Mulai dari diri sendiri

Saya dapat mail ini yang ingin saya share-kan pada teman-teman semua…. dan saya rasa sangat benar, jika kita masih cinta negara kita. Meskipun saya tinggal di luar negeri, sebisa mungkin saya akan ikuti langkah-langkah ini….

AYO SELAMATKAN BANGSA KITA !!!, MULAILAH DARI DIRI ANDA.
************ ********* ********* ********* ********* ********

TERUSKAN EMAIL INI KE TEMAN-TEMAN ANDA SEBANYAK-BANYAKNYA

Ada langkah lain yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan
bangsa kita :

1. Yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda.
Jangan ambil uang anda dari bank. Jika anda ikut ikutan mencairkan
dana anda maka akan terjadi bank rush, dan krisis keuangan akan
semakin parah.

2. Yang memiliki saham dan turunannya, jangan menjual saham
dan derivasinya. Jika anda ikut ikutan menjual saham dan turunannya,
maka harga saham akan semakin ambruk, dan krisis akan sungguh terjadi
semakin parah

3. Jangan ikut ikutan memborong dolar. Jika anda ikut ikutan
memborong dolar, maka harga dolar akan semakin tinggi dan rupiah
semakin terpuruk. Harga barang impor akan semakin mahal, dan
inflasi dalam negeri akan semakin menggila.

4. Jangan panik. Jika anda tidak panik, maka krisis akan cepat
berlalu. Perekonomian akan cepat pulih. Harga saham akan cepat
rebound. Dolar akan cepat menyesuaikan diri pada kurs yang rasional.

Cadangan devisa kita cukup kuat. Jika anda panik dan ikut ikutan
menarik deposito, menjual saham dan memborong dolar, maka anda ikut
memberikan kontribusi pada semakin dalamnya krisis di Indonesia .
Tetapi tentu ini merupakan pilihan bebas. Tidak ada yang dapat
melarang anda. Hati nurani yang bicara. Pilihan yang sulit bagi
yang berduit tetapi silahkan memilih.

Krisis keuangan global kian menebar ancaman menjadi krisis ekonomi
global yang tidak main-main, bursa saham guncang dan nilai tukar
Rupiah semakin melemah, ini semua menjadi indicator bahwa akan ada
bencana baru yang siap menerkam.

Para kaum Kapitalis yang ingin meraup keuntungan dengan cara cepat
dan menjadi SERAKAH akhirnya menjadi sumber dari segala krisis yang
kita belum tau kapan akan berakhir.

Pertanyaannya adalah apa yang bisa kita lakukan untuk ikut membantu
agar krisis ini tidak menghancurkan sendi-sendi perekonomian Bangsa
ini?

Tentu kita tidak ingin ini menjadi periode 10 Tahunan (1998-2008),
mimpi kelam krisis ekonomi 10 tahun lewat tentu tidak ingin kita
munculkan kembali, tapi jika Anda tidak peduli maka bisa saja hal
ini akan terjadi!!!!

Dan jika itu terjadi maka Bangsa ini akan semakin terpuruk, akan
muncul PHK besar-besaran, sector riil yang tidak bergerak, system
perbankan yang sudah tidak dipercaya lagi dan akhirnya
kita kembali ke NOL lagi.

Jika Anda masih mencintai Bangsa ini maka ada banyak hal yang bisa
Anda lakukan, paling tidak MULAILAH DARI DIRI ANDA SENDIRI..!! ,
contoh kecil sbb : Jika Anda seorang awam sebagaimana saya, maka
yang bisa kita lakukan adalah :

Gunakanlah PRODUKSI DALAM NEGERI dalam semua aktivitas hidupmu,dengan
langkah ini akan menyelamtkan Sektor Riil, usaha-usaha kecil akan
berkembang, dan akhirnya kita bisa berdiri tegak dan mengatakan

KITA BISA HIDUP DARI NEGERI KITA SENDIRI.

Langkah kecil lain jangan sok mengkonsumsi produk makanan luar
negeri, jika anda senang makan Durian tidak perlu durian Bangkok
Thailand cukup durian local toh tidak kalah rasanya, jika senang
makan Jagung? Tidak perlulah Jagung Thailand cukup jagung local,
tidak perlu makan-makan di outlet2 dengan brand luar negeri, toh ayam
kampung kita tidak kalah nikmatnya, hal kecil ini kadang tidak kita
sadari tapi ketahuilah EFEK nya sangat luarbiasa, anda bisa bayangkan
jika semua anak bangsa ini berfikiran sama, jika anda konversikan
dengan modal yang beputar maka Anda akan kaget dan heran akan IMPACT
yang sangat luar biasa, yakin dan percayalah dengan cara kecil ini
Krisis ini tidak akan terjadi DISINI di BUMI INDONESIA.

Gunakan angkutan Massal jika itu anda bisa lakukan, itu akan membantu
untuk mengurangi konsumsi energi yang luar biasa yang sebetulnya
tidak perlu, disamping mengurangi polusi, jangan lupa disamping
krisis keuangan yang berpotensi menjadi krisis Ekonomi kita juga
dihadapkan dengan krisis Energy..!! kenyamanan mungkin belum kita
pikirkan sekarang, percayalah bahwa aroma sesaknya penumpang di
Angkot dan bus-bus itu masih menimbulkan secercah harapan bahwa
sector riil kita masih bergerak.

Berbelanjalah di pasar-pasar tradisional, berdayakan warung-warung
kaki lima , percaya atau tidak Ekonomi Kerakyatan terbukti mampu
menyelamatkan perekonomian kita.

Jika Anda seorang pelaku bisnis maka tolong jangan hanya memikirkan
untuk meraup keuntungan pribadi semata-mata hanya dengan memikirkan
Import barang-barang murah yang hanya akan menghancurkan produk dalam
negeri, jangan lari dari tanggung jawab dengan membawa lari modal ke
luar negeri, ingat menjaga, mengusahakan agar Capital Inflow akan
lebih bijkasana dan akan sangat membantu Negeri ini, jangan biarkan
capital outflow terjadi itu sama dengan menghancurkan perekonomian
Rakyat LET’ S SAVE OUR NATION, START FROM YOUR SELF!!!!

Lakukan hal sederhana ini maka Anda akan lihat akibat penyelamatan
yang luar biasa.

9 gagasan untuk “Mulai dari diri sendiri

  1. edratna

    Satu dan dua telah dilakukan…karena sejak awal saya tahu fundamental Bank ybs, apalagi penjaminan simpanan telah dinaikkan, ini juga upaya agar pemilik dana tak panik (walau cuma 2% yang punya simpanan di atas Rp.100 juta s/d Rp.2 miliar), tapi jika mereka bereaksi berlebihan akan membuat panik pasar…dan kelas inilah yang menyebabkan rush.

    Memborong dolar? Lha untuk apa (dan ga punya uang)? Kecuali kita punya perusahaan ekspor impor…tapi kan bisa menggunakan swap (perjanjian dengan Bank, pada tanggal tertentu akan beli dolar dengan harga tertentu).

    Panik? Tidak…tak sepanik tahun 97, karena saat itu anak-anak masih butuh biaya uang sekolah…kalau sekarang mereka telah mandiri.

    Pakai baju bikinan dalam negeri? Jelas iya, lha mau pakai baju mahal, juga orang tak percaya.

    Makanan sederhana? Marilah kita kembali ke makanan seperti lemper, tahu tempe, pisang rebus, juadah dsb nya….enak, rendah kolesterol.

    kalau saya istilahnya di Jepang, seperti mengayuh sepeda… jadi hidup dengan gaji yang ada dan tidak sempat menabung. Kalo makanan yang ibu sebut disini harganya mahaaaaaal sekali malahan heheheh
    EM

    Balas
  2. Melati

    Saya juga melaksanakan usaha tersebut itu.
    Setiap kali ke Jakarta, saya selalu membeli porduk Indonesia, kebanyakan yang nggak busuk.
    Maka selama tiga tahun di sini, saya tidak pernah membeli deterjen, sabun mandi, sabun cuci tangan, sampoo, pesta gigi,kosmetik, pembersih lantai,obat dari produk Jepang.
    Digunting rambut juga di Jakarta aja.
    Bisa nggak jadi bantuan untuk Indonesia?

    Wow jelas dong Melati san…semakin banyak orang Jepang yang begitu semakin bagus hehehe. Tapi kalau saya potong rambut selalu potong sendiri sih… jadi made in my hand hihihi.
    Oh iya Molto yang kamu belikan sudah hampir habis nih hehehhe.
    EM

    Balas
  3. Laurentia Angelina Liona Lee

    Dear Mrs. Miyashita,

    I would like to inform you that I have copied this blog and pasted it into my facebook’s wall; and no plagiarism as I have included the URL as the preference. 😉

    LET’S SAVE OUR NATION, START FROM URSELF!

    Hidup mba’ Imelda!

    ~LiOnA~

    Aw… Liona it was from a mailing list to everybody so you are welcome to spread the message.
    EM

    Balas
  4. rhainy

    mbak…aku gak punya deposito yang bisa dicairkan, gak punya saham untuk di jual, gak bisa panik (karena saking sering panik…kikikik…), makan durian pasti yang lokal berhubung aku selalu pulang ke Lampung kalo musim duren (dan duren Lampung enak lho mbak…)..jadi…aku udah mulai save nation ya mbak?? (hihihi…gak punya deposito kok bangga ya??)
    Ngomong2…mbak udah terima kunjungan dari orang2 Thai yang sebel karena mbak nulis postingan ini blom?? hehehehe…..salam mbak!!

    hihihi sama lahhh ngga ada deposit dan saham…adanya satu suami dan 2 anak saham abadi….
    org thai? moga-moga ngga bisa baca bhs indo hihihi….
    EM

    Balas
  5. Yulis

    Saya tidak tahu harus berbuat apa. Tetapi sejak dahulu kala saya merantau di CA dan US setiap kali berbelanja baju atau barang lainnya saya selalu berusaha membeli made in Indoneisa untuk saya sendiri atau suami. Walau merknya Banana Republik atau DKNY atau apapun akan saya pilih yang ada “Made in Indonesianya”. Dan percaya atau tidak menurut saya kualitasnya jauh lebih baik dari pada merk yang sama tetapi “Made in China” Jadi baju kami kebanyakan made in Indoenesia. thanks

    IYa dengan begitu saja sudah cukup kok Yulis. Saya juga sekarang jika mau membeli sesuatu liat dulu dari mana, sebisa mungkin beli dari Indonesia.
    EM

    Balas
  6. tuti nonka

    Repotnya, sekarang ini di Indonesia harga baju made in China lebih murah dan lebih bagus dari produk lokal. Waduh, bagaimana ini? (kok beda ya dengan pengalaman mbak Yulis?). China sekarang sudah bikin batik dengan warna yang nggak luntur, bikin bordir dengan komputer yang jauh lebih rapi dari bordir Tasikmalaya (dan semuanya murah). Kita benar-benar menghadapi tantangan berat. Harus ada upaya agar produsen lokal tidak gulung tikar.

    bener mbak, aku dulu kalau liat made in china selalu aku pisah waktu mau cuci pertama.
    Eeee sekarang, bagus sekali loh.
    EM

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *