Dalam Kelembutan Pagi

Dalam kelembutan pagi
Buana berseri
Dibuai bayu dini hari
sejuk dihati

Kusambut pagi sendiri
Tanpa kau melati
Namun tak kulupakan dikau
satu denganku

Padamu angin kubertanya
Mungkinkah abadi
Bahagiaku kini
Kupasrah Illahi

(lirik oleh Baskoro – sebuah nama jawa yang saya suka tapi ada yang bilang Jockie Suprayogi… tidak tahu mana yang benar)

Pagi ini memang tidak bisa dibilang lembut. Karena sebetulnya amat sangat berangin…. dan dingin. Jam 6:30 aku keluar rumah dan berjalan dengan tergesa-gesa. Dan waktu aku lewat toko kelontong “Murata” tetangga rumahku, kulihat jam sudah menunjukkan 6:35. Tapi untung ketika tiba di halte bus, tertunjuk display digital bahwa bus akan sampai dalam 4 menit. Syukurlah aku tidak harus menunggu lama dalam dingin. Bahkan masih sempat memotret langit pakai kamera ponsel.

Sampai di Stasiun Kichijoji jam 6:59 … wah pasti terlambat untuk misa jam 7 pagi. Tapi biarlah, yang penting niat kan?  Aku berjalan ke arah gereja. Masih pagi, belum ada toko yang buka. Tapi di beberapa toko yang akan buka jam 9 pagi, sudah terlihat pegawainya membersihkan dan menyiapkan etalase tokonya. Saya belum pernah bekerja di toko, tapi saya tahu kerja seperti itu juga berat. Pernah coba membawa nampan penuh berisi piring-piring? Itu memang membutuhkan ketrampilan sendiri. Yang saya pernah hanya mencuci piring untuk 400 orang…. dan itu memang menyakitkan tangan dan punggung (saya memang selalu bermasalah dengan punggung). Tapi kalau membayangkan arbaito mencuci piring, seperti yang saya dengar dari mahasiswa di Amerika? Uhhh betapa menyiksanya pekerjaan itu. Apalagi di musim dingin begini, tangan kering dan jika mencuci dengan air hangat, bisa menjadi luka-luka. Perih setiap terkena sabun. Saya selalu ngeri dan kasihan setiap melihat ibu temannya Riku. Seorang ibu rumah tangga yang anaknya 3 atau 4 deh. Tangannya hancur! Entah mungkin dia juga atopi, penyakit baru di Jepang semacam alergi kulit. Saya jadi teringat dulu waktu mahasiswa dan tinggal di keluarga orang Jepang, Nenek yang tinggal bersama selalu mengelus tangan saya dan berkata,”Tangan seorang putri… halus dan lihat kuku kamu masih bulat. Kalau bekerja keras, tangan tidak sehalus ini dan kuku pasti menjadi pipih.” Padahal tangan teman saya Ratih yang mungil itu masih jauuuh lebih bagus dan halus dari saya (Tangan gue gede bo!). Setelah menikah memang terjadi apa kata Nenek itu. Tangan menjadi kasar dan kuku tidak bulat lagi. Resiko menjadi seorang istri, ibu dan pembantu mungkin yah hehhehe. So teman-teman para suami, coba nanti dirasakan dan diperhatikan tangan istri-istrinya ya hehehe (tapi di Indonesia ada pembantu asisten sih yang kerja kan pembantu asisten… DAN JANGAN MEMBELAI TANGAN PEMBANTU ASISTEN UNTUK MENGETAHUI ITU YA… PLEASE hihihi)

Ternyata misa tidak diadakan di gereja, tapi di kapel kecil di sebelah altar. Agak ragu saya masuk, karena terlambat 8 menit. Tapi biarlah, toh belum sampai bacaan pertama. Jadi saya masuk dan duduk di sudut kapel. Umat semua setengah baya dan tidak sampai 20 orang. Pastor John, yang orang Indonesia berkotbah dengan bahasa Jepang yang fasih. Hebat! Saya sengaja tidak mau memperlihatkan muka saya sebelum kotbah, takut pastor grogi (Pastor grogi ngga ya? hehehe). Sayang saya lupa menanyakan pada pastor tentang hal ini. Padahal sesudah misa, kami sempat bercakap-cakap ngalor-ngidul mengenai politik segala. Saya diberitahu bahwa kemarin gereja komunitas Indonesia di Meguro kaya pastor, karena pastor yang datang sampai 3 orang hahahaha. Rupanya terjadi miskomunikasi. Tapi sedih juga mengetahui bahwa Pastor John akan dipindahkan ke Nagasaki akhir bulan Maret nanti.

Karena hari masih pagi, toko-toko belum buka, jadi saya langsung pulang ke rumah naik bus. Sampai di rumah teng jam 8:59. Membuka pintu dan melihat my three boys sudah bangun. The Big One lagi jemur pakaian… Wow thank you! Dan Riku tidak mau ketinggalan membuatkan toast untuk kita sarapan pagi. Well, hari cerah meskipun berangin, dan membuat orang ingin pergi ke luar, meskipun tidak cocok untuk berpiknik. Waktu saya selesai menuliskan posting ini, Riku, Kai dan papanya sedang pergi jalan-jalan. Riku naik sepeda, dan kai naik baby car. Itu anak juga senang sekali kalau tahu mau pergi keluar. Dia persiapkan sendiri sepatu dan tasnya!

Well, Have a nice SUN-DAY !!


Beautiful Sunday by Daniel Boone

23 gagasan untuk “Dalam Kelembutan Pagi

  1. Kimiyo

    Wah pagi-pagi sekali ke gereja ya !? ERAI ! ^0^
    Genki, Imelda ?
    Aku jadi genki lagi lho.
    Hari ini cerah dan hangat di sini sampai 20 derajat.
    Kami pergi ke JINJA untuk YAKUBARAI saya yang HONYAKU,
    dan untuk berdoa akachan saya bisa bahagia di sana.
    Lalu pergi ke Hanami, di sini sakuranya udah berbunga.
    Udah mulai musim bunga deh, perasaan saya juga udah bukan musim dingin lagi. ^^

    Balas
  2. Yoga

    Happy Sunday! It’s been cloudy all the day here. So I prefer to stay at home, watch Sound of The Music again, read a Larry Gonick’s, and… Visit TE.

    Sekarang, udah sore di sini mbak, aku mau bikin pisang keju, mau? Fotonya keren. Aku pernah ambil foto seperti itu. Ternyata kita punya kesamaan hehehe.. Malah, foto itu udah kubikin sketsanya. Ntar kapan-kapan ku post ya.

    Salam buat your boys! 😀

    Balas
  3. Zulmasri

    selamat pagi. lama ingin bertamu ke sini. akhirnya baru kesampaian.

    salam kenal. komennya lain kali aja. manggilnya mbak, ibu, jeng, atau apa ya….

    Selamat malam Pak Zul…. saya flexibel kok apa juga boleh, asal jangan Om, mas, bang, brur, kang ….hehhehe

    EM

    Balas
  4. Melati

    Mbak ikut ekaristi yang mulai dari jam7 pagi ya?
    Untung hari ini misa diadakan, bukan kemarin.

    Memang dalam musim dingin kerjaan rumah tangga membuat tangan orang yang mengurus rumah rusak.
    Padahal dalam musim panas nggak, setidaknya saya begitu.
    Dan selama tinggal di Jakarta juga tangan saya tidak rusak meskipun saya sendiri yang mengerjakan tugas rumah tangga.
    Mungkin karena pengaruh cuaca dan suhu udara ya.
    Maka, para suami yang membaca blog mbak ini tidak perlu memeriksa tangan asisten meskipun asistennya masih muda belia.

    Setiap hari ada misa jam 7 pagi di gereja Kichijoji.
    soal tangan, memang di musim dingin kelembabannya rendah sehingga membuat semuanya kering termasuk kulit tangan. Nah itu yang menyebabkan luka-luka. Karena itu di musim dingin kan kita pakai body/hand lotion. Kalau musim panas tidak perlu.
    EM

    Balas
  5. sony

    setiap mentari terbit
    harapanpun timbul
    bahwa angin nan dingin menusuk tulang
    kan segera tergantikan
    oleh hangatnya surya dimusim semi
    dan
    tatkala kulit-kulit pohon mulaimelembut
    bertunas, berdaun dan bertajuk
    mengurai bunga warna warni pelangi

    disanalah keindahan dan kehangatan menyatu
    sebagai makna keindahan hidup yang hakiki

    biarlah nanti engkau mencampakkan nisan-nisan dukamu

    dan memancangkan prasasti kebanggaan
    bahwa hidup penuh arti

    sony´s last blog post..Di Kapal Tampomas I

    Balas
  6. bang diod

    lamat malam…

    akhirnya kesampean nngomen disini

    cuma negor n ade post baru di blog ane

    bang diod´s last blog post..Ngebodor instan ! tinggal tambahin air !

    Hai met kenal…meluncur ke TKP
    EM

    Balas
  7. Daniel Mahendra

    Postingan ini manis sekali. Hanya dengan membacanya aku seperti bisa merasakannya.

    Salam buat your three boys deh.

    Eh, waktu itu aku nggak sempat belai-belai tangan ya? :p

    Daniel Mahendra´s last blog post..Bukan Tiket Sekali Jalan

    What? Belai-belai tanganku Danny??????? Makanya lain kali jangan terlambat 5 jam ya 😛
    EM

    Balas
  8. DV

    Percaya nggak, delapan tahun kerja tak kenal hari membuatku tak terlalu bisa menikmati minggu.

    Tapi setelah kerja formal dan teratur di sini, weekend adalah surga..:)

    Mari berjuang untuk minggu yang baru, lalu menikmati akhir minggu depan dengan lebih asyik lagi 🙂

    DV´s last blog post..Peregangan Otak

    Balas
  9. -G-

    Selamat pagi (^_^) Saya juga suka ke gereja pagi, pokoknya rasanya berbeda dengan kalau ke gereja sore, payahnya rasa suka saya sering dikalahkan oleh rasa malas, justru karena tahu ada gereja sore. Hihi, gawat!

    Ttg tangan itu loh, hahahahaa… Saya jadi ketawa membayangkan majikan membelai tangan “asisten”.

    -G-´s last blog post..1 Februari

    Balas
  10. Lala

    Aku yang dibelai-belai bukan tangannya, Sis… hehehe…

    Eniwei,
    Kemarin susah banget akses ke sini, sampai mampus deh ga bisa baca.. 🙁
    So, I won’t say “Happy Sunday” tapi…

    “Have a great Monday Morning, Sis!”
    Can’t wait to meet you in three weeks! 🙂

    Mmuach.. buat your two boys…
    *ya, kecuali diijinin muach-in Gen juga! wekekekeke*

    @ Mbak Yoga:
    The Sound of Music, Mbak? HUaaaa….. that’s my all time favorite! Kapan2 mau bikin ceritanya, ah…

    Lala´s last blog post..Unnecessary Madness

    dibelai apanya La? Sepatunya? hiiiii
    gimana kopdarnya kemarin?
    Eh iya ya kita baru ketemu 3 minggu lagi ya. Tadinya aku heran, bukannya 2 mg lagi? hihihi
    Gawat belum siapin apa-apa (termasuk diet!) hahhaah. Kamu mau ketemu aku, udah diet belum?
    Muach in Gen? boleh boleh…emang dia mau? hihihi

    EM

    Balas
  11. tanti

    Selamat pagi Imel,
    dalam kelembutan pagi,
    hei, itu yang juga kurasakan pagi ini disini,
    sisa hujan semalam membuat cuaca sejuk,
    (nggak terasa deh ini Surabaya gitu loh !!)
    sisa air tergenang disana-sini, pepohonan berkilauan oleh sisa-sisa titik air hujan.
    macetnya jalan raya di Senin pagi ini kulalui dengan damai,
    dalam kelembutan pagi..
    so match with your post 😉

    tanti´s last blog post..When Your Heart is Calling You

    Balas
  12. aminhers

    hey…hey… its a beautiful sun-day….
    nice Sunday isn’t it ?
    hmmm… ada apa yah tadi malam 😀

    aminhers´s last blog post..transparansi nilai

    Balas
  13. Retie

    mmm jadi kangen nich merasakan kelembutan pagi 😀

    sudah lama banget ngga menghirup sejuknya udara di pagi hari 😀

    tidur jam 3 pagi baru bangun jam 11/12 siang 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *