Terbuai Uncle Walter E. Disney

16 Sep

Hari Minggu yang lalu merupakan hari pertama libur untuk Gen dalam bulan September. Tiap hari paling cepat pulang jam 9 malam. Jadi hari Minggu pagi, begitu tahu bahwa hari itu tidak akan hujan, jam 1 siang kita berangkat ke Maihama, Chiba tempat Disney Resort berada. Waktu pergi kita rahasiakan pada Riku tujuan kita kemana. Dia pikir akan pergi ke Taman atau menangkap serangga saja. Tapi selama mempersiapkan perlengkapan untuk Kai seperti baju ganti, pampers, susu dsb makan waktu lama karena Kai smaa sekali tidak mau lepas dari aku. Digendong papanya juga nangis terus sampai histeris. Hmmm aku juga jadi bingung. Kayaknya musti reguler masukkan dia ke penitipan setiap hari nih. Kalau tidak bisa bingung aku kalau kerja.

Kita sampai di Disney sekitar jam setengah empat, setelah parkir mobil di tempat parkir yang gedenya se kebayoran, kita masih naik monorail untuk ke stasiun DisneyLand. Dan ada stasiun baru rupanya yang letaknya persis di depan gerbang Disneyland. Dulu kita masih musti jalan jauh untuk bisa sampai ke gerbang Disneylandnya. Rupanya di situ juga merupakan stasiun Hotel Disney yang baru dibuka bulan July lalu. Hmmm hotelnya bergaya eropa gitu…. mungkin perlu reserve tempat setengah tahun sebelumnya ya.

Photobucket Photobucket

Karena kita sampai sekitar jam 4 kita jadi bisa beli tiket Starlight Passport (Adult 4700 yen/child 3200 yen). Langsung masuk lewat gerbang utama, dan disambut dengan hiasan Halloween … Hiasan Summer sudah berganti dnegan Happy Halloween. Dan tahun ini TDL (Tokyo Disney Land) berusia 25 tahun. Aku jadi ingat waktu ulang tahun ke 15, persis mama datang ke Tokyo dan kita pergi sama-sama. Mama setiap ke Tokyo pastiiiiii mau ke Disneyland. Heran juga aku, tapi dengan semangatnya (mengalahkan yang muda-muda) ikut mengejar Chip and Dale, dan berfoto bersama hehehe. Memang DisneyLand bisa memukau segala usia.

Continue reading

Percakapan Dalam Keluarga di Jepang

16 Sep

Riku akhir-akhir ini cerewet sekali. Yang pasti memang dia suka mengikuti cara saya bicara. Dan kadang isinya jadi tidak sesuai dengan umurnya. Kadang saya dimarahi dia atau dinasehati.

Berikut adalah sebuah percakapan “khas” keluarga Jepang:

(Ttg Mama)

Riku : “Papa, saya pikir mama merasa papa tidak pernah perhatikan dia loh!”

Papa: “Mungkin karena papa selalu kerja, kerja, dan kerja terus ya?”

Riku : “Tanya dong sama mama!”

Papa: “Ogah!”

(日本人の家庭)
R:パパはママのことかんがえてないって、ママは思ってると思うよ。
俺:パパ、仕事のことばっかだから、そうかもしれないな。
R:ママにきいてみたら?
俺:やだ。
(Pekerjaan)

Riku : “Papa, besok kelihatannya akan hujan, Jadi cepat-cepat kerja dan cepat pulang ya!

Papa: “OK”

Riku : “Papa, kalau papa mengerjakan kerjaan yang menyebalkan dulu, baru kerjaan yang disukai, pasti kerjanya cepat selesai loh!. Riku juga selalu makan yang nggak enak dulu, baru makan yang enak loh!”

Papa: “Ok …Ok… nanati papa kerjakan pekerjaan yang ngga suka duluan deh”

(いい仕事)
R:パパ、あした雨みたいだからいい仕事してはやく帰ってきてね。
俺:ああ、そうするよ。
R:パパ、いやな仕事をさっさとやっちゃってからすきな仕事だったらすぐにおわれるでしょ。Rちゃんもおいしくないの先にたべちゃってからおいしいのたべるようにしてるんだよ。
俺:わかったわかった。いやなしごとからかたづけることにする。

Hari untuk Lansia

15 Sep

Bahasa Jepangnya Keirou no hi 敬老の日 (hari libur nasional)。Sampai dengan tahun 2002, Hari Lansia ini selalu diperingati setiap tanggal 15 September apapun harinya. Tapi sejak ada kebijaksanaan Happy Monday (membuat hari libur beruntun Sabtu, Minggu, Senin ….seperti di Indonesia lah), maka sejak tahun 2003 berubah menjadi Minggu ke 3 bulan September.

Mengapa ada hari libur yang disebut sebagai Hari Lansia itu sih? Kabarnya pada tahun 1947, di sebuah desa di Prefektur Hyogo, menetapkan adanya hari Toshiyori no Hi (Hari orang tua), dengan slogannya “Kita pinjam akal pikiran orang yang tua untuk membangun desa kita”. Karena tanggal 15 September itu dianggap merupakan hari paling cerah, maka setiap tanggal 15 September itu diperingati Hari Lansia, dan dari desa tersebut pada tahun 1950 menyebar ke seluruh prefektur, dan pada tahun 1966 resmi hari Lansia ini menjadi hari libur nasional. (Hebat ya…mulai dari desa tuh..)

Lalu pada hari ini Lansia ngapain? Ya biasa saja sih, tapi biasanya dari pemerintah daerah di tempat tinggalnya, ada hadiah dibagikan pada lansia ini (biasanya berupa kue Jepang Manju merah putih atau Kastela). Bagi lansia yang punya cucu-cucu biasanya hari ini juga bisa diadakan “pertemuan” keluarga. Bila ditanya, yang namanya Lansia itu dari usia berapa? Hmmm susah juga ya. Jawabannya semua orang yang sudah tua = lansia. Semestinya dari usia 60 tahun karena dalam kalender Cina (Shio) manusia itu genap 5 kali mengalami satu putaran kehidupan yang lamanya 12 tahun (Satu putaran itu ada 12 shio) dan dalam bahasa Jepangnya disebut Kanreki. Pada usia 60 tahun ini juga biasanya pegawai akan berhenti pensiun.  Tapi karena usia harapan hidup orang Jepang semakin tinggi, umur 60 tahun belum dianggap tua. Kalau boleh saya menetapkan (menurut saya) Lansianya itu mulai 70 tahun.

Sebagai informasi tambahan Peringatan khusus bagi lansia setelah Kanreki (60 tahun) adalah waktu mereka berusia, 70 th, 77 th, 80 th, 88 th, 90, 100 tahun dan 111 tahun. Menurut laporan pemerintah jumlah lansia sekarang jumlahnya mengalami peningkatan yaitu sudah memecah angka 10% dari jumlah penduduk.

My facts/habits

15 Sep

Aduh dapat pe-er tuh ngga enak ya…musti dikerjain. Padahal I am a procrastinator, yes! The fact number one is that. Jadi ada peraturannya jika Anda nanti diminta untuk mengerjakan PR ini yang saya dapat dari Putri, yaitu sbb:

1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten
things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.

OK mau tahu fact/habitnya sang empunya blog ini?

  1. Procrastinator, suka menunda pekerjaan apalagi kalau tidak suka …uuuhhhh ditunda terus sampai saat terakhir deh. (Procrastination is a type of behavior which is characterized by deferment of actions or tasks to a later time. Psychologists often cite procrastination as a mechanism for coping with the anxiety associated with starting or completing any task or decision. For an individual, procrastination may result in stress, a sense of guilt, the loss of personal productivity, the creation of crisis and the disapproval of others for not fulfilling one’s responsibilities or commitments. These combined feelings can promote further procrastination. While it is normal for people to procrastinate to some degree, it becomes a problem when it impedes normal functioning. Chronic procrastination may be a sign of an underlying psychological or physiological disorder. See more)
  2. Tidak bisa diam, mengerjakan sesuatu bisa dua-tiga pekerjaan sekaligus. Misalnya sedang bertelepon maka bisa sambil masak/mengerjakan sesuatu di komputer, atau sedikitnya ambil bolpen dan menulis nama dengan huruf latin atau kanji, menggambar bunga, muka orang atau balon di kertas dll.  Tapi jika ingin berkonsentrasi harus tutup mata, then saya bisa konsentrasi. Jadi kalau lihat saya tutup mata belum berarti tidur loh!)
  3. Tidur di mobil jika tidak sedang menyetir, dan lebih lelap daripada di tempat tidur. Padahal sehari biasanya tidur hanya 4-5 jam saja. Kayaknya saya memang Gypsy nih…
  4. Selalu menghentikan kegiatan apa pun untuk mengantar suami sampai depan pintu setiap dia berangkat kerja, setiap hari 24/7…hampir 9 tahun tuh (kecuali sayanya ngga di Tokyo). (how romantic isn’t it…sekali-sekali muji diri sendiri)
  5. Suka baca novel romance, dan autobiografi. Benci fiksi yang seperti Harry Potter (nonton aja sih kalo ini jgn baca) atau Science Fiction.
  6. TIDAK SUKA nonton film/TV. Jadi kalau mau ajak saya nge-date jangan ke Bioskop yah…
  7. Punya lambang/simbol burung hantu. Ntah kenapa aku suka sekali (melambangkan kebijaksanaan dan kepandaian), meskipun belum seperti bapak mertua yang hobinya ngumpulin semua benda Burung Hantu.
  8. Hobinya mengumpulkan sesuatu, mulai dari perangko, kartu pos, key holder, coin, cd/kaset jadul, DVD’s, buku (ini masuk koleksi ngga ya?)…huh jadi sampah semua. Jadi inget postingnya mas trainer yang Pemulung. Yang sudah dihentikan, kumpulin tissue dr segala restoran, tatakan gelas, dsb dsb. (hasil embatan di Disneyland kemarin…. hehehe)
  9. Pencemburu dan pendendam…haiyah… jangan bikin masalah deh sama saya. Kecuali kalau orang itu mau mengakui kesalahannya dan minta maaf loh…(krn sesungguhnya aku ini juga pemurah hihihii)
  10. Tidak (begitu) suka makan nasi, lebih baik roti, atau noodle (Chinese or Italian)… trus makannya dikit tapi sering (makanya ndut kamu mel hihihi)

Ok segitu dulu buka-bukaannya karena diminta cuman 10 toh. Padahal banyak tuh yang bisa direveal hihihi.

Nah… yang bingung tuh untuk menentukan siapa 10 orang korban karena saya tidak suka membebankan orang lain. So please, kalau terpilih dan tidak suka ngerjainnya…cuekin aja hihihi.

(Ada perubahan soalnya dapet sms dr kiki….)

  1. adikku Lala
  2. Abang Hery
  3. Mas Trainer (biar dobel kerjain pe-ernya musti dijawab sampe 20… rasain!!! hihihi)
  4. Yulis
  5. Ibu Enny… kalo sempet aja ya bu.
  6. Mbak Tuti … (buat iseng mbak…)
  7. Rifai (jangan kebanyakan nge-plurk)
  8. Dewi (biar ngga pusing)
  9. Japs Mr Enjel hehhehe (biar ngga mikirin enjelnya ajah)
  10. Pak Amin (nemenin buka/sahur dan mandangin banjir di Bangkok)

Wes………. pe-er ku udah selesai… bisa santai lagi deh.

Saiga

14 Sep

Saiga adalah sejenis Antelope di daerah Rusia dan Mongol. Pagi tadi ada program tentang Saiga di NHK Bs, dan kebetulan Riku dan Gen tonton. Sambil makan menonton program itu, dan tiba-tiba Gen bilang, “Itu saiga tidak bisa membedakan anaknya atau bukan dengan suara anak-anaknya. Bagaimana dia bisa tahu ya bahwa yang itu anaknya atau bukan….”

Sambil membersihkan lantai yang kotor karena Kai makan belepotan, saya memikirkan kemungkinan-kemungkinannya, tapi tiba-tiba Riku bilang,”Pasti dari baunya…. Dia bisa tahu dari bau anaknya…”
Dan benar, narator di program itu berkata bahwa Saiga mengetahui anaknya dari baunya.

Langsung saya dan Gen lihat-lihatan dan kaget… ya ampun Riku…lebih pinter dari papanya ehhehe. Kami puji dia , dan dengan tersipu dia bilang, “Saya pikir pasti itu jawabannya deh. Riku pintar ya?”

Saiga…Saiga… Kayaknya Riku harus lebih banyak lihat film-filmnya National Geographic deh. Tapi selama ini dia selalu menonton Stanley dari Disney Channel, yang menurut saya juga banyak menjelaskan tentang binatang-binatang.

Kematian mengintip – lebah dan kerang

13 Sep

Kemarin malam, saya mendapat email dari teman se-mansion (apartemen), Miki san, yang memberitahukan agar berhati-hati kalau berada di parkiran sepeda/parkiran mobil dekat pintu keluar mansion kami. Karena di situ ternyata ada sarang lebah Suzume Bachi. Suzume bachi adalah lebah yang menghasilkan madu, tetapi lebih ganas dari lebah madu biasa, karena mereka memakan serangga lain…alias carnivora.Dan jika manusia disengat lebah itu maka bisa lebah yang beracun dapat menyebar ke seluruh tubuh dan dapat membawa kita pada kematian.

So, saya cari dalam bahasa Inggris keterangan tentang Lebah jenis ini, tapi ternyata tidak ada/ atau baru sedikit sekali. Memang katanya Suzume Bachi ini asli dari Jepang, termasuk lebah mematikan. Jadi seandainya ada orang Indonesia yang tinggal di Jepang, harap berhati-hati jika bertemu lebah ini. Dan jika Anda tersengat lebah ini, jangan menghalau atau melakukan gerakan yang panik, karena semakin banyak gerakan akan mengundang lebah lain untuk mendekat…dan matilah Anda. Lari menjauh, dan usahakan mengeluarkan cairan bisa dari tempat yang disengat. Jangan pakai mulut (dengan cara diisap) karena jika dalam mulut terdapat luka, maka bisa akan masuk lewat luka di mulut tersebut. Alirkan air terus ke luka sengatan untuk mengeluarkan bisa tersebut. Bagus juga jika diberi ocha (teh) yang mengandun tannin atau katekin. Sambil didinginkan segeralah ke Rumah Sakit. Hal ini harus diperhatikan sekali, apalagi jika Anda sebelumnya pernah disengat lebah jenis yang sama. Yah…mudah-mudahan kita jangan sampai disengat lebah ini ya

Kematian yang mengintip kita dalam kehidupan di Jepang yang ke dua (menurut saya) adalah Kerang, Kai, dan itu jika dimakan dengan mentah. Kerang Mentah yang terkenal dari Hiroshima itu memang enak, tetapi jika tidak hati-hati, kita bisa keracunan kerang. Saya pernah mengalami keracunan kerang, dan aduuuuh bener-bener deh… rasanya mau mati. Selain buang air juga muntah-muntah ….dan seharian badan lemas. Waktu itu saya pikir, ngga lucu ah kalau ada surat kabar menulis; “Seorang mahasiswa dari Indonesia, Imelda, (28th) ditemukan tewas akibat mengkonsumsi kerang”… Ngga kerena kan cara matinya hahaha. Dan begonya saya waktu itu, tidak langsung pergi ke RS. Untung bisa sembuh, karena sesudah itu saya baru tahu bahwa orang bisa mati karena keracunan kerang …hiks.

Memang sih kita bisa mati dimana saja, kapan saja dan dengan cara apa saja. Tapi kalau bisa dihindarkan lebih bagus, bukan?

Waktu yang tepat

12 Sep

Kapan ya waktu yang tepat untuk memberikan anak-anak bermain play-station, komputer atau video game? Saya lihat banyak anak-anak sudah diberikan mainan itu sejak dini. Dan di Jepang pun dengan mewabahnya Wii, Nintendo DS, Xbox, banyak sekali temannya Riku (5 tahun)  yang sudah mempunyai DS sendiri. Waktu Riku minta, saya selalu berkata,”Nanti kalau kamu sudah umur 10 tahun!” Saya takut kalau dia kecanduan game. Tapi?

Setelah saya mengetahui bahwa DS juga mempunyai Soft untuk belajar hiragana, saya dan gen akhirnya memutuskan untuk membelikan Riku DS itu dengan harapan dia bisa belajar membaca dan menulis hiragana sebelum masuk SD. Dan kami membuat perjanjian, bahwa sehari main game “Naruto” dan sehari “Anpanman Hiragana” bergantian. Hari-hari pertama memang dia getol sekali main. Tapi setelah lewat seminggu tanpa dilarang untuk mainpun dia cuma main sejam…. Dasar bosenan (kayak mamanya hihihi)

Dan untuk mengimbangi Riku, saya beli soft untuk belajar Kanji. Mau ikut Test kemampuan Kanji (entah kapan)… bisa lulus level berapa ya…. meskipun harus bersaing dengan orang Jepang??? Level 5 aja mungkin udah bagus ya? Kalo Gen level 1? hehehe. Tapi ternyata waktu latihan cukup mandeg karena saya bisa baca tapi tidak bisa nulis. Karena terlalu banyak pakai komputer untuk menulis. HIKS… harus latihan lagi!!!

Gambarimasu!!!

Solitaire = Sendiri = Kesepian?

12 Sep

Judulnya seperti tag aja yah… Tapi memang hari ini tema yang saya dengar atau jalanin memang itu sih. Dimulai pagi hari, saya mendapat telepon dari teman dosen yang baru pulang dari Bali (yang saya pinjamkan proteksi Skimming untuk Kartu Kredit itu) . Dia cerita bahwa dia senang sekali pergi ke Bali dan karena dipinjamkan proteksi itu dia merasa aman dan sangat enjoy. Lalu saya bilang, “Untunglah Anda enjoy, padahal Anda kan pergi sendiri….”

“Iya semua orang yang saya jumpai bilang apa enaknya wisata sendiri dan apakah tidak takut?… tapi saya enjoy bisa santai sendiri, di pool sendiri, jalan-jalan ditemani penerjemah saja….”

“Wah kalau begitu saya harus coba juga ya wisata sendirian nih bu. ”

“Ya…nanti kalau kamu pulang ke Jakarta, tinggalkan saja 3 boys di Jakarta, lalu pergi ke Bali sendirian. Pasti enjoy deh!”

“Hmmm iya deh, nanti saya rencanakan begitu”

Kemudian saya pergi menyelesaikan urusan-urusan di luar, karena ibu mertua sudah datang untuk menjagai Kai. Beliau bilang, “Mumpung saya ada di sini, bisa jaga Kai, kamu enjoy saja di luar. Makan siang yang enak” Tadinya saya mau ajak dia makan di luar tapi dia bilang, dia sedang jaga dietnya karena minggu depan akan ke dokter. So saya pergi ke kantor pos dsb,  kemudian berjalan ke shopping mall. Huh saya paling sebal sebetulnya ke shopping mall, malas untuk buang waktu…tapi saya paksakan saja. Keliling-keliling lihat barang-barang bagus, dan sama sekali tidak tertarik beli. Setelah belanja keperluan dapur, saya putuskan untuk makan yang light saja. Maunya sih makan spaghetti, tapi tahu pasti tidak akan bisa habis satu piring. Sayang dibuang.

Jadi saya pergi ke resto Sushi. Karena jam 2 sepi, dan begitu saya duduk di counter, tiba-tiba ada seorang ibu berkata,

“Saya belum selesai makan kok sudah diangkat!!! Saya baru ke WC saja kok, belum mau pulang”

“Maaf … kami akan sediakan lagi yang baru… Sekali lagi Maaf.”

Pelayan restoran mengucapkan maaf berkali-kali sambil membawakan sup, minuman, dan sushi (mengantar setiap item +kata maaf)

Hmmm saya berpikir di situ… si ibu ini memang makan sendiri, dan mungkin tengah makan dia mau ke WC, dan dia bawa semua barang (tasnya) bersama dia…. Pelayan yang melihat tidak ada orang, dan tidak ada barang, menganggap tamu sudah pulang, lalu diangkat. Susah juga ya pergi makan sendiri jika harus seperti itu. Saya sendiri waktu pertama kali datang ke Jepang, mengalami masalah yang sama. Yaitu harus makan sendiri di restoran. Karena, mau membeli makanan jadi pun saya tidak tahu harus makan di mana. Di kantor? saya tidak berkantor. Baru kemudian saya tahu bahwa orang-orang makan di taman! Jadi selama 2 tahun lebih saya selalu makan di restoran sendiri, atau tunggu saja sampai pulang ke rumah makan malam di rumah. Jika saya dalam kedudukan ibu tadi, saya pasti akan meninggalkan tas saya di situ (bawa dompetnya saja), atau buku atau plastik atau apa saja. Atau saya tahan tidak ke WC sampai saya selesai makan dan mau pulang. Atau sebetulnya ibu itupun, bisa berbicara pada pelayan, jangan di angkat dulu, saya mau ke WC.

Intinya… susah ya makan sendiri!!! Biarpun makanan enak tersaji di depan muka, rasanya aneh sekali makan sendiri. Mau sambil baca tidak sopan (meskipun kadang akhirnya saya begitu), mau sambil telepon apa lagi ( di Jepang biasanya HP tidak boleh dipakai karena mengganggu tamu lain). Terpaksa deh sambil melamun makan dengan pikiran menerawang ke mana-mana. Kebiasaan saya di Indonesia, kalau makan pasti tidak sendiri. Pasti akan mengajak orang untuk makan bersama. Pernah kejadian, rombongan pelajar Indonesia naik kereta di Tokyo. Karena kebiasaan orang Indonesia untuk menawarkan makanan, maka ketika ada yang mau memberikan permen ke temannya, dia juga menawarkan pada orang yang duduk di samping kiri-kanannya. Tentu saja ditolak, bahkan diperhatikan orang segerbong. (“Jangan tawari!” dalam hati saya berkata). Setelah saya jelaskan, mereka tetap tidak mengerti kenapa tidak boleh menawarkan permen itu kepada orang lain. Hmmm susah menjelaskannya, karena banyak alasan yang bisa dipakai dilihat dari kebudayaan Jepang.

Akhirnya si ibu tadi pulang dan waktu membayar, masih saya dengar permintaan maaf dari pelayan toko. Saya juga pulang, dan mengakhir jalan-jalan sendiri saya siang itu. Sambil mengayuh sepeda, saya berpikir… Saya tidak enjoy “cuci mata” di shopping mall tadi. Saya tidak enjoy makan sendirian tadi. Saya juga semestinya tidak bisa enjoy wisata sendirian ya? Misalnya saya pergi ke Bali, menikmati keindahan laut, berbaring di pantai menatap langit, awan yang menggumpal di atas…. sendiri, hening, indah… mungkin saat itu saya bisa relaks. Tapi begitu hari berganti malam…. yang didengar hanya deburan ombak, pekatnya malam, dan …. sepi. Kok saya jadinya takut? Takut pada kegelapan (dan memang ini termasuk phobia saya). Hmmmm

Tapi saya juga tahu, bahwa manusia dilahirkan sendiri ke dunia ini. Dan pasti akan kembali sendiri. Takut? pasti! … tapi mungkin saya memang harus pergi sendiri untuk meyakinkan dan menemukan jawaban, apakah saya takut sendiri? Apakah saya takut kesepian? Kalau tidak dicoba, bagaimana saya bisa tahu? Tentu saja saya pergi sendiri itu bukan dalam konotasi “dinas/bekerja” ya , tapi dalam rangka “berlibur”. Saya juga pernah disarankan teman untuk retreat sendiri. Memang sudah lama sekali saya tidak retreat. Terakhir waktu SMA…. tapi… itu juga tidak sendiri kok. Bersama teman-teman SMA. Hmmm mikir lagi deh. Kenapa juga timbul pikiran ini ya? mungkin karena musim gugur = musim sedih. Daun-daun yang hijau berubah merah, dan rontok jatuh ke tanah. Ibaratnya mati. Semakin mendekati akhir tahun, semakin dingin… menusuk tulang, perasaan “lonely” itu akan tiba (makanya menjelang akhir tahun banyak kasus bunuh diri di Jepang).Saya rasa semua yang tinggal di negara 4 musim pernah merasakannya.

Arggghhhh, saya ingin terbang mengejar matahari sampai sayapku tak bisa dikepakkan lagi.

NB: Maaf kok jadi berat ya isinya hehehe. Lupakan saja!!!