Apa yang akan hilang dalam 10 tahun mendatang?

Kalau dulu saya pernah posting mengenai perubahan yang dirasakan dalam 10 tahun terakhir ini, kali ini akan mengulas tentang apa yang ada sekarang, tapi mungkin untuk 10 tahun ke depan sudah tidak ada lagi. (Jangan-jangan saya sendiri 10 tahun yang akan datang udah ngga ada nih heheheh).

OK dari survey ternyata orang-orng di Jepang memilih barang-barang ini akan LENYAP dalam 10 tahun, dan nomor satunya (yang sudah pasti hilang gituh) adalah TV dengan braun capsul… ya TV yang sekarang masih ada di ruang tamu saya deh hehehhe. Berikutnya? Hmmm kita lihat daftarnya aja ya..

  1. TV Braun (plasma…aquos… aku sih masa bodo… ngga suka nonton ini)
  2. Telepon dengan sistem putar (bukan tekan /push) (apalagi kalau masih pake pesawat
  3. Penyewaan Video VHS (hhmmm kayaknya sih iya sapa yang mau bawa gede-gede gitu)
  4. Kantong plastik gratis di Supermarket dan konbini (hmm hemat dan ramah lingkungan siiip deh)
  5. Telepon Umum (krn semuanya sudah punya keitai (HP) sih
  6. ADSL ( wahhh kasian juga, semua koneksi dipaksa jadi fiber optic)
  7. MiniDisc /MD   (hmm kalah sama ipod ya)
  8. Instant Camera  (semua udah punya HP yang ada kameranya sih)
  9. Batere Mangan (Alkali semua )
  10. kereta dengan kompartemen  (kompartemen =bisa tidur jadi harus lama dong…shinkansen ngga laku deh )
  11. Taman bermain di atas gedung departemen store. (memang khas di Jepang ada taman bermainnya)
  12. surat kabar sore (trus yang paginya?)
  13. sms HP  (wah kayaknya di Indonesia sulit hilangnya…nanti ngga ada yg dukung Indo idol dong)
  14. mobil bermesin disel (tidak sesuai jaman juga sih)
  15. pensiun  (hmmm sistem pensiun di Jepang memang riskan)
  16. tiket bus dan kereta api (hmmm pas elektrik nih)
  17. Blue Ray    (baru kok udah mau ngilang?)
  18. CD/CD ROM
  19. heater dari minyak tanah (jgn deh bahaya soalnya dan bau minyak)
  20. Harga paket telepon tertentu
  21. receipt berbentuk kertas (setuju… buang-buang kertas nih)
  22. daerah bersalju tebal di Jepang (akibat pemanasan global)
  23. pembuka kaleng (karena semua kaleng sudah bisa langsung dibuka tanpa alat itu)
  24. pembukaan jalan utama untuk pejalan kaki
  25. Laptop yang lebih besar dari A4
  26. buku catatan rekening bank (setuju… udah online kok)
  27. pembagian TODOFUKEN (perfektur di jepang)
  28. Pembuka tutup botol (hmmm sudah tidak pake botol kali yahhh)
  29. Drama remaja (aaah masak tidka ada remaja lagi????)
  30. DM alias Direct Mail (semua DM berganti SPAM hehheeh)

Ayo…. kalau di Indonesia apa kira-kira yang hilang dari peredaran 10 tahun mendatang? Kalo telepon umum, kayaknya sekarang juga sudah tidak ada ya… (kayaknya pesimis banget ya)

7 gagasan untuk “Apa yang akan hilang dalam 10 tahun mendatang?

  1. nh18

    Yang akan hilang 10 tahun lagi dari sekarang …??
    Di Indonesia …
    Terserah apa saja …
    Asal yang hilang jangan “Senyum penuh Ketulusan”

    hmmm dalam mas…. indeed… jangan sampai senyum yang tulus itu hilang dari muka bumi Indonesia.

    Balas
  2. Yulis

    Apa ya kok ga ada ide ya? Semoga yang hilang yang gak penting penting aja ya deh. thanks

    yah itu kan juga cuman barang, tidak ada pun tidak apa-apa bukan?

    Balas
  3. putri

    Drama remaja hilang ? Kayaknya orang2 Jepang tingkat stressnya udah mulai tinggi, ya ? Sampai masa remaja yang mengharu biru pun tidak ada tempat di dunia pertelevisian…he..he..

    Kalo Laptopnya udah semakin kecil dan ringan…plus harganya pas di kantong…Pasti Put doyan, deh..he..he..(emang makanan, ya ? *nglantur mode on)

    Yang hilang di Indonesia..?
    Coba Put pikir..hm…

    becak sepeda (sekaran aja udah susah nemu-innya, bahkan di kampung ortu Putri..)

    itu dulu, deh, mbak…he..he..

    Tau kenapa Drama remaja hilang Put? karena anak-anak yang lahir semakin sedikit dan begitu mereka lahir sudah punya beban untuk menunjang ekonomi negara, ngga sempat untuk cinta-cintaan di dramakan heheheheh. But this is real and mungkin akan kejadian.

    Balas
  4. Daniel Mahendra

    Nomor 30:
    DM alias Direct Mail (semua DM berganti SPAM hehheeh).

    Waduh!! DM? Daniel Mahendra? Jangan, Mbaaakkk… :p

    Hahahahaha DM, mulai sekarang saya akan panggil kamu Mr Spam ya hihihihi

    Balas
  5. putri

    Aih….masih kecil sudah harus menanggung beban untuk menunjang ekonomi negara ? Sadis amat pemerintahnya…

    Kaya’nya…masyarakat Cina yang udah overload tuh bisa di transfer ke Jepang, deh, mbak…he..he..

    putris last blog post..September…Kala itu Hujan

    Jangan salah Put di Eropa sudah begitu loh. Masyarakat masak jadi komoditi ekspor hehehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *