Pesta Salju

Jangan khawatir, di Tokyo belum turun salju. Meskipun udara di sini kering, sehingga berbahaya bagi tenggorokan dan juga kemungkinan kebakaran. Setiap pagi dalam siaran berita, pasti ada berita kebakaran. Dan yang menyebalkan bagiku adalah alergi serbuk bunga. Menjelang musim semi, pohon mulai menyebarkan serbuk sarinya dan itu membuat saya alergi. Bersin-bersin dan gatal-gatal. Susah deh. KAFUN 花粉,serbuk bunga menyebabkan penyakit modern baru yang disebut Kafunsho. Sebetulnya Kafunsho ini lebih disebabkan oleh serbuk pohon pinus.

Saya sendiri baru terserang penyakit ini kira-kira 10 tahun yang lalu. Waktu itu sekitar bulan Maret, saya harus pergi mengajar ke rumah murid yang letaknya dekat pelabuhan udara Narita. Karena agak desa, masih banyak salju yang tersisa, padahal di Tokyo sama sekali tidak ada. Nah, selama saya mengajar itulah saya bersin-bersin terus. Ternyata waktu pulang saya baru tahu, bahwa di belakang kompleks perumahan itu ada hutan pinus. Dan persis waktu itu angin bertiup…. waaahh sampai kelihatan itu serbuk menguning beterbangan. Itulah sumber dan penyebab saya sampai sekarang alergi serbuk bunga. Kalau bersin/pilek saja sih tidak apa-apa, karena saya sudah biasa. Sejak SD kelas 4 sudah langganan dokter alergi Dr. Karnen Baratawidjaja di RSPP dan disuntik 3 kali seminggu. Tapi alergi Kafun ini juga menyebabkan hidung, mata dan keseluruhan muka menjadi gatal. Mata berair juga. Menyebalkan sekali.

OK, back to SNOW. Hari ini adalah hari pembukaan Pesta Salju “Snow Festival” di Sapporo. Dan tahun ini adalah yang ke 60 kalinya. Memang festival ini selalu diadakan di awal Februari, di 3 lokasi tetapi yang paling terkenal adalah di Taman Odori. Taman ini terletak persis di bawah Menara TV Sapporo. Sayang sekali waktu saya berkunjung ke Sapporo beberapa tahun yang lalu, bukan pada awal bulan Februari. Tentu saja awal bulan februari ini yang terdingin di Sapporo, bahkan katanya siang hari bisa minus 11 derajat celsius.. Brrrrr. (Tapi ada kota di Hokkaido yang minimum suhunya minus 30 derajat! Bisa bayangkan tidak ya???Dingin tidak menghalangi wisatawan yang datang. Kabarnya paling sedikit 2 juta wisatawan dari luar dan dalam Jepang datang untuk melihat langsung bangunan-bangunan es ini.

Konon salju yang dibentuk menjadi patung-patung itu tingginya hanya 7 meter, tetapi sekarang seudah melebih 15 meter. Taman Odori ini dipenuhi oleh pahatan es yang menjadi bentuk yang indah-indah. Pemahat Es dari Indonesia pun sering memeriahkan festival Salju Sapporo ini. Jika tahun lalu dimeriahkan dengan bentuk bangunan megah, kastil jepang dan Cerita Narnia, saya belum melihat reportase tahun ini berbentuk apa.

Lihat perbandingan tinggi orang dengan bentuk yang dibuat. Tapi kenapa melihat gambar-gambar indah begini, saya tetap tidak mau pergi ke sana ya? Mungkin terlalu takut memikirkan untuk menghadapi temperatur dibawah 0 derajat? (Padahal waktu saya ke Munchen saat itu minus 15 derajat saja! dan tidak apa-apa, malah saya rasa lebih dingin Tokyo, karena Tokyo berangin). Jika Anda ingin menyaksikan pesta salju ini, masih diselenggarakan sampai dnegan tanggal 11 Februari nanti. Cuma, jangan berharap untuk mendapatkan hotel/penginapan karena sudah fully booked.

23 gagasan untuk “Pesta Salju

  1. hmcahyo

    wah si Nadia selalu nggambar boneka salju… sayang di Malang gak ada salju 😀

    kapan2 di bawa ke indonesia mbak 😀

    hmcahyo´s last blog post..Hati-hati Virus Baru Menyebar Lewat Blog Anda

    Balas
  2. hmcahyo

    lha saya belum masuk blogroll :mrgreen:

    **kumat mode on**

    bener nih Pak Heri… kumat itu tuh… kelompok hetrix baru hihihi
    UDAH Masuk yang cantigi. yang ini juga udha masuk tuh di Page LINK
    EM

    Balas
  3. anto84

    kapan ya aq bisa ketokyo??????ada salju lagi..aduh2 kok bikin pengen toh bu??
    salam kenal dari blogger norak bu..

    anto84´s last blog post..Bank-ir Sesa’at

    Ya bisa lah … Usaha dan semangat!
    salam kenal juga
    EM

    Balas
  4. vizon

    wuih… keren amat…
    benar2 sebuah karya seni yg luar biasa…
    tp sepertinya saya tidak bakal bisa pergi ke daerah bersalju… lha wong pegang es saja tangan saya sudah kram… 🙂

    vizon´s last blog post..ketamuan

    Balas
  5. aNGga Labyrinth™

    Asik bener ya disana ada fenomena kayak gitu…

    Apa itu terjadi di seluruh jepang kk ?

    Pengen banget ke tokyo.. 🙁
    Liat deh buktinya di postingan diriku yang ini:
    Menjawab dengan gambar

    aNGga Labyrinth™´s last blog post..XBOX 360 Resident Evil 5 edition

    Balas
  6. bundanya hanafi

    Pesta salju? Pingin liat sih…..tapi apa ya kuat ya? Brrrrrrrrrr dinginnya…..Sudah setahun ini Mbak, bapaknya anak-anak tinggal di Tokyo, ngajar bahasa Indonesia (cari duit biar banyak…hehehe…). Pinginnya sih kami ikut, tapi bagaimana dengan sekolah anak-anak?? Yang besar sudah SMP. Kalau mau ditinggal kok kasihan juga. Yang kecil kayaknya gak kuat deh di situ, dia alergi dingin, sukanya sesak nafas. Ya sudah bapaknya sendiri aja di situ. Tapi kadang kasihan sih….apalagi pas dingin seperti saat ini.

    Balas
  7. kahfinyster

    pengin ke jepang!!hhe,,

    o iya,,
    buat yg belom tw,gue dah pindah ke http://finyster.co.cc ,,jadi kalo mw ke blog gue jangan klik nama kahfinyster di komen gue,,klik link yg finyster ajah,,okeh??
    datengin yah,, :mrgreen:

    kahfinyster´s last blog post..waduh,,kenapa ini semua terjadi??

    Balas
  8. Vicky Laurentina

    Bu, kasihan ya ngga bisa menikmati bunga-bunga lantaran alergi serbuk. Coba minta sama dokter THT lokalnya, didesentisisasi aja. Memang prosesnya rada makan biaya, tapi hasilnya, alergi serbuk jadi ilang seumur idup. Chayo, chayo!

    Balas
  9. Retie

    waduhhh temperatur dibawah 0 derajat?
    garukgarukkepala.co.id

    pengen banget kesana cumaaaa apa ya mungkin aku kuat ya??? wong kelaman di ruang ber ac aja napasku udah mulai bunyi 😀

    Keren banget tante… ngelamun aja ah bayangin aku lagi di sana :dream: :hihi:

    Balas
  10. Dryan

    Saya jadi ingat kembali kenangan masa lalu saya ketika saya pernah menjalani kehidupan di dua kota di hokkaido (Sapporo dan Kitami) selama 3 tahun setelah membaca tulisan ibu tentang pesta salju ini, rasanya ingin kembali kesana, tp entahlah kapan……
    Lam kenal buat ibu Imelda

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *