my journey from dawn to dusk

Angpao

Angpao (Angpao / Angpau = 紅包 = お年玉) atau si amplop merah kecil dengan tulisan kanji china berwarna emas, memang merupakan kebudayaan Cina yang dijalankan hampir di semua belahan dunia. Yang sering didengar biasanya memang orang memberikan angpao ini waktu tahun baru. Bahkan saya pernah membaca bahwa kebiasaan memberikan angpao ini sudah dijalankan juga waktu merayakan hari Raya Idul Fitri pada tulisan Pak Oemar Bakri yang ini. Nah di Jepang Angpao untuk tahun baru diberikan kepada anak-anak sampai remaja yang belum bekerja (Kalau seudah bekerja maka tidak menerima angpao lagi), dan di Jepang bernama O-toshidama.

Amplop untuk otoshidama

Amplop untuk otoshidama

Karena untuk anak-anak, amplop yang dipakai biasanya lucu-lucu. Ada yang bergambarkan karakter terkenal seperti heroes, pokemon, snoopy, disney character dan lain-lain. Meskipun ada pula yang tradisional dengan gambar 7 dewa China atau Eto (shio) tahun tersebut — tahun ini tahun Sapi. Tapi apapun pembungkusnya, yang penting isinya bukan? BIasanya pemberian dari Kakek-nenek yang paling besar jumlahnya.

Otoshidama untuk Riku dan Kai dari bapak/ibu mertua... berapa isinya? ngga dikasih tahu tuh sama Riku hihihi dan Riku tanya "Otoshidama dari mama/papa mana?" hmmm NANTI ya hihihi.

Nah berapa sih kira-kira pemberian otoshidama itu? Memang tergantung pada umur anak tersebut. Ada yang menganggap umur 0-2 tahun tidak usah diberikan, tapi kalaupun diberikan sebesar 1000 yen (atau diberikan mainan– padahal mainan lebih mahal). dari umur 3-5 tahun sebesar 2000 yen. Begitu masuk SD menjadi 3000 yen, dan jika sudah kelas 5-6 SD biasanya berubah menjadi 5000 yen. Jumlah 5000 yen berlangsung terus sampai lulus SMA. Setelah masuk universitas biasanya menjadi 10.000 yen. Tetapi tentu saja ini harga pasaran. Mungkin Kakek/nenek yang kaya akan memberi 100.000 yen (duh mana ya? aku juga mau jadi cucunya heheheh) Atau masing-masing terpisah memberikan otoshidama, si Kakek 30.000 yen dan si nenek 30.000 yen. Dan yang lucu biasanya di TV diumumkan berapa rata-rata besar otoshidama yang diterima seorang anak dari semua keluarga saudaranya. Wah saya pikir kalau di Indonesia bisa terima banyak sekali, karena jumlah keluarga kan besar. Kalau di Jepang, masing-masing keluarga (ayah-ibu-anak) hanya 4-5 orang, jadi jumlah saudaranya sedikit.

Nah Angpao itu kalau di Jepang tidak hanya waktu Tahun baru saja. Hampir semua kegiatan yang membutuhkan “reward” diwujudkan dalam “Amplop”. Dan tentu saja amplopnya juga berbeda-beda dengan tulisan dan jumlah berbeda. Yang paling besar dan sudah saya singgung di posting sebelumnya adalah angpao pada pesta perkawinan. Biasanya bungkusnya sebesar amplop untuk surat dengan hiasan berupa tali (merah-putih atau emas) dan kertas. Tali ini bisa diumpamakan dengan pita, dan harus diperhatikan cara mengikatnya dan yang pasti ujungnya harus menghadap ke atas, dengan maksud agar rejekinya jangan jatuh/tumpah. Atau dibentuk menjadi bunga atau tsuru (burung bangau —lambang kebahagiaan). Amplop yang termahal biasanya sekitar 750 yen/per lembar. Dan isinya? untuk tamu biasanya 30.000 yen, sedangkan kalau keluarga minimum 50.000 yen.

Di bagaian kertas putih ditulis dari atas ke bawah dengan : gokekkon omedetou gozaimasu ご結婚おめでとうございます  dan di bagian bawah tulis nama pemberi. Dan biasanya uang tidak langsung di masukkan dalam amplop besar ini, ada  amplop yang biasa, yang lebih kecil di dalamnya, serta di bagian belakangnya ditulis jumlah/besarnya uang yang dimasukkan. Ini berguna untuk nanti jika “memberikan” tanda terima kasih kembali. Jadi misalnya saya hanya menulis 10.000, pasangan akan memberikan setengahnya yaitu 5.000 yen saja.

Selain pesta pernikahan ada macam-macam selamatan, mulai darikelahiran ご出産おめでとうございます, ulang tahun pertama お誕生日おめでとうございます, masuk TK, SD, SMP, SMA dan Universitas (kadang ada juga yang memberi waktu kelulusan, meski tidak wajib) dengan tulisan : ご入園おめでとうございます(untuk masuk TK)  ご入学おめでとうございます (untuk SD- Universitas). Perayaan 3-5-7 祝・七五三, Perayaan menjadi dewasa 20 th 祝・成人式 dan lain-lain. Setiap peristiwa yang dirayakan pasti memberikan hadiah tapi berupa angpao.

Tapi manusia tidak hanya gembira saja. Dalam upacara kematian biasanya memberikan “amplop” yang tulisannya bisa macam-macam, tergantung upacara dilakukan dengan cara buddha, shinto atau kristen.

Selain peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan manusia, tentu saja ada kalanya kita ingin memberikan sekedar “uang rokok” atau “uang jajan”, “uang transport” dll, untuk itu banyak disediakan juga amplop-amplop kecil untuk keperluan tersebut. Dan satu lagi yang biasanya harus diperhatikan jika ingin menjadi real japanese yaitu sebelum memberikan “amplop-amplop” itu biasanya dimasukkan kedalam sehelai kain pembungkus yang diberi nama Fukusa 袱紗. Yang berwarna merah untuk “acara bahagia” yang berwarna abu-abu untuk “acara sedih”. Yang paling aman adalah warna ungu karena bisa dipakai untuk semua acara.

Memang rasanya repot mengikuti kebudayaan Jepang yang ini, tapi hanya dengan melihat desain amplop-amplop ini bisa menyenangkan hati (masalah isinya sih belakangan —yang pasti menyusahkan dompet heheheh) . Satu kesenian kertas Jepang yang prima.



Category: Diary, LIVING

14 Comments to “Angpao”

Add Comments (+)

  1. Donny Verdian berkata:

    Wah, amplop angpaunya kreatif2 ya.. kalau kita kan biasa cuma merahhhh melulu 🙂

    Donny Verdian´s last blog post..Boxing Day, Hari Bertinju?

  2. angga erlangga berkata:

    Waahh.. tak terasa tar lagi mo Imlek ya… klo geto minta ampaunya ja dech hehee… 😀

    Salam kenaalll…. 😉

  3. Melati berkata:

    Nah, di sini kelihatan juga kebudayaan Jepang yang suka menghiasi LUAR.
    Yang penting isinya, bukan amplopnya.
    Dan yang terpenting hatinya untuk menyiapkan sesuatu dengan memikirkan orang yang akan menerima itu.

    Saya suka gaya Indonesia memakai amplop yang sedarhana.
    Dari sini kelihatan juga hakiki mengenai hadiah yang buntuknya mentah-mentah.

  4. mascayo berkata:

    berarti Zia harusnya dah dapet angpau 2000 yen ya? mana angpau buat Zia bu? hehehe … kalau dapet angpau begitu, pasti amplopnya ngga kan dibuang sama mamanya Zia. bagus-bagus sih..

  5. marsudiyanto berkata:

    Saya mau angpaonya satu aja…

    marsudiyanto´s last blog post..Saya Pektay?

  6. Oemar Bakrie berkata:

    Terima kasih tulisan saya sudah di-link. Memang budaya bisa saling mempengaruhi dan melengkapi. Kalau bagi-bagi uang saat lebaran kepada anak-anak mungkin dulunya tidak disebut sebagai angpao, tapi karena ada budaya lain yg menyebut begitu dan sudah cukup dikenal ya kita ngikut aja …

    Salam saya mbak EM, sudah lama saya nggak komen di sini meski masih sempat browsing juga …

    Oemar Bakrie´s last blog post..Selamat tahun Baru

  7. tuti nonka berkata:

    Wah, amplopnya cantik-cantik. Saya pengin mengoleksinya. Dulu, waktu saya masih remaja, belum ada ponsel dan internet, jadi sarana komunikasi ya surat. Saya suka mengoleksi kertas surat yang cantik-cantik.
    (wah … rasanya sudah luamaaa sekali saya tidak menulis surat pakai kertas … hehehe )

    tuti nonka´s last blog post..Kopdar Selebriti Heboh … !

  8. Yoga berkata:

    Amplopnya cantik betul, kreatif ya.

    Yoga´s last blog post..Auld Lang Syne, for Love and Friendship

  9. nh18 berkata:

    Hmmm …
    Kebahagiaan optimal adalah …
    Design Angpao nya keren …
    Isinya pun tebel …

    hhmm Imlek … 26 Januari nih … catet …
    (aku dapet angpao ndak ya ???)

    nh18´s last blog post..BICARA DI DEPAN KELAS

  10. Hery Azwan berkata:

    Desain angpaonya keren2, tapi kok isinya pake standar gitu ya?
    Kalau di Indonesia sih seringnya nggak pake amplop. Langsung isinya….
    Ngapain susah2 dengan amplop…
    He he…

    Hery Azwan´s last blog post..Tak Ada Krisis

  11. edratna berkata:

    Wahh amplopnya menarik tuh….. bisa dibuat koleksi

    edratna´s last blog post..Over protektif?

  12. Daniel Mahendra berkata:

    Wah, kalau angpao tidak hanya waktu tahun baru saja dan diterapkan di Indonesia, betapa besar bujet untuk moment-moment semacam itu. Hihihi…

    Daniel Mahendra´s last blog post..Doa untuk Anak-anak Yahudi, Nasrani, dan Muslim di Timur Tengah

    Jangankan di Indonesia, di Jepang juga berat kok Danny, apalagi sudah ada harga pasarannya kan?
    Nanti Riku masuk SD bulan April, semoga dapat angpao dari Om Danny hihihi…
    EM

  13. wita berkata:

    O-toshidama ku-da-sa-i hehehe

    wita´s last blog post..What do you know about Creeping Eruption?

  14. zero berkata:

    wahHHh,,,Lucu.,,lucu,,,lucu,,,
    klu aku sich yang penting isinya
    bungkusnya gag masalah,,,hahahaha

Trackbacks/Pingbacks

  1. Twilight Express » Blog Archive » Mengawali Tahun
Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

yang mau cari-cari

yang bersahabat