Misa Pertama – 初ミサ

Misa Pertama – 初ミサ

Kalau tanggal 1 saya sudah pergi ke Kuil Shinto dan Buddha, maka tanggal 3 kemarin saya bisa lega juga karena bisa menghadiri misa pertama di tahun 2009 ini. Tadinya sudah khawatir kalau tidak bisa pergi, karena biasanya ada saja yang bisa tiba-tiba menhalangi saya pergi. Maklum saya tidaklah sendirian lagi, punya suami dan anak-anak yang harus diurus. Untung saja sebelum jam 4 sore kita bisa berangkat dari rumah di Nerima menuju Meguro. Untung lagi jalanan sepi sehingga kami bisa sampai on time. Soalnya pastor John sudah wanti-wanti waktu misa Natal kemarin, mulai tahun 2009 akan mulai misa tepat jam 5 sore TENG!. Kan tinggal di Jepang, jadi kudu tepat waktu dong hehhehe. Pastor John bilang, “Ada tidak ada umat, saya akan mulai misa” …dan Imelda serta Kai bisa duduk di tempat duduk paling depan di dalam kapel kecil itu (abis yang tersisa kosong cuman di situ) dan masih bisa cari lagu pembuka hehhehe. Riku tertidur di mobil, dan menggendong Riku yang 27 kg bukan perkara mudah lagi bagi saya dan Gen, sehingga kita biarkan dia tidur di mobil, dengan Gen menemani. Kai? Dia tertidur juga tapi begitu saya bawa masuk dia bersama baby seat nya, dia terbangun sehingga saya terpaksa menggendong dia terus selama misa. But gpp, saya kuat gendong dia satu jam karena sebelumnya sudah duduk terus di mobil.

Kotbah pastor mengenai Tahun Baru cukup panjang dan banyak mengutip renungan dan doa-doa dari orang terkenal. Ada sebuah cerita ttg seseorang terkenal yang tidak mau melihat coretan-komentar gurunya di buku pe-ernya, sehingga dia selalu mengganti halaman baru, supaya halaman yang sudah dikerjakan dan mendapat komentar dari gurunya tidak terlihat. Tapi dia akhirnya sadar, meskipun dia ganti halaman baru terus, jika komentar gurunya tidak dia perhatikan dan dia perbaiki, maka tidak ada gunanya. Sama pula seperti Tahun Baru, kita seperti membuka halaman baru, tapi tanpa menyelesaikan masalah di tahun lalu, sama juga boong… hmmmm.

Satu yang terngiang terus ditelingaku. Yaitu mengenai permintaan akan cahaya. Seorang pengembara berkata kepada Malaikat yang berdiri pada gerbang Tahun Baru:

“Beri aku satu terang-cahaya

Supaya aku bisa berjalan dengan langkah pasti

Memasuki ketidakpastian.

Tetapi Malaikat itu menjawab:

Masuklah ke dalam kegelapan

Dan taruhlah tanganmu ke dalam genggaman tangan Tuhan!

Itu jauh lebih baik daripada suatu cahaya

Dan jauh lebih pasti daripada jalan yang sudah dikenal.

(dari China)

Menyerahkan diri kepada Tuhan adalah yang lebih penting daripada meminta sesuatu apapun. FUKAI II HANASHI 深い いい 話。DALAM sekali maknanya.

Dan semoga aku bisa berdoa seperti Satu doa dari Irlandia yang berbunyi:

Yang kuharapkan

Bukan supaya hidupku bebas dari duka derita

Bukan supaya jalan hidupmu ditaburi bunga mawar

Bukan supaya tak ada air mata membasahi pipimu

Dan tidak ada penyakit yang menyiksamu

Semuanya ini tidak kuharapkan bagimu.

Tapi, yang kuharapkan adalah

Supaya engkau senantiasa mengenangkan

Hari-hari bahagia dalam hidupmu dengan rasa syukur.

Supaya dengan tabah menghadapi segala cobaan,

Juga bila beban hidupmu terasa berat

Juga bila sinar harapan mulai meredup.

Yang kuharapkan bagimu adalah

Semoga dalam susah dan senang

Senyum kerahiman Allah

Senantiasa menuntunmu

Ya Tuhan, aku menyerahkan semua kehidupanku dan kehidupan keluargaku ke dalam tanganMU saja. Amin

11 Comments

Saya tidak mau menyerahkan diri pada kenunafikan, kesemuan, dan kejahatan.
Tapi kalau pada tanganNya, saya ingin menyerahkan diri.
karena di situ pasti ada yang terbaik untuk kita.

Saya hari ini mengikuti misa pertama tahun 2009 di Yotsuya.
Inti hotbahnya kita harus aktif bertemu dengan Allah.
Semoga saya tetap bersemangat pergi ke gereja, bahkan semakin bersemangat. Amin.

hmmm.. kalo bu imel gendong zia, dijamin ngga tahan lebih dari semenit deh ..
btw, sama bu, menyerahkan diri pada Yang Kuasa atas segala urusan kita memang jalan yang terbaik ya bu.
Wish you all the best

mascayo´s last blog post..hati yang gelisah

Hai emiko-san… udah ganti theme lagi nih…
Mirip2 yah ajarannya, Islam juga artinya berserah diri.

salam,
uk kembali…!

mang kumlod´s last blog post..Mang Kumlod Kembali…!

Misa Tahun Baru yang penuh makna ya mbak..
Harapanku juga berkat untuk keluargaku.
PerlindunganNya adalah kekuatanku.

Selamat Natal..Selamat Tahun Baru..
Semoga Terang dan Damai Kristus selalu menyertai kita semua Amin.

p u a k´s last blog post..Libur tlah usai..

Aku setuju sekali dengan ini:

“Menyerahkan diri kepada Tuhan adalah yang lebih penting daripada meminta sesuatu apapun”.

Aku pun begitu. Hingga pada titik tertentu, rasanya aku lebih nyaman pada penyerahan diri ketimbang permintaan (yang terus dan terus meminta).

Aku tahu Tuhan lebih tahu kebutuhanku. Maka menyerahkan diri adalah komunikasi vertikal paling total menurutku.

Daniel Mahendra´s last blog post..Doa untuk Anak-anak Yahudi, Nasrani, dan Muslim di Timur Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :
Previous Post :