Hari ke 7 – Berburu Persahabatan

Kebanyakan cerita-cerita dalam kamar, akhirnya pukul 9:50 kami turun ke restoran yang menyediakan makan pagi ala prasmanan. Restoran ini berada di lantai 2, tepat di atas lobby. Tidak ada yang istimewa dari restoran ini, layaknya restoran umum yang bisa kita jumpai di mana-mana. Kalau melihat sajiannya juga memang masih kalah dengan hotel sebelumnya, tapi bolehlah sebagai “bensin” kami untuk beraktifitas hari ini. Seperti biasa, saya ambil bubur ayam, dan agak terpaksa makan omelette yang sudah dibuat. Teman makan saya ternyata tidak bisa makan separah di Hanamasa malam sebelumnya. (Makannya dikit gitu hehhehe)

Kami bertiga makan dengan tidak tergesa-gesa. Tujuan kami hari ini hanya mencari DVD untuk Lala, dan perangko untukku. Paginya saya sempat menelepon jakarta, dan memberitahukan saya akan pulang sekitar jam 1 dari Bandung. Tapi untung juga sempat berbicara dengan Novita, adikku yang jam 4 akan menuju Bandara Cengkareng untuk berangkat ke Belanda. Semestinya dia berangkat minggu lalu, tapi karena sample DNA yang seharusnya dia bawa tidak dijinkan untuk masuk bagasi (padahal sudah diurus perijinannya di KLM), jadi dia batal berangkat. Beginilah cara kerja orang Indonesia, meskipun sudah di maskapai penerbangan international, “semangat kerja” dan “prosedur kerja” tidak dijunjung tinggi. Bagaimana koordinasi pusat dan petugas bandara yang tidak “Harmonis” sehingga merugikan penumpang. Dan JANGAN SEKALI-KALI  Anda mempercayai ucapan petugas yang mengatakan OK, tanpa ada bukti tertulis!!! Itu pelajaran UTAMA. Harus ada hitam di atas putih, berupa surat atau fax, jangan email. Jika peristiwa ini terjadi di Jepang, pasti ada permohonan maaf bahkan pelayanan ekstra. Tak henti-hentinya saya mengatakan, betapa saya mengagumi Jepang, yang benar-benar menjunjung tinggi konsumen. Motto Pembeli adalah Raja, tidak bisa diganggu gugat di Jepang. (Karena itulah saya bisa bertahan hidup 16 tahun di sana).

Judul foto: Mamer O2 hahahha. kok bisa sama ya? (coba ditukar ya, saya ingin tahu tuh Adrress Booknya pastiiiiiiii deh 90% cewe dan penggemar hahaha)

****************

Sesaat sebelum jam 12, kami cek out Hotel Aston Tropicana. Setelah menyelesaikan pembayaran extra, kami menuju tempat parkir, dan mendapat kehormatan diantar oleh Boss nya Bandung sendiri, Daniel Mahendra dengan mobilnya yang nyaman. (Kayaknya aku udah hapal tuh nomor mobilnya, yang berciri khusus hehehe)

Kami pergi ke kantor travel Xtrans yang berada berapa meter saja dari Aston.  Wah kalau jarak segini, di Jepang TIDAK AKAN kami menggunakan mobil. Yang ada mobil tetap kami tinggal di hotel, jalan kaki, setelah selesai urusan, jalan kaki kembali ke hotel, lalu naik mobil menuju tempat lain. Tapi memang karena sekaligus jalan, kami seakan hanya pindah tempat parkir saja. Lah wong deket banget gitu jeh.  ( Kadang kala saya memang berpikir manusia-manusia Indonesia itu males! biar 100 meter kalau bisa naik mobil, pasti naik mobil. Dan aduuuuh manjanya, maunya diturunin persis depan gerbang, dibukakan pintu, dan tidak terburu-buru meskipun tahu bahwa ada banyak antrian mobil dibelakangnya yang sedang menunggu. Hal-hal seperti ini memang tidak dapat kita jumpai di Jepang. Dan aku lebih cocok dengan ala Jepang, dalam hal ini. Selama kita masih bisa berjalan, berjalanlah! Selama kita masih bisa buka pintu sendiri, bukalah! Masak musti nunggu pak supir turun, dan berputar membukakan pintu mobil kita?)

Ternyata “kloter” Bandung-Jakarta yang tercepat baru saja diberangkatkan, jadi kami mendapat tiket untuk yang jam 13:45. Setelah selesai mendaftar di Xtrans itu, kami pergi mencari toko DVD yang katanya murah itu untuk memuaskan sang putri surabaya. Setelah sampai, ternyata toko itu dekat dengan Gedung Filateli Bandung, hanya berjarak 300 meteran. Jadi kami menurunkan Lala di toko DVD, dan lanjut ke Gedung Fi;ateli itu. Eee ternyata sudah tutup. Karena hari Sabtu, jadi cuma sampai jam 12 siang saja. Padahal saat itu baru 12:30 an. Jadi kami putar haluan menuju Kantor Pos Besar, karena kalau kantor pos pasti terbuka terus.

Melewati Braga, Asia Afrika, kangen juga dengan suasana Bandung (yang sudah panas). Terakhir aku ke sini sekitar 3-4 tahun yang lalu dengan Riku dan dua mahasiswa Universitas Senshu. Waktu itu kami menginap di Panghegar. Dan sempat berjalan kaki ke mana-mana.

Sampai di Kantor Pos, saya dan Danny langsung belok ke kiri ke bagian kiosk yang menjual barang-barang filateli. Kebetulan kiosk yang terdekat pintu dijaga oleh seorang ibu keturunan. Saya langsung menanyakan perangko yang saya cari, yaitu Perangko “50th golden year of Friendship 2008 Indonesia-Japan”  50 tahun persahabatan Indonesia Jepang. Untung saja masih ada, dan dengan harga asli per sheetnya 25.000 rupiah. Tapi si ibu pinter banget, tahu saya suka koleksi dan tanya macam-macam jadi dia mengeluarkan koleksi perangko yang menggiurkan. Untuk saya tidak terlalu termakan rayuannya, kalau tidak bisa-bisa saya tidak jadi ke Yogya hihihi.

Selesai di Kantor Pos, kami menjemput Lala yang sudah selesai memborong DVD, lalu langsung pergi ke Xtrans Cihampelas. Sambil menunggu waktu keberangkatan, saya sempat masuk ke toko Oncom Raos yang berada di sebelahnya. Putar-putar melihat makanan kecil yang dipajang di situ. Ingat dulu kalau Papa bertugas ke Bandung, pasti pulang-pulang bawa satu kardus besar oleh-oleh dari Oncom Raos, atau Karya Umbi, atau Sus Merdeka, atau Coklat Braga, atau tape singkong alias peuyem. Tapi entah kenapa tidak ada satupun snacks itu yang menggoda saya untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Apakah saya berubah ya? Banyak makanan dari masa lampau saya yang rasanya sudah tidak menarik lagi di mata saya. Saya makan hanya karena memuaskan “mata” daripada memuaskan “perut”. Banyak yang rasanya juga sudah berbeda, atau jauh dari harapan. Hmmm jaman berubah memang, tapi saya juga merasa sedih jika masa lalu saya akan hilang begitu saja dengan adanya perubahan-perubahan itu. Dan tampaknya saya harus meneriakkan lagi di telinga saya sebuah kalimat yang saya tulis di komentar postingannya Lala, sebuah judul lagu dari Keane  “Everybody changing”… and everything is  changing.

You say you wander your own land
But when I think about it
I don’t see how you can

You’re aching, you’re breaking
And I can see the pain in your eyes
Since everybody’s changing
And I don’t know why.

So little time
Try to understand that I’m
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody’s changing
And I don’t feel the same.

You’re gone from here
Soon you will disappear
Fading into beautiful light
cause everybody’s changing
And I don’t feel right.

Tepat jam 1:45 saya dan Lala naik mobil yang akan mengantar kami ke Kartika Chandra. Mobilnya memang lebih besar daripada mobil yang saya pakai waktu berangkat ke Bandung dari Cipaganti Travel. TAPI…. goyangannya sama aja. Untung ada Lala, jadi bisa sambil ngobrol sampai ketiduran. Kalau tidak tidur sepertinya isi perut juga akan keluar deh. Apa sayanya yang terlalu manja selalu naik sedan (dan pesawat) ya? Next time ke Bandung, aku akan naik kereta aja ah…..

Well Bandung, terimakasih… aku sudah berburu persahabatan di sini, dan sudah menemukannya. Dalam arti yang sempit dan arti yang luas. And… I will come again! thats for sure.

23 gagasan untuk “Hari ke 7 – Berburu Persahabatan

  1. Daniel Mahendra

    Huaaaaaa……. Foto-fotonya dipasang gitu. Wadaw! 😀

    Soal jarak antara Aston dan Xtrans Travel yang dekat itu, ya karena kita memang mau langsung pergi kan. Kalau keluar dulu, trus balik lagi ke hotel, turun ke basement, rasanya malah nggak praktis dan bolak-balik. Dan yang lebih penting lagi: Mbak Imel bisa kurus nanti. Hihihi…

    OOOh jadi kamu takut kalau aku jadi kurus, dan banyak orang yang akan suka padaku Danny? hihihi
    EM

    Balas
  2. nh18

    Huahahah …
    sempet-sempetnya moto O2 yang samaan …

    Eniwei …
    as I ussually said …
    This is the beauty of Blogging …

    BTW …
    Kamu mau naik kereta ke Bandung ?
    Wah … goncangannya sama aja EM … waktunya lebih lama lagi …

    So Travel itu pilihan tepat deh …

    Salam saya

    nh18´s last blog post..TEPAR

    Kayaknya goncangannya kereta lebih bisa ditolerir deh.
    OR
    Kudu cari “Sang Pengantar ” yang naik mobil BMW or Mecereds Benz nih. (Vios juga boleh sih)
    heheheh
    EM

    Balas
  3. mascayo

    Jam segitu saya baru berangkat ke kebon kalapa, terus naik primajasa turun di cikokol terus ke pabrik ambil motor terus pulang deh ke ciputat.
    *eh waktu di bus ada ibu2 salah naik bus, jadinya diturunin di jalan tol, disuruh nyebrang tol ke pom bensin biar balik lagi ke bandung. Duhhhh … aya-aya wae … (*sy kok malah cerita sendiri?)

    mascayo´s last blog post..Alhamdulillah sudah seminggu saya tidak merokok

    Balas
  4. Sassie Kirana

    Halo kak emi..
    Seneng akhirnya bisa meninggalkan jejak kenangan diblog indah ini lagi..
    Apa kabar riku dan kai..semoga sehat terus yach..
    Acara jalan jalannya seru ,sie jadi serasa nonton film dokumenter petualangan Emi dan kawan kawan xixixi
    Makasih ya kak,untuk supportnya selama ini..
    Semoga berbalas dengan kebaikan dan kebahagiaan untuk kak emi sekeluarga Amin!
    Salam sayang..

    Balas
  5. Oemar Bakrie

    Terima kasih ya saya dan Pak NTP sudah dikunjungi tamu dari jauh … semoga tidak kapok kalau pulang ke Jakarta mampir ke Bandung lagi.

    Kalau tahu ada Lala Sabtu sampai agak siang gitu seharusnya kita bisa ketemuan lagi, soalnya saya juga jalan dg keluarga ya sekitar2 situ (Bandung emang mau ke mana lagi). Saya nggak enak nanya2 terus acara/posisi mBak takut mengganggu … hehehe 🙂

    Oemar Bakrie´s last blog post..Sepeda Nabi Adam

    Balas
  6. bang diod

    ehm

    ehm

    O2 ?

    bagi donk ka melada…

    😀

    cuma negor n ade post baru di blog ane

    bang diod´s last blog post..Kemping Kutukan dan BALADA KOLOR ILANG –part 1–

    Balas
  7. Nug

    Hm…
    Ini tentang berburu sahabat sepertinya agak terlalu sopan deh.. Coba itu keluarin laporan sesungguhnya apa aja yang telah diacak-acak “Blogger Surabaya dan Tokyo” ini selengkap-lengkapnya..? 😉
    Jiakakakak :mrgreen:

    Nug´s last blog post..Ketika terus melangkah

    Sssstttt mas Nug… tunggu gossip beredar dulu, baru buat pernyataan hihihi
    EM

    Balas
  8. marshmallow

    wah, acara kopdarnya perbaikan gizi mulu nih.
    ikutan dong mbak. aku kan pengen juga ketemu sama para seleb blog, sekalian ditraktir makan oleh mbak imel. huehehe…
    abis kebanyakan membaca laporan kopdar yang setting-nya makan mulu, jadi ngiler!

    marshmallow´s last blog post..Kabut Kintamani

    Katanya katro soal makanan hihihi. Hayukkkk kopdar dong. Kapan ke Jkt? dari Bali kan mampir jkt tuh. brp lama sih di Bali? Beneran loh aku mau ketemuan…

    EM

    Balas
  9. jeffrey

    HI,nama saya jeffrey dan dari bandung, saya bartu liat blog anda ini karena saya kebetulan mau menjual beberapa koleksi perangko saya..used stamps, saya rasa sudah cukup langka karena ini koleksi satuan dari kakek nenek saya…beberpa ada yang dari tahun 1930n, ada yang dari indo, china, cheko, HK, holland, dan bbrp negara yang lain….siapa tau anda berminat, dapat kontak j3ff_y33@hotmail.com, atau tlp ke 0817205601 ( sms sebelum tlp ) . hope to get your reply soon, karena sedang butuh duit untuk modal usaha…sya bukan kolektor, tapi merasa sayang untuk jual, makanya hanya beberapa yang saya niat untuk jual…kalaupun ternyta tidak berjodoh, we can make a good relationship, and changing any information
    thanks a lot…
    warm regards,
    jeffrey yee

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *