Wisata Pertama

Hari ini tanggal 19 Oktober menurut catatan buku pintar aku “What day is today” adalah hari untuk berwisata ke luar negeri. Kok bisa begitu? Penyebutan tanggal menurut bahasa Jepang dibalik menjadi 10-19 … dan dibaca sebagai Tooku e iku (Pergi Jauh).  Jadi mustinya hari ini kita semua bepergian deh….

Kebetulan tema ini tepat juga untuk “curhat” tentang Riku. Malam ini aku sambil mengetik di meja makan, Riku menonton TV. Filmnya “Mrs Doubtfire”… sudah berkali-kali aku menonton film ini, dan kagum pada akting si Robbin Williams. Lalu tiba-tiba Riku datang padaku.

Riku: “Mama …aku akan pergi beberapa hari. aku akan kesepian tanpa mama. dan akan ingat mama terus”

Mama: ——aku peluk dia—- (dia mulai menangis)

Riku: “Aku sayang mama….”

Mama: “Iya Riku, mama juga sayang Riku”…. dan aku terpaksa tidak bicara, karena aku juga jadi ikut menangis… membayangkan 4  malam tanpa Riku mulai besok malam. Riku akan pergi bersama ibu dan bapaknya Gen ke Okinawa, kepulauan resort di Jepang Selatan. Kakek dan Neneknya pikir mereka ingin mengajak cucu pertamanya ini bersama mereka (tanpa orang tua) menikmati wisata bersama. Mereka sudah rencanakan ini sudah lama, yaitu akan mengajak pergi wisata sebelum Riku masuk SD. Dan tentu saja aku setuju, karena meskipun aku misalnya punya uang untuk wisata, tidak akan memilih Okinawa sebagai tujuan wisata keluarga. Daripada pergi ke Okinawa lebih baik aku ke Bali atau Yogya, atau ke Lombok…. dan pulkam ke Jakarta.

Riku masih menangis dipelukanku.

Mama: “Riku…lihat, Riku nangis kan… mama juga nangis… Riku sayang mama, dan mama juga sayang Riku. Riku kesepian tanpa mama, Mama juga kesepian tanpa Riku. Tapi … Riku harus enjoy pergi bersama A-chan dan Ta-chan. Riku bisa pergi ke Aquarium terbesar di dunia, Churaumi Aquarium, menginap di hotel bagus, berenang, makan yang enak…. Nanti Riku bisa cerita sama mama tentang perjalanan Riku, jadi Riku harus menikmati perjalanan itu ya. Nanti kalau bagus dan menyenangkan, Mama kan bisa pergi ke sana berdua  Riku. Jadi jangan sedih ya…. Dan Riku itu laki-laki, waktu itu kan Riku sudah bisa pergi sendiri dengan teman-teman TK meskipun satu malam. Dan ini kan pergi cuma 3 malam dengan Achan dan Tachan. Nanti kalau Riku sudah besar, Riku juga bisa pergi sendiri ke Jakarta loh. ( Dan sebetulnya sampai umurnya yang 5 tahun ini,, Riku sudah 18 kali naik pesawat terbang…. what a record… yang pasti lebih banyak dari papanya).

Riku: Iya nanti Riku telpon mama tiap malam ya…

Mama: Ok mama tunggu ya.

Well, aku juga harus bersiap-siap suatu saat dia datang ke aku, peluk aku dan bilang, “Mama aku mau sekolah di Amerika “……..

17 gagasan untuk “Wisata Pertama

  1. afwan auliyar

    menghrukan euy …. kmrn saya ja pergi merantau buat kuliah tidak sampai sesdih itu 🙂
    terkadang, anak kecil lebih terlihat romantis & terpancar kasihsayang darinya daripada orang yg dh dewasa sekalipun

    Karena anak kecil tidka malu untuk menangis dan bermanja pada orang tuanya. Laki-laki dewasa seakan dituntut untuk tidak bergantung pada orang tua dan orang lain kan?
    EM

    Balas
  2. edratna

    Terbayang sedihnya Riku, tapi kita memang harus melatih dia mandiri.

    Dan sayapun berkali-kali diingatkan teman…”Mbak, nanti kalau anaknya udah pergi nggak boleh kesepian ya, itu kan demi kebahagiaan mereka.”….seminggu setelah si sulung menyusul isterinya saya merasa ada yang hilang, biasanya setiap pagi mencium pipinya, dan pulang juga begitu. Kita suka mengobrol, berdebat dan segala hal…kadang bergandengan tangan di Mal, nonton film… tapi suatu ketika kita harus merelakan dia pergi untuk mencari kebahagiaannya….

    Tapi Imelda…masa untuk Riku masih lama kok….masih bisa dipeluk-peluk….

    Iya bu Enny, kita sebagai ibu terus menganggap anak-anak kita adalah bayi kita yang harus ada terus bersama kita… tapi demi perkembangan si anak sendiri, kita harus bisa tahan diri ya.
    Ini pertama kalinya Riku pergi sendiri lebih dari sehari, jadi buat saya juga pengalaman baru.
    EM

    Balas
  3. sawali tuhusetya

    wah, riku, makin bikin gemes aja, bu ikkyu, sampai membuat saya kagum sampai termehek-mehek, hiks. btw, Tooku e iku (Pergi Jauh) itu memang budaya jepang, ya, bu, sampai ada waktu khusus utk bepergian ke luar negeri. sukses selalu buat ibu dan keluarga.

    Hmmm mau dibilang budaya Jepang juga tidak sih Pak. Tapi memang Jepang Modern, yaitu sejak Bubble ekonomi, yang mana orang Jepang “punya uang berlebih” membuat mereka mulai pergi ke LN dengan tour-tour berbahasa Jepang. Mahasiswa tingkat akhir, pasti akan merencanakan pergi ke LN pertama mereka sebagai “hadiah” atas jerih payah mereka selama 4 tahun dan sebelum mereka menjadi “salary man”. (padahal yang bayar biayanya wisata biasanya orang tua). Akhir-akhir ini juga banyak sekolah swasta yang mengadakan “karya wisata” nya ke LN …dan tentu saja biaya harus ditanggung oleh orang tua murid. SD di yayasan tempat suami saya bekerja, mengajak murid-muridnya ke Roma setiap tahunnya. (Yang pasti saya tidak bisa menyekolahkan anak-anak saya di sini… muahal Rek)
    Biasanya orang Jepang bepergian pada bulan Agustus, atau pada musim liburan sekolah (kenaikan kelas) sekitar Februari Maret.
    EM

    Balas
  4. Melati

    Riku hati-hati di jalan dan selamat menikmati wisatanya di Okinawa.
    Jangan terlalu asyik bermain lho supaya tidak berbatuk-batuk.

    Terima kasih tante….
    Nanti bawa obatnya kok
    EM

    Balas
  5. Oemar Bakrie

    -> Edratna: Tapi Imelda…masa untuk Riku masih lama kok….masih bisa dipeluk-peluk….

    Jangan lupa masa-masa seperti itu biasanya akan terasa cepat berlalu …

    bener pak….
    karena itu saya sekarang menikmati keakraban ini,
    tapi saya juga tidak mau menjadikan dia “oedipus complex”
    Sambil mendidik dia spy tidak menjadi seperti anak laki-laki jepang kebnyakan yang tidak ingat lagi pada keluarganya.

    EM

    Balas
  6. Yoga

    Hi mbak.. mengharu-biru membacanya….
    Hubungan Ibu dan anak yang sangat dekat. Kelak ketika dia pamitan.. “Mama aku akan ke kuliah Amerika.”, mungkin reaksi mbak Imel sudah nggak seperti sekarang, “Hayo sana jangan kembali sebelum sukses…” tapi mbak Imel terharu-haru lagi pas ia pamit, “Mama aku akan menikah”…. 🙂

    waaaah yoga, kalau dia datang dan bilang “aku akan menikah” mewek bener deh
    But u know, dia pernah bilang begini;
    “Mama aku ngga mau kawin, aku mau tinggal sama mama terus di satu rumah”
    lalu aku jawab
    “Ngga kawin ngga apa. Tinggal satu rumah boleh, tapi HARUS KERJA!!!”
    karena di sini ada yang namanya Parasite Human, yang dompleng hidup bersama ortu terus, tidak kerja dan tidak ngapa2in.
    Waktu lebih kecil sekitar umur 3 tahun, dia bilang…”Aku mau kawin sama mama” Loh, trus papa gimana? “Biar aja!” hahahhahaa.
    Ahhh paling sepuluh tahun lagi, juga ngga mau liat muka mamanya…BOSEN hahhahaha
    EM

    Balas
  7. nh18

    EM …
    Masa itu akan datang …
    Masa itu akan datang …
    Seorang anak akan terbang dari Rumah orang tuannya …
    Menuju impian yang diinginkannya …

    So be preppared !
    (ini juga petuah untuk diriku sendiri …)
    (sanggupkah aku …???)

    I know mas…I know…
    duluan kamu juga kan hihihi
    so YOU have to be prepared… anakku baru 5 tahun dan 1 tahun tuh….
    lagian emang Riku dan Mamanya kan terkenal cengeng hihihi
    but u know, yang paling lucu, kalo Riku lagi peluk-peluk aku…
    si Kai tergopoh-gopoh datang dan MELERAI kita berdua, sambil teriak…..
    Dia CEMBURUUUUUUU… hihihi lucu deh liat anak 1 tahun cemburu.
    (kalau papanya sih udah ngga bisa cemburu lagi, harus rela hahahaha)
    EM

    Balas
  8. ayik

    Mbak Imel,
    So sweet…
    saya bayangkan saat ini Riku sudah berada jauh dari mama nya…kangen ya Mbak…

    Saya aja kalo anak2 sudah berangkat ke sekolahnya suka kangen2 gitu, padahal cuma 6 jam…

    Iya saya akan antar dia siang ini ke yokohama tempat mertua…
    sepi deh hiks
    EM

    Balas
  9. Yari NK

    Wah…. Okinawa itu kalau nggak salah pangkalan militer AS ya?? Dulu pernah ada kasus seorang gadis Jepang diperkosa kalau nggak salah. Apa sekarang masih jadi pangkalan militer AS? Barangkali aja… pangkalan militer di sana bisa jadi tontonan wisata… huehehehe…. mode ngaco ON :mrgreen:

    Betul sekali pak Yari…sampai sekarang masih ada pangkalan militer di sana.
    Ngapain liat pangkalan militer, kecuali untuk barbeque dan pesta bir/alkohol…..
    (kecuali kallo ada Keanu Reeves ke situ …..yg ini sih mau mamanya Riku hehehe)
    mending liat pemandangan indah, pasir putih dan aquarium besar.
    EM

    Balas
  10. uncle kumlod

    Selamat berlibur Riku….
    Kalau udah gede, nulis blog ya… ceritain pengalaman liburannya… Kapan mau ngajarin Riku bikin blog, ibu ikkyu?

    Hmmm musti belajar nulis dulu, baru boleh ngetik heheheh.
    ntar dia males nulis pake pensil/pen sih
    tapi dia aku bekalin camera, so nantikan saja foto2 hasilnya.
    EM

    Balas
  11. Lala

    Riku-chan..
    Riku-chan..
    ki o tsukete kudasai ne, Riku..

    Eh Sis,
    kalimat yang sederhana tapi bikin terharu tuh, pas paragraf yang terakhir…
    Ah…
    Those days will come, ya, Sis…
    (snif, snif!)

    Yup…hidup kan begitu
    EM

    Balas
  12. rhainy

    mbak…sampe sekarang anak2ku gak ada yang pernah pergi tanpa aku (biarpun sama nenek/kakeknya), hehehe…emang gak bagus ya…jadi gak mandiri, tapi gak pa pa deh mbak…ntar kalo udah gedean kan bisa …hihihi (maksa!)
    jadi…kalo baca cerita2 mbak ttg riku…wuah…riku emang bener2 huebat mbak!! salam buat anak2 ya mbak!!

    heheheh kalau tidak perlu ya buat apa dilepas pergi. Kan tergantung sikon dan jaman.
    EM

    Balas
  13. Kimiyo

    Uhh, aku kayaknya nggak bisa siap deh untuk melepaskan anakku dari pelukanku..
    Sekarang aku baru tahu betapa KANGENnya waktu aku ke Yokohama, apalagi Jakarta, jauh dari orang tua yaaa.. he he.

    nah …baru sadar sekarang
    apalagi kamu anak tunggal
    heheheh
    EM

    Balas
  14. Yulis

    Berarti Riku dekat banget sama Mamanya. Jadi ikut terbawa perasaan Riku deh… 🙁 Semoga dia bisa menikmati vacatioannya bersama kakek dan nenek. thanks

    semoga Yulis,
    aku bekali dia dengan camera dan mainan DS nya….
    Kalo dipikir umur 5 tahun, bekalnya kok camera ya hihihi
    EM

    Balas
  15. tuti nonka

    Sampai kelas 6 SD, saya masih tidur dengan ibu saya, dan nggak bisa nyenyak kalau nggak pegang tangan ibu. Tapi bukan berarti saya nggak berani kemana-mana sendiri. Kelas 5 SD saya sudah berani naik bis sendiri dari Yogya ke Prambanan (16 km) ke rumah salah seorang kakak. Malah kadang-kadang naik sepeda sendiri.
    Jadi, dekat dengan ibu bukan berarti anak tidak mandiri kok.

    iya mbak,
    kemarin kami antar Riku, dan waktu pulang dia sama sekali tidak peluk saya.
    entah dia mau bersikap tegar, atau memang sudah cuek hehehhe
    EM

    Balas
  16. priskila

    uuuuuh coooo cweeet nyaaa adek ku ini…. ayoo berpetualang dekk.. ntar kalo uda boleh pegi sendiri ntar pegi ama aku yaaa 🙂 xixixixi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *