Hari ke 9 : Kopdar atau Narbar (narsis bareng)

Judul diatas adalah royalti Pak Andri A. A. seorang contact saya di FB, dalam komentarnya mengenai foto-foto 9 wanita Kopdar tanggal 23 Februari yang lalu yang saya pasang di FB. Well memang sekilas lebih tepat disebut Narsis Bareng, karena banyaknya lembar foto yang membuktikan kenarsisan mereka (lah posenya aja banyak yang sama gitu kok) Tapi tanpa ada “Kopi Darat” itu Narbarnya tidak akan terwujudkan.

Hari ke 9 perjalananku, memang merupakan hari yang terpadat. Mungkin semua bisa baca sendiri di postingan “Ngumpul yuuuk!!!” betapa padatnya jadwal hari itu. Omah Sendok dari jam 11:00- 15:00, Karaoke dari jam 15:00-17:00 dan malam di Pisa Cafe Mahakam. Sengaja saya set begitu, karena saya tahu para pengikut (terutama Lala dan Yessy yang mantan penyanyi Band) pasti ingin bernarsis ria dengan suaranya. Saya bilang lebih baik setting karaoke dari jam 15:00 sampai jam 19:00 malam baru makan…. karena saya tahu mana cukup 2 jam untuk penyanyi-penyanyi mencapai kepuasan bernyanyi? Tapi apa kata Lala? “Aku butuh waktu untuk pulang, mandi dan berdandan kembali” … HAH? Mau pulang lalu kembali melakukan kopdar? Oi oi ini JAKARTA sekali kamu pergi ke luar, jangan pernah pikir untuk pulang dulu lalu keluar lagi (Hal yang sama jika tinggal di Tokyo…. kecuali Anda seorang CEO yang mempunyai supir yang siap mengantarkan Anda ke setiap penjuru kota). Atau kamu mau pergi sendiri untuk session berikutnya? Memang jarak rumah dengan tempat-tempat ini dekat, tapi ceritanya akan lain jika kamu mempunyai 2 orang anak yang selalu maunya nempel dengan ibunya kemana-mana. Aku pasti tidak akan bisa keluar lagi.

(Kiri : hiasan di Omah Sendok — kanan yang menghias Kopdar kali ini : TRIO MACAN MAKAN : Lala – aku – Yessy)

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Mau membawa 2 bocah itu ikutan kopdar? Oh NOOOOO…. kasian mereka terkontaminasi udara luar yang pasti amat sangat ribut itu… bisa-bisa mereka pulang dengan shock heheheheh. Atau aku yang tidak bisa konsentrasi menjadi host yang baik untuk acara yang sudah dirancang jauh hari ini. Memang kopdar tidaklah cocok bagi seorang ibu RT, kecuali ada seorang suami yang baik seperti Mas Totoknya mbak Rhainy, yang mau menjadi baby sitter bagi ke dua anak yang tampan itu. Maaf ya abang, memang tante sengaja tidak mengajak Riku dan Kai saat itu. Kalau mau bermain- main bersama, lebih baik datang ke rumah atau tentukan waktu yang terpisah khusus untuk anak-anak.

kalau ada anak-anak mana ada waktu untuk iseng begini????

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Satu kesamaan dari kesembilan perempuan yang hadir ini adalah mereka berkenalan di dunia maya melalui blog. Masing-masing mempunyai spesialisasi sendiri, dan avatar yang belum tentu mencerminkan wajah mereka sendiri. Baru hari itulah kami bertatap muka, dan cukup gembira karena menemukan banyak kesamaan yaitu berbody gede, bongsor dan ….. ah isi sendiri deh (Kecuali Bu Enny dan Yessy deh)

Dan kesembilan perempuan ini memang RIBUT. Sepertinya kalau mau membuat kopdar di Tokyo, harus dipikirkan untuk membuat di Taman atau udara terbuka, karena pasti mendapat keluhan dari masyarakat sekitar, sukur-sukur kalau tidak ditangkap polisi dengan tuduhan membuat keonaran. DAN perempuan-perempuan ini BISA diam hanya pada waktu makan saja. (Lihat deh makanan yang dipesan …. Bebek panggang, Iga Bakar, Soto Tangkar, Sup Buntut Goreng….. diet terlupakan. Tapi memang makanan di sini lumayan enak, meskipun sup buntut gorengnya agak asin menurut saya)

Kami sempat membicarakan bermacam issue tentang wanita, sampai kami merasa beruntung tidak ada lelaki yang hadir sehingga bisa BEBAS bicara seenaknya. (Padahal di ruangan sebelah beberapa babe babe pasang kuping juga sih). Mudah-mudahan kami bisa melaksanakan rencana yang dicetuskan untuk membantu kaum wanita dalam permasalahan sehari-hari wanita itu sendiri melalui Blog.

(tidak!!…aku tidak sedang chatting, hanya berusaha menuliskan input teman-teman kok)(aku dan bulet…. padahal siapa sih yang lebih bulet??? )

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Sebetulnya selain 9 orang ini, masih ada Reti dan Krismariana yang rencananya hadir, tapi karena satu dan lain hali terpaksa tidak bisa bergabung. Sembilan perempuan pemilik blog yang hadir pada waktu itu adalah : (klik di foto untuk jump ke blog mereka dan bacalah juga laporan masing-masing mengenai kopdar ini)

Apalah artinya 4 jam untuk wanita-wanita ini. Kalau bisa tentu saja ingin menambah lagi waktu untuk bisa berbicara, bergossip ria dan melepas kerinduan. Tapi karena beberapa harus pulang/kembali ke pekerjaannya, dan session kedua sudah menanti, maka Kopdar hari ini session pertama dituntaskan pada pukul 3 sore. Sebelum pulang, dan menunggu kendaraan, masih sempat-sempatnya Narbar – Narsis Bareng di Omah Sendok.

]

Session ke dua adalah karaoke. Cuman berlima tapi menempati ruangan berkapasitas 20 orang (maksudnya supaya bisa joget, berdansa dan melantai — ngepel gitu). Heboh heboh deh, apalagi ketika mulai dinyanyikan lagu Terajana. Tapi bener deh, berasa tua sendiri berada di antara 4 cewek muda ini. Saat itu saya menyayangkan ketidakhadiran Ibu Enny atau Yoga untuk menemani saya menyanyikan lagu evergreen …hiks hiks… (Eh tapi aku sempet nyanyi Kopi Dangdut loh! hihihi —segitu bangga!???). PR begitu pulang ke Jepang: Belajar lagu Rihanna atau lagu-lagu yang ngepop sekarang, termasuk belajar tereak hihihi.

(kiri …untung ngga ada 9 orang yang begini…kalo ngga hancur deh tuh Inul Vista Melawai)(ceritanya sambil nunggu hasil rekaman CD yang lagi diburn. Hasilnya? Ancurrrrr!)

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Session ketiga tadinya direncanakan jam 6 tapi karena Karaoke diperpanjang dan terbuang waktu untuk menunggu burning CDnya, Kami (Lala, saya dan Ria) sampai di Cafe Pisa, Mahakam pukul tujuh. At last sampai ke session terakhir di hari Senin yang melelahkan ini.

Sambil menunggu kehadiran yang lain, makan es krim bukan sebagai dessert tapi sebagai Appetizer hihihi

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kalau melelahkan buat apa merencanakan sampai acara makan malam? Ya, karena saya tahu tentu saja ada orang-orang pegawai yang hanya bisa datang di malam hari sesudah pulang kantor. Karena itu settingan untuk malam hari mutlak diadakan. Dan benar saja, kumpulan blogger yang tidak saya kenal sebelumnya selain Lala dan Mangkumlod itu, datang berkumpul (demi bertemu Lala) memeriahan acara session ke tiga dan membenarkan istilah jawa, Mangan ora mangan asal ngumpul. (Padahal makannya roti dan mi Italia –Pizza dan Pasta)

(ber-8 di Cafe Pisa Mahakam) (Bukan maksud buat gossip, tapi kita berdua emang yang paling sepuh di sini)

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Sayang sekali di Pisa Cafe ini, -G-, Wita, Yoga dan Julehajones mendadak tidak bisa join. Tapi di sini, saya bisa bertemu Mas Nugroho yang pandai memotret dan menulis puisi, Daddynya si Sassie. Lalu Hilman yang pernah jadi body guardnya Lala waktu Lala launching buku di Jakarta (Kok banyak diamnya ya Hilman malam itu?). Abi dan tukang siomay yang termasuk dalam kelompoknya Mas Nug. Serta Bayu yang segera akan mempunyai blog (bener kan Bayu? ehehehe) . Selain Blog nya Mas Nug, yang lain saya belum pernah bertandang. Di sinilah terjadi hukum terbalik dari Kopdar. Biasanya baca blog dulu baru Kopdar, tapi kali ini Kodar dulu baru baca blog. Dan itu memang MUNGKIN terjadi.

Hari yang melelahkan, tapi sekaligus memuaskan. Akhirnya saya dan Lala sampai rumah pukul 10 lebih dengan diantarkan Mas Nug. 11 jam di luar rumah! Kopdar Jakarta kali ini boleh dikatakan sukses banget! (siapa dulu dong EO nya… uhuy….)