Bisakah orang asing disebut pahlawan?

Saya sekaligus mau menjawab komentar teman-teman atas tulisan saya yang Sebutan Itu…. Memang definisi pahlawan itu amat rancu, mulai dari yang paling sempit yaitu mereka yang angkat senjata dan berperang demi kemerdekaan, sampai pada orang-orang dekat kita yang berjasa dalam kehidupan kita. Kebetulan saya pernah membca tentang berita ini, dan kemarin Gen juga memberikan pada saya datanya.

Adalah seorang Endang Arifin yang menjadi pahlawan di Jepang. Tepatnya di prefektur Miyasaki. Ia meninggal tanggal 11 Agustus 2007 diseret ombak karena akan menolong dua murid SMP Jepang yang hanyut. Endang Arifin waktu itu adalah pemagang perikanan dan sedang berlibur di pantai itu. Meskipun dia tidak bisa berenang, dia langsung terjun ke laut dengan maksud untuk menyelamatkan ke dua anak tersebut. Keberanian Endang dihargai masyarakat di sana, dan untuk mengenangnya dibuatlah film yang berjudul “Mas Endang” yang telah diputar di Jakarta dan beberapa kota, dan akan diputar di Osaka dan 4 kota di Kyushu.

Anda bisa baca beritanya di sini.

Saya juga masih ingat sebuah peristiwa kecelakaan kereta api yang terjadi pada seorang mahasiswa Korea dan seorang kameraman. Mereka berdua turun ke rel kereta di stasiun untuk menolong seorang pemabuk yang jatuh. Sayangnya mereka terlambat naik kembali ke peron seletelah menyelamatkan orang ini, sehingga mereka tersambar kereta yang lewat. Mahasiswa Korea ini menjadi pahlawan bagi orang Jepang, dan setiap tahun dikenang peristiwa itu.

Pahlawan sebutan untuk orang yang meninggal? Ya biasanya memang begitu. Sepertinya janggal jika kita menyebutkan seseorang yang masih hidup sebagai pahlawan.  Penilaian orang memang berbeda-beda untuk menentukan seseorang itu layak disebut pahlawan atau tidak. Misalnya ada yang bertanya, lah kalau tidak bisa berenang, kenapa mau sok-sokan terjun ke laut untuk tolong orang segala? Yang pasti kalau ada seseorang yang mau mengorbankan nyawanya untuk orang lain tanpa pandang bulu, bisalah kita anggap dia sebagai pahlawan. Tidak perlu kita lihat apa kewarganegaraannya sehingga seorang warga Indonesia pun bisa menjadi pahlawan di negara lain.

7 gagasan untuk “Bisakah orang asing disebut pahlawan?

  1. edratna

    Mungkin memang perlu definisi pahlawan seperti apa…dan kadang definisi ini bisa lentur. Bisa baca tulisan anakku di http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2008/11/
    pahlawan-nasional-tahun-ini.html

    Kita sejak dulu banyak mempunyai menteri yang dari Tionghoa (jangan-jangan mata saya sipit karena mungkin leluhurku ada yang berdarah ini)…namun adakah dari mereka yang telah mendapat sebutan pahlawan?

    Jepang patut menjadi contoh bagaimana menghargai orang, entah bangsa sendiri atau asing, yang telah berjasa untuk usaha penyelamatan, atau berjuang mengangkat senjata (pahkawan tak hanya harus meninggal karena mengangkat senjata kan?)

    Saya setuju dengan pemikiran anak ibu. Semoga negara Indonesia bisa berhati lebar yang mau menerima kenyataan bahwa negara kita adalah majemuk. dan bisa menghargai siapa saja yang terlah berjasa.
    EM

    Balas
  2. Yoga

    Tentu bisa, karena sejatinya yang disebut pahlawan adalah dia yang telah mewujudkan sifat heroik-nya jadi nyata, dari yang hanya mengendap di hati menjadi tindakan nyata, tanpa berpikir tentang pengakuan.

    Amin
    EM

    Balas
  3. Melati

    Saya juga mengira orang asing bisa disebut sebagai pahlawan di luar negeri.

    Tapi di Jepang kata pahlawan mudah dipakai sehingga orang yang terkenal aja sudah disebut pahlawan.
    Sayangnya arti sebenarnya memudar kalau sering-sering dipakai.

    ya sama lah di Indonesia juga keadaannya seperti itu kan
    EM

    Balas
  4. Daniel Mahendra

    Dalam skala yang terbatas, bisa saja. Meski pendefisiannya jadi lebih sempit. Kecuali apa yang dia lakukan memiliki efek luas, mencakup negara dalam arti sesungguhya.

    Iya memang
    perlu ada pembatasan kata pahlawan itu sendiri
    EM

    Balas
  5. yayats38

    Dari sisi logika dan pengalaman negeri lain seperti di Jepang ini harusnya jelas BISA.
    Setuju banget dengan Mbak EM bilang “perlu ada pembatasan kata pahlawan itu sendiri”
    Trims Mbak 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *