my journey from dawn to dusk

Buku Pertama

Hari ini saya beberes lemari buku yang lama tak tersentuh. Dibantu Kai yang membuang semua CD ke lantai, akhirnya satu dinding buku dan CD milikku berhasil dibersihkan/diatur kembali. Gara-garanya ada satu lemari buku yang terpaksa kami bongkar waktu Kai lahir supaya lebih lega kamar untuk dia. Akibatnya semua buku saya yang ada di lemari itu harus masuk kardus sementara. Sekarang sudah lega karena sudah mendapatkan tempat selayaknya.

Rak Buku Riku berisi Picture Book

Rak Buku Riku berisi Picture Book

Bicara mengenai buku, masih ingatkah Anda buku yang pertama kali Anda baca atau dibacakan? Saya sendiri masih ingat buku yang dibacakan oleh ibu saya, berbahasa Belanda yang pernah saya posting di sini. Dan cerita yang paling mengesankan adalah Blauwbaard (Si Jenggot Biru).

Nah untuk Riku buku yang pertama dia punya, dan kita bacakan adalah “Gatan Gotong” artinya hmmm suara kereta api, yang mungkin di bahasa Indonesia menjadi jes jes jes. Sebuah Picture Book yang mudah sekali. Kami bacakan pertama kali ketika dia berumur 6 bulan. Hanya untuk membiasakan dia untuk melihat buku. Buku ini kami dapat dari kelurahan Nerima pada waktu check up berkala dan suntikan BCG di Pusat Kesehatan Masyarakat (Hokenjo) . Semua bayi mendapat satu buku sebagai program memasyarakatkan buku pada anak-anak.Hmmm seandainya saja program ini bisa ditiru di Indonesia…… (atau sudah ada?)

Gatang Gotong dari penerbit Fukuinkan Shoten seharga 735 yen

Gatang Gotong dari penerbit Fukuinkan Shoten seharga 735 yen, dengan target usia 0-2 tahun



Category: Books, Person

17 Comments to “Buku Pertama”

Add Comments (+)

  1. ipv6 berkata:

    granted!instill the habit since young would be a great steps..

    ipv6´s last blog post..2008 Inakadate’s crop art

  2. mascayo berkata:

    buku pertama saya apa yaa? wah ndak ingat bu … hehehe
    tuh kan , di Jepang gerakannya nggak cuma slogan yaa? bagusnya lagi dimulai sejak balita … kepikiran nggak tuh sama kita disini?
    inspiring banget nih

    mascayo´s last blog post..kesempatan tidak datang dua kali

    Semestinya Indoensia juga mulai
    EM

  3. basir berkata:

    wa…..sama ni cerita nya sama saya
    buku membuat kamar kost nya saya penuh….

    sekarang udah lumayan karena saya larikan ke E-book digital

    makasih mu udah mampir ke blog saya
    salam

    basir

    “Ya Allah, tempatkan dunia ditanganku, bukan di hatiku”

    basir´s last blog post..Siapa sih Che Guevara itu?

    Iya saya terpaksa buang buku yang “CEMEN”…abis menuhi rak sih
    EM

  4. japs berkata:

    Hmm… buku apa ya? Kok saya gak inget, tapi saya inget buku cerita yang pertama kali saya minta beliin…Yaitu buku komik polisi gendut itu, Mba… saya lupa namanya. Penerbitnya Misurind. Dulu juga sempat punya komik yang kisah Ramayana dan Mahabharata, wah senang sekali membacanya.

    Kalo Puskesmas di Indonesia juga begitu asik banget kali ya????

    salam -japs-

    japs´s last blog post..Japra – Kenapa Juga Gue Mau Dipanggil Itu?

    Wah kalo saya ngga bakalan beliin komik sebagai buku pertama. Baru akhir-akhir ini saja Riku mulai belajar membaca dan minta komik. Jadi saya belikan supaya dia semangat.
    EM

  5. edratna berkata:

    Sejak bisa mengingat, ibu tiap malam mendongeng, dari mulai timun emas, kedono-kedini, cinderella, dan berbagai cerita klasik pewayangan.
    Buku pertama hadiah ayah yang masih kuingat, saat SD adalah “Rangkaian 17 cerita”, berisi cerita legenda dari seluruh Indonesia. Sebelumnya berupa majalah bergambar (udah nggak ingat namanya).

    Buku pertama yang kubeli dari uang saku (saya jalan kaki dari alun-alun ke rumah, agar uangnya bisa untuk beli buku), adalah komik Damarwulan-Menakjinggo. Yang kemudian saya sering mendapat peran saat menari sebagai Damarwulan, selain Srikandi dll.

    edratna´s last blog post..Bagaimana rapor anda di tahun 2008?

    Memang kebanyakan mendongeng tidak kita ketahui sumbernya. Makanya buku yang pertama saya lihat ibu saya bacakan adalah buku bahasa Belanda. Wong dia bahasa Indonesia aja masih salah-salah hihihi. Lucu deh bu, Ibu saya waktu kena stroke dan sulit bicara, kata pertama yang keluar adalah bahasa belanda. Sekarang latahnya dia adalah “verder op”.
    EM

  6. basir berkata:

    sampe hari ini saya harus menyisihkan uang hasil kerja + kuliah saya untuk membuat buku digital
    maklum harus bayar internet
    kapannya indonesia gratis internet? mimpi kali,,,

    Terima kasih telah mengunjungi blog saya

    “Ya Allah, tempatkan dunia di tanganku, bukan di hatiku”

    Salam,

    Basir
    Brainmatics Cipta Informatika
    http://Brainmatics.Com
    Tlp. +62-21-83793383
    Fax. +62-21-83793384
    My Blog : Guidelife.wordpress.com
    Yahoo!ID : basir_edu

    basir´s last blog post..Siapa sih Che Guevara itu?

    Di sini juga tidak ada yang gratis, kecuali di tempat umum spt stasiun. Malah saya kagum di Jakarta banyak cafe yang menyediakan Wireless Network secara gratis (asal beli minuman/makanannya)
    EM

  7. randu alamsyah berkata:

    Aduh…*Celingak-celinguk* Siapa yang dorong tadi ? Tempat apa ini ? Bagus banget ! Nanti kesini lagi ah…*ngeloyor pergi*

    randu alamsyah´s last blog post..Satu jam bersama Ersis

    Yaaaah kok cepat-cepat ngeloyor sih pak? heheheh
    EM

  8. Daniel Mahendra berkata:

    Aku sudah lupa buku apa yang pertama kubaca ketika kecil dulu. Almarhum bapak lebih sering mendongeng secara lisan ketimbang mengenalkan buku. Tapi masih kuingat betul, usia 2 atau 3 tahun, ketika masih tinggal di Medan, bapak mengajariku mengenal huruf dan membaca koran.

    Program seperti di atas itu rasanya bisa diterapkan di Indonesia. Sangat bisa. Yang tidak bisa adalah: menghindari rebutan proyek pengadaannya. Hehehe.

    Rak Riku mungil begitu. Lucu.

    Daniel Mahendra´s last blog post..Road To Sydney

    Fukuinkan Shoten adalah penerbit yang besar, jadi mungkin mereka juga yang menyediakan bantuan tsb dgn gratis BUKAN DIPROYEKKAN.

    Rak Riku harus mungil, kalau tidak dia tidak bisa memilih sendiri buku yang hendak dibaca ehheheh. Dan sekarang Kai sudah mulai mengambil-ambil buku dalam rak juga.
    EM

  9. Melati berkata:

    Selamat ya buku mbak yang tersimpan sementara di dalam dus akhirnya bisa keluar juga dari dusnya.
    Saya senang nanti bisa melihat buku-buku apa yang ada di situ.

    Wah silakan. Buku pemberian kamu yang terakhir Maryamah Karpov dan Harimau Harimau sudha terpajang juga.
    EM

  10. prameswari berkata:

    Waa….buku pertama yang saya baca adalah buku biografi mbak. 100 tokoh berpengaruh didunia. Itupun karena teman yang menyuruh membacanya… hehe
    Wah..rak buku Riku tuh bukunya tulisan jepang semua mbak?….keliatannya banyak buku cerita bergambar ya mbak…..

    prameswari´s last blog post..Foto Berjudul

    Memang semua Picture Book, dan bahasa Jepang. Kan Riku WN Jepang hihihi, dia tidak bisa baca alfabet.
    EM

  11. Yoga berkata:

    Buku pertama yang kubaca dan kumiliki? Buku-buku mewarnai yang dibawah tiap benda ada ejaannya, dulu kan anak kecil belajar membacanya pakai di eja per suku kata, tapi sebenarnya aku benar-benar belajar membaca dari sign board toko 😀

    Mbak Imel, sebenarnya aku belajar angka dulu baru belajar huruf ketika aku umur 3 tahunan. Ibuku lebih suka mengajar berhitung.

    Kenal huruf, justru dari Bapakku. Buku favoritku:- My First English Dictionary hadiah dari Bapak ketika belum lagi TK, yang tiap hari kubaca dari awal sampai akhir, sampai hancur bukunya. 😀 Di tiap satu kata, ada cara mengejanya, misalnya flag, lalu dibawahnya ada tulisan fleg, nah fleg itu yang nulis Bapakku, beliau telaten.

    Ah jadi nostalgia 🙂
    Dulu waktu kecil, sehari-hari aku lebih banyak dengan nenek buyut dan nenekku.Karena nenekku sibuk mengurus rumah dan kadang ada kegiatan keluar, jadi tiap pagi sampai siang aku ditinggal dengan nenek buyut yang rajin mendongeng. Masih hafal dongeng-dongengnya sampai kini.

    Yoga´s last blog post..Ketika Wain Besar Surut

    waaaah sekarang aku bisa mengerti kenapa kamu spt sekarang ini. banyak pengetahuanmu dik.
    bayangin Dictionary???? hebat.
    aku sih ngga ingat lagi kapan aku belajar baca…. yang pasti aku jadi sering baca koran krn buku2 sudah habis …. lalu di koran ada tertulis judul “Pemerkosa ditangkap”. Karena ngga tau artinya tanya mama… “Ma,pemerkosa tuh apa?” Dia tanya aku baca dimana, dan jawabannya, “Udah lah ngga usah baca koran”. Dan aku tahu artinya tentu saja dengan baca kamus hehehe…..
    EM

  12. ekoph berkata:

    buku pertama saya… wah udah lupa tu mbak…
    seingat saya sejak kecil saya sudah didekatkan dengan bacaan, kalo nggak salah orang tua saya suka membelikan majalah bobo (masih ada nggak ya)…
    suka buku setelah kuliah… bela-belain puasa cuma untuk beli buku.. setelah punya penghasilkan sendiri.. tiap abis gajian langsung ke toko buku…
    setelah menikah… ehhh… ada yang lebih prioritas daripada buku…

    ekoph´s last blog post..Maryamah Karpov, sebuah Review

    Masih ada loh majalah Bobo. Nanti saya mau tulis ttg itu deh
    Betul …sesudah menikah banyak yang harus dipikirin sih
    EM

  13. nh18 berkata:

    Buku pertamaku ?
    Aku lupa apa yang aku baca …
    Namun aku masih ingat Komik pertamaku …

    judulnya ..”Wiro Putra Rimba” kalau tak salah …
    ada 10 jilid
    Itu cerita yang bagus … (mirip cerita tarzan tapi ini versi Indonesia …)

    Salam saya

    nh18´s last blog post..ROTASI

    Wah belum pernah denger tuh mas.
    Komik ya? Kok aku ngga inget ada komik di rak bukuku.
    Paling adanya Album Cerita Ternama
    EM

  14. Reti berkata:

    Buku pertama yang dulu aku baca “candy-candy” 🙂 kalau sekarang udah jadi buku-buku tentang bisnis,internet marketer dan buku2 motivasi 🙂 dan sekarang sedang menyelesaikan membaca bukunya Lala

    Reti´s last blog post..Selamat Hari Ibu…

    Wah candy candy…komik ya hehehe
    EM

  15. wita berkata:

    Buku pertama ya? sebuah kamus bergambar berbahasa Jerman pemberian pakde yang tinggal disana. Ada dua, hobi banget bacanya heheh skrg bukunya dah kucel bgt, dah nggak bersampul, robek-robek, ah pokoknya menyedihkan deh T_____T hehe

    wita´s last blog post..What do you know about Creeping Eruption?

    Masih mending masih ada loh Wita
    EM

  16. work and travel berkata:

    Apakah ada informasi mengenai hal ini dalam bahasa lain

  17. Pakde Cholik berkata:

    Wah waktu kecil Jeng Imel sudah mengerti bahasa Belanda ya, jempol.
    Saya nggak pernah dibacain buku cerita, wong jaman belum enak, nggak ada buku masuk desa.
    Kayaknya saya harus mulai beres2 rak buku juga ich.
    Salam hangat dari Surabaya