Menjadi Seribu Angin

Menjadi Seribu Angin

Janganlah kau menangis di depan pusaraku
Aku tidak berada di sana….
Aku tidak tidur di sana….
Aku menjadi seribu angin
seribu angin
yang bertiup di angkasa luas

Aku menjadi cahaya
yang menerangi ladang
Pada musim dingin
aku menjadi salju yang berkilauan bak berlian
Pada pagi hari aku menjadi burung
yang akan membangunkanmu
Malam hari kumenjadi bintang
yang menjagamu

Janganlah kau menangis di depan pusaraku
Aku tak ada di sana, aku tidak mati
Aku menjadi seribu angin
seribu angin yang bertiup
di angkasa luas…..

In Memoriam orang-orang tercinta yang telah berpulang ke asalnya.

especially S. Yabuki (28-11-2008) Roger Downey SJ (26-12-2007)

Sen no Kaze ni natte by Akikawa Masafumi translated into Indonesian by Imelda 2007.  Sebuah lagu yang pasti membuat kita menangis, apalagi jika dinyanyikan pada upacara pemakaman. Lagu ini pernah dinyanyikan oleh pastor Bruno SVD, untuk koleganya pastor Norbert Nahak SVD asal Timor yang meninggal di Tokyo tanggal 11 Desember 2006. Komunitas Katolik Indonesia di Tokyo, dua tahun berturut-turut kehilangan pastor yang selalu melayani misa, Pastor Norbert 11 Des 2006 dan Pastor Downey 26 Des 2007. May they rest in peace. Amen

Bagi yang mau mendengar lagunya bisa dengar di

NB: Khusus untuk Mega (Seiya suka lagu ini ya), kalau membaca posting ini kirim kabar dong. Saya khawatir pada perkembangan kehidupan di sana apalagi nomor HP nya sudah ganti. Kirim berita dik, please. EM

12 Comments

Bagus banget syairnya Sekarang dengerin lagunya di Youtube (T_T) Indahnya ya…

-G-´s last blog post..Veni Veni Emmanuel

iya selamat mendengarkan
EM

Only talented writer like you, yang bisa menerjemahkan lirik lagu ini dengan begitu cantiknya, Sis… So proud of you! 🙂

Indeed.. ini memang lagu yang sedih sekali…

Btw,
Sen no Kaze.. Wah, ternyata aku masih inget artinya! 🙂

Lala´s last blog post..Goodbye, My Lover!

terima kasih untuk pujiannya lala
EM

Seribu angin?
Ehm, memasuki dunia kata memang selalu menggelorakan jiwa.

Hery Azwan´s last blog post..Menteri Pidato Dicuekin

iya terjemahan dari sen no kaze…. Kalau abang tahu di sini orang jepang membuat origami sen no tsuru seribu burung bangau untuk memohon perdamaian. Mungkin karena itu dipakai bilangan sen (seribu)
EM

Kalau saya, sama sekali tidak bisa menerjumahkan lirik lagu itu.
Karena tidak tahu lirik aslinya…
Sayangnya kali ini saya tidak bisa deh mengecek bagaimana karya mbak itu.

What a deep sense of language
emi_myst memang huebat

iya ya, kadang kita-kita orang Katolik ini rewel kalau soal pasturnya
karena, banyak yang homilinya tidak mengena dan monotone
jadi, kalau kehilangan yang menyenangkan, yang berkharisma kuat, yang benar-benar akrab gitu, rasanya ya benar-benar hilang
benar tidak… 😛
dan kalau dengar pastur yang bawel akan segera dipindah tugaskan, lega dan senang ‘kan rasanya?! >.<
hehehehehe ^,^

~LiOnA~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :
Previous Post :