Pentas Seni

Jaman masih menjadi pelajar tentu pernah merasakan ada program sekolah yang mewajibkan kita menampilkan suatu karya seni di panggung, dan biasanya itu dalam class meeting atau acara perpisahan atau acara kebudayaan. Jaman masih SMP, kelas saya sering menampilkan vokal grup. Waktu di SMA, kelas saya lebih banyak menampilkan modern dance (Nah kalau modern dance gini saya biasanya ngga ikutan…bagian di belakang panggung deh… abis ngga bisa goyang sih). Inget banget pernah memakai lagunya Hawaii Five O untuk modern dance itu. Jaman itu ternyata sudah jadul banget.

Nah, yang saya ingat dulu waktu saya TK, hanya pernah satu kali menari bersama, Hula Dance dengan iringan lagu “Pearly Shells”. Tapi tidak ada yang namanya “Pentas Seni”. SD juga ngga ada deh perasaan. Tapi, di TK Riku mereka selalu memrogramkan acara Pentas Seni minimal setahun sekali.  Dan diberi nama “Tanoshimikai (Pertemuan yang menggembirakan)”. Dalam kalender satu tahun biasanya diletakkan di minggu pertama bulan Desember. Dan untuk itu mulai bulan September-Oktober, mereka mulai berlatih.

Well, aku harus acungkan jempol, kalau bisa pakai jempol kaki juga…. 4 jempol buat guru-guru TK ini. HEBAT. Bayangkan! Mengatur anak-anak usia 3-4 tahun (Nensho-san), usia 4-5 tahun (Nenchuu-san) dan usia 5-6 tahun (Nenchou -san) tidaklah mudah!Tapi artis-artis bocah ini benar-benar memukau penonton, justru dengan kesalahan yang terjadi atau gaya yang cuek-beibeh, dan yang pasti mereka lebih berani berdansa dari pada saya.

look at their costume.... itu milik TK dan dipakai turun temurun bahkan diubah paduannya dipakai lagi untuk pertunjukan berikut. HEBAT!

look at their costume.... itu milik TK dan dipakai turun temurun bahkan diubah paduannya dipakai lagi untuk pertunjukan berikut. HEBAT!

:::::::::::::::::::::::::

Riku masuk TK itu waktu usia 4 tahun sehingga tahun lalu dia baru sempat mengikuti acara Pentas Seni satu kali. Kelasnya dulu Bara-gumi (Kelas Mawar) menampilkan operetta “Bremen the Town Musicians” berdasarkan cerita dari Jacob Grimm. Dalam satu bagian (pertunjukan dibagi dua Pagi dan Siang, dan entah kenapa Riku selalu dapat bagian Pagi) biasanya ada satu operetta. Tahun ini operettanya dari kelas lain, yaitu Tsukushi Gumi. Mereka menampilkan cerita Sarugani gassen (Pertikaian Kepiting dan Monyet, cerita asli Jepang). Wow, kostum mereka coba lihat…. yang merah memerankan kepiting, memakai capit juga. Monyetnya lengkap dengan ekor dan pantat merahnya. Lalu Hachi (kumbang) lengkap dengan sayap. Bener-bener deh…..

Cerita asli Jepang, Pertikaian Kepiting dan Monyet

Cerita asli Jepang, "Pertikaian Kepiting dan Monyet"

:::::::::::::::::::::::::

Dan tahun ini kelasnya Ume gumi (Kelas Plum) dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing menari dengan iringan lagu. Riku tampil dalam lagu yang pertama berjudul “We Are”… entah aslinya lagu dari penyanyi siapa …tapi terdiri dari 9 anak laki-laki, sehingga selain dansa mereka juga menunjukkan keboleh ber-akrobat dan koprol!

Lagu We Are, Riku paling kiri

Lagu We Are, Riku paling kiri

:::::::::::::::::::::::::

Saya sendiri bangga je sama anak saya, soalnya mamanya paling ngga bisa nari, jadi meskipun dia masih suka ngelirik temen2nya sambil nari, gerakannya ngga aneh-aneh banget. Masih sama lah dengan yang lain (kurang goyangnya aja dikit…abis ndut sih hehehe). Juga waktu koprol dia bisa melakukannya dengan baik.

Dan merupakan kebiasaan dari semua tarian yaitu menutup pertunjukan mereka dengan berkumpul di tengah sambil pose terakhir. Mungkin supaya yang mau ngambil foto dari dekat juga bisa ya.Tapi sayang saya tidak bisa mendekat ke panggung, saking banyaknya orang dan sambil menggendong Kai. Untung saja Kai tidak ngamuk dan menangis sementara kakaknya nari hehehhe.

Setelah tariannya Riku selesai, dilanjutkan dengan 3 tarian dari 3 kelompok yang lain. Kelasnya dibagi 2 kelompok anak laki dan 2 kelompok anak perempuan. Persis sesudahnya Riku kelompok cewe menarikan lagu dari Kirari Revolution, sebuah cerita anime tentang anak perempuan yang menjadi artis yang bersahaja. Saya suka nonton anime yang ini, karena lagu-lagunya juga enak, meskipun agak manja manja dikit. Dan sesudah itu menarikan lagu Jepang mengenai Nelayan, dan penutup kelompok cewe lagi menarikan Christmas Medley. Sayang sekali saya tidak ambil foto, hanya ambil video dari christmas medley ini. Kalau Anda bisa akses ke Youtube, Anda bisa melihat di bagian tengah menarilah si gambariya san teman perempuan Riku yang pernah saya ceritakan waktu di Hari Olahraga, yang menderita moyamoyabyou sehingga kakinya agak lumpuh? DIA IKUT MENARI….. uh pertamanya saya tidak sadar… tapi lama kelamaan saya lihat gerakannya yang kaku dan tidak banyak goyang, dan dia di formasi TENGAH. Dan saya menjadi yakin waktu selesai, bertemu dengan ibu lain yang mengatakan, ” …chan hebat ya!” OMG, really aku jadi terharu sekali. Tidak salah deh aku memilih TK ini. (entah kalau TK lain apakah juga sama) Riku akan lulus dari TK ini bulan Maret nanti. Tapi 2 tahun lagi, jika Kai sudah berumur 3 tahun, aku akan memasukkan dia juga ke TK ini (kalau kami tidak pindah rumah).

Kelas Riku dan gurunya

Kelas Riku dan gurunya

:::::::::::::::::::::::::

Setelah selesai acara kelasnya Riku sebetulnya kami harus menonton satu pertunjukan dari kelas lain, baru boleh bubar. Tapi karena Kai mulai rewel, kami menjemput Riku di kelasnya. Mereka sudah selesai berganti pakaian, dan Gurunya memberikan “Hadiah Lelah” yang dimasukkan dalam kantong Merry Christmas. Isinya? kue-kue kecil. Tentu saja anak-anak senang sekali. Mereka langsung lihat apa sih isinya.

Akhirnya Jam 12 murid-murid boleh pulang, dan masing-masing membawa tas ransel, tas tenteng isi hadiah, “sepatu dalam” mereka, juga hand towel mereka seperti biasanya setiap akhir minggu. Hand towel diganti 3 hari sekali. Sementara di luar kelas, Gen sibuk menenangkan Kai yang mulai nangis. See his face!

Waktu pulang kami melihat pengumuman bahwa ternyata bakal SDnya Riku juga sedang mengadakan Bazaar, jadi Gen dan Riku pergi ke SD, sedangkan aku pulang ke rumah. Capek bow, tangan kaku karena gendong Kai terus 2 jam euy. (ngga boleh bawa baby car ke dalam TK, sedangkan Kai maunya sama aku terus … susah deh)

Well program TK yang tertinggal di tahun ini adalah Mochitsuki, membuat kue mochi yang akan diadakan tgl 12 Desember, minggu depan. Karena aku ngajar ngga bisa ambil foto-foto deh…. sedih…

17 gagasan untuk “Pentas Seni

  1. tuti nonka

    Wah, asyik banget nonton foto-foto pementasan anak-anak TK dan SD yang dibuat Mbak Imel. Riku keliatan ganteng banget ya (nggak cuma ‘keliatan’, emang asli ganteng kok … ). Acara seperti ini selalu menyenangkan bagi anak-anak maupun para orangtua, meskipun bagi para guru pasti repotnya setengah mati melatih anak-anak yang belum sepenuhya bisa menguasai gerak tubuh merka.

    Di TK dan SD dulu saya nggak berkesempatan ikut pentas-pentas seperti ini, maklum TK dan SD saya cuma sekolah kampung yang sederhana, yang sangat jarang ngadain perayaan. Kesempatan belajar nari baru datang sekarang, ketika masa kanak-kanak sudah jauuuuh lewat …. Tapi ya nggak papa, konon menurut pepatah “better late than never” iya toh? (padahal yang lebih bagus adalah “better not late than late” … hehehe).

    tuti nonka´s last blog post..Leave Me Alone, Genie …

    Balas
  2. rhainy

    wah….keren deh Riku…
    bagus ya mbak program TK nya….
    Pas Shafa TK dulu…setiap ada pentas gini…emaknya yang stres…hehehe…giliran dia tampil..entah nyanyi ato nari…emaknya terharu sampe mo nangis..(hahaha…malu2in ya mbak…padahal ini juga karena takjub…dari bayi, kok rasanya baru kemaren digendong2…tiba2 udah bisa nyanyi segala hahahaha….)
    salam buat Riku mbak……………….

    rhainy´s last blog post..Tikus Ato Curut (2)

    Balas
  3. japs

    Riku kayanya jago ngedance tuh mba… hehehe… bangga banget pasti ngeliat dia percaya diri seperti itu ya mba. bagus buat latihan perform di depan orang banyak.

    Waktu saya TK dulu paling ada acara seni seperti itu kalo pas perpisahan aja. Itu aja udah repot banget karena biasanya banyak banget tarian yang harus dilatih. mulai dari tarian tradisional sampe modern hehehe…

    Wah, padahal pengen banget liat Mochitsuki-nya. ikutan sedih deh saya…

    salam -japs-

    japs´s last blog post..Mencoba “Hidup” Kembali…

    Balas
  4. sonyssk

    Pastikan, anak membuat kamu bangga dan terharu. Tapi ingat, jangan sekali-kali kamu memaksakan impianmu yang belum tercapai, menjadi kewajiban anakmu untuk meraihnya, karena dia juga punya keinginan dan cita-citanya sendiri. Berbahagialah.

    sonyssk´s last blog post..Masa Kecilku di Desa

    Balas
  5. mascayo

    “Pertemuan Yang Gembira” nama pentas seninya bagus ya bu. Jauh sebelum menyaksikan sudah seperti merasakan auranya. “Tanoshimikai!”
    Riku kereen banget, dooh jadi ngga sabar pengen punya jagoan. Acungkan dua jari juga buat Riku. Peace!!!

    mascayo´s last blog post..watashiwa nihon o bengkyo sitai

    Nah…. jagoannya dong mascayo hehhehe
    EM

    Balas
  6. Melati

    Bajunya bagus juga ya. Jangan2 mbak yang bikin baju panggung Si Ruku?
    Memang dia cakap pake baju apa saja.

    Hari ini terima kasih banyak ya mbak.
    Sekarang sangat segar karena bisa bertemu dengan mbak.
    Dan baru hari ini sesudah sakit, nafsu makan saya sudah kembali ke normal padahal sampai kemarin maha tumben saya tidak bisa makan banyak.
    Maaf ya si Riku, tante hampir menghabiskan geratan sehingga Riku ketinggalan makan.

    Balas
  7. Melati

    Nah, akhirnya saya bisa menyusul juga sapai posting terbaru.
    Hebat sekali daya konsen saya.
    Maklum perut saya bisa terisi dengan masakan mbak.
    Daya tubuh kuat lagi lho sehingga bisa bertahan duduk di depan komputer tempat dingin karena ujung kamar.

    Katanya, Tuhan memberi cobaan kepada manusia.
    Tetapi sekaligus memberi jalan keluar.
    Sekarang dengan penuh percaya saya bisa mengatakan bahwa Tuhanlah yang memperkenalkan mbak kepada saya.
    Supaya saya bisa bertahan hidup di sini.
    Supaya saya bisa mendapat satu-satunya sahabat yang saya kenal di sini.
    Meskipun di “penjara”, saya bahagia.
    Terima kasih banyak atas kebaikanNya.
    Terima kasih banyak mbak mau berteman dengan saya.

    Balas
  8. edratna

    Waahh Riku…ganteng sekali.
    Saat anak-anak kecil (sd umur 10 tahun anak-anak masih mudah di atur), saya suka mengantar anak-anak untuk pentas (walau secara khusus nggak latihan menari kayak saya saat kecil dulu)…..dan melihat mereka di panggung hati jadi ikutan riang. Kelucuan, ketidaksamaan gerak mereka membuat hati gembira.

    Justru lucunya karena mereka masih polos, dengan semangatnya mau naik panggung, dan lirik kanan kiri…
    Imel, rumah ortuku dulu untuk tempat latihan menari Jawa, dan saya termasuk ikutan melatih mereka menari…seneng lho, lucu2 sekali. Kadang saya pengin latihan lagi menari, sekedar untuk melenturkan tubuh (olah raga).

    Balas
  9. Hery Azwan

    Aku selalu suka menonton pertunjukan anak2. Pasti lucu2…
    Kalau ada kesempatan mengantar ponakan yang sedang pentas, pasti aku akan terima dengan senang hati.
    Anak2 TK memang harus diajari mentas, bukan baca tulis dan mengerjakan PR yang rumit2…Nanti ada saatnya…

    Hery Azwan´s last blog post..Setahun Ngeblog

    Balas
  10. nh18

    Pentas TK selalu menarik untuk di simak …
    Biasanya kalau di Indonesia … pentas seni ini selalu di jatuhkan pada saat pesta akhir tahun / perpisahan …

    Namun terus terang saja kalau di sini … kita jadi kurang nyaman menontonnya …
    Sebab … Ibu -ibu dan Bapak-bapaknya … justru heboh sendiri mengambil foto … dulu-duluan ke depan panggung … sampai akhirnya penonton malah menonton punggung para orang tua yang ikut sibuk memotret atau membuat video anak-anak masing-masing …
    hehehe

    Salam saya EM

    nh18´s last blog post..BERTAMU

    Balas
  11. Liona

    like son like mother
    ank co’ mirip ma2nya
    ganteng & keren abis
    ayo k Indo, jd artis cilik d sni! pst laku bgt d, org berbakat bgt gt!
    bu, anaknya hebat pst krn di2kan ortunya ne
    applause deah… ^>^
    kl yg seumuran Riku sy sk bgt
    tp kl yg seumuran Kai, msh cenderung alien
    LOL

    ~LiOnA~

    Balas
  12. Lala

    Waktu SD dulu, sekolahku bekerjasama dengan sekolah Jepang jadi sering sekali ngadain pentas seni bareng-bareng..
    Malah punya satu teman dekat, Akiko-San, yang punya pacar ganteng banget kayak bintang pilem Jepang! hihihihi…

    Tapi aku memang sering mentas, Sis.. Mulai TK sampai SMP. Waktu SMA udah nggak mentas lagi… nggak layak naik panggung soalnya takut panggungnya jebol! wakakakaka….

    Lala´s last blog post..do you know where you’re going to?

    Pantes kamu cocok jadi selebritis… Ngga seperti aku yang tidak bisa menari ini hihihi
    EM

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *