Malarindu Tropikangen

Dulu kita sering bermain kata seperti ini, untuk menamai penyakit yang tidak jelas. Lalu dikatakan obatnya adalah Bodrexsun…. Well, yang pasti penyakit ibu saya bukan itu. Memang dia terkena stroke (ringan- yang kedua kali,setelah pertama th 1999), tapi tidak terbaca oleh CT Scan, entah apakah masih mau dicari dengan MRI. Tapi setiap hari dia mendapat obat pengencer darah yang disuntik. HB mama memang tinggi, yaitu 18, seperti yang pernah saya tulis di Transfusi Darah bahwa mama dan saya menderita mempunyai keturunan thalasemia. Entah karena itu, entah karena stress atau yang lainnya, masih belum diketahui dokter. Tapi memang kondisi darah mama buruk. Hari pertama masuk RS, mama merasa mukanya “bebal/beku” untung segera diberi obat suntik pengencer darah, sehingga tidak menjadi parah, tetapi imbasnya pada hari keempat, kaki kanan tidak bisa digerakkan.

Sudah 10 hari lebih mama dirawat di RS, dengan dijaga oleh adik perempuan saya Novi dan tante Diana, adik papa bergantian. Papa tentu saja juga menjaga di siang hari, selain juga menjadi seksi akomodasi serta pembantu umum… ya urusan logistik deh. Dan pekerjaan menunggu orang sakit pastinya melelahkan, akibatnya papa mengalami “gikkuri goshi” bahasa Jepangnya atau bahasa kerennya Low Back Pain. Tapi berkat Tuhan, semua masih sehat dan mamapun berangsur pulih.

Adalah hari minggu pagi lalu, kalau boleh saya katakan merupakan titik pemicu kesembuhan mama. Jam 8 pagi saya “berendap-endap” datang dengan papa memasuki kamarnya. Papa bilang,”Ma, ada yang mau ikut berdoa bersama, nanti mama dapat hosti, dia mau minta secuil boleh?”… “Oh boleh saja”…. Dan saya masuk langsung memeluk mama. Really, saya sedih melihat mukanya yang pucat dengan uban yang jelas terlihat di kepalanya… hmmm sudah lewat waktunya untuk mengecat rambut. Saya ciumi dia… tapi…. dia tidak bicara apa-apa. Saya tahu dia belum sadar saya itu siapa. Sama seperti waktu pertama kali dia datang ke Jepang dalam keadaan stroke, tidak mengenali orang. (nanti saya cerita ttg ini di postingan lain).

“Mama tahu saya siapa?”

“Tahu dong….. (tapi tidak menyebutkan nama)”

“Bener tahu saya siapa?”

Lalu dia raba muka saya ….(ahhh de javu lagi…. di suatu saat yang lalu)

“Loh….Kok BISA?”

“Bisa apa?”

“Kok kamu datang?”

“Ohhh tidak boleh datang? Ya sudah saya pulang saja….”

Dan dia tertawa lebar… sementara saya mengusap air mata yang sudah mengalir sejak pertama saya peluk dia. “Anak-anak mana?”

“Ada, di rumah…. di jakarta … kami sampai tadi malam jam 10 malam naik SQ”

“Ya Ampun….Imelda…..”

Minggu yang ceria……..

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Tante Diana dan Novi+Fam

Well, I like surprises. Untung mama dan papa yang memang berpenyakit jantung tapi selalu kuat menghadapi surprises dari anak-anaknya. Ini kali kedua saya datang tanpa memberitahukan kedua orang tua saya. Kali ini hanya adik saya, Novita yang mengetahui rencana saya. Hanya untuk meyakinkan bahwa saya ada tempat menginap. Sedangkan papa pun baru mengetahui beberapa saat sebelum Chris, adik ipar saya akan menjemput saya di bandara. Itu pun karena Chris ingin menukar mobil sedan dengan mobil kijang, karena dipikir saya banyak membawa barang seperti biasa (padahal 1 koper saja tidak penuh, hanya sempat masukkan baju saya, riku dan kai dan perlengkapan Kai seperti susu dan pampers).

Saya beruntung mempunyai suami yang baik(愛しているよ), yang mendorong saya untuk pergi meskipun saya yakin waktu itu mama tidak parah, tapi daripada ada apa-apa dan menyesal….. Gen bilang (dalam bahasa Indonesia) ,” pergi aja, pasti mama senang… Nanti pikir lagi soal natal”  Karena sebetulnya saya bingung mau pulang sekarang atau nanti kalau Natal. Untung saya dan Gen selalu punya pikiran yang sama, apa yang bisa dilakukan sekarang, lakukanlah sekarang — kalau mau pinjam perkataan Aida Mitsuwo, “Ima ga Daiji” (The important thing is NOW). Well, terima kasih sayang…

Memang saya tidak bisa ikut bantu jaga malam, dan tidak bisa lama-lama di RS karena anak-anak di bawah 13 tahun dilarang masuk ke RSPP. Tapi seakan hanya dengan mengetahui bahwa putri tertuanya ada di Jakarta saja, sudah membuat mama bersemangat, sampai-sampai kemarin siang Dokter mengatakan,”Kok kaki kanannya sudah bisa gerak dengan cepat begini…. Fisioterapi ya Bu…” Semoga, sebelum saya pulang kembali ke Jepang, Mama bisa keluar dari RS. Amin.

So, teman-teman semua…siapkanlah selalu di saku Anda, Bodrexsun yang bisa Anda bagikan pada orang-orang terkasih di sekitar Anda yang mungkin membutuhkannya, atau menderita penyakit Malarindu Tropikangen ini.

Do you like surprises? Or do you want me to surprise you? I’m the expert lol.

23 gagasan untuk “Malarindu Tropikangen

  1. Lala

    Alhamdulillah kalau Oma-nya Riku dan Kai sudah membaik, Sis…
    Psikologis memang bisa dipercaya untuk membantu penyembuhan… And I believe that.
    Semoga semakin sehat…
    Semoga bisa jalan-jalan lagi dengan anak cucu…
    Salam buat Oma ya, Sis!

    Eniwei,
    Soal surprise?
    I love it, too… 🙂

    Terima kasih banyak La….semoga bisa cepat keluar RS ya…
    well… kadang aku pikir aku juga sadis ya..suka membuat orang menangis dengan kejutan-kejutanku. hehhehe. Tapi kalo soal tukang godain itu mama expertnya. So, pantas kan anaknya kayak gini 🙂

    EM

    Balas
  2. edratna

    Saya senang sekali baca sms Imel, bahwa Mama telah membaik. Yah, obatnya ternyata datang dari Jepang….semoga Mama segera baik kembali ya….

    terima kasih bu….
    EM

    Balas
  3. Hery Azwan

    Mudah2an oma Riku/mama Ime-chan segera sembuh. Wah, pasti surprise banget dikunjungi anak tercinta yang tinggal di negeri orang.

    Btw, nama penyakitnya malarind tropikangen, kayaknya anak2 sekarang udah nggak pada tau tuh…

    Iya sepertinya banyak kata yang sudah mati ya…(bau deh hihihi)
    EM

    Balas
  4. Yari NK

    Wah…. mudah-mudahan mamanya cepat sembuh ya, dan cepat sepenuhnya ceria kembali. Memang pengobatan batin seperti melepas kerinduan ini termasuk faktor yang ampuh dalam percepatan kesembuhan walaupun secara medis/sains hubungannya masih misteri……

    Bener pak Yari… dan kadang batin itu lebih kuat ya…
    EM

    Balas
  5. Kimiyo

    Buji tsuita ne, yokatta..^0^
    Aku senang bisa lihat foto Mama, papa dan sekeluarga Novi juga. Mama kelihatannya senang sekali, pasti bahagia dengan anak dan cucu tersayang ya. Tapi Papa daijoubu ?
    Kebetulan aku juga sedang GIKKUTI GOSHI lho, itu taihen banget, odaijini ne.
    Mudah2an Mama bisa cepat pulang ke rumah dan bisa semuanya rame2 di Mtb ya.
    Aku jadi ingat waktu Imelda bikin surprise pertama kali, aku lagi ada di Mtb, hi hi tanoshikatta ne.

    So desu… bujini tsuite yokatta.
    transitnya lumayan membuat capek.
    Papa nantoka naru. Iya ya surprise pertama itu waktu mama ulang tahun kan. Aku datang sama Andy dan ngebel pintu, mau bertemu ibu Coutrier….. dan karena gelap mama tidak tahu itu siapa, pikirnya tamu kurang ajar banget ngga mau diladeni pembantu …harus mama hihihi.
    Tapi sesudah itu dia mengharapkan setiap tahun ada kejutan hahhaha. Ya namanya bukan kejutan lagi ya.
    EM

    Balas
  6. mikekono

    wahhhhhh…..mudik ke Jakarta
    kok ngga bilang2 mbak ?
    saya pun di Medan aja kok
    *benar sekali, penyakit kadang
    bs disembuhkan lewat kehadiran org2 trcnta
    ya namanya juga Malarindu terapikangen

    heheheh kan surprise bang
    terapikangen ya…bagus juga
    EM

    Balas
  7. nh18

    Khas si EM …
    This wonder woman is full of (sweet) surprise …
    Oma dapet surprise …
    Lala juga dapet surprise bunga …

    This is very nice … EM

    Take Care will ya …
    Perbedaan cuaca dan temperatur di Jepang sama di Jakarta lagi besar-besarnya nih … (bukan begitu ?)(trainersoktau.com) 🙂

    Anak-anak sehat kan EM ?

    Cheers
    Salam saya …

    anak-anak sedang sakit mas…
    but daijobu kanaa
    EM

    Balas
  8. Melati

    Alhamdullilah! saya ikut senang keadaan mama mbak sudah membaik.
    Kehadiran mbak dari jauh-jauh itulah memjadi sumber semangatnya ya.
    Apalagi kehadiran mbak kali ini sebuah kejutan.
    Semoga mama mbak lebih cepat sembuh supaya beliau dan mbak bisa pulang ke rumah bersama-sama.

    Terima kasih melati
    EM

    Balas
  9. Yoga

    Syukur, alhamdulillah Mama-nya mbak Imel sudah semakin sehat… Kehadiran mbak membawa berkah. Semoga semakin hari semakin membaik ya… 😀

    terima kasih Yoga
    EM

    Balas
  10. marshmallow

    senang mendengar mama sudah berangsur baik.
    kayaknya emang kangen sama anak dan cucu-cucu deh. titip salam saya buat mama mbak imel, semoga beliau segera pulih.

    terima kasih mbak dok
    maaf belum bisa ke blognya sana…lama aksesnya
    E
    M

    Balas
  11. tuti nonka

    Ah, ikut senang mengetahui mama sudah mulai sembuh. Memang benar bahwa hati dan pikiran bisa menjadi obat berbagai penyakit, tapi saya percaya bahwa pengobatan medis masih tetap diperlukan. Sebab kalau nggak, nggak perlu dong ada dokter dan rumah sakit.

    Selamat menikmati pulkam ya Mbak, semoga cuaca Jakarta cerah sehingga Mbak Imel bisa menikmati hari-hari yang membahagiakan.

    Terima kasih mbak….cuman saya lagi bingung aja karena si Kai ikutan sakit
    EM

    Balas
  12. shierly

    wuah, saya bantu dalam doa ya mba. supaya oma cepet sembuh 🙂

    mau maen di sency yakz??? wakz, ga diajak 🙁
    anak bawang ya??? :((

    Loh kamu di jkarta shierly?
    ayo dong sama2
    EM

    Balas
  13. Yulis

    Cinta memang obat yang sangat mujarab dan belum ada tandingannya. Wah pasti mama seneng banget dapat kejutan dari Jepang.. 😛 Semoga mama kak Imelda cepat sembuh. thanks

    heheheh obat dari Jepang ya Yulis
    EM

    Balas
  14. Oemar Bakrie

    “malarindu tropikangen” itu kayaknya cuma generasi kita (+/- beberapa tahun) yg tahu. anak sekarang tahunya BT-lah, sensi-lah dll. hahaha …

    BTW, semoga mamanya segera sembuh dan berkumpul kembali dengan seluruh keluarga di rumah.

    Iya ya pak…generasi tahun 80-an nih hehhehe.
    Terima kasih doanya pak.
    EM

    Balas
  15. uncle kumlod

    al-Hamdulillaah mudah2an cepet sehat dan bugar Oma-nya Kai…

    Kalau ngomongin surprise emang number 1 nih Emiko-san. Lagi sibuk banget nih di kantor, nanti deh aku posting ceritanya…

    Ya terima kasih ceritanya ya uncle
    EM

    Balas
  16. Daniel Mahendra

    Nah, ini yang menarik:

    “…apa yang bisa dilakukan sekarang, lakukanlah sekarang.”

    #

    “Or do you want me to surprise you?”

    Oh, I’m waiting… Hihihi!

    #

    Bodrexsun? Baiklah…

    Hmmm mikir surprise buat Danny apa ya?
    huehueheu BOdrexsun ya… Ntar aku bawa 12 lusin…siap-siap aja Danny hihihi.
    Bisa digebug satu kampung blagu nih (kampung sydney gitu)
    EM

    Balas
  17. Ceritaeka

    Baca ini aku berkaca-kaca mbak…
    Ingat tahun lalu mamakku sakit parah seminggu di RS.

    Orang yang dikasihi adalah obat yg mujarab buat yg sakit…
    Semoga mamanya mbak EM sehat selalu yah 🙂

    Soal surprises.. ah, mbak EM udh pernah kejutin aku..
    Boneka Teddynya yg sepaket sama coklat msh aku simpan mbak 😉 ada di kamar. Diatas lemari kecil yg bisa langsung terlihat dari t4 tidur.
    Untuk mengingatkanku… bahwa aku punya seseorang yg baik dan manis, penuh kasih dan pengertian di Jepang sana. Walau jauh jaraknya tapi dekat di hati.. dekat di mata (Teddynya)…. 🙂
    .-= Ceritaeka´s last blog ..Nge.gembel. Jakarta-Jogja! =-.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *