The Crown Prince

Tepat 6 tahun yang lalu, 25 Februari 2003. Aku harus pergi ke Obgyn untuk memeriksakan kandungan yang memasuki bulan ke 8 pukul 12 siang. Biasanya aku pergi ke rumah sakit sendiri, tapi karena sudah disuruh bed rest sebulan, lalu oma juga sudah datang dari Jakarta, dan aku pikir kami harus membicarakan rencana kelahiran anak pertama kami yang rencananya tanggal 28 Maret itu. Mungkin ingin minta dipercepat menjadi 14 Maret saja. Kemudian aku juga merencanakan pergi ke bank untuk mencairkan deposito, dan mempersiapkan uang bersalin yang tidak sedikit. Jadi aku minta Gen untuk ambil cuti dan menemani ke dokter.

Tapi ternyata si jabang bayi, tidak sabar untuk segera menikmati udara luar. Karena pukul 7 aku terbangun dengan merasa aneh. Pergi ke WC dan menemukan “tanda” bercak yang diperkirakan mulainya proses persalinan. Memang biasanya masih lama, tapi entah kenapa aku merasa bahwa hari ini lah harinya. Benar saja. Tak lama kontraksi mulai dengan selang waktu 10 menit. wah sudah teratur begitu, jadi lebih baik telepon RS untuk minta periksa. Kami harus cepat-cepat sebelum traffic padat dengan orang yang akan ngantor.

Jadilah aku masuk kamar bersalin pukul 9, persiapan epidural yang memang hanya ada di rumah sakit ini, dan tepat pukul 12:06 siang seorang anak laki-laki lahir ke dunia ini. Beratnya hanya 2070 gram, karena memang kurang bulan. Untung saja dia hanya masuk inkubator untuk 1 hari saja. Tapi dia masih harus tinggal di RS sampai beratnya mencapai 2500 gram, yaitu satu minggu setelah aku keluar RS. Aku sendiri satu minggu berada di RS, dan karena RS itu adalah RS advent yang vegetarian, begitu keluar RS saya dan Gen langsung pergi ke resto sushi deh…. ngga bisa jadi vegetarian. Selama satu  minggu itu aku besuk Riku dan memberi ASI, serta menyelesaikan urusan-urusan kelurahan.

Siapa sangka pemilik jari mungil ini bisa menjadi anak lelaki yang segemuk sekarang? Sejak keluar RS, dia tidak pernah sakit yang berat, yang dikhawatirkan pada anak-anak prematur seperti dia. Bahkan sejak dia umur 6 bulan, terpaksa harus mulai bersosialisasi dengan anak-anak lainnya di penitipan, karena aku mulai bekerja lagi. Kadang dia harus berada di penitipan dari jam 9 pagi sampai 9 malam. Melebih jam kerja orang kantor.

Tapi berkat menjadi anggota penitipan Himawari itu, dia tidak pernah menolak sayur, selalu makan dengan teratur, lebih toleransi, dan mandiri. Aku ingat sekali begitu dia bisa jalan, dia pernah mengambil saputangan dan mengepel lantai. Aku menangis melihatnya. Dia berbuat begitu pasti karena dia selalu melihat di penitipannya. Dan dia sampai hari ini masih merindukan suasana di penitipan yang memang lebih mengutamakan bermain daripada belajar seperti di TK.

Kemudian 1,5 tahun yang lalu dia harus berbagi kasih sayang papa dan mama dengan Kai. Awalnya dia masih mempertanyakan, kenapa sih harus ada Kai? Tapi sekarang dia  malahan menunjukkan sikap seorang kakak terhadap adiknya, dengan berbagi mainan, makanan dan buku.

Yah hari ini, 25 Februari 2009, the crown prince Riku Miyashita menjadi 6 tahun!

Selamat ulang tahun dan peluk cium dari papa,mama, dan kai