Terbuai Uncle Walter E. Disney

Terbuai Uncle Walter E. Disney

Hari Minggu yang lalu merupakan hari pertama libur untuk Gen dalam bulan September. Tiap hari paling cepat pulang jam 9 malam. Jadi hari Minggu pagi, begitu tahu bahwa hari itu tidak akan hujan, jam 1 siang kita berangkat ke Maihama, Chiba tempat Disney Resort berada. Waktu pergi kita rahasiakan pada Riku tujuan kita kemana. Dia pikir akan pergi ke Taman atau menangkap serangga saja. Tapi selama mempersiapkan perlengkapan untuk Kai seperti baju ganti, pampers, susu dsb makan waktu lama karena Kai smaa sekali tidak mau lepas dari aku. Digendong papanya juga nangis terus sampai histeris. Hmmm aku juga jadi bingung. Kayaknya musti reguler masukkan dia ke penitipan setiap hari nih. Kalau tidak bisa bingung aku kalau kerja.

Kita sampai di Disney sekitar jam setengah empat, setelah parkir mobil di tempat parkir yang gedenya se kebayoran, kita masih naik monorail untuk ke stasiun DisneyLand. Dan ada stasiun baru rupanya yang letaknya persis di depan gerbang Disneyland. Dulu kita masih musti jalan jauh untuk bisa sampai ke gerbang Disneylandnya. Rupanya di situ juga merupakan stasiun Hotel Disney yang baru dibuka bulan July lalu. Hmmm hotelnya bergaya eropa gitu…. mungkin perlu reserve tempat setengah tahun sebelumnya ya.

Photobucket Photobucket

Karena kita sampai sekitar jam 4 kita jadi bisa beli tiket Starlight Passport (Adult 4700 yen/child 3200 yen). Langsung masuk lewat gerbang utama, dan disambut dengan hiasan Halloween … Hiasan Summer sudah berganti dnegan Happy Halloween. Dan tahun ini TDL (Tokyo Disney Land) berusia 25 tahun. Aku jadi ingat waktu ulang tahun ke 15, persis mama datang ke Tokyo dan kita pergi sama-sama. Mama setiap ke Tokyo pastiiiiii mau ke Disneyland. Heran juga aku, tapi dengan semangatnya (mengalahkan yang muda-muda) ikut mengejar Chip and Dale, dan berfoto bersama hehehe. Memang DisneyLand bisa memukau segala usia.

Masuk pintu gerbangnya, kita bisa melihat Guffy, Pluto berada di gerbang tersebut untuk ikut bermain dan berfoto dengan pengunjung. Berhubung Riku tidak mau berfoto bersama, jadi kita langsung masuk saja. But di bawah arcade, aku lihat Cinderela dan Prince nya sedang berdiri dan tentu saja difoto pengunjung. Aduuuuh kok bisa artis yang dipilih tuh bener-bener cantik. Seperti di Cartoonnya aja. And they are real!!.
Photobucket Photobucket

Rupanya pas kita masuk, parade akan segera dimulai sehingga banyak orang menggerombol di sepanjang jalan yang akan dilalui parade itu. Tapi kita tidka mau buang waktu dengan menonton parade, jadi kita terus jalan dengan tujuan Big Thunder Mountain, karena Riku mau ke situ. Tapi….. begitu sampai disana terpampang pemberitahuan bahwa harus menunggu 150 menit sambil antri sampai bisa naik jetcoster itu.  Hmmm 2,5 jam… bete deh. Tapi masalahnya apakah Riku boleh naik? Karena setahuku untuk naik semacam jetcoaster itu tinggi badannya minimal 120 cm, sedangkan Riku baru 117 cm. Kebetulan ada onesan di situ dan minta diukur. Ternyata Riku OK, dna mendapat band tangan warna merah. Wow… di situ aku sempat tertegun… Anakku sudah besar ya. Pertama kali ke sini (TDL) dia baru 1 tahun, masih aku gendong-gendong.
Photobucket Photobucket
Akhirnya kita batal menunggu di Big Thunder, dan menuju ke splash mountain… tempat terfavorit di TDL karena mild jetcoaster, dan benar saja di situ malahan harus menunggu 180 menit. Hmmm waktu itu sudah hampir jam 5, jadi aku bilang kalau toh mau tunggu 3 jam, lebih baik makan dulu, baru antri. So kita makan di resto yang ada di situ. Untung saja sesudah makan pas mau antri, perkiraan waktu menunggu menjadi 140 menit. So, Gen dan Riku antri, sementara aku dan Kai harus berpisah dan melewatkan wkatu 140 menit berdua saja. Hmmm bete juga ya ngga bisa ngapa-ngapain. Tadinya mau duduk saja tek tempat untuk parade berikutnya. Tapi Kai lama-lama rewel karena tidak bergerak. Jadi terpaksa aku ajak jalan, ganti pampers dan jalaaaaaaaaaaaaaan terus kembali menuju pintu gerbang dari arah kebalikannya, Sambil buat foto Istana Cinderela yang mulai light up, dan senja mulai menggelapkan langit. Aku akhirnya bener-bener muter-muter tempat-tempat yang jarang orang, sampai akhirnya aku menuju ke zona Adventure Land, yang bernuansa Africa.

Photobucket Photobucket
Sambil duduk dan kasih makan Kai buah, aku ngelamun…suasana di situ kan Africa banget. Rumah-rumah dari bambu, pedalaman…mungkin kalo kita bilang ber-vakans ke Timbuktu atau darah-daerah pedalaman deh. Karena mulai malam juga, mulai temaram. Ada orang yang memang suka suasana begini…ada yang tidak. Aku bagaimana ya? pasti di tempat seperti ini tidak ada saluran telepon, jaringan internet… lampu aja pakai lentera. Apa aku bisa ya pergi ke wilayahnya Indy Jones? Terdengar sayup-sayup bunyi genderang. Tempat di sini memang relatif lebih “sepi” dibandingkan yang lain.

Setelah Gen dan Riku bergabung , kami berempat naik jungle cruise. Tentu saja aku harus gendong Kai, yang lumayan lama sehingga pinggang dan punggung aku sakiiiit banget. Belum lagi si Riku karena terlalu excited muntah selama di antrian. Untung aku selalu bawa kantong plastik, sehingga bisa tetap pada antrian. Waktu kami  menaiki perahu jungle cruise itu, memang suasana seperti di sungai pedalaman dan dipandu oleh sang nahkoda yang sesekali berteriak-teriak. Dan suasana ini membuat Kai takut juga. (Riku tidak lepas-lepas menggandeng tanganku)

Photobucket Photobucket

Akhirnya dari situ, kami pergi ke Toontown, dan Riku jalan lagi dengan Gen, sementara aku duduk di pinggir kolam. Duuuh dengar aliran air dan suara-suara aneh khasnya toon itu buat aku ketiduran …enaaaaak banget loh ada kali 15 menitan. Sementara Kai duduk terus di baby car nya, ambil HP aku dari dalam tas…dan mainan HP heheheh. Akhirnya kita pulang udah jam 10 kurang, berbondong-bondong menuju jalan pulang bersama ribuan pengunjung yang lain. (Aku sudah kira-kira 12 kali ke TDL tapi ngga bosen bosen euy…emang kita butuh mimpi juga ya…berkat ke TDL kemarin aku bisa sedikit refresh meskipun badan sakit-sakit gendong Kai terus hehehe)

13 Comments

wew nikmatnya jalan-jalan bersama keluarga …. 🙂

menarik juga ya di tokyo … 😀 , jd pingin kesana .. 😀

afwan auliyars last blog post..Don’t say…. No Idea !!!

Hehehe, lebih enak kalau jalan sendiri, masih muda dan dengan teman…
(Jangan pacar karena kalo putus, jadi teringat kenangan jeleknya hihihi)
So, kapan ke Tokyo?
***EM***

wah … asyik juga tuh. Waktu mau ke Euro Disney di Paris belum punya anak (mosok sudah tua ke Disneyland sendirian … hehehe). Sekarang sudah punya anak tapi belum punya duit-nya, anak2 saya keburu ABG nih …

Oemar Bakries last blog post..Sopir playboy ?

Hehehe… Pak…enakan ngga ajak anak pak…
ajak temen cewek (tapi jangan pacar) yang penakut gitu
lalu ajak naik jet coster hihihi.
Deketan ke Tokyo pak…. Kalau ke Tokyo kasih tahu ya, nanti saya antar deh
(sampai gerbangnya aja hihihihi)

Aih..bahagianya bisa jalan-jalan…

😀

putris last blog post..Menangkap AwarD

Iya put…apalagi kemarin itu sama sekali tidka direncanakan sama sekali.
Kadang aku suka dengan yang dadakan gitu. Karena biasanya orang Jepang tuh
dari jauh jauh hari udah diatur detilnya…kalo bisa naik bis jam sekian menit sekian,
istirahat wc jam sekian…itu semua secara detil udah direncanakan dari 2-3 bulan sebelumnya loh.
(FYI bulan Oct nanti Riku akan pergi ke Okinawa dengan kakek neneknya bertiga saja… dan itu sudah direncanakan sejak 6 bulan yang lalu hihihi)
***EM***

duh senengnya yg lg jalan2 dgn keluarga..

aku belum siap bawa anak2 ke Disney,tapi thn depan aku sudah janji ke Fe,kalau dia ultah yg ke 7 thn baru aku berani ajak jalan2 dan arend jg 10thn,sdh bisa ngurus diri sendiri(naik turun keluar masuk atraksi park),selama ini aku cuman ajak ke park kecil dekat daerah rumah dgn caravan,jd aku ga perlu jalan mondar2 mandir,anak2 fun sendiri,dan kalau lapar mereka datang ke tenda caravan kami.

thn dpn ke disney paris,disney terdekat dr tempatku (belum2 aku sdh stressed mikirin disney kak,wadooohhh kacau neh)

ulys last blog post..Anak2ku buah hatiku!

heheheh susah ya ki…tapi tunggu aja sampai fe umur 7 sesuai janjinya kan…sabar..sabar.
Ajak boy juga dunk hehheeh
***EM***

Duh potret keluarga bahagia yang aku impikan. Eh… si Kai tawanya menggemaskan. Aku belum pernah ke DL semoga ada kesempatan deh bulan Desember nanti. thanks

Yuliss last blog post..AKHIR YANG INDAH

Waaaah desember pasti cantik…dengan hiasan pohon Natal… biasanya saya ke TDL sekitar 23 november dan sudah mulai christmas fantasy.

Itu pemeran Cinderella cantik bener ya, kayak boneka. Tapi kok antrinya sampai berjam-jam gitu di TDL? Apa nggak ada pengaturan yang lebih baik, supaya pengunjung bisa lebih nyaman?
Apakah Dufan kalah jauh dari TDL?

Iya mbak…makanya saya langsung foto. hehehe.
Soal antri sebetulnya itu sudha diatur, tapi karena memang pengunjungnya ratusan ribu, dan orang tidka keberatan untuk antri ya begitu jadinya. Satu-satunya cara kalau tidak mau ngantri selama itu ya datang waktu hari biasa
***EM***

Wah, antriannya kayak di Dufan juga lamanya?
Harus punya strategi khusus nih agar semua permainan bisa dicoba.
Btw, itu Kai diapain sampai bisa ketawa ngakak seperti itu?

Hery Azwans last blog post..Dokter Ngantuk

Tapi di Dufan ngga dikasih tau berapa lama kan?
Strategi khusus? Jangan datang pas hari libur.
Datangnya hari biasa, dan mendung…pasti sedikit orang heheheh
***EM***

wah enak… neh.. jadi pingin ngajak istri … tapi ke ancol aja.. he2

AHAs last blog post..tante ALEXA, apa yang terjadi? aku BODO gitu loh..

Aha… ajak dong ke Tokyo…

12 kali mbak pernah ke TDL??
Kalau saya sih, cuma satu kali aja.
Dan dengan satu kali itu, saya sudah kapok antri-antri.
Memang selalu penuh ya TDL nya.

OOoooh seni antrinya juga mengasyikkan kok. Saran saya…pergi waktu hujan pasti cepet antriannya hehhehe.. EM

Aduh urayamashii bisa pergi ke TDL !!!
Tapi urayamashikunai kalau suaminya bisa dapat libur baru pertama kali di bulan ini !!
Aku setuju deh sama Riku, bukan Papa tapi Kantor yang tidak memikirkan Mama yaaa.
Yokattane, bisa berlibur sama2 dan Imelda bisa refresh ! ^0^

Iya Kim, meskipun capek (dan mahal) bisa refresh sedikit.
Nanti kalau ke Tokyo sama-sama pergi ke TDL yuuk
EM

ckk..ck..
masa’ sampai sedetail itu, ya ?
ampe lama di wc pun harus dihitung….ckkk…ckk

putris last blog post..Fragmen Kehidupan : Tetangga

Ohh iya dong Put, kalau pergi berombongan misalnya dengan bus nih.
Mmapir di parking area, dikasih waktu 30 menit.
Dan….. dalam 30 menit mereka akan berkumpul (tapi biasanya orang2 tua ya yang muda-muda juga sama kayak orang Indonesia …lelet)
***EM***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :