Unpredictable

Unpredictable

Tahu sih memang kalau segalanya itu bisa meleset dari rencana. Tapi kalau di Jepang biasanya kemungkinan meleset itu sedikit sekali. Kecuali kalau sudah berhubungan dengan cuaca.

Kemarin Sabtu, seperti biasa (hari minggu ini juga sih) Gen pergi ngantor. Jadi aku seperti biasa juga main dengan Riku dan Kai. Tapi karena sorenya jam 7 akan ada rapat KMKI di Meguro, dan Elly temanku yang tinggal di dekat Gunma akan nginap, jadi aku gambatte bersihin rumah, terutama kamar “studio”ku. Memang tidak bisa lancar, karena setiap kali Kai bosan bermain sendiri, dia akan menangis dan mencari aku. Riku belum bisa disuruh main dengan adiknya, karena dia asyik sendiri dengan mainan dan TV nya. Tapi akhirnya sekitar jam 4 bisa selesai, dan waktu aku mulai siap-siap, Tina telepon dan bilang bahwa dia bisa datang dan babysitting kedua anakku, sampai either aku atau Gen pulang duluan. Tasukatta. 助かった。

Akhirnya begitu Tina datang, aku langsung cepat-cepat keluar begitu Kai sudah tidka cari aku lagi. Lihat jam sudah jam 6:15. Huh, pasti terlambat deh. Sambil jalan ke arah halte yang 10 menit jalan kaki jauhnya, aku lihat-lihat ke belakang, kalau-kalau ada taksi. Begitu ada taksi, aku panggil dan sampai di stasiun Kami-shakujii jam 6:30. Wahhhh, aku langsung c-mail Elli, bilang aku terlambat 30 menit, so biar dia ke rapat duluan dan jadi notulis. Begitu kereta express datang, aku naik dan untung ada tempat duduk. Sambil baca buku yang dikirim Bang Hery, “Blind Power”, menuju ke Takadanobaba. Eh ternyata Elli masih di Ikebukuro, jadi bisa-bisa kita samaan sampai di Meguronya.

Sambil ganti kereta di Takadanobaba, aku ikut arus penumpang kereta… saat itu aku sadar bahwa ini adalah hari pertama aku naik kereta lagi setelah 1,5 bulan. Pulang ke Jakarta, dan setelah kembali juga tidak pergi ke mana-mana, atau naik mobil/sepeda saja. Well, back to Tokyo’s way. Tokyo’s Salary-woman deh. Ciri-cirinya Tokyo-ers adalah? Kemana-mana naik kereta, berdiri di dalam kereta, berjalan cepat ganti kereta, dan dalam kereta pasti baca atau browsing dengan HP…. or…tidur hehehe. Dan karena bisa jalan cepat, tanpa ada halangan anak-anak, aku sendiri tidak percaya bahwa aku bisa sampai di rapat itu jam 7:15 menit bersama Elly. Padahal sudah pakai janjian dengan Elli dan beli minum dan jalan ke tempat rapat. Wheww… dari pintu rumah sampai pintu ruangan rapat 1 jam! (Kalau sama anak-anak pasti 2 jam deh…)

Rapat juga berjalan lancar membicarakan acara BBQ tanggal 23 September yad, dan Natal KMKI 2008 tanggal 13 Desember 2008 nanti. Semoga lancar-lancar saja deh. Tahun ini artis yang datang direncanakan adalah Rio Febrian.

Setelah rapat aku cepat-cepat jalan pulang ke stasiun bersama Elli, sambil telepon rumah. Ternyata Gen belum pulang juga, padahal sudah jam 9:10 . Hmmm , di telepon aku bilang pada Riku,

“OK mama cepat-cepat pulang ya….”

“Ngga usah cepat-cepat Ma… pelan-pelan saja… kan ada tante Titin….”

hihihi, padahal aku tahu si Tina udah senewen aja mau pulang, dan kalau kemalaman gantian dianya ngga ada bus sampai rumahnya di Yokohama.

Well, aku naik Inokashira line dari Shibuya ke Kichijoji bersama Elli. Kereta Express Inokashira line ini adalah cara tercepat untuk pulang tapi bisa duduk. BUT, sekitar jam 9:32 tiba-tiba aku lihat listrik di stasiun Shibuya padam. Memang dalam hitungan detik sih, karena langsung menyala kembali. Kemudian Kondektur kereta kita memberikan pengumuman bahwa ternyata barusan itu listrik di stasiun padam karena kesambar petir 落雷 (kejatuhan petir). Wahhh, jangan sampai ditunda dong berangkatnya. Tapi kalau misalnya kereta kita yang kena petir ngeri juga ya.  Ternyata memang terlambat 2 menit berangkatnya dan secara keseluruhan waktu sampai di stasiun tujuan terlambat 10 menit-an. Dan memang di beberapa tempat hujannya amat lebat. Petugas stasiun minta maaf terus…. Hmmm 10 menit begini minta maaf sampai segitunya, kalau di Indonesia sih..jangan harap deh.

Sampai di rumah, Tina sudah di depan pintu akan pulang. Thank you banget sis… Mereka masih harus naik bus, dan kereta dan pasti sampai di rumahnya sudah jam 12 malam. Really… grateful.

Tapi malam itu aku tidak bisa tidur. Sampai jam 1 Kai rewel, ngantuk tapi mau main terus. Aku ikutin aja maunya, mau digendong aku gendong, mau minum selain susu, aku buatkan teh. Terussss rewel sampai akhirnya aku paksa dia berbaring di bed dan kasih minum susu. Aku sempat tidur setengah jam tapi akhirnya terbangun dan akhirnya aku ganti-ganti themes blog aku deh sampai pagi. Iseng banget yah… Tapi dengan begitu bertambah lagi pengetahuan aku pakai Photoshop deh heheheh.

Hari yang panjang dan melelahkan. Waktu  turun dari kereta pulang, kaki kiri dan badan sebelah kiri aku mulai aneh…hmmm gara-gara aku suka gendong Kai sebelah kiri deh. Asal jangan de Quervain lagi deh. Ngga enak banget. But you should see Kai’s face when I came home…. lihat mukanya dia aja jadi kangen banget deh dan langsung pengen cium-cium dan cubit… gemezzzz…

16 Comments

huehehehe..ternyata kerewelan Kai menghasilkan “cat rumah” baru, ya bun? 😀

hihihi iya nih, jadi mau renovasi rumah maya dan rumah beneran nih heheheh

Wah, bisa bayangkan deh gimana si Kai rewel.
Tetap bersemangat main padahal matanya sudah mengantuk.
Ternyata mbak perlu bantuan pada hari sabtu juga ya.
Kalo suami saya bertugas di Bangkok selama 3 minggu nanti,
saya juga bisa kok menjadi pengurus kedua cowok cilik.
Siapa tahu kebetulan bisa berkenalan dengan Tina san karena dia juga mau datang untuk melepaskan rasa kangen pada keponakannya.

waduuuuuh Melati san … aku amat sangat senang kalo bisa …. asyiiikkk eh nginap aja di rumah (tapi ngga boleh tidur sama Riku ya ahhahaha). Si Tina minggu depan mau ke Italy, jalan-jalan hiksss…. pengen ikuuutttt. Sapa tahu bisa ketemu Alain Delon hihihi. BTW tgl 23 ikutan BBQ yuuk

Wah, hidup di Jepang yang serba tepat waktu musti bisa bergerak cepat ya, biar nggak terlambat naik kereta. Senang baca kisahnya, jadi tahu suasana kehidupan di negeri sakura.

tuti nonkas last blog post..I Love Hat

Time is money deh mbak… kan Japanis itu disebut sebagai economic animal. Kalau lambat jangan tinggal di Tokyo mbak. Sampai segitu loh.
***EM***

Ah, new template… Cantik… (tapi aku suka yang lama, Sis… ini serius banget yaa? but I love the pics/header-nya… cantik banget!)

Eniwei,
Soal 10 menit terlambat dan minta maaf sampe segitunya… Duh, as you said, jangan harap deh di Indonesia bisa begitu… Telat sampai sejam aja kita udah maklum… Masih untung bisa berangkat.. hihihi.. kasian banget yaa…

Tina-San ke Italy???
Titip cowok Italy ganteng satu biji!
Dua kalau bisa!!! 😀

Lalas last blog post..Mirip Seleb

foto yang aku ambil bagus kan? Aku mau ke sana lagi sendirian …entah kapan. (tempat itu tutup sejak November sampai Maret/April karena bersalju dan berbahaya). Tapi biar ditutup tetap saja ada yang pergi ke sana….dan kadang mati dalam salju. Brrrrr
Cwo Italia ya? yang pasti untuk dia dulu, kalo sisa baru untuk aku. Kalo sisa dari aku baru aku kirim ke SBY ya. Deal?
***DM***

Terbayang deh, bagaimana harus bergerak cepat agar semuanya terselesaikan. Hidup di indonesia memang terasa mewah karena ada pembantu.

edratnas last blog post..Menyebarkan “virus” ngeblog

Mewah sekali bu. Saya mau bawa pembantu dari jakarta aja susah banget. Rumah sempit trus musti tambah orang lagi? no way….. Karena itu saya selalu kurang tidur nih bu. (sejak Jumat sampai detik ini saya cuman tidur 6 jam loh)
***EM***

HHmmm 10 menit … minta maaf sampe segitu nya …

Aku pikir Indonesia harus belajar banyak mengenai hal ini …
Banyak … banyak sekali …

10 menit terlambat menimbulkan kerugian yang cukup banyak loh. Misalnya itu kereta terakhir, maka yang kehabisan kereta (ganti kereta) terpaksa harus naik taxi dsb nya kan?
Dan kalau misalnya ada kecelakaan kereta misalnya karena bunuh diri, maka kereta yang tidak bergerak selama 1 jam, maka pasti akan ada perhitungan kerugian berapa puluh ribu orang terganggu dan mungkin bisa ditanyakan juga kerugiannya jika dihitung dengan uang. (1 orang kerja gaji per jamnya berapa dikalikan saja) heheheh. bener-bener perhitungan kan?
Yup Indonesia harus banyak belajar dari Jepang, sama halnya Jepang harus banyak belajar banyak dari Indoensia soal “rohani”.
***EM***

Wah, semakin banyak pengunjung nih blog.
Btw, ada ibu Edratna dan Tuti Nonka…
Wah, dunia blog ternyata emang sempit.
Aku pernah berkunjung ke blog mereka, meski sekarang agak jarang…

Kalau di Indonesia, terlambat lebih dari dua jam pun kita nggak dikasih tahu.
Minta maaf juga nggak…
Halah…Ya, plus minus lah…
Di sana kan mahal punya pembantu…

Hery Azwans last blog post..Tour de Mosque

pernah terpikirkan untuk bawa pembantu dari Indonesia bang. Tapi masalahnya dia tidur di mana? Dan privasinya? (kalo ada dia kan saya ngga bisa keluar kamar mandi begitu saja kan?hehehe). Nanti kalau saya punya rumah sendiri baru bawa pembantu (dan saat itu Riku dan Kai sudah gede hihihi ya percuma atuh).
***EM***

Numpang komen buat Abangku ya EM …
@Abang …
Aku salut sama abang …
Ciri khas marketer sejati …
Selalu menepati janji …
EM yang nun jauh disana pun dikirimi juga buku itu …
Sukses untuk Abang …
Sukses untuk Blind Power

@Emiko…
EM ulasan versi kamu ditunggu lho …

Salam saya ..
Apa Khabar EM ?

Iya mas… saya sudah tahu apa yang mau saya tulis, meskipun belum selesai bacanya. Terlalu banyak distorsi, dan belum bisa konsen untuk menulis.
Kabar saya? ya gitu gitu aja mas. Salam juga.
***EM***

Gendong Kai-nya ganti ke sebelah kanan, Mbak Imel… 🙂

hahahaha….. tapi aku ngga bisa masak, ketik dsb nya pake tangan kiri
gimana dong?
***EM***

Menanggapai komen Bos Nh,
Biar tidak ada fitnah…
Saya hanya memberi buku, tapi ongkos kirim ditanggung ama Ime-chan.
Abis, kalau diklaim ke perusahaan aku belum berani, nanti banyak pertanyaan yang sulit kujawab.
Kalau untuk pengiriman lokal memang ditanggung perusahaan karena nilainya tidak seberapa.
Jadi aku hanya menggunakan otoritasku untuk memilih siapa yang harus kupilih untuk mereview buku ini.
Tentu saja aku memilih orang yang kukenal dan kuanggap kredibel untuk mereview buku ini.
Btw, sorry nih Ime-chan udah nyampah di sini…
Terima kasih atas review-nya.
Memang karakter tiap Asunaro tergambar dari reviewnya.
Semuanya punya ciri khas yang mengalir dengan alami, tidak dibuat2…

Hery Azwans last blog post..Ketemu Idola

Aduh si abang sampe segitu dijelasin hehehe. Mustinya diem-diem aja lagi….
Tapi bang…tugas bikin review itu tidak gampang loh menurut saya. Sudah lama saya tidak mengerjakan tugas seserius itu.

***EM***

“Memang dalam hitungan detik sih, karena langsung menyala kembali.” (listriknya)

Di sini gensetnya juga impor dari Jepang.. tapi terus maintenance-nya kurang baik.. barang bsgus jadi berumur pendek.. masih perlu beberapa menit kalo di sini Mba EM, Jepang sugoii banget..

Ckckck … luar biasa emang menghargai waktunya … Saluuut 🙂
Berbanding terbalik dengan pengalaman mendampingi bos saya selama 2 tahun, hobynya cari alasan karena suka terlambat ha ha ..
Trims Mbak 🙂
Salam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :
Previous Post :