Makanan Beku

Setelah ada kasus keracunan makanan beku yang dirpoduksi di China beberapa waktu, saya memang agak ragu setiap membeli makanan beku. Memang terkadang makanan beku seperti sayuran harganya lebih murah daripada yang segar. Tetapi pada musim panas biasanya banyak dipanen berbagai jenis sayur, sehingga harganya murah jika membeli banyak. Nah pada saat itu saya membeli dan merebusnya kemudian membungkusnya dengan plastic foil sedikit-sedikit cukup untuk sekali pakai, kemudian masukkan dalam freezer. Jadilah makanan beku ala imelda.

Cabe atau lengkuas yang saya beli di Indonesia, biasanya juga saya bagi-bagi/potong-potong kemudian masukkan dalam freezer setelah dibungkus kecil-kecil. Dan sebetulnya tahukah Anda berapa lama makanan itu bisa disimpan dalam freezer? Tentu saja tidak bisa sampai bertahun-tahun, tapi yang pasti untuk es krim tidak ada batasan kedaluwarsanya. Tapi perlu diingat bahwa sekali makanan beku dikeluarkan dari lemari beku, maka tidak bisa (jangan) dimasukkan kembali. Selain rasanya akan berubah, tentu saja selama di luar lemari beku, kesempatan bakteri-bakteri berkembang biak lebih tinggi. Batas atau temperatur ideal untuk lemari beku ini adalah minus 18 derajat. Dan kalau dilihat dalam bahasa Jepang, Beku adalah REITO – To =10 Jadi hari ini tanggal 18 Oktober merupakan hari Makanan Beku. (ada-ada saja ya Jepang!)

Selain hari makanan beku, hari ini juga merupakan Hari Statistik (nah ini mungkin mang Kumlod berminat). Tanggal 18 Oktober ini ditetapkan pada tahun 1973 sebagai hari statistik oleh pemerintah Jepang, karena pada tanggal 18 oktober 1870, pertama kalinya dikeluarkannya laporan produksi setiap prefektur di Jepang, yang nantinya ini akan menjadi “Statistik Produksi”.

13 gagasan untuk “Makanan Beku

  1. Melati

    Rendang dan sambal yang saya beli di rumah makan masakan Padang juga selama satu tahun lebih bisa bertahan.
    Rasanya juga tetap enak kok.

    Wah kalau rendang sih….bisa memang. Tapi kalau di rumah saya tidka akan awet segitu lama. Karena Gen dan Riku sukaaaaaaaaa banget.
    hihihi
    EM

    Balas
  2. mascayo

    itu cabe sama lengkuasnya ngga ke sensor imigrasi yaa ? 🙂
    btw thx infonya, nanti saya cek mamahnya zia, itu ikan buat zia kalo dah keluar freezer dimasukin lagi apa langsung dimasak semuanya

    ssssssssssssssssssssttttt mascayooooooo jgn sampe ada orang bea cukai baca (bukan bagian imigrasi kalo makanan sih)
    Iya sebaiknya apalagi ikan jangan keluar masuk freezer. lebih baik sebelumnya dibagi-bagi dalam plastik kecil yang cukup untuk sekali makan. Saya di jakarta juga begitu kok.
    EM

    Balas
  3. Oemar Bakrie

    Saya baru tahu kalau es krim tidak ada kadaluwarsanya, tapi masak sih?

    Bener tuh pak. saya pernah lihat di acara TV dan waktu saya cari di Internet juga tidak tercantum.
    Tapi ya selama-lamanya es krim di freezer masak sih kita tidak mau makan es krim itu sampai… lets say… 5 tahun? hahahaha… Apalagi kalau es krimnya Haagen Dazs waaah belum sempat masuk freezer aja sudah habis bisa-bisa hihihi.

    Balas
  4. aminhers

    wah mesti ati2 nih’
    lebih baik bikin nasgor yg bahannya langsung dari pasar nih, ha..ha..

    cie cie…yang udah jago masak nasgor nih…
    tapi pak, kalo….kalooooooo nasgornya nyisa jangan lupa masukin freezer ya. hihihi
    EM

    Balas
  5. Denok

    bu imelda lagi2 membagi tips dan ilmu nya..asyik..asyik…buat persiapan denok jadi ibu rumah tangga yg baik nih..makacih.. 🙂

    cieee, kapan nih janur (kuning)nya hihihi. itu soal bagi2 cabe/sayuran ke plastik kecil, juga berlaku untuk ayam potong ,daging, bakso dsb loh heheheh

    Balas
  6. ai

    bnyk banget hari2 di jepang ni ya….???
    sangat menghargai segala sesuatu masyarakatnya ya

    iya tiap hari ada peringatannya …bahkan 365 hari rasanya kurang tuh
    EM

    Balas
  7. edratna

    Orang Jepang nih, semua hari kali ada namanya ya…
    Ilmu yang bisa digunakan sehari-hari…kalau mbak Ti pilih ke pasar tiap dua hari sekali, kecuali belanja bulanan. Dan karena memang saya tak terlalu suka daging, ya belanjanya sederhana aja…kecuali kalau suami dan si bungsu datang.

    Sejak saya tinggal di Jepang bu, saya agak cerewet dengan cara masak orang Indonesia. Karena terlalu lama di atas api, misalnya untuk menumis dan merebus. Kalau memang makanan yang perlu bumbunya meresap ok deh. Tapi kalau seperti sup makaroni atau sup bayam atau tumis-tumis (kangkung, bayam dll) orang Indonesia terlalu lama di atas api. Dan seperti masakan begitu kalau sudah dingin kan tidak enak. Jadi harus bikin on the spot. Saya sendiri hanya punya waktu 30 menit – 1 jam untuk masak setiap harinya, jadi harus masak cepat dan berurutan kalau tidak keburu tidur heheheh. Rekor tercepat masak…20 menit hehehe. (Tapi jangan tanya nama ya, karena biasanya varian baru tuh eheheh)
    Kalau suka tumis2an akan lebih baik kalau sayuran itu direbus setengah matang duluan jadi tidak lodo nanti juga kalau ditumis (karena biasanya takut belum matang kan).
    EM

    Balas
  8. tanti

    Haih.. Imel, gimana caranya ‘menyelundupkan cabe dan lengkuas itu? dimasukkan dalam laundry bag seperti saran bu Enny yah? hihi 😉
    Btw, di Jepang selain Hari Makanan Beku apa ada Hari Makanan Segar atau Hari Makanan lainnya?

    Oh Tanti, saya biasa saja kok masukkan koper. soalnya ngga pernah diperiksa sih heheheh
    Makanan hari segar tidak ada, tapi jenis2 tumbuhan tertentu ada, seperti pernah saya posting tentang hari pare, ume dsb (bisa lihat di INDEX)
    EM

    Balas
  9. nh18

    Es Krim … tidak ada kedaluarsa …??
    jelas saja …
    satu hari sudah amblas itu … dari freezer pindah ke perut …

    ini studi kasus di rumah ku lho EM …
    hehehe

    Di rumah kamu keknya … setengah hari deh … (hihihhiiihih)

    iya memang kalo di rumah orang-orang yang kayak kita-kita ini
    tidak perlu batas kedaluwarsa.
    Tapi pernah ngga beli es krim yang salah, yang rasanya tidak disukai.
    atau peminatnya di rumah sedikit… bisa bertahun-tahun deh itu es krim di freezer.
    Aku pernah salah beli Haagen Dazs dulu, maunya chocholate macadamia nuts…
    salah beli macadamia nuts yang vanili aja. Ternyata yang coklat sudah tidak diproduksi lagi.
    Akhirnya tidak ada yang makan. Setelah lama (lupa berapa lama 6 bulanan mungkin) akhirnya aku olah jadi isi crepe lalu ditambah saus coklat deh.
    EM

    Balas
  10. Lala

    Di rumah juga ada es krim yang nggak juga termakan sampai berbulan-bulan…
    Dan postingan ini bikin aku sadar!

    hahaha…
    Pulang kantor…. SIKAT!!! 😀

    Nahhhh kan berarti posting aku berguna hihihi
    EM

    Balas
  11. Yulis

    Sepertinya di Jepang setiap hari adalah hari istimewa untuk sesuatu. Untungnya ga pada minta libur ya kak setiap hari khusus. thanks

    hehehe, yang pasti minta libur itu kan orang Indonesia. Orang Jepang, biarpun libur, kalau banyak kerjaan ya masuk kerja aja kok. Suami saya nanti november setiap sabtu kerja (libur hanya 4 kali hari minggu saja…. dan …. kalau perlu dia juga masuk hari minggu itu hiks)
    EM

    Balas
  12. tuti nonka

    Saya selalu menyimpan masakan beku pada saat lebaran, ketika ‘si mbak’ pulang kampung. Yang dibekukan ini masakan baru loh, fresh from the kompor …
    Sesudah dingin, masakan dimasukkan kantong plastik atau wadah plastik kecil, ditulisi (soalnya kalau sudah beku, susah dikenali apakah masakan itu rendang atau sambel goreng, misalnya).
    Kalau ingin makan, tinggal dikeluarkan dari freezer, dicairkan di microwave, dan siap santap. Kalau mau lebih awet, dipanaskan lagi di kompor.
    Tapi seperti kata Mbak Imelda, makanan yang sudah dikeluarkan dari freezer harus habis, jangan disimpan lagi.

    Iya saya juga selalu begitu mbak… Tapi kalau rendang yang beli di restoran sih saya tidak pernah masukin freezer, biasanya ngga lama kok abis nya heheheh
    EM

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *