Kemajuan teknologi

Saya tertawa getir waktu menerima sebuah email dari milis, yang berjudul “Too much depending on technologies”. Saya pikir akan menemukan foto tentang orang yang tidur di depan atau di atas komputer, well, semacam itu lah. Tapi tersentak juga dengan kenyataan ini.

Tentu saja tidak bisa kita berikan sedekah kepada pengemis dengan memakai kartu kredit. Tapi kita masih bisa memberikan tip atas suatu service dengan memakai credit card. Agak kaget juga waktu tahun 2002 saya ke Jerman, dan waktu membayar mobil sewaan berikut supir waktu pulang, tertera di kertas gesekan itu Jumlah harga yang harus saya bayar dan di bagian bawahnya ada tulisan  TIP + ………… (isi sendiri mau kasih berapa) lalu tinggal menambahkan jumlahnya. Wah bagus juga cara ini jadi tidak perlu cari uang kecil lagi untuk memberikan tip. Saya tidak tahu apa di negara lain ada cara seperti ini.

Dua hari yang lalu dalam berita di TV, saya menonton tentang sebuah pabrik kertas asli Jepang yang hampir bangkrut. Kertas jepang ini biasanya dipakai untuk pembuatan kertas saham. Omzetnya besar sekali… dulu. Tapi semenjak saham tidak memakai kertas lagi, tapi dengan saham elektroniksaja, maka pabrik pembuatan kertas itu terhenti. Dan mengancam PHK bagi karyawan-karyawannya. Pfffff … dengan alasan environment juga bisa (tentunya) menimbulkan masalah kehilangan pekerjaan. Meskipun akhirnya pabrik itu bisa pulih sedikit dengan menawarkan pemerintah daerah dalam pembuatan “gift card” bantuan pemda kepada warganya dalam usaha pemulihan ekonomi.

Masalah-masalah yang timbul akibat e-commerce ini pasti masih akan bertambah. Seperti yang saya tulis di posting yang mengundang komentar “Pak Pos itu bagaimana kerjanya ya menghadapi jaman IT begini”. e-mails, e-banks, e-goverment, e-learning, e-books…. semua e-e-e-… perubahan ini pasti mengundang permasalahan yang tidak mudah untuk diselesaikan. Dan menjadi PR bagi para innovator.

weks sudah jam segini, saya harus mencetak e-ticket saya, dan mengirim e-mails kepada bapak saya untuk memberitahukan itienary pesawat saya. Kemudian membeli SD card melalui e-shopping, dan mencetak foto-foto dari digital camera saya tanpa harus ke DPE. Dan menyetel alarm untuk online check in….*************

16 gagasan untuk “Kemajuan teknologi

  1. krismariana

    kasihan juga ya Pak Pos nanti. kayaknya mesti bener2 dipikirkan deh. kali besok Pak Pos cuma nganter2 barang aja. tapi Mbak, kalau besok minyak bumi udah abis…bis…bis… trus gimana ya? kira2 masih ada nggak ya e-ticket, e-bank, dll? (kejauhan nggak sih mikirnya?)

    krismariana´s last blog post..

    Balas
  2. mang kumlod

    “If life is ever changing so why worry, we say.”
    Lagi seneng2nya dengerin ini… 😀

    Saya fikir banyak pihak yang harus berubah seiring perubahan zaman. Uang aja kan sekarang udah berubah, kalau di Indonesia ada BCA Flazz. Mungkin beberapa taun mendatang uang emas akan kembali berjaya seperti sebelum tahun 1970an dikarenakan teknologi.

    Duh kalo ngomongin dampak teknologi jadi keingetan Mas Rama “The Blind Power”.

    mang kumlod´s last blog post..Rindu Kamu

    Balas
  3. Yoga

    Tak pelak perubahan akan melibas yang tak diperlukan, melibas faktor penghambat. Akan menyenangkan jika perubahan disertai dengan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik, beradab, santun dan ramah lingkungan.Berubah sendiri, bukanlah proses yang menyenangkan.Baik untuk pelakunya, dan pastinya yang terkena dampaknya tak langsung. Tapi hidup berjalan terus dan manusia akan beradaptasi.

    E,e,e…sudah beres urusannya?

    Yoga´s last blog post..Ketika Pejalan Harus Menunggu

    Balas
  4. edratna

    Kita memang harus siap dengan perubahan, kalau tak inging diubah dari ada menjadi tidak ada.
    Jasa pos mungkin bisa ditingkatkan bukan hanya mengirim pos, tapi pengiriman paket akan selalu ada. Juga kantor pos yang selalu berada di lokasi prima, dapat dimanfaatkan kerja sama dengan lembaga lain untuk pemberdayaan kantor pos ini.

    Teknologi memudahkan, melenakan, tapi selalu harus dikuasai, jadi kadang kita capek juga harus mengikuti terus. Dengan adanya e tiket sekarang ini, maka tiket tinggal di print, dan kemudian dibawa ke bandara saat mau check ini…dan sekarang check in di bandara Sukarno Hatta bisa dilakukan kapan saja, tak terkotak-kotak seperti dulu…jadi kita bisa check ini cepat dan kemudian jalan-jalan. Dan peluang orang yang lebih cepat datang di Bandara, dan di stasiun Kereta api (karena takut terjebak macet), mestinya diantisipasi oleh para pedagang untuk menggelar dagangannya, dari yang sekedar melihat-lihat pasti ada yang beli satu dua. Dan saya termasuk yg suka belanja di airport karena tak sempat jalan-jalan sebelumnya.

    edratna´s last blog post..Bepergian pada saat kondisi cuaca tidak menentu

    Balas
  5. Indah

    Mm.. Kl mnrt saya, biar kata e-mail dan e-card skg ini memudahkan tp tetap ga bs ngegantiin kartu ucapan dan surat manual yg kesannya lbh personal 😀 Salam kenal ya 😉

    Balas
  6. DV

    Itulah hebatnya teknologi dan lebih hebat lagi manusia (tentu yang terhebat ya Tuhan ya)

    Teknologi yang diciptakan bisa mempermudah hidup kita, meski pada awalnya terkesan menindas satu golongan tertentu karena pekerjaannya jadi hilang, tapi sebenarnya hal itu menurutku tidak benar.

    Secanggih-canggihnya Email tak akan bisa berjalan sendiri tanpa operator. Nah, para pak pos pengantar surat, kalau mau belajar lagi tentu bisa jadi operator2 tersebut, bukan ?

    DV´s last blog post..Kue Lapis

    Balas
  7. Melati

    Kemajuan teknologi memang semakin tinggi.
    Kadang-kadang manusia terbelenggu mesin, sementara mesin itu buatan manusia.
    Eh, itu cuma soal saya yang gatek aja ya.

    Balas
  8. gamma

    emang teknologi udah ga bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. asal emg penerapannya bisa optimal,sesuai porsinya,ga berlebihan,tentunya teknologi smakin memudahkan hidup kita. krn manusia juga yg menciptakan teknologi, tentunya jangan sampai jadi tersingkir oleh eksistensi teknologi,justru malah harus makin berinovasi memaksimalkan kemajuan teknologi yang sudah ada.. 🙂

    salam kenal dari bandung.. 🙂

    Balas
  9. kenji

    paper dan mailing masih berjalan mbak, cuma volume nya tetap kecil segitu2 saja.

    klo ga pake kertas, kasihan orang-orang indonesia juga… lapangan pekerjaannya bisa hilang, mengingat produksi kertas di sini besar juga 😀

    kenji´s last blog post..Understand Your Salary

    Balas
  10. tandud

    Waw,,,,

    Jauh amat di jepang,,,,
    Tandd masi di indonesia aj nig,,,

    Maen yahh ke blog tandud,,,

    tandud´s last blog post..Lohh,,,, Kok malah tidur di mesjid,,,

    Balas
  11. Oemar Bakrie

    Di ITB ada perwalian on-line yg sebenarnya lebih untuk membantu data entry kuliah yg akan diambil mahasiswa dan nanti disetujui dosen, tapi sudah terlanjur disalah-artikan tidak perlu ketemu wali … jadi personal touch-nya mulai kurang.

    Nanti suatu saat mungkin wisudanya on-line saja, jadi Rektor tinggal meng-klik nama-nama yg lulus di komputer, nggak usah capek-capek nyalamin satu-satu di upacara wisudaan …

    Oemar Bakrie´s last blog post..Kuliah vs. Mengajar

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *