Musim Wisuda

Yah di Jepang mulai tanggal 15 an Maret sampai akhir Maret (paling lambat sih 26 an) adalah musim wisuda. Di mana-mana terlihat sosok berhakama (kimono khusus) atau kimono biasa….atau paling tidak setelan jas. Musim Wisuda tiba. Dan yang wisuda bukan hanya Mahasiswa saja, tapi semua jenjang sekolah, mulai dari TK sampai S3. Makanya saya bilang TK adalah S minus 3, kalau hitung mundur SMA = S 0, SMP – S-1, SD=S-2, jadi deh TK S-3. hehehe

Hari ini adalah hari Wisuda untuk universitasnya Gen, yang dilakukan di sebuah hotel ternama di Tokyo. Jadi dia harus pakai baju formal, and formal means HITAM. Dengan dasi putih kalau pria. Mudah-mudahan nanti dia pulang membawa bingkisan nasi merah kesukaan nya (kalau di Indonesia, selamatan pakai nasi kuning, kalau di Jepang nasi merah).

Nah, hari ini juga merupakan hari Wisudanya Riku. Coba seandainya hari ini tidak bersamaan dengan tempat kerjanya Gen, pasti Gen juga mau ambil cuti dan ikut dalam acara wisuda Riku. Susah memang untuk orang tua yang bekerja di dunia pendidikan juga. (Aku juga begitu, waktu upacara masuk sekolah Riku terpaksa tidak datang ke Universitas untuk acara yang sama)

Jam 9 aku antar Kai ke Himawari, tempat penitipannya. Kali ini yang menyambut adalah guru yang dia kenal, sehingga dia langsung memeluk guru itu. Duh aku senang melihatnya, daripada mendengar dia menangis waktu ditinggal kan, lebih baik melihat bahwa dia tinggal di situ dengan senang. Tadinya aku pikir masih bisa mampir ke rumah dulu sebelum ke TK yang acaranya jam 9:40. Tapi pikir-punya-pikir mendingan langsung saja, toh aku dan Riku sudah siap semuanya. Lebih cepat sampai lebih baik.

Untung saja, karena waktu kami datang, sudah melihat antrian orang yang akan masuk ke dalam gedung TK. Jadi kami ikut antri. eh tahu-tahunya bukan untuk masuk, tapi untuk mengambil foto di depan papan bertuliskan “卒園式” Wisuda TK. Tapi karena kami sudha harus mulai masuk ke kelas, aku tidak jadi ikut antri dan foto saja dari kejauhan. Selama acara aku berdiri dekat Ibu asal Taiwan, yang anaknya juga termasuk teman akrabnya Riku. Jadi kita gantian motret…simbiosis mutualisma deh. Begitulah kalau datang tanpa pasangan (ceritanya agak ngiri dengan anak-anak lain yang papanya juga bisa datang di acara wisuda!)

Di dalam kelas, bertemu dengan gurunya yang cantik. Ah sejak pertama kali aku datang ke TK ini, sudah melihat sensei ini. Tak tahunya dia jadi gurunya Riku di kelas atas (nenchou). Dia memakai Hakama, kimono khusus yang biasanya dipakai untuk upacara wisuda). Selain absen, mempersiapkan anak-anak untuk berbaris ke dalam Aula, tepat upacara. Sementara itu orang tua bisa melihat pameran foto di dalam kelas, yang salah satunya adalah foto anak-anak dengan parasut.

Pukul 10, orang tua menuju ke Aula, yang ternyata sudah dipenuhi oleh orang tua bahkan kakek-nenek atau adik-adik si wisudawan. Banyak yang harus berdiri. Meskipun aku dapat tempat duduk, akhirnya aku berdiri di sebelah ibu Taiwan dan dengan leluasa bisa memotret jalannya upacara. Di kejauhan aku melihat bapaknya Agus, yang berasal dari Bali datang dengan memakai baju balinya. Katanya sih ibunya mau pakai kebaya, tapi aku tidak melihat sosoknya sama sekali. Dia memang pernah mengajak aku datang ke acara ini pakai kebaya. Tapi ngga ah… kebayang ngga sih naik sepeda pake kebaya hahahha.

Yang bener-bener membuat aku khawatir adalah waktu upacara penyerahan ijazah dari kepala sekolah. Aku lupa menanyakan apakah Riku sudha tahu caranya. Karena Riku libur  1bulan, sia tidak ikut latihan. Hmmmm dan bener juga, dia maju dengan slebor deh…. hiks…malu aku. Awas nanti kalau lulusan SD aku ajarin kamu harus ojiki (membungkuk ala Jepang) yang baik dan benar!

Setelah penyerahan ijazah untuk 128 murid, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan untuk yang “100% tidak pernah absen” dan “Hanya 3 kali saja absen”…. Yang pasti Riku tidak akan bisa dapat piagam begituan…wong banyak mbolosnya hehehe (dan mamanya juga sebagian bertanggung jawab, karena memboloskan dia waktu liburan ke Jakarta)

Ada satu acara yang menarik, penyerahan piagam penghargaan untuk pegawai/guru yang mencapai bekerja dalam jumlah tahun-tahun tertentu. Ternyata bukan 50 tahun tapi 45 tahun bekerja di TK itu, seperti yang kemarin aku dengar. Ada dua orang, yaitu kepala sekolahnya sendiri, dan wakil kepala sekolah. Si Ibu Wakil ini benar-benar hebat juga. Aku selalu kagum sama dia. Tenaganya itu loh. Dia selalu ada di garis terdepan di sekolah itu. Dan dia juga sering berdiri di depan gerbang TK, hampir setiap pagi untuk menyambut anak-anak….dan hafal nama semua anak!!!.

Acara wisuda akhirnya ditutup dengan lagu-lagu khusus wisuda, dan salah satu yang aku bisa nyanyikan adalah “Omoide no Album” (Album Kenangan)…. Kalau dinyanyikan dengan penghayatan oleh orang yang biasa tinggal di Jepang, maka pasti terharu. Bagi yang tidak pernah merasakan 4 musim, tentu saja lagu ini tidak ada artinya.

Begini Liriknya:

(1) Ingatlah kembali waktu kapan itu
semua peristiwa yang terjadi
Baik yang menyenangkan atau yang lucu
sampai kapanpun tidak akan dilupakan

(2) Ingatlah kembali waktu musim semi
semua peristiwa yang terjadi
bermain di lapangan yang hangat
Bunga yang cantik bermekaran

(3) Ingatlah kembali waktu musim panas
Semua peristiwa yang terjadi
Memakai topi jerami dan semua telanjang
melihat kapal dan gunung pasir

(4) Ingatlah kembali waktu musim gugur
Semua peristiwa yang terjadi
tumpukan donguri (semacam biji melinjo) dan hiking
Daun marah pun beterbangan

(5) Ingatlah kembali waktu musim dingin
Semua peristiwa yang terjadi
menghias pohon pinus Merry Christmas
Santa klaus pun tertawa

(6) Ingatlah kembali musim dingin
Semua peristiwa yang terjadi
Hari bersalju yang dingin di dalam kamar yang hangat
Mendengarkan cerita yang menghangatkan tubuh

(7)Ingatlah kembali selama satu tahun
Semua peristiwa yang terjadi
saat ini bunga peach bermekaran
sebentar lagi semua akan menjadi kelas satu (SD)

terjemahan oleh Imelda Coutrier

(1) いつのことだか 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
嬉しかったこと 面白(オモシロ)かったこと
いつになっても 忘れない

(2) 春のことです 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
ポカポカお庭で 仲良く遊んだ
きれいな花も 咲いていた

(3) 夏のことです 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
麦藁(ムギワラ)帽子で みんな裸んぼ
お船も見たよ 砂山も

(4) 秋のことです 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
どんぐり山の ハイキング ラララ
赤い葉っぱも 飛んでいた

(5) 冬のことです 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
樅(モミ)の木飾って メリークリスマス
サンタのおじいさん 笑ってた

(6) 冬のことです 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
寒い雪の日 暖(アッタ)かい部屋で
楽しい話 聞きました

(7) 一年中(ヂュウ)を 思い出してごらん
あんなこと こんなこと あったでしょう
桃のお花も きれいに咲いて
もうすぐみんなは 一年生

Semua murid kembali ke kelas masing-masing dan di kelas mereka kembali menerima ijazah langsung dari gurunya. Dan terakhir, terakhir kali mereka mendapat permen vitamin seperti hari-hari biasa. Permen yang terakhir dari guru TK mereka. Sambil memeluk gurunya, apakah mereka rasakan manisnya permen itu juga akan segera habis? Entahlah. Yang pasti sebagai anak SD, mereka membawa harapan besar orang tua, masyarakat dan sekolahnya. BERAT!

Selamat mengakhiri masa Balita anakku! Masa bermain sudah selesai….

Mari kita belajar sama-sama, di negeri yang kaku ini.

(bersama kepala sekolah  —  dengan guru kelas sore — bersama semua guru)

19 gagasan untuk “Musim Wisuda

  1. Lala

    Sis…

    Aku nggak perlu menunggu tinggal empat musim untuk mewek dengerin lagu ini… huhuhu…

    Oh ya
    menyambut seluruh siswa dan hafal semua namanya? SUGOI!

    Riku keliatan sangat cakep dan dewasa.
    Mama-nya juga cakep bener.
    NGIRI SANGAT! 😀

    Orang Jepang amat menikmati musim… dan amat menikmati MOMENTS
    secara details
    dan aku cocok dengan kebiasaan ini.
    EM

    Balas
  2. mang kumlod

    haduh riku difoto bareng senseinya.
    senseinya itu seumuran aku ga sih mba… kawai… (eh kalau cewek Jepang kaku juga ga sih mba?)

    mangkum´s last blog post..Lihat, Kita Lebih Baik!

    seumuran kamu?
    mungkin lebih muda. Rata-rata berusia 23-an tahun.
    Tertarik? ke sini deh, nanti aku kenalin 🙂
    EM

    Balas
  3. sonyssk

    setelah berkelana di negeri mimpi
    kembali ke negeri nyata
    dan menjalani hidup sebagaimana impian kemarin
    semoga liburan lalu menjadi sumber energi semangat baru
    demi meraih masa depan
    dan menjadi kebanggaan keluarga

    sonyssk´s last blog post..HATI YANG TERKILIR

    Saya tidak pernah mau terbuai dengan MIMPI apalagi DONGENG….
    makanya saya tidak pernah suka fairy tale

    Balas
  4. Lilih Prilian Ari Pranowo

    wow, blog yang menarik. jepang adalah salah satu negeri favorit yang masuk ke dalam list saya untuk dikunjungi.

    Lilih Prilian Ari Pranowo´s last blog post..Buku, Buat Apa?

    thanks… tulisan kamu juga menarik!
    EM

    Balas
  5. vizon

    ada guru yg mau mengajar di tk hingga 45 th? waw! luar biasa sekali…

    kayaknya pengalaman sensei yg itu musti digali tuh nechan, siapa tahu bisa jadi inspirasi seperti tokoh toto chan…

    selamat ya buat riku, semoga di sd nanti jadi lebih semangat belajarnya.. eh, jangan lupa belajar bahasa indonesia lagi ya, biar om gak bingung ngobrol sama kamu, hehehe… 🙂

    vizon´s last blog post..kepala tikus vs buntut macan

    Banyak sebetulnya yang bisa menjadi sumber inspirasi Uda.
    Semoga deh bisa dapat cerita dari dia dan beberapa orang tua lainnya.
    EM

    Balas
  6. nh18

    “Dan terakhir, terakhir kali mereka mendapat permen vitamin seperti hari-hari biasa. Permen yang terakhir dari guru TK mereka”

    Ini kalimat dahsyat EM …
    Tanpa bermaksud melebih-lebihkan … namun ini sungguh momentum yang sangat sedih sekaligus membanggakan bagi sang Guru …

    Saat dimana … besok dia akan memberikan vitamin ini kepada anak yang lain lagi …
    bukan kepada anak yang selama ini bercengkrama dengannya …

    Salam saya

    nh18´s last blog post..TAWAR IS … ?

    Hehehe, Cuma seorang trainer/pendidik yang bisa melihat maksud aku menulis kalimat itu.
    Dengan penekanan kata terakhir dan permen.

    Seandainya bukan di TK, pasti tidak ada permen vitamin dan PELUKAN itu. PASTI!
    Karena TK itu lah Permen dan pelukan jadi sangat berarti! Itu menurutku.
    — Hei, kok aku bisa bayangkan mas trainer pasti berkaca-kaca matanya setiap session trainingnya berakhir 🙂 —
    EM

    Balas
  7. Hery Azwan

    Itu yang di bawah foto Riku bareng guru ya? Kupikir Riku sedang mejeng dengan anak2 SMA. Ternyata guru TK. Jadi kepingin TK lagi. Gubrakkkk….

    Hery Azwan´s last blog post..MBTI

    Hmmmm kembali ke TK? jangan dong bang…
    mending cari guru TK…. ups jangan… ntar mbak Yuli marah padaku
    EM

    Balas
  8. edratna

    Wahh Riku sudah besar ya….selamat tinggal masa bermain..istilah yang tepat sekali.
    Dan Imel kalau cuti ke indonesia, mesti harus menyesuaikan dengan hari liburnya anak-anak ya. Tak terasa waktu cepat sekali berlalu…

    edratna´s last blog post..Memahami karakteristik masing-masing segmen bisnis

    Iya bu, makanya selamat tinggal masa bermain juga untukku.
    Kemarin adalah liburan aku yang terakhir.
    Liburan seorang ibu yang egois.
    Makanya aku benar-benar mau nikmati liburan yang kemarin itu
    EM

    Balas
  9. marshmallow

    wah, riku udah gede. bentar lagi masuk SD, dan beban pelajaran akan semakin berat. mudah-mudahan riku cepat beradaptasi dengan lingkungan baru nantinya.
    psstt… dan jangan sering-sering diajak bolos lagi ya, mama?

    marshmallow´s last blog post..Hukum Rimba Masuk Kota

    yup udah gede banget..
    tadi main di tempat tidur udah ngga bisa angkat dia pake kaki hihihi
    EM

    Balas
  10. Daniel Mahendra

    Hahaha! Bocah itu. Cakepnya…
    Lihatlah kelakuannya.
    Siapa sih mamanya?

    (eh, gurunya ada yang cantik nggak? :p )

    Daniel Mahendra´s last blog post..Zippo

    siapa ya mamanya?

    ada banyak…km bisa bhs jepun ngga?

    EM

    Balas
  11. Didien®

    gurunya…salam dunk hehehe ^_^
    selamat yah buat riku …

    Didien®´s last blog post..IBSN : Koma & Hampa..

    ck ck ck kaliaaaaan
    kok ngga salam buat mamanya riku aja hihihi;)

    Balas
  12. Liona Lee

    oh, benar2 mengharukan! huhuhu
    saya yakin, tante Imel adalah orang yang mudah tersentuh dan terharu juga
    nangis ga, tante? ada keinget masa2 dulu? huhuhu
    tante, Riku ga pantes pake topi (kaku bo…) dan agak menunduk, terlihat seperti tidak mempunyai leher
    pernah coba rambutnya dijegrakin ato diacak2?! kliatannya bakal keren tuh
    orang mukanya bagus getoh, pasti ganteng lagi kl ud gede
    eh eh eh, banyakin senyum…!!!
    biasanya kl bonyoknya mukanya OK OK aja, anaknya bagus2 ! hix hix hix, g brmksd mengejek lhoh… tante g jelek koq 😉 yg pnting berkharisma khan…
    gambatte masuk SD, Riku!!!

    ~LiOnA~

    Balas
  13. pakde

    Ingatlah kembali waktu kapan itu
    semua peristiwa yang terjadi
    Baik yang menyenangkan atau yang lucu
    sampai kapanpun tidak akan dilupakan…termasuk bertemu sundel bolong pakai batik…ha ha ha ha (memang hanya kita berdua yang tahu). Asli terinspirasi dari pocong memakai Batiq. bahahah

    pakde´s last blog post..Menyulap Kalong menjadi Uang Saku.

    hahahhahaha
    aduh aduh pakde, kasian dong dia tergigit-gigit sekarang.
    udah lupakan saja, nanti dia menghantui dan masuk ke mimpi gimana?
    EM

    Balas
  14. henny

    Wuaa… guru-guru TK Riku… semuanya terlihat ceria dan gauul…hehehe….
    Kepsek dan Wakepsek dedikasi mereka sungguh mencengangkan… !!

    Kalimat terakhir dari tulisan Imelda sungguh menggelitik… “mari kita belajar sama-sama, di negeri yang kaku ini…” hehehehe…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *