Kata Populer

10 Des

Saya selalu heran dan takjub bahwa perekonomian bisa mendukung semua sektor kehidupan di Jepang. Well, tentu saja didukung oleh kebudayaan yang kuat. Barusan saya posting tentang filateli, dan ada komentar bahwa sebentar lagi perangko akan LENYAP. No way, saya percaya bahwa untuk 100 tahun ke depan (ngga ada yang bisa buktiin sih heheheh) perangko di Jepang MASIH ADA. Kenapa? Karena kebudayaan mengirim surat di Jepang masih berakar kuat. Paling sedikit mereka akan mengirim Nengajo (kartu tahun baru). Kantor Pos Jepang setiap tahun juga mengeluarkan jadwal penerbitan perangko peringatan, paling sedikit satu setiap bulannya. Memang tidak sebanyak dulu lagi jumlah pemakaian perangko itu – terutama untuk anak mudanya-  tapi masih akan ada terus.

Kemarin pagi, kebetulan saya memasang televisi, berita pagi dari NHK. Dan dalam berita itu disebut suatu kata ANEH yaitu ARASAA, ditulis dengan katakana. Sekilas saya pikir, wah kok “Al Azhar” masuk tivi Jepang. Tapi ternyata kata itu adalah singkatan dari Around Thirty years old = Around Thirty yang disebut secara japlis aran sa-thi jadi ARASAA. Apa-apaan nih saya pikir, lalu Gen berkomentar…. selain ARASAA ada ARAFOO yang merefer ke Around Forty dan ARAFOO itu adalah kata popoler tahun ini loh! HAH?

Ya setiap tahun memang ada semacam pengumuman Popular Word AWARD (oleh JiyuKokumin-sha, sebuah kantor penerbit Jepang, setiap tahunnya menerbitkan kamus terminologi baru ” 現代用語の基礎知識” ”Pengetahuan Dasar Terminologi Modern” ) yang mengumumkan kata populer yang memasyarakat tahun itu, dan diucapkan pertama kali oleh siapa. Si pencetus akan menerima award itu. Misalnya, pernah ada kata “Inabaw” yang merefer pada gaya juara ice skate Jepang Arakawa Shizuka (2006), atau “metabolic syndrome” (2006). Kalau mencari topik kata populer RYUKOUGO (流行語) di wikipedia Jepang, maka diketahui bahwa kata populer ini memang sifatnya tidak permanen. Bisa saja populer tahun itu, bersamaan dengan kondisi sosial masyrakat dan kemudian hilang begitu saja, menjadi kata mati 死語. Bahkan dalam wikipedia itu, saya bisa tahu kata populer tahun 1920 itu apa. (Dokumentasi Jepang memang HEBAT, karena itu jika mau menjadi peneliti lebih baik tinggal di Jepang deh, segala akses dengan informasi tuh tersedia. Saya saja bisa tulis thesis sejarah tahun 1943 gara-gara dokumentasi yang lengkap di sini….. Benar-benar membuat iri hati. Kapan Indonesia punya dokumentasi lengkap dan AVAILABLE seperti Jepang ya?)

Well, tahun 2008 ini Around40 merupakan kata populer, dan bisa menunjukkan pada kita bahwa wanita yang berusia 40-an lah yang menjadi fokus di Jepang saat ini (AKU….. aku 40 loh hehehhe) Masalah sosial juga, bisa terlihat di dalam suatu kata yang populer. Nah yang menjadi masalah kata ARASAA (around30) kemarin itu adalah semakin banyaknya wanita berusia sekitar 30-an yang belum menikah. Sehingga mereka pergi ke Jinja, berdoa memohon enteng jodoh. Menurut Departemen Dalam Negeri Jepang, jumlah wanita single berusia sekitar 25-29 tahun pada 1980 menempati 25% sedangkan pada tahun 2005 sudah mencapai 59%. Nah… di sini masalahnya memang. Usia menikah wanita bergeser menjadi lebih lambat atau tidak sama sekali. Dan mungkin ini juga sudah mencapai tahap kritis. (meskipun bagi saya, apa salahnya sih being a single woman terus. Keep Fighting WOMAN! ) (akhir-akhir ini, saya sebagai ANEGO –cieeee–, memang banyak mendapat curhat dari adik-adik yang mengalami masalah soal cinta ini…. )

Entah karena kata populer Around40 dan Around30 ini yang menyebabkan topik wanita single pergi ke Jinja aja dibuat berita, atau sebagai promosi Jinja itu supaya lebih banyak yang pergi ke sana, nobody knows. Tapi lah kok timingnya tepat karena sekitar 2 minggu lagi NATAL tiba… hehehhe. Apa hubungannya wanita single dan Natal ya? Tunggu saja di posting berikut berikut deh hihihi. Don’t miss it! (ikut-ikut ucapan siapa ya??)

NB: Menurut Donny kata populer 2008 di Indonesia adalah Mulan Jamidong, bagi saya kata populer kok “lebay” dan “termehek-mehek” sih? saya tahunya juga di blog orang tuh. ketinggalan jaman banget ya?

16 Replies to “Kata Populer

  1. Hmm …
    Around 40 ?

    kalo aku MORAFO kali yeee …
    More than fourty … alias … “Mengkal” dan “Gurih”
    Halah …
    Gak penting sangat …

    Hai EM

    nh18´s last blog post..BERTAMU

    MOre than Forty going to FIFTY?
    hihihi
    hai juga OM
    EM

  2. @ Om:
    Mengkal? Gurih?
    Ah… itu kan katanya Bunda aja… Belum ada bukti-bukti otentik kalau dirimu mengkal dan gurih… wekekeke…

    Sis,
    di Indo mah kebanyakan kata-kata populer. Menciptakannya juga gampang. Tinggal masukin sinetron, beres deh.. 🙂
    Bener banget, yang lagi musim tuh Lebay, Termehek-mehek, si Mulan Jamidong juga…
    Banyak kok…
    Dulu juga ada yang paling happening (Nah, ‘Happening’ juga pernah jadi kata yang paling happening tuh! hihihi)… Itu tuh, JAYUS. Inget dong….

    Sayang di Indonesia nggak ada award-nya yah….

    Lala´s last blog post..do you know where you’re going to?

    @lala
    dicobain aja la… trus laporan ke aku hihihi

    Masalahnya kata populer itu tidak berdasar kan? mencerminkan masyarakat yang mudah terbawa oleh kepopuleran (sinetron). sedangkan di sini pasti ada “penyebab”nya.
    EM

  3. sebetulnya dikita banyak tapi jarang dipublikasikan alias dibikin khusus semacam dijepang tersebut……ngomong-nomong buat mas Donny Verdian itu tuh boleh juga…Mulan Jameela bukan Mulan Jamidong…hehehehehe aya aya wae

    omiyan´s last blog post..Ngakalin Tampilan Recents View/Readers

    masalahnya orang Indonesia juga tidka menghargai kata-kata bahasa Indonesia sih hehheeh
    EM

  4. Hayo mbak, diposting hubungan wanita single dengan Natal.

    Pasti kereeen….

    (H2C, Harap-harap cemas)

    irna´s last blog post..Hilang

    Ssssttt nanti aku lagi ngumpulin energy untuk nulis hihihih
    EM

  5. Aku juga sering mendengar akhir-akhir ini kata “TEPAR” dan ‘GURINDAM”. Kayaknya banyak deh kata-kata lain yang jadi top di 2008. Mumpung di akhir tahun, biasanya kan ada semacam kaleidoskop. Btw, jadi penasaran dari kata apa ya kaleidoskop itu? Mungkin ime-chan mau mengulasnya…He he…

    Hery Azwan´s last blog post..Setahun Ngeblog

    tepar maksudnya tak berdaya
    gurindam maksudnya puisi?
    atau ada arti lain?
    kaleidoskop ya? ntar diperiksa di buku pinter dulu hihihi
    EM

  6. @Abang …
    Kaleidoscope …
    Kaleido … Kalender … ?
    Scope … pemandangan …

    So kaleidoskop … Kalender bergambar pemandangan …
    Halah … bener-bener gak mutu trainer satu ini …

    nh18´s last blog post..BERTAMU

    hihihi ngaku dia
    EM

  7. “mana utcjan..betjcek…ga ada otjek….” (sambil ngmg gaya cinta laura)
    termasuk popular word di indon ga yah….secara gitu lhow hahahaha sering bgt diucapin gt dech

    ipi´s last blog post..mimpi yg aneh

    secara saya tidak kenal si chincha laura, jadi ngga bisa kasih komengtar
    EM

  8. Mbak di dalam pusat trend di sini ya karena justru termasuk generasi around forty.
    …jangan-jangan saya juga???

    yah kamu kan cuma beda 2 tahun dari saya…ya jelas masuk atuh.
    EM

  9. Kata yg populer ga harus baru yah, Anego..?
    Gw kaget bgt EM, sampai 95%… Ga pada Omiai aja tuh?

    mang kumlod´s last blog post..Mengkista

    Mang…salah baca bukan 95% tapi 59 %….
    Omiai? jaman sekarang? Mang gimana? mau ngga OMIAI?
    hei OMIAI…ntar mau tulis ahhhhhhh
    hihihi

    EM

  10. @DV Ternyata fans Mulan Jameela ya????

    Jepang budayanya menyenangkan ya, sampai katapun diadministrasikan dengan baik.
    Imel, kalau disurvey, di Indonesia usia wanita menikah juga makin mundur…Mereka senang mencari karir yang mantap dulu baru mikir menikah…..
    Saya pernah ketemu sesama pengajar, dia cerita, saat lulus kuliah S1, teman wanitanya tenang2 aja…ehh mendekati batas 30 an…undangan langsung berdatangan…..hhihi….(sayapun termasuk yang ini, kalau belum batas mungkin masih tenang2 aja…..lha lajang itu uenak banget je!)

    edratna´s last blog post..Turne pertama kali dengan bos

    setuju bu…lajang enak buanget …saya juga menikah umur 31 no problem tuh bu. saat itu menikah bukan tujuan hidup saya… (padahal ngga tau juga tujuan hidup saya apa) hehehhe
    EM

  11. keenakan kerja ya Mbk, jadi pas udah 30-an baru tersadar, kaya’ mimpi gitu kali ya….masalah di negara maju ya Mbk….aku aja 25 udah ngebet…klo 40 tujuan nikah buat apa ya? kasian bgt, ntar dah ga’ kuat gendong anknya

    dewisang´s last blog post..SELAMAT IDUL ADHA

    Waktu aku di Indonesia aku cita-cita nikah umur 25-27 tahun.
    Tapi sesampai di Jepang? nTar dulu ah…mau nikmati hidup dan really
    aku nikmati hidup single semaksimal mungkin
    ngga ada yang larang aku kerja sampai jam 11 malam kan?
    heheheh
    (tapi …duitnya banyak pengeluaran juga banyak…termasuk kirim ke Indonesia sih hehehhe)
    EM

  12. hehehe
    ya kaya tante Emma ini ta, ‘super single’ saya bilang
    saya juga pinginnya 30an koq
    secara, saya melihat figur tangguh mama saya dan wanita-wanita disekitar saya juga, jadi agak merendahkan pria, jadi kaya patok ‘high standard’ gietoeh
    there! the more independent a woman be, the more fun and high in quality she is
    (bener ga sieh grammar saia?! koreksi donx, tante…)

    weh, saya ni juga demen banget sama bahasa gha-whole Indonesia, beragam… bianget ngono lho
    uasyik & kueren…
    apalagi bahasa nasi campurnya tante Elda(buat panggilan sendiri >.<)
    renyah, kriuk-kriuk, bukan berarti ‘garing’ lhoh yach…
    banyak minyaknya kali ye?!

    ~LiOnA~

    heheh Liona, saya menikah umur 31 tahun loh. Punya anak pertama 35 tahun.
    Tapi memang lebih baik lebih cepat punya anak karena untuk membesarkan anak perlu energy yang besar. Dan saya berasa “tua” karena sulit gendong anak dan cepet capek. Biar gimanapun badan perempuan itu makin lama makin lemah -apalagi setelah melahirkan. Ibarat mobil deh…semakin dipakai semakin aus spare partsnya hehehe. Tinggal tunggu aja kapan turun mesin.
    EM

  13. Ahoi, ini bisa dikumpulkan kata-kata populer sejak tahun 70an, 80an, 90, sampai 200an. Pasti beragam versi jenisnya. Dan sudah barang tentu menunjukkan karakter generasi saat kata-kata itu populer.

    Daniel Mahendra´s last blog post..Seandainya Jakarta Bukan Ibukota Negara

    Malah bisa dari tahun 1920 an loh… mau saya terjemahin?? hihihi. Menarik juga loh.
    Nanti kalo iseng deh (tapi saya rasa yang berminat ttg hal ini cuma kamu loh Danny hehehhe)
    memang kata itu kan menunjukkan keadaan sosial, budaya politik masyarakat pada jamannya….
    EM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *