Di Amersfoort Aku Jatuh Cinta

Kota Amersfoort (kira-kira sejam bermobil dari Amsterdam, Netherland) memang akrab dengan keluarga saya. Ada beberapa saudara dari pihak papa yang tinggal di sini. Yang tertua adalah Oma Do, yang berusia 88 tahun. Masih sehat dan mungkin masih menyetir mobil sendiri. Saya terakhir bertemu Oma Do, dan generasi opa tahun 2002. Kapan lagi bisa ke sana ya? Bukan di Amersfoort tapi di sebuah kota pantai, ada pula teman maya saya, si Peri Biru Kiki yang kemarin berulang tahun. Karena Kiki ini lah aku mulai nge-blog di blogspot th 2005.

So…. apa kesan kota Amersfoort bagi saya? Tidak begitu jelas, tapi yang pasti teringat adalah waktu kami naik mobil melewati hamparan padang rumput luas… dengan pemandangan windmill yang indah…. tapi…. bau kotoran sapi yang amat sangat menyengat. Kok bisa ya tinggal di daerah sini?

“Di Amersfoort Aku Jatuh Cinta”  adalah judul buku yang aku baca selama 1,5 jam. Sudah lama aku beli mungkin 2 tahun yang lalu. Sebuah buku karangan Toeti Senja. Ceritanya sederhana, kalimatnya sederhana. Tapi kesanku MANIS. Karena bisa juga membuatku menitik airmata pada bagian akhir. Kisah cinta sepasang manula, belum terlalu tua banget tapi keduanya sudah menjanda dan menduda. Memang benar apa kata pengantarnya, bahwa belum banyak cerita/novel yang menceritakan tentang kaum paruh baya. Tentu saja mereka punya problema masing-masing, juga kekuatan mereka pada adat istiadat mempengaruhi pandang hidup mereka selama ini.

Kalau ada waktu yang tidak terlalu banyak dan ingin membaca suatu yang ringan, saya sarankan baca buku ini meskipun mungkin Anda belum manula….

5 gagasan untuk “Di Amersfoort Aku Jatuh Cinta

  1. edratna

    Wahh boleh juga….ntar kalau pas ke Gramedia.
    Buku yang telah diberi komentar di blog suka bagus, saya baru saja selesai baca “Family Tree” karangan Barbara Delinsky.

    silakan coba dibaca bu.

    Balas
  2. Melati

    Buku itu enak dibaca.
    Perasaan tokoh utamanya diekspresikan dengan suasana yang tenang.
    Proses percintaan mereka juga berkembang dengan perlahan-lahan.
    Tapi nggak membosankan.

    Bagi orang asing pun bisa baca cepat.
    Makanya, pas banget ya untuk dibaca
    waktu kita mau membaca sesuatu tapi nggak mau yang susah-susah.

    nah… Melati sudah baca juga ya? kawaii deshou?

    Balas
  3. Lala

    Kalo gitu, emichan musti baca atau liat film The Notebook.
    Kisah cinta yang luar biasa menurut kacamata seorang Lala…

    (Hey, tanggung jawab! Aku jadi kepingin beli bukunya! Hehehe)

    Hmmm sebenarnya la, aku ngga suka baca novel yang akan/sudah difilmkan. but nanti aku coba cari deh. (Beneran mau baca? ntar aku kirim deh –tapi cari dulu ada dimana hehhehe- -…japri alamat sby ya)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *