Sep
22
Filed Under (Intermezzo, curhat) by imelda on 22-09-2008

Mau ngalahin sepiring berdua nih…

Pabila kuingat dirimu
disaat bersama
hidup sengsara
Makan sepiring kita berdua

Yang pasti bukan karena sengsara… kami dulu sering makan sepiring bertiga, berempat, bahkan kalau lengkap berlima (papa ngga pernah ikutan). Biasanya mama akan mulai makan. Mama kalau makan, lauknya apapun pasti kelihatan enak. Kadang mama hanya makan nasi dengan kaldu ayam yang diberi air mendidih +sambal…. atau nasi dengan emping pake kecap + sambal… duh sederhana banget tapi kelihatan enak. Jadi kami anak-anak berkumpul dan minta didulang, disuapi mama. Kadang saya saja, kadang semua anak-anak berkerumun…dan tentu saja kalau semua minta cepat sekali habisnya. Jadi harus tambah nasi terus. Dan hitung-hitung hemat air untuk cuci piring.

Hari ini saya mengulang kejadian makan “bersama” ini dengan Riku dan Kai. Saya masak ikan bakar +kecap, dan mereka berdua makan dengan lahapnya. Jadi teringat kenangan sepiring bertiga-berempat-berlima di Jakarta dengan mama. Nanti kalau saya pulang lagi, mau mengulang kenangan yang sama… dan tidak lupa mengambil foto.

Bagaimana? Anda sering makan sepiring bersama?

Atau setiap hari Anda harus makan sendiri? Kalau mau dengar si Angka Satu.


emiko a.k.a Ikkyu_san  I am just an ordinary woman, who live in Tokyo with my husband and two sons. I am a lecturer, translator, and a narrator as well. I like reading, photography, philately, blogging, singing, cooking etc Read more from this author


Comments

marsudiyantoNo Gravatar on 22 September, 2008 at 9:23 pm #

Wah… Kok hafal lagunya Ida Laela…
Ibu benar.
Kenikmatan tidak terletak pada sepiring berdua, bertiga atau berberapa.
Kenikmatan susah diukur.
Selamat bernostalgia dengan lagunya Ida Laela.
Saya juga suka mutar lagu itu.
Oh iya, sekalian perkenalkan diri.
Saya seorang guru di SMA. Kebetulan Bahasa Asing yg diwajibkan di sekolah saya adalah Bahasa Jepang. Sekolah saya juga sudah menjalin kerja sama dg Japan Foundation, bahkan seminggu sekali dikunjungi salah satu guru dari Jepang yg bernama Ibu Saito. Selama setahun hal itu berlangsung. Tapi saat ini Ibu Saito telah kembali ke Jepang karena telah habis masa tugasnya.
Kami sangat terkesan atas pengabdian beliau di sekolah kami. Saat ini sekolah kami sangat butuh software tentang huruf Jepang, tapi saya bingung mendapatkannya. Pernah ada tapi hilang saat komputer sekolah kami kena virus dan di install ulang. Apa Ibu punya?.
Terima kasih.
(saya menemukan alamat ibu dari Plurk)

Ibu Saito itu rambut pendek ya? (nanti saya kasih liat fotonya) Sepertinya dia pernah belajar bahasa Indonesia pada saya hehehe. Salam kenal juga pak.
Soal software huruf Jepang, jika Bapak pakai Windows XP biasanya ada pilihan untuk menginstall huruf Jepangnya. (Kalau Windows XP asli ya)> Coba ditanyakan lagi. Biasanya tidak perlu pakai software khusus. Kecuali kalo Linux. Kalau memang perlu nanti saya tanyakan pada yang lebih ngerti. Masalahnya pak, keyboardnya kan lain, jadi wkatu mengetik juga akan terjadi kesulitan. Lebih baik bapak minta budget dari sekolah untuk beli keyboard jepang juga. (Kalau desk top ya). Kalau maunya laptop nah itu sulit deh (saya bisa bawain dari Jepang tapi tiketnya pak…sekalian sowan dan nanti boleh deh saya ngajar bahasa Jepang gratis heheheh)
**EM**


MelatiNo Gravatar on 22 September, 2008 at 10:41 pm #

Saya juga sering makan sepiring bersama.
Biasanya sama suami.
Kok makanan yang dimakan orang lain kelihatan enak ya.
Sehingga penasaran gimana rasanya dan ingin mencicipinya.
Kadang-kadang sampai rebutan.

uhuy… sama suami… kalian udah kayak orang Indonesia bener deh.
Keluarga Miyashita dalam hal ini masih Japanis minded. Makan pake tangan aja ngga boleh hihihi.
***EM***


putriNo Gravatar on 22 September, 2008 at 11:21 pm #

pernah…pernah…. :D

hem..nikmat…asyik…dan biasanya selalu nambah he…he…

bener asyik kannnn…
***EM***


KimiyoNo Gravatar on 22 September, 2008 at 11:28 pm #

Ha ha, aku juga, suka makan sepiring sama2 Ao. Malas cuci piring banyak, dan bisa nambah makanan banyak karena nggak ketahuan siapa yang makan banyak ! Hi hi.

Sudah pasti Ao yang makan banyak heheheh
***EM***


aminhersNo Gravatar on 23 September, 2008 at 12:01 am #

Kenangan memang bersifat abadi dalam hidup ini, kenangan mungkin hanya bisa dikenang saja atau menduplikasi dari kenangan itu tapi tak sama.Saya jadikan kenangan sebagai nostalgia manis saja,dan magnum ophus dalam hidup saya.nice posting Bu Ikkyu, saya jadi mengingat kenangan yg pernah saya alami :) .
sukses slalu
best regard

Terima kasih juga kunjungannya pak Amin
***EM***


yessy muchtarNo Gravatar on 23 September, 2008 at 12:55 am #

udah lama bangettt pengen main ke sini..yang katanya soulmatenya jeung lala jangan jangan dia cuma ngaku ngaku mbak :P)

tapi karena internet kantor gak bersahabat sama blogmu..dan kalo di rumah speedynya rebutan sama adekku hehehe..

eniwei

kalo aku di rumah sering banget makan sepiring bertiga…aku ..adekku dan mama…pengen si ngajak anakku tangguh..cuma ternyata dia belum makan nasi..plus dia gak bakal bisa pedes ekeke

udah ya mbak…gak bisa komen banyak banyak ini udah di pelototin reza adekku yang tinggi besar item dan jerawatan ini hehehe

Hi kembarannya Lala….
Iya nih katanya banyak yang ngga bisa akses… makanya aku skr ganti thema lagi dan buang plugin yang ngga perlu. Terima kasih kunjungannya. Iya kalo mau ajak Tangguh musti bener-bener dipisah jangan sampai kena sambal. Permah aku salah kasih sendok yang bekas sambal ke Kai, sampe jerit dianya… Sun buat Tangguh juga ya Yessy…
(Ssssttt Rezanya bisa dikenalin ke Lala ngga? Aku lagi ngumpulin nih buat dia hihihi, saking cintanya aku pada adikku …taelah)
***EM***


JimiNo Gravatar on 23 September, 2008 at 1:07 am #

ha ha ha…..
jd inget zaman mahasiswa, tanggal tua, wesel dari orang tua belom datang, kami bertiga makan nasi campur teri sepiring bertiga di kampus.

Ada lagi, malam2 nganter cewek kirim telegram ke orang tuahnya ke kantor pos pusat, karena uangnya sudah amat minim maka isinya pun minim: “putro waras, arto telas” (anak sehat, uang habis)

maaf, inet di rumah lagi problem nih, blom bisa baca2 yg lain, ntar kapan2 disambung lagi yaa…

Wah thanks Jimi untuk kedatangannya. Aku terhibur banget tadi dengar Afgan di tempat kamu.
Suka duka mahasiswa ya….
OK saudara-saudara kita nyanyikan …”Angka Satu” dari Caca Handika

Masak masak sendiri…
cuci baju sendiri…..
Tidurpun sendiri ….(tidur bareng ngga boleh!!!)
EM


YulisNo Gravatar on 23 September, 2008 at 1:20 am #

HHmmm, jadi ingat temen temen waktu kerja di hotel. Mbak Maureen, Mbak Denny, Mbak Sophie dan Yuni mereka adalah teman makan sepiringku di Business Center… :( memang lebih nikmat karena ada acara perebutan suap terakhirnya. thanks

di Jepang Yulis, suapan terakhir itu sering ditinggal, tidak ada yang mau ambil sehingga disebut sebagai nryo no katamari (kumpulan gengsi) …
EM


nh18No Gravatar on 23 September, 2008 at 3:20 am #

Emping + nasi + kecap …
Hah ini maha makanan gua waktu SD hehhe

Talking about makan sepiring berdua-tiga atau lebih … mmm aku agak jarang …
Tapi dulu yang sering …
Makan sewajan bertiga … sama ibu dan adikku …
terutama Wajan yang abis dipake masak rendang … huah itu nikmat sangat …

wuahhhh wajan ya… dulu mama jarang masak rendang sih. tapi sering makan ayam saus mentega… dan sisa yang di wajan itu…emang nikmat kalau diberi sesendok nasi panas +sambal (akhir bertambah menjadi 3-4 sendok nasi….) Ahhhh di jepang, panci tak boleh keluar dapur….sedangkan di kita kan dulu sering panci naik meja.
EM


JimiNo Gravatar on 23 September, 2008 at 5:40 am #

@EM
Terimakasih atas ajakan menyanyinya, telah kuposting. TFS

~JM
Slipi, Jakarta

asyiiik ….siap meluncur ke sana.
EM


tuti nonkaNo Gravatar on 23 September, 2008 at 6:43 am #

Makan sepiring rame-rame? Mmm … kayaknya nggak pernah tuh …. Kalau dari makanan di piring besar, kemudian kita menyendok ke piring masing-masing, nah itu sering ….

Kalau di Jepang harus begitu mbak. Semua orang ambil dulu ke piring kecil masing-masing baru makan.
EM


Daniel MahendraNo Gravatar on 23 September, 2008 at 6:47 am #

Aih… terkelu! Menarik sekali pengalamannya, Mbak…

Rupanya kenangan masa kecil dulu diturunkan pada anak sendiri. Bisa mengendap tuh di pikiran mereka. Dahsyat!

Kalau aku selalu makan sepiring sendiri. Bukan nggak mau berbagi, tapi memang nggak ada yang bisa untuk berbagi. Haha!

(tapi nanti kalau kebetulan pulang ke Jakarta, nggak minta disuapin lagi kan? Haduh, malu atuh! :p )

Makanya DM cepatlah cari seseorang untuk berbagi (kayak berbagi istri ajah hihihi). Nikmat loh berbagi itu. Kalau saya pulang ke Jakarta. MAUUUUUUUUU minta disuapin lagi… ngga ada malu-malu dalam hal manja pada ibu. (SElama Anda masih punya ibu bermanja-manjalah!!)
EM


goopNo Gravatar on 23 September, 2008 at 9:02 am #

saya pun suka sambal
ibu saya pintar bikin sambal
bila ibu bikin sambal
saya pun banyak makan
tapi bila saya banyak makan
saya pun gendut jadinya :(

uncle kan ngga gendut hihihi
EM


Hery AzwanNo Gravatar on 23 September, 2008 at 9:53 am #

Kami sering makan berempat, bahkan berlima. Terutama, saat ayah pulang bawa berkat dari kenduri (selametan atau hajatan). Biasnya nasi yang dibawa ayah cuma sebungkus. Lauknya ada rendang sepotong, ikan asin kepala batu, bihun, sayur buncis tumis dan kelapa goreng yang digoreng dengan potongan seperti gigi manusia…Terkadang ada juga sayur urap…
Ehm…nikmatnya tak terbayangkan.
Aku rindu suasana itu lagi…
Btw, dulu pembungkusnya pake daun pisang…Kalau sekarang sudah pake kardus dan lauknya sudah beda….Berkat yang seperti tadi hanya ada di perkebunan…
Aduh, kangen aku…

Nanti kalau mudik Bang…ulangi kenangan itu. Jangan lupa….. Nikmati kebersamaan itu bang.
aku juga kangen (always)
EM


marshmallowNo Gravatar on 23 September, 2008 at 1:55 pm #

mbak imel yang manis,
senengnya mbak kesasar ke virtual diary-ku.
tetapi oh tetapi, komennya kehapus, gak sengaja padahal mau nyimpan sebenarnya.
d’ohh!!
maafkan dirikuu…

makan didulangin ibu emang paling menyelerakan, padahal ya gitu, lauknya mungkin sederhana banget.

makan sepiring rame-rame juga sebenarnya tradisi di minang, sepinggan besar bisa disantap 6 orang.
syaratnya, tangan gak boleh kena mulut biar gak “mengotori”, jadi dilempar gitu ke mulut.
kebayang gak susahnya?
dan tuan rumah terus nambah makanan, disorongkan ke arah tamu biar bagiannya banyak.
yang paling muda harus belakangan selesai.
seru, tapi awalnya pasti suka tumpah karena kagok.

Ngga papa kok mbak…kan saya sudha bertandang lagi…
kalau lempar-lemparan ngeri ngga masuk mulut ya hehhehe
EM


deddyNo Gravatar on 23 September, 2008 at 2:38 pm #

wah jaman kecil dulu malah sering sewajan penggorengan ber tiga
abis masak rendang, sisa bumbu di penggorengan di campur nasi
sikat habis sama kakak kakak ku

asyiiiikk
EM


ManikNo Gravatar on 23 September, 2008 at 3:13 pm #

aku dulu seh …bertiga dgn adik dan Mamak…saat itu lauknya makanan khas Batak…ehehehehe..

oh iya…btw, Tante ada PR tuh :D

Soal2nya amabil ditempatku dan segera dikerjakan yah :P

Makasi :D

Curang ih Manik…dateng-dateng bawa pe-er
EM


LalaNo Gravatar on 23 September, 2008 at 3:13 pm #

Paling sering makan bareng-bareng tuh sama Bro. Hasil masakannya dia yang acak adut dan usaha ngeracunin adiknya! Hihihi…

Sekarang sih, sering goreng-goreng frozen food, trus dimakan rame-rame di depan TV sama Mbak Ira dan Bro. Nikmat banget.. Udah gitu ditambahin sama coca cola dan es batu! Uh, uenaknya!

goreng-gorengan + coca cola????
inget la…berat badan hihihi
EM


Oemar BakrieNo Gravatar on 23 September, 2008 at 4:17 pm #

Kalau makan sepiring barengan pernah tapi jarang sekali dan nggak terlalu nyantol di ingatan. Yg inget justru “salome” alias satu lobang (gelas) rame2. Yaitu semua anak2 suka ikutan nyeruput kopi bapak saya. Jadi meski ibu sudah membuatkan kopi di gelas besar khusus untuk bapak, bapak selalu mengeluh baru beberapa seruput sudah habis? Jadilah kami semua penggemar berat kopi sejak kecil …

Wahhh pak HG penggemar kopi ternyata… kok sama dengan asunaros girls nya nih… (Eh la, kapan kita ke Bandung ngajak ngupi pak Oemar nih)

Entah makanan atau minuman kalo pake acara rebutan bersama itu kok nikmat ya….
EM


ernutNo Gravatar on 23 September, 2008 at 4:47 pm #

Sering mbak, makan sama-sama dua konyilku…biasanya kaluk makan indomie…tidak disuapin tapi nyendok sendiri2 tapi dari satu piring…lucunya nyuapnya harus berurutan sesuai jadual yang disepakati, soalnya kaluk kepala kita nunduknya bareng tumbukan dunk hehehe..

kalo tumburan kepala nya seruuuu ya. hihihi
makasih kunjungannya ernut. aku sudah ke blog kamu…seruuuu
EM


afwan auliyarNo Gravatar on 23 September, 2008 at 5:24 pm #

… memang lebh nikmat makan rame-rame …

apalagi klo berbanyak2 gitu , seruuuuuuuu !!!!

ternyata AFWAN pun menikmatinya.. Selama masih makanan/minuman bole. kalo blog jangan yah (gubrak)
E
M


edratnaNo Gravatar on 23 September, 2008 at 6:59 pm #

Wahh justru saya selalu ingat makan bersama, berebut….dan rasanya enak sekali. Kenangan masa kecil, bagaimana ortu memperlakukan kita, secara tak langsung akan kita ikuti.

Sekarang saya malah kangen sekali makan bersama satu piring ini….hemm

Kalau semua mudik , sekali-sekali buat acar gitu bu…buat nostalgia.
EM


arylanggaNo Gravatar on 23 September, 2008 at 8:02 pm #

salam kenal mbak..aduh ceritanya jadi ingat waktu kecil dulu..hik..hikk…
saya minta izin ngelink ya..

Silakan ary…
Saya juga sudah mampir ke sana…tapi aku kurang mengerti hihihi.
EM


mascayoNo Gravatar on 23 September, 2008 at 10:47 pm #

waktu belum ada zia dulu asyik juga makan berdua sama istri, sekarang dah ada zia, jadi meski zia dah makan, tapi kalo liat mamah papahnya makan, pasti dah ikutan nyempil, jadi sekarang sukanya makan berdua ama zia .. (*zia ikut ngeramein :)

Jadi deh sepiring bertiga. Kapan berempatnya pak? hehehe
Salam sama bos bos jepangnya (Jangan bilang bakayaro sama mereka ya…nanti di- kubi (PHK))
EM


outofthemindNo Gravatar on 23 September, 2008 at 11:23 pm #

belum pernah nyoba….
pernah sepiring berdua, hehehehe :P

aih aih romantis banget. percaya ngga?
aku belum pernah makan sepiring berdua dengan suamiku (japanis sih)…
EM


Donny VerdianNo Gravatar on 24 September, 2008 at 5:02 am #

Saya kok ndak bisa makan sepiring berdua meskipun dengan istri sekalipun.
Enakan ya makan sendiri-sendiri..:)
Kalaupun cuma ada sedikit ya mending pakai piring yang berbeda auahuahu!

DV…. keliatan kok kamu sifatnya gitu huh… nanti aku bilang JOyce suruh paksa makan sepiring berdua. (kecuali Joyce nya ngga suka…hmmm maybe ngga suka ya hihihi…cocok lah kalian. )
GBU

EM


nh18No Gravatar on 24 September, 2008 at 5:57 am #

See EM …
kalau tulisan kamu …
kamu biarkan barang 2 hariii aja ..
Yang komen jadi banyak EM …

hehhee
Because tulisan kamu itu simple dan selalu menarik untuk disimak dan merupakan hal-hal yang baru …

Did you realize that ???
hehehe …

Makasih mas…. tapi kayaknya kalo ini faktor kebetulan deh karena judul sepiring bertiga….
But eniwei terima kasih for supporting me.
EM


pengendaraNo Gravatar on 24 September, 2008 at 2:42 pm #

wah kalo makan saya jarang sepiring berdua, ga’ sabaran. saya mekan cepat, pasangan makan lama banget.

pengendaras last blog post..しゅくだい (PR)

Hmmm bisa ngerti, kalo makan sama orang yang lama juga saya tidak sabar hihihi.
EM


aiNo Gravatar on 24 September, 2008 at 3:52 pm #

ehm….peernya udah lom sensei….???? :D

aduuuh ai…aku udah ngerjain 20 tuh…. di bawah masak musti ngerjain pe-er lagi?
EM


shierlyNo Gravatar on 4 October, 2008 at 11:21 pm #

err… sering sih makan sepiring b2 ma pacar, apa lagi makan nasi goreng tek2… sampe abangnya suka bilang kenapa ga beli 2 piring aja (biar laku tuh…) hehehe…
biarpun ga kenyang makan sepiring b2 tapi nikmatnya itu loh…
hehehehe

Kalo sepiring berdua sama pacar mah tidak pernah bisa dilupakan…
biar kata nasi gorengnya ngga enak juga….hehhehe
EM


irnaNo Gravatar on 22 October, 2008 at 5:07 pm #

Kalau sepiring bertiga, kami (ibu dan dua anak ini) sering banget. Biasanya sih pas sarapan.
Selain menghemat waktu …. ya juga itu tadi…hemat piring.
:)

irit air dan sabun ya Irna
EM


LionaNo Gravatar on 23 November, 2008 at 4:29 am #

asem… aku dadi kangen mangan bareng2… saiki nek mangan ya dewean terus… aku seneng banget didulang… wa…

kesederhanaan itu membawa kehangatan

wah, kudu ta’ praktekne nek aku wis ngomah dewe, hemat tenan iki!!! eh, ada efek cepet kenyang juga lhoh!!!

hebat, tante!

~LiOnA~

iya ya seneng kalo didulang…. rindu masa-masa kecil lagi…
EM


nunurNo Gravatar on 24 November, 2008 at 9:53 pm #

aduh mom, kalo sepiring bertiga itu mah saya, karena kami masih keluarga kecil (dan junior ?) tapi baik hati, tidak sombong dan rajin menabung.
katanya orang tua, sepiring bertiga lebih baik daripada piringnya tiga tapi orang cuma satu hehehe….
Thx mom udah ngiler liat bakso malang di my blog.

saya yakin yang mau makan sepiring bertiga itu pasti pemurah dan pengasih. Iya ih bakso malangnya bikin saya lapar
EM


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: