

    Balas
  10. DV

    Wah, kok musim fiskalnya sama persis dengan Indonesia ya, akhir Maret..;)

    Si Riku udah berani jalan kaki sendiri akhirnya?

    Balas
  11. kartiko

    Di jepang gak ada Play Group atawa Baby School mbak??.. Anakku kemarin tes play group ditolak karena telalu kecil (2thn) nunggu sampe 2,5 thn.. mau masuk baby smiling school sudah terlalu besar…

    kartiko´s last blog post..Hobi ikut Training

    Balas
  12. Daniel Mahendra

    Mbaca Tuk Tuk, jadi ingat memotret kalian di becak saat di Stasiun Tugu Jogja. Hihi. Sayang tuh Tuk Tuk-nya dilewatkan…

    Daniel Mahendra´s last blog post..Angkringan

    Sayang kamu tak ada di sini untuk memotret kami hehehe
    EM

    Balas
  13. Melati

    Di kantor saya juga anggaran dananya dihabiskan sampai akhir bulan Maret.
    Maka setiap hari ada kue dalam seminggu ini.
    Memang enak sih enak kalau makan yang manis sehabis kerjaan.

    Balas
  14. Clara

    Oh, sama banget Mba EM, makanya kalo akhir tahun tiba2 jalanan jakarta jadi banyak galiannya, dan banyak diklat/training yang dibikin buat ngabisin anggaran, ato perjalanan dinas ga jelas, kadang ke luar negeri juga (biasa sih bos2), dan ini terjadi di hampir semua instansi.

    Bener, sama juga, soalnya klo tahun ini diajukan sekian M trus ga kepake semua, artinya tahun depan angaran akan dikurangi karena terbukti tahun berjalan tidak diperlukan. Karena kalo mengajukan anggaran itu Mba EM, angka totalnya dulu yang dipatok oleh orang keuangan 😀 baru rinciannya silakan tiap2 instansi memperkirakan keperluannya masing2

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *