Kota Metropolitan Tokyo

Kota Metropolitan Tokyo

Waaah karena mendapat pertanyaan/komentar dari Mascayo, saya jadinya dapat bahan untuk posting malam ini, sebelum hari berganti — dan sebelum bobo, capek euy hari ini (karena saya punya komitment pada diri sendiri untuk posting minimum 1 setiap hari). Pertanyaannya: “lho Tokyo baru tahun 1898 toh didirikan, lha sebelumnya apa ya Mbak?”

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/99/Tokyo_odaiba.jpg
from wikipedia japan

Heheheh, sebagai seorang sejarawan (gaya deh namain diri sendiri sejarawan) , jadi gatal deh kalau tidak menjelaskan sedikit tentang Tokyo, yaitu sejarah penamaan Tokyo. Memang Tokyo itu secara resmi didirikan tahun 1898, sebagai ibukota negara Jepang dan sebetulnya dinamakan Tokyo karena dilihat dari kanjinya juga bisa, yaitu TO =higashi artinya timur, dan Kyo dari kyoto. Karena kota ini berada di sebelah timur Kyoto, maka dinamakan sebagai Tokyo.

Nah Sebelum itu bagaimana, emangnya belum ada kotanya? Ada, dan namanya adalah EDO atau kadang ditulis dalam bahasa Inggris sebagai YEDO. Sampai dengan restorasi Meiji nama kota yang sekarang saya tinggali ini adalah Edo, baru kemudian berganti menjadi Tokyo. Pusatnya di wilayah Chiyoda, dengan istananya Edo Castle. Biasanya umum bisa masuk ke halaman Edo Castle ini waktu Kaisar berulang tahun yaitu tanggal 23 Desember. Terus terang saya belum pernah ke sini. (Tokyo Tower aja belum pernha masuk…. biasa lah kalau kita tinggal di kota itu, biasanya kita pergi ke tempat wisatanya sendiri paling akhir kan…pikirnya ntar aja lah… Saya mau tanya sekarang, ada yang sudah pernah naik MOnas? hehehe)

Nah, Edo itu merupakan ibukota pemerintahan Shogun (Jendral) keluarga Tokugawa yang menjadikan jaman pemerintahannya itu diberi nama Jaman Tokugawa 1603-1867. Saat ini Jepang menutup negeri dari bangsa lain, dan satu-satunya pintu masuk yang boleh dimasuki pedagang asing, dalam hal ini Belanda adalah Dejima. Selama hampir 300 tahun berkuasa, keluarga Tokugawa ini dianggap sukses menyatukan Jepang. Nah…. skripsi saya tentang sejarah pendidikan jaman Tokugawa ini, yaitu sekolah rakyat, mirip pesantren (tapi bukan) bernama Terakoya. Gitchuuu dehhh (ngga mau lebih detil ntar yang baca bosen).

Jadi Edo adanya mulai 1603? Ya nggak lah, sebelumnya juga ada tapi bukan sebagai ibukota pemerintahan. Kalau dilihat sejarahnya, Kota Edo bisa ditelusuri sampai akhir jaman Heian (704-1185). Jadi sebetulnya kota saya sekarang ini sudah tuaaaaaaaaaaa banget, tapi nama Tokyo nya itu masih muda…..

20 Comments

The famous Tokyo Tower itu, kan? Blum pernah? Oh my God! Sama kayak Lala dong… Hehehe.

Eniwei,
Makin salut nih ma my sistah. Hobinya ngoprek wikipedia jepun… Sugoi ne…!
Jadi, jadi, emi-chan menerima pertanyaan ya? Uhui, Lala cari-cari dulu deh… :d

Oh iya jadi lupa, mau bikin pages FAQ…. menampung pertanyaan pembaca taelah.
emang gue pengasuh rubrik kontak hati ya?
Tahu ngga la, kadang aku cari arti kata bahasa Inggris di kamus jepang…lebih ngerti daripada di kamus inggris-indonesia yang minim keterangan pemakaian hihihi.

Emang kamu bisa nanya la? mana…tanya dong sama diriku. Tapi jangan tanya dimana jodohku, coz aku ngga bisa jawab kalo yang itu hehehehe.
EM

Saya juga baru ke CN Towernya Toronto pada saat sebulan mau meninggalkan Toronto. Padahal sudah tinggal disana 2 tahun dan setiap hari berseliweran disekitarnya. Cara berfikir manusia memang aneh.. 🙂 thanks

Apakah itu menunjukkan kita penganut paham Save the Best for Last?
EM

hmmm begitu yaa ..
waktu ke Gifu pernah maen ke castle (tapi bukan edo castle kayaknya), baca-baca sedikit tentang tokugawa …
ah jadi pengen ke jepang lagi (*kapan yaa bos ngajak jjs lagi hihihih 🙂
makasih mbak .. pertanyaanku dijawab … hehehe
btw, ada bingkisan buat mbak di blog ku , kalo berkenan 🙂

Iya Pak, Hampir setiap perfektur punya castlenya sendiri, karena biasanya pembagian prefektur itu juga dipusatkan pada “domain” -semacam kerajaan kecil yang ada. Jadi di Tokyo ada Edo Castle, di Odawara (dekat Yokohama) juga ada Odawara Castle, dsb dsb.
Kapan datang ke Jepang, kasih tahu saja. Paling sedikit bisa telpon (wahhh kalo telpon aja mah sekarang juga bisa yah hihihi). Misalnya nih dari Gifu ke Tokyo… naik shinkansen makan waktu 3 jam-an dan harga tiket pp 30.000 yen (2,4 jt rupiah). Hmmm pasti kantornya Mascayo pabrik xxxx deh. heheheh

Oh ya terima kasih bingkisan lebarannya. Saya kumpulin dulu ya biar banyak terus balas secara mass product hahahha. Zia dna bundanya udah balik belum nih? Kasihan sendirian yah (apa malah seneng kali hihihi)
EM

Iya benar sejarah Tokyo nya, mbak.
Pada zaman dahulu, kira-kira awal tahun 1000-an, orang pemerintah yang berbuat kesalahan atau kejahatan dihukum pindah ke wilayah Tokyo yang jauh dari Kyoto.
Waktu itu,wilayah itu memang cuma daerah terpencil dan si penjahat menangisi lingkungan baru yang jauh berbeda dengan Kyoto yang kebudayaannya sudah mantap.

Menurut saya, orang Indonesia yang mau ke Jepang lebih baik mampir ke Osaka, Kyoto, Nara, dan Kobe karena kota-kota yang besar dan terkenal itu berdekatan sehingga kita mudah berkeliling.
Dan Suasana Osaka mirip dengan Jakarta, terutama adat lalu lintas.

Hahahah Osaka memnag mirip Jakarta soal lalu lintasnya. Tapi soal penduduknya bukannya mirip Surabaya? Karena banyak orang yang berjiwa pedagang dan mereka selalu terus terang? Seperti kamu?
hihihi. Well, karena saya sekolahnya di Yokohama, Saya sangat cinta Yokohama. Di Yokohama ada gunung, ada pantai, bahkan ada pecinan…. dan kota yang romantis. Please come to Yokohama…..
Sebentar lagi (mungkin) saya akan menjadi warga Yokohama hehehe
EM

kira2 musashi pernah nyampe tokyo ga ya….

maklumlah wong ndeso blom pernah nyampe sana, paling denger2 dongeng doang dr nyokap waktu pertukaran guru dulu ato istri yg kalo kesana selalu pake tour yg murah meriah tp maksa banget….
dengernya aja spek tour kaya gitau dah mules dulu deh, he he he….

Musashi kan nama keluarga heheheh Jadi ya bisa aja udah nyampe Tokyo, bahkan sampe ke jkarta mungkin hihihi. Kecuali yang jadi tokoh di novelnya Eiji.

EM

Nah kan, lagi-lagi aku mendapatkan hal baru dari setiap postingan Mbak Imel. Jadi tau nih sejarah kota Tokyo. Sesuatu yang tidak tergelitik olehku sebelumnya untuk kuketahui. Makasih, Mbak Imel…

hehehe maaf ya dicekokin sejarah
EM

Hai mbak Imel,
Akhirnya aku nggak jadi “phantom” lagi di sini. Tulisannya menarik sangat, apalagi buat orang yang awam seperti aku. Thanks informasinya..

*mulai berkelana lagi melihat-lihat isi Blog mbak Imel*

Hai phantom… Kalo kamu phantom, aku poltergeist aja deh heheheh.
silakan silakan…nanti aku juga mau baca tuh yg awal2 blog kamu…perlu belajar byk aku.
EM

Hmmm …
Lagi …
Pengetahuan yang baru bagi saya …
Thanks Ya EM …

The Resourceful Wonder Woman …

kembali mas…cuman terjemahin dan gabung-gabung wikipedia aja kok hehehe.
EM

Eh, bukan nggak tergelitik soal sejarahnya. Aku selalu suka sejarah. Tapi belum tergelitik soal Tokyo dan Jepang.

Jadi nggak soal dicekokin sejarah! 😉

ahhhh Danny…kalo kamu main mata gitu ntar besok-besok blog ini isinya kuliah sejarah Jepang.
So….skr sudah ada minat terhadap Jepang (karena ada aku kaleeee …ge er boleh kan dikit hihihi)?
Atau aku harus belajar sejarah Australia mungkin? hihihi
Gimana ngantor tadi?
EM

baru tau kalo arti kata tokyo itu sebelah timur kota kyoto…
jadi menambah wawasan nih…
thanks for sharing ya..

heheheh iya
Kanjinya 東 timur  京 (kyo) dari 京都 Kyoto

EM

Isinya kuliah sejarah Jepang? Whaaa… malah menarik banget itu! Itung-itung belajar.

Tapi, woi-woi, sejarah Australi-nya nggak usah disebut-sebut kaleee… Hus!

hihihi…. ok sedikit-sedikit saya tulis ya… sekalian mendokumentasikan skripsi saya yang ditulis pake Hard disc berupa lembaran kertas (masih ingatkah? atau Danny belum lahir kali ya hehhehe)
Kalo sejarah Aussie mah lebih baik tanya yang tinggal di sana yah heheheh
EM

Kyoto, Tokyo …. kok cuma dilobak-labik, eh … dibolak-balik. Saya pikir dulu orang Jepun cari gampangnya aja, udah ada Kyoto ya udah bikin Tokyo aja ….
Memang betul, kita sering ‘melupakan’ obyek wisata di kota kita sendiri. Saya juga baru-baru aja mengunjungi obyek-obyek wisata di Yogya, seperti Keraton, Tamansari, Benteng Vredeburg, Monumen Yogya kembali, dll. Mungkin karena merasa ‘sudah jadi milik kita’ dan ‘besok-besok juga masih ada disitu kok’, jadi kita sering tidak meluangkan waktu untuk mengunjungi obyek-obyek wisata di kota sendiri.

Betul mbak…. obyek wisata kota sendiri biasanya dilupakan. saya sekarang sedang mengumpulkan tempat wisata yang dekat rumah… tapi kebanyakan di dekat rumah saya memang TAMAN nya banyak… orang Indonesia kan ngga begitu suka taman…sukanya gedung atau atraksi. heheheh

jadi pengen ke tokyo.
tapi sebelumnya aku musti ke jakarta dulu.
(ya iyalah, kan terbangnya dari cengkareng)

makasih atas artikel ini, mbak.
aku jadi mengunjungi tokyo tanpa harus mengunjungi tokyo!

Kalau mbak dok bisa ke Tokyo, pleaseeeee hubungin saya ya…
EM

Foto di atas Tokyo Tower ya?
Bentuknya kayak Eiffel, tapi dicat merah…
Btw, aku beruntung pernah ke Monas karena aku pendatang. Aku ke Monas waktu pertama kali berkunjung ke jakarta (pikinik). Kalau dulu tidak sempat, pasti setelah lama tinggal di Jakarta, tidak bakal sempat juga ke Monas.

IYa memang seperti Eifel, bukan dicat merah tapi di light-up gitu. Pokoknya kalo abang/asunaros ke sini aku anter deh. Jangan salah bang, aku udah pernah ke MONAS, krn aku bawa turis Jepang ke sana. naik lift dengan deg-degan dan nahan napas (agak pesing tuh liftnya). Aku cuman takut kalo ada apa-apa gimana sama tamu-tamuku ini. Safety is not the first in our country, is it?
EM

Lebaran kemaren ke Tokyo tapi bukan saya, temen saya dan keluarganya. Dapet oleh2 dua sumpit Jepang, bagus banget, jadi sayang buat dipake, dipajang aja ah… 😀

Sejarah Jepang kan ada di Novelnya Mushashi atau sebagian di ceritanya Samurai X. Tokyo Tower tahu dari cerita Detektif Connan… 😀

Gw belum pernah naik ke leher sama kepala Monas, padahal tinggal ngesod dari kantor… Bener, save the best for last sih kayaknya… 😀

Jamannya Musashi mana ada Tokyo tower? th 1964 tuh selesainya. Musashi jaman kapan?
Kalo Conan sih iya… Cakep ya si Conan.

wow..hanya bisa membaca,,gak bisa mengunjungi(mungkin bisa kali yah??)menyedihkan benar aku ini..moga-moga dapat beasiswa ke sana,doain yah…klu aja ada yg mau ngasih duit((siapa yg mau ayoooooo???)aku terima denggan ikhlas..hahahahahahahahahahaahahaha

Wah… cerita mba’ bikin saya pegin terbang ke Jepang lagi, meski sulit mbeda’in mimpi ato cita-cita, tapi aku tetep masih pingin sekali lagi terbang ke sana. Palagi setelah mbaca tulisan mba’ini ….. wahhhh !

Saya ke monas, karena baru datang dari Banjar saat itu.. hehe.. tapi saya ke Pasar Terapung di Banjar, setelah saya sekarang tinggal di Jakarta.. walah dalah.. selama puluhan tahun kemana aja yaa?? :p

こんにちは、Mbak Imelda 🙂

Cuma mau komen aja ternyata kita ambil background zaman yang sama untuk skripsi kita. Tetapi skripsi aku membahas tentang sistem Danka (Kuil Budha di sebuah keluarga Jepang) pada zaman Edo / Tokugawa saat agama Kristen mulai masuk ke Jepang di zaman Tokugawa tersebut 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

Previous Post :