my journey from dawn to dusk

Buat Kawan Sundaku

Seorang teman blogger, Pak Amin menyampaikan pada saya bahwa isterinya tanya apakah ada masakan Jepang yang memakai bahan-bahan yang banyak terdapat di Indonesia. Saya teringat bahwa orang Sunda sangat suka makan sayur-sayuran. Dan salah satu sayuran yang sering dipakai di Jepang adalah Daikon/ lobak. Dan  mungkin satu-satunya daerah yang banyak menggunakan daikon atau lobak dalam kuliner mereka adalah daerah Jawa Barat (Jadi ingat soto bandung). Jadi klop deh jika saya mencari resep masakan yang memakai daikon sebagai bahan dasarnya.

Dulu waktu pertama datang ke Jepang, saya tidak suka makan daikon, apalagi mentah. Karena ada rasa pahit dalam sayuran itu.  Tapi lama-lama saya bisa menikmati rasa pahit yang ada, bahkan bisa menemukan rasa “manis” dari daikon mentah. Saya tidak tahu apakah daikon di Indonesia itu sama rasanya dengan yang di Jepang, tapi apa salahnya dicoba.

Ketika saya tanya biasanya daikon dimasak apa kepada Pak Amin, katanya dibuat cap cay atau dimakan mentah/acar. Saya tidak tahu apakah resep berikut bisa cocok untuk lidah orang Indonesia, tapi silakan coba.

Resep 1. Daikon Salada.
Daikon dipotong sebesar korek api, lalu dibubuhkan garam dan diremas-remas. Biarkan setengah jam lebih sampai daikon lemas dan berair. Tiriskan air (jika terlalu asin bisa dibilas dulu dengan air matang), daikon siap untuk dijadikan salada. Dengan diberi mayonaise saja sudah enak. Kalau di Jepang diberi mentaiko (telur ikan mentah) dan mayoneis, tapi di Indonesia tidak ada mentaiko jadi sulit. Salah satu bahan yang juga cocok dipadukan dengan daikon sebagai salada adalah Jako atau teri nasi goreng. Bubuhkan sedikit dan pakai dressing yang ada…. yummy. Selain daikon bisa juga diberi wortel/ketimun  yang dipotong dengan besar yang sama.

Resep 2. Daikon rebus.
Daikon semakin lama direbus, semakin empuk dan manis. Salah satu masakan daikon yang terkenal adalah oden, yang dimakan hangat-hangat di musim dingin. Tapi oden asli Jepang, sulit untuk dibuat di Indonesia, karena memang perlu beberapa jenis “bakso” ikan yang hanya ada di Jepang, seperti Sumire, Chikuwa, satsumaage dll. Dulu waktu ada Festival Jepang di Fakultas Sastra UI, saya pernah membuat oden “asal-asal” dengan memakai ayam (padahal inti kaldu oden adalah ikan). Salah satu cara rebus daikon yang sederhana yaitu dengan memotong daikon berbentuk segitiga, lalu direbus dengan kaldu ikan. Jika tidak ada bisa memakai kaldu bulion yang biasa dipakai. Untuk bumbu lainnya adalah kecap kikkoman 2 sendok makan + gula pasir 1 sendok makan. Rasa bisa disesuaikan selera orang Indonesia, mau asin yang dominan atau manis yang dominan. Kalau begitu tentu saja bisa juga masukkan kecap manis bukan? Silakan saja bereksperimen. Daikon dianggap matang jika sudah lembut jika ditusuk atau berwarna agak transparan. Jika mau bisa dimasukkan potongan ayam atau daging/daging giling ke dalam rebusan sehingga repertoir masakan Daikon bisa bervariasi. Silakan mencoba.



Category: Diary, Gourmet

16 Comments to “Buat Kawan Sundaku”

Add Comments (+)

  1. Didien® berkata:

    glegggg….*nelen sesuatu* doyan g yah..??? blm pernah coba deh sepertinya…
    trus daikon/lobak itu bentuknya gmn? yg saya tau cuma kacang panjang sama terong aja bunda..hihihi ^_^

    Didien®´s last blog post..IBSN : Sedia Payung Setelah Hujan

    Didiiiiiiiiiiiiiiiiin…masak ngga ngerti daikon/lobak itu kayak apa?
    pesen nasi timbel pake lalapan sana!
    Orang Bandung ngga tahu lobak mah keterlaluan 😉
    EM

  2. Didien® berkata:

    sumpritttt bun….mungkin sya pernah liat bentuk lobak,,tp g tau namanya kalo itu Lobak..?? *nyengir kuda* heuheu…

    Didien®´s last blog post..IBSN : Sedia Payung Setelah Hujan

  3. ekayunizar berkata:

    Hmmmmm…..tuh kan makanan lagi…laper lagi deh…hihihi…ajarin masak dunk mbak…sekarang lagi mau belajar masakan jepang nih,sampe beli buku resepnya lho… 😛

    ekayunizar´s last blog post..Sedihnya kalo Cewek diBeginikan…

    beli buku tanpa praktek sam juga boong hihihihi.
    aku masak ngga pernah ngukur tuh )
    EM

  4. nh18 berkata:

    Aku Jawa …
    So postingan ini bukan buat aku …
    Aku pulang lagi kalo gitu …

    hehehe
    Salam saya

    nh18´s last blog post..SUNGAI PENUH

    hahahhaah
    mas juga ngga suka sayur kan ….
    jadi emang ngga cocok postingan ini hihihi
    EM

  5. nugraha berkata:

    Kalau di Sunda (Bandung), lobak teh karaosna lada (kerasanya pedas), tapi kalo dipake di soto sih enak. Wah, gambar masakannya menarik 🙂

    nugraha´s last blog post..Google Chrome Versi 2

    hehehhe gambar masakan yang fresh from the oven loh….
    EM

  6. 1nd1r4 berkata:

    looks yummy dan pasti tastes yummy too 😀 … oishii desu neh…. aku suka sayuran mbak, mau deh coba ini…

    1nd1r4´s last blog post..Day 4: Bondi Beach, Sydney Harbour Bridge & Sydney Opera House

    dicoba aja Iin. Di sana mustinya daikonnya enak….

    EM

  7. aminhers berkata:

    Walah hatur nuhun Bu Ikkyu 😀
    Mudah2an resep ini bisa di praktekan sama mantan pacar. Oh iya pada saat comment, saya belum sempat tlp istri untuk memberitahukan ada postingan baru, maklum istri saya pengemar (terselubung) tulisannya Bu Ikkyu (jangan ge’er yah), tapi malu untuk komentar, katanya.

    aminhers´s last blog post..Classroom20

    salam untuk mantan pacarnya ya. terima kasih sudah mau menjadi penggemar saya hihihi
    EM

  8. mang kumlod berkata:

    wah jadi ngiler nih…

    @mas amin,
    kalau mantan pacarnya sudah mempraktekan menu ini, kirim ke saya juga ya mas.. hehehe…8x

    mangkum´s last blog post..Tiga Olahraga

    iiih jorok pake ngiler segala
    EM

  9. krismariana berkata:

    mbak, yang daikon salada itu dimakan kayak acar gitu ya?

    krismariana´s last blog post..

    Iya Kris, dikasih dressing dulu. Bisa Mayoneise, bisa japanese dressing, atau kalau malas tidak ada dressing pake kikkoman sedikit udah enak loh.

    EM

  10. Blogger Senayan berkata:

    wah-wah aku kok jadi lapar banget melihat postingan mbak ini.

    wuih nafsu makanku meningkat 313%, heheheh
    Thanks mbak ya

    Blogger Senayan´s last blog post..Appraisal Harga Blog Dengan URLrate.com

    selamat makan;)
    EM

  11. pakde berkata:

    Makan lobak versi Ikyusan, habis main silat masak dulu kek nya…ha ha ahaha

    Bagaimana rasanya? penasaran aku…..nggak mungkin yummmmi doank…yummmi nya itu seperti apa?

    Saya ngebayangin, makan rebusan lobak, habis itu makan dagingnya…begitukah rasanya? mmmmmmhhh..mikir mode on.

    pakde´s last blog post..Menyulap Kalong menjadi Uang Saku.

    untuk tau yumminya seperti apa…coba dimakan dulu…
    silakan pakde datang ke tokyo aja hehhehe
    EM

  12. Hery Azwan berkata:

    Btw, kalau yang di Hokben, di saladnya itu ada lobaknya kan, Ime-chan? Ehm, kayaknya diacar deh, bareng dengan wortelnya…
    Aku sangat menikmati lobak.

    Ya itu lobak dan wortel diiris tipis dibuat acar.
    EM

  13. Daniel Mahendra berkata:

    Di Jawa juga ada kok. Dakon. He-he.
    Aku sangat suka sekali lobak, dalam soto tapi.

    Dakon? Bukan Dakochan ya? hihihi
    EM

  14. edratna berkata:

    Perlu dicoba tuh…kayaknya enak.
    Hmm jadi ingat nasabahku, yang kerja sama dengan para petani di daerah Lembang dan daerah ke arah Wonosobo, menanam terong Jepang (beda dengan terong Indonesia, terong Jepang kecil-kecil), nantinya diekspor ke Jepang dalam bentuk asinan.

    Saya pernah diminta untuk mencoba, rasanya aneh, mungkin karena tak terbiasa… mungkin seperti asinan dulu (dulu ga suka banget)…lama-lama bisa menikmati enaknya.

    edratna´s last blog post..Hujan angin, genteng bocor dan sulit cari tukang

  15. goenoeng berkata:

    photo yg sebelah kanan itu, ‘penampakan’ lobaknya kok mengingatkanku pada ubi rebus ya, mbak. hehe…

  16. resep masakan berkata:

    aih…aih…kapan bisa menikmati hidangan seperti itu ya mba…secara kami sekeluarga tinggal jauh dipedalaman…coba ada resepnya mba…
    salam hangat…

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

yang mau cari-cari

yang bersahabat