My (New) Hero

Semua orang (baca wanita) punya seorang tokoh yang dianggap sebagai “Hero” =pahlawannya. Mungkin kebanyakan juga menganggap ayah atau kakak laki-lakinya sebagai Hero. Tapi saya tidak… Saya tidak pernah membayangkan ayah saya menjadi Hero (maaf pa…) Dan saya tidak punya kakak laki-laki yang bisa saya banggakan menjadi Hero saya (even kakak laki-laki jadi-jadian hehehe) Dan sebagai seorang wanita, wajar saja dong, jika saya mempunyai tokoh idaman yang saya anggap sebagai My Hero.

Saya memang suka membaca sejak kecil, dan dulu saya masih suka menonton televisi. Jaman saya SD, saya ingat menonton TV hitam-putih dan kemudian mulai berganti menjadi TV warna seperti sekarang ini. Dan waktu jaman Black and White itu, saya ingat seorang tokoh yang sampai sekarang pun masih saya sukai, yaitu Zorro. Seorang tokoh fiksi yang diciptakan tahun 1912…. wah lumayan uzur ya? Pria bertopeng hitam menutupi mata, dengan kumis tipis dan senjata pedang lancipnya (kayak anggar), dan setiap selesai mengalahkan musuhnya, dia meninggalkan mark, tanda Z, inisial namanya. Kakko ii…

Pada waktu saya berumur 7 tahun, saya harus dioperasi amandel. Dulu memang dikatakan bahwa jka tonsil diangkat maka akan sembuh dari berbagai penyakit… Saya sekarang jarang mendengar anak-anak dioperasi amandelnya lagi. Nah, waktu itu saya harus menginap semalam di RSPP, supaya besok paginya bisa masuk ruang ope, untuk dioperasi. Operasi kecil…. masih kalah dengan operasi saya ketika umur 13 tahun. Tapi sebagai anak berusia 7 tahun, tentu saja saya takut tidur sendiri di kamar RS. Meskipun saya berusaha tidak menunjukkan ketakutan seorang Kakak kepada adik-adiknya dan mau membuat mama-papa bangga akan anak putrinya, menjelang malam saya menjadi takut juga. Dan di situlah saya memimpikan My Hero, Zorro datang, masuk dari jendela, dan mengalahkan musuh-musuh saya yaitu dokter dan perawat-perawat, untuk kemudian membawa saya ke tempat yang jauh. Dan operasi saya bisa dibatalkan. Tapi tentu saja, itu hanya impian seorang Imelda berusia 7 tahun, dan tetap harus dioperasi amandelnya… (dan bersorak karena setelah operasi boleh makan es krim…. meskipun masih ingat juga masih sempat menghapus darah yang mengalir di pipi… yieks)

Entah karena saya suka Zorro, jadinya saya suka pria Latin/Spanyol, atau malah kebalikannya? Karena suka pria Latin saya suka Zorro? Tapi memang tokoh misterius ini bisa bercokol terus dalam ingatan saya. Well, saya juga tidak malu untuk mengakui bahwa saya suka membaca novel Roman Harlequin (dulu Mills n Boon), dan setiap saya akan membeli novel baru, jika ada pilihan cerita dengan latar “percintaan dengan orang Spanyol” pasti langsung masuk ke dalam keranjang belanja saya. (Bagi penggemar romance, pasti tahu ada golongan Spaniard, Italian, Greek Tycoon, Nobels bangsawan-bangsawan termasuk di dalamnya France , or Outback (ini juga asyik loh) kerasnya hidup di Australia, etc, etc)  Meskipun setelah dewasa (dan di dunia nyata) , saya tidak mau berhubungan atau berpacaran dengan pria Spanyol, karena mereka terkenal sebagai Don Juan, playboy yang bisa meremukkan hati wanita. Saya selalu katakan pada Louis Sartor, rekan di InterFM, “You Latinos, why you always be kind to ALL Women?”… and he just laugh and said… “Dont Worry be Happy”. Hmm mungkin memang saya harusnya berteman dengan latinos supaya bisa happy terus sepanjang masa?

… I don’t think so.

Sekarang saya punya seorang Hero yang baru. Ya, seorang tokoh lagi, yang tampil di anime di Jepang. Bukan Naruto tentunya! Bukan Batman, Superman, Hercules, Hulk, He-man dsb-dsb. Tokoh ini saya rasa belum sempat masuk ke Indonesia (Kalau masuk jangan-jangan yang putri-putri akan sukaaaaaaa banget deh  dan saya punya banyak saingan hehehehe). Tokoh ini bernama Black Jack. “Black Jack Sensei!” ini adalah seorang dokter yang tentu saja mengikuti pattern/pola Hero, membantu yang lemah dan mengambil uang sebanyak-banyaknya dari yang kaya. Dia ditemani seorang anak perempuan (automaton) bernama Pinoco (yang akhirnya juga jatuh cinta pada sang Dokter). Saya bertemu BlackJack ini setahun lalu, waktu iseng-iseng mengganti Disney Chanel menjadi Kids Station di TV cable saya. Setiap episode diberi judul Karte no 1, 2, 3 dst. Karte menunjukkan pada  file seorang pasien. Dokter Black Jack ini sangat mahir memainkan pisaunya di meja operasi, sehingga siapa saja yang sudah tidak ada harapan, pasti bisa dioperasi oleh My Hero ini dengan kecepatan dan konsentrasi tinggi. Pernah digambarkan dokter ini harus melakukan ope di atas sebuah pesawat yang sedang bergerak (jatuh).

Tokoh BlackJack Sensei ini diciptakan oleh Osamu Tezuka, si pencipta Astro Boy (atom no ko). Rambut yang agak nge ‘punk” dengan warna hitam diselingi putih (hmmm I crush man with some gray hair on their black head also… kayaknya dewasa banget gitchu). Dengan mata yang besar (belo) —lucky this is only imagination. Semua karakter anime pasti matanya besar deh. Mungkin mata besar itu obsesinya orang Jepang.

Kesamaan si dokter ini dengan Zorro adalah sama-sama pakai mantel hitam, dan senjatanya adalah pisau/pedang. Klasik huh. Yah memang saya suka yang klasik sih… mau gimana lagi. Klasik tapi bermutu cieeeee. Karena orang Indonesia sedikit atau mungkin malah tidak ada yang tahu tentang BlackJack Sensei ini, jika seandainya ada perusahaan yang mau mengimpor film ini untuk diputar di Indonesia, saya mau tuh bantuin untuk penerjemahannya. hehehhee.  Sehingga saya bisa menonton serial itu lengkap dari awal hingga akhir (maunya….hehhehe). Siapa berminat?

12 gagasan untuk “My (New) Hero

  1. Yulis

    Anime Jepang yang sempat jadi tontonanku dari kecil sampai dewasa adalah Doremon dan Ninja Hatori… kadang masih suka nonton di youtube juga… 😀 thanks

    Wahhh masak heronya Doraemon…ngga romantis ahhhh…

    Balas
  2. HeLL-dA

    Hmmm…
    Zorro, saya tdk pernah tonton…
    😀

    Kalo’ superhoero yg paling serius menurut saya adalah Batman, sedangkan yg paling cool adalah Spiderman!

    Kalo’ dr Jepang,
    Lebih seneng nonton serial-serial yg remaja banget kayak, “gALs”.
    Hehe..

    HeLL-dAs last blog post..Kiat Sukses Ibu Remaja

    Batman ya? Badannya sih okey banget… Kalo Spiderman? takut terbelit sarang laba-laba ahhhh
    ***EM***

    Balas
  3. putri

    Dulu waktu zamannya TVRI masih ngetop..PUtri seneng juga nonton Zorro…

    Tapi waktu Zorronya dimainin ama Antonio Banderas (plus Catherine Zeta-Jones, bukan, ya?) agak gimana, gitu ?

    Antonio Banderas? ngga cocok dia jadi Zorro. aku ngga suka
    ***EM***

    Balas
  4. Melati

    Memang Jepang menyebarkan banyak anime dari karya kacangan (tentu menurut kaca mata saya sih) sampai karya bermutu.
    Dalam beraneka anime itu, Black Jack termasuk karya bermutu yang sedikit ( tentu pula menurut kaca mata saya).
    Saya sendiri pernah membacanya waktu anak SD.
    Dan untuk ukuran anak SD juga bisa mengerti tentang bidang kedoktoran
    karena katanya, Tezuka Osamu, pencipta cerita itu, menciptakan karya-karyanya supaya anak-anak juga bisa mengerti ilmu pengetahuan alam.
    Cuma Black Jack agak mengerikan karena adegan operasi digambarkan dengan jelas dan teliti.

    Bukannya Tezuka Osamu itu juga Dokter yang Animator? Hmmm saya musti cari info lagi. BTW itu Lion King kan dianggap sbg plagiatnya Simba karya Tezuka Osamu karena dia yang duluan ciptakan. Pernah dengar?
    ***EM***

    Balas
  5. Donny Verdian

    Idolaku waktu kecil Gaban dan Sharivan 🙂
    Lalu berlanjut ke Google Five.

    Superman dan Batman pernah juga jadi pahlawan tapi kenapa sekarang aku lebih berpihak ke Joker ya ?

    Donny Verdians last blog post..Hadiah dari Pak Yadi

    waaaah DV kamu seperti adikku Andy, dia juga bilang Joker di film terakhir hebat sekali….
    ***EM***

    Balas
  6. rifai

    duhh… bakalan banyak anak2x kecil yang bercita-cita jadi dokter bedah nih..

    anyway, karena settingnya operasi/bedah… film ini bakalan menampilkan adegan2x penuh darah donk..?? di sensor gak sih..??

    film nya tidak. Bahkan tidak diperlihatkan detilnya kok. Tidak tau kalau buku kartunnya.
    ***EM***

    Balas
  7. Daniel Mahendra

    Waktu kecil jatuh cinta pada sosok Old Shatterhand, sahabat Winnetou itu. Ketika dewasa malah menginginkan banget punya robot seperti Doraemon. Ah, betapa beruntungnya Nobita itu… 😀 Iri aku!

    Owww Winnetou… kalau aku Winnetounya. wahhh drastis banget dari Ols Shatterhand ke Doraemon. Pasti karena dia punya Kantong Ajaib dan Baling-baling Bambu….
    aku ingin begini
    aku ingin begitu
    ingin ini ingin itu banyak sekali
    semua-semua semua
    akan dikabulkan
    akan dikabulkan dengan kantong Ajaib
    Aku ingin terbang ke Angkasa ……(Haik Baling-baling bambuuuuuuuu)
    A a a aku sayang sekali
    DORAEMON. ~~~~~~

    ihihihihi
    ***EM***

    Balas
  8. edratna

    Siapa ya Hero ku?…bingung 😛
    Yang jelas, saya suka nonton film detektif, novel detektif, selain yang berbau romantis…tapi yang penginnya happy end.
    Segala film tentang Superman, Batman, Spiderman, Hulk …selalu saya tunggu….setelah anak-anak pergi ini, saya mesti latihan nonton sendiri di bioskop (dulu suka ditemani si sulung, yang maniak film). Si bungsu sibuk sendiri di Bandung, dan pasti dia ingin nonton dengan pacarnya…hehehe

    edratnas last blog post..Lungsuran

    Balas
  9. Ping-balik: Hari Manga (baca Mangga) | Twilight Express

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *