my journey from dawn to dusk

Kacang Rebus

Saya memang anak kota. Kadang iri dengan anak yang pernah tinggal di desa, atau yang mempunyai ladang sendiri di rumahnya. Karena bisa makan hasil panen sendiri. Bayangkan betapa nikmatnya makan panen hasil dari kebun sendiri. Ok, tidak usah sampai beras atau yang susah-susah deh nanamnya. Paling-paling yang (pernah) ada di halaman belakang rumah saya di Jakarta adalah rambutan, pisang, mangga, nangka, belimbing wuluh, jeruk nipis …. hmmm ternyata lumayan banyak juga untuk ukuran jakarta ya heheheh.

Hari ini saya senang sekali karena mendapat kiriman satu kotak yang berat berisi hasil panen ladang teman saya Akemi yang tinggal di Tokorozawa. Seharusnya tanggal 29 oktober lalu, Riku akan pergi ke ladangnya untuk menuai kacang tanah. Tapi karena waktu itu kami harus pergi ke Jakarta, gagallah rencana itu. Dan hari ini Akemi san mengirim hasil panennya. Labu siam atau Hayatouri はやとうり bahasa Jepangnya sangat sulit di dapat di toko-toko, karena orang Jepang tidak terbiasa memakainya (orang Cina lebih tahu kegunaan hayatouri ini daripada orang Jepang, dan tidak ada jenis masakan Jepang yang memakai labu siam ini). Kemudian Ubi Kayu satsuma imo, sato imo (ubi taro) dan kacang tanah. Ahhh saya paling senang melihat kacang tanah yang masih terbungkus tanah ini. Sudah pasti kacang tanah mentah tidak ada dijual di toko sayur biasa. Kalaupun ada harus pergi ke Chiba, daerah penghasil kacang tanah atau disebut rakkasei 落花生 dalam bahasa Jepangnya. Kacang tanah garing memang ada…. tapi tentu saja untuk membuat kacang rebus haruslah dari kacang tanah mentah. Langsung saya rebus oleh-oleh dari Akemi san ini dan sore hari menikmati kacang rebus dengan teh panas… Ahhh nikmatnya sambil membayangkan gundukan kacang rebus yang dijual pedagang di pasar mayestik, atau adegan Rangga dan Cinta yang membeli kacang tanah dan jalan bersama menuju arah pulang. Romantis….



Category: Diary

17 Comments to “Kacang Rebus”

Add Comments (+)

  1. Melati berkata:

    Labu siam memang sayuran langka di sini.
    Padahal enak dimakan kalau ditumis dengan udang.
    Btw, kok lengketnya di tangan sesudah labu siam dipotong susah lihang ya?
    Ada caranya kali ya?

    coba pakai garam atau minyak goreng sebelum pegang labu siamnya.
    EM

  2. Oemar Bakrie berkata:

    kacang rebus hangat … enak banget tuh dimakan pas dingin-dingin …

    bener pak… tambah teh panas manis
    EM

  3. -G- berkata:

    Ooh.. saya justru tertarik kepada penggalan kalimat ini: “adegan Rangga dan Cinta yang membeli kacang tanah dan jalan bersama menuju arah pulang. Romantis…”

    Ternyata makan kacang rebus itu romantis… (^_^) Saya pikir cuma saya saja yg ‘aneh2’ ternyata (mungkin) ketemu teman untuk masalah ‘aneh’ itu di sini. (Cihuiy!)

    wow romantis dong!!! semua yang sederhana sebetulnya dalam artinya. cihuy kita bisa berselingkuh bersama nih G hihihi.
    EM

  4. mikekono berkata:

    yatta….sugee
    kacang rebusnya asyik dipandang
    enaks dimakan…..hmmm
    arigatou…ganbatte ne

    sugeeeee nihonggonya
    hihihi
    kacang kalo bahasa Jepang jadi Ibu loh pak hihihi
    EM

  5. japs berkata:

    “kaccang rebooos” ujar Cinta… hehehe.
    saya masih ingat benar adegannya, hehehe… kacang rebus dengan bungkus kertas berbentuk kerucut itu memang ngangenin banget. Tapi lebih enak emang kalo berkebun sendiri yah mba? hmm…

    -japs-

    Iyaaaaa lucu kan? adegan yang sederhana kayak gitu justru menarik euy. Trus yang si Cinta malu-malu dikenalin sebelum nyanyi di Cafe tuh…. gemeeesss deh

    EM

  6. edratna berkata:

    Jadi ingat zaman mahasiswa, Bogor masih sepi, setiap hari ada mamang yang bawa pikulan..jualannya: bajigur, kacang rebus, pisang rebus, ketela rebus….
    Hmm…saat itu rasanya kalau jajan semuanya rebusan deh…..

    Karena dari jurusan agronomi, pagi2 ke lapangan dulu, bis institut menunggu di depan kampus, dan kami rame-rame ke ladang. Dari mulai menanam, memberi pupuk…sampai panen. Dan betapa nukmatnya diudara pagi yg dingin, menimati bakar jagung di tengah ladang jagung yang habis di panen.

    Jajanan rebus sehat ya bu. Ngga berminyak.
    aduuuh saya jadi kepingin makan jagung bakar deh bu
    Giman
    a pesta bloggernya bu? asyik kan?
    EM

  7. mascayo berkata:

    yang asyik lagi makan kacang rebus sambil nontop layar tancep! … duuuhhh .. jadul banget nih .. …

    hahahah layar tancep, aku ngga pernah tuh mascayo…dipingit sih
    EM

  8. dewisang berkata:

    di rumahku masih desa bgt mbk, sore dah sepi, cuma ada suara jangkrik, dingin lagi, enak bgt buat istirahat.jajanan desa, masih ada telo goreng, lupis (bukan Lopez, jenifer Lopez),rengginang, wis macem2…

    wah aku suka rengginang je, kalo lupis kemanisan.
    EM

  9. Yoga berkata:

    Aku suka kacang rebus, aku suka rengginang…
    Sorry sedang nggak fokus buat komen yang mutu, krn sedang menikmati semangka merah, hasil panenan… Orang… Hehehe yang dijual di supermarket.:D

    semangka itu adalah buah kesayangannya Riku loh yoga
    EM

  10. Lala berkata:

    Lah, lah..
    komenku di kacang rebus kok ga ada????
    Padahal nulisnya udah yang puaanjjaaanggg buanget lho Sis!!

    Huuaaa…

    (lupa kemarin komentar apa… ntar aja deh aku inget2lagi.. huhuhuhu)

    hmmm pasti karena melamun terus tuh
    EM

  11. nh18 berkata:

    Kacang Rebus ?
    Yes indeed ini pasti enak banget dengan teh panas atau bajigur … (kalo ada plus Ubi )
    (hehehe aku jadi inget makanan wajib para pekerja bangunan di Indonesia nih …)

    Yang jelas sekarang aku udah ngurangi kacang-kacangan … aku takut jerawatan … (halah …)

    Salam saya
    NH

    Udah om-om masih jerawatan? di tempat yang tidak terlihat ya?
    hihihi
    salam
    EM

  12. Hery Azwan berkata:

    Kacang rebus panas?
    Ehm, menu favoritku dari dulu.
    Nikmat banget…
    Apalagi kalau makannya didampingi si Cinta itu…Dzggrrhh….
    Btw, kacang yang baru dipanen dan masih bertanah, terus direbus, ehm…rasanya manis sekali. Pokoknya beda deh…Aku beruntung pernah merasakannya sebagai anak kampung…

    si Cinta yang inisialnya Y bukan?
    hihihi
    EM

  13. Daniel Mahendra berkata:

    Huaaa…. adegan Rangga dan Cinta yang membeli kacang tanah dan jalan bersama menuju arah pulang? Hahahaa!! Kok inget adegan itu? Dan kenapa merasa romantis? A-a-a… aku mulai bisa membayangkan selera filmnya nih.

    Oke… Oke… romantis!

    Kacang tanah memang paling sedap disantap sembari menyeruput bandrek atau teh manis hangat!

    Selera filmku? hihihi kayaknya kamu akan sulit membayangkan tapi biasanya selera film =selera buku…so you should know
    EM

  14. koelit ketjil berkata:

    aihhh Rangga dan Cinta makan kacang rebus..abis itu si Rangga usil nendang pohon yg masih nampung air ujan, maka basahlah Cinta.. sayang sisa air ujannya cuma sedikit..coba kalo airnya cukup deras ya…

    aiih..aihh..mebayangkan Dek Diandra basah kuyup…
    hahhhahaa pasti brader DM senang buanget tuh! kekekekeekekk

  15. rarzi berkata:

    jajanan pasar adalah makanan traditional indonesia yang sebaiknya di lestarikan

  16. yayats38 berkata:

    Ditambah minum dengan teh .. mantep banget tuh he he
    Jadi pengen hiks :))

  17. krismariana berkata:

    kacang rebus enak dimakan waktu sore-sore, sambil mengobrol. heemmm …

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

yang mau cari-cari

yang bersahabat