Treasure every encounter, for it will never recur.

itu bahasa Inggrisnya 一期一会 Ichigo-ichie yang pernah juga saya tulis dalam topik [Idiom4 huruf]. Artinya menghargai setiap pertemuan (deai 出会い) karena mungkin itu tidak akan pernah terjadi lagi. Pertemuan itu hanya ada satu kali dalam kehidupan kita. Perkataan ini merupakan inti pemikiran Sado (茶道) The way of tea, yang diucapkan pertama kali oleh Yamanoue Souji, yang merupakan murid Sen no Rikkyu. Master of Tea Ceremony. Karena menganggap pertemuan itu untuk pertama dan terakhir, maka dengan penuh perasaan dia akan melayani tamu yang datang untuk minum teh.

Kalau saya menoleh dan mengenang kembali, Saya pernah mengalami Ichigo Ichie ini. Di sebuah perjalanan kereta, bersama seorang wanita China yang bekas pelajar asing di Jepang. Kalau tidak salah waktu itu dia sudah bekerja, sedangkan saya masih mengurus wisuda master. Kami berdua naik kereta, saya sendiri lupa dari mana sampai mana, tapi yang saya ingat, kami berdua berdiri dan perjalanan cukup jauh….. Mungkin dari Yokohama menuju Tokyo. Terus terang waktu itu saya dalam keadaan bingung, bimbang apa keputusan saya selanjutnya. Ada 3 pilihan yaitu melanjutkan program Doktor, atau pulang ke Indonesia, atau tetap bekerja di Jepang. Program Doktor saya hapus dari pilihan karena saya sudah lelah waktu itu, lahir batin… sesudah menyelesaikan thesis yang tidak mudah dalam bahasa Jepang. Dalam satu tahun saya harus membaca Kanji kuno (tidak kuno-kuno banget sih), lalu harus menyusun apa yang mau saya tulis di thesis, berdasarkan pustaka yang ada. Sampai dengan seminggu sebelum penyerahan thesis, saya merubah susunan chapter…. sampai dosen pembimbing saya geleng-geleng kepala, meskipun dia lebih suka dengan susunan yang baru. But …1 minggu… seperti orang antara mati dan hidup.  Capek!! jadi melanjutkan bukan merupakan pilihan bagi saya saat itu.

Jika saya pulang ke Indonesia, saya akan kehilangan kehidupan saya dan berarti putus dengan pacar saya (sekarang mantan pacar)… tapi saya tahu bahwa saya belum tentu menikah dengannya waktu itu. Jika saya tinggal di Jepang, saya senang karena bisa bersama dia terus, tapi apakah saya akan terus bekerja sambilan sebagai dosen/guru honorer saja?  Bingung….

Tapi apa sebetulnya yang dilakukan si wanita China itu pada saya waktu itu?  Dia hanya bercerita tentang dia. Seorang wanita yang meninggalkan segala-galanya, juga pacarnya demi bekerja di tempat yang sekarang. Women Power!! Saya tidak ingat wajahnya…tidak pula tahu dimana dia tinggal, bahkan namanya. Yang saya ingat dia bertubuh kecil, bersetelan jas biru khas karyawan, begitu feminin tapi begitu kuat. Dia hanya berkata, “Apapun pilihan kamu, pasti bisa kok. Saya yakin kamu bisa. Kita wanita yang kuat, bukan? Gambatte ne“. Bukan suatu jawaban A atau B, tapi hanya sebuah sentilan bahwa apa saja yang saya pilih saya pasti bisa. Jangan dengarkan orang lain. Saya yang biasanya tidak suka pada orang China yang begitu egois, saat itu hanya terpana, dan turun di stasiun tujuan saya, sementara dia melambaikan tangan dari dalam kereta. OMG Saya lupa tanya teleponnya. Namanya…. tinggal di mana…. Bahkan saya tidak ingat mukanya. Tapi hari itu saya melangkah keluar pintu stasiun berjalan ke rumah saya dengan yakin bahwa saya harus tinggal di Jepang. Apapun yang saya akan lakukan. Itu pilihan saya. Satu episode hidup yang mungkin tidak akan terulang kembali. Ichigo-ichie.

Dengan pengalaman bertemu banyak orang sebagai guru bahasa Indonesia, saya menghargai setiap pertemuan dengan orang lain. Setiap orang membawa suatu pemikiran yang baru bagi saya. Dan mungkin itu  sedikit banyak merubah pandangan hidup saya.

Ada satu episode kecil dalam sebuah taksi. Saya akan pergi rekaman di studio Radio InterFM suatu malam. Studio biasanya kosong di atas jam 10 malam sampai kira-kira jam 5 pagi sebelum dipakai untuk siaran pagi hari. Karena waktu saya siang hari juga sibuk dengan mengajar, saya sering mengambil jadwal studio pukul 10 sampai 3 pagi, dan pulang-pergi naik taxi dari/ke rumah. Seperti biasa saya sering bercakap-cakap dengan supir taksi dan dia bertanya,

“jam segini ke daerah sini, apakah kamu bekerja di Hakuhoudou?” (Hakuhoudou adalah sebuah perusahaan advertising Jepang terkenal yang berkantor dekat studio saya. Dan perusahaan advertisement biasanya tidak mengenal jam kerja)

“Bukan…saya bekerja di Japan Times, tepatnya di Radio nya.”

“InterFM? 76,1 MHz?”

“Ya…. saya bekerja sebagai DJ di situ”

“Pantas saya pernah dengar suara Anda. Saya dari tadi mendengar suara Anda, tapi tidak ingat di mana. Siaran dini hari dalam bahasa asing kan?”

“Ya setiap sabtu dini hari jam 2, bahasa Indonesia”

“Ya…. saya selalu dengar kata-kata “Indoensia”…. Saya tidak mengerti tapi saya senang mendengar suara Anda seperti bernyanyi dan lagu-lagu yang diputar juga enak-enak”

“Wah terima kasih ….. Hari ini saya akan rekaman untuk Sabtu besok. Karena itu saya ke sini malam ini”

“Gambatte…nanti saya akan dengarkan lagi. Senang sekali bisa bertemu dengan DJ nya”

Dan dia menurunkan saya di depan gedung Japan Times. Dalam siaran malam itu, Saya putarkan satu lagu khusus untuk dia, whereever he will hear me.

出会い本当に不思議ね DEAI hontouni Fushigi ne. Pertemuan itu memang aneh. Dari pertemuan dengan si supir taksi, saya sadar waktu itu bahwa suara saya bisa didengar oleh siapa saja. Dan mungkin ada seseorang entah dimana yang terhibur dengan acara saya. Itu membuat saya semakin bersemangat lagi dalam bekerja.

Si wanita China dan Si supir Taksi… ichigo ichie…..

12 gagasan untuk “Treasure every encounter, for it will never recur.

  1. Manik

    Seorang wanita yang meninggalkan segala-galanya, juga pacarnya demi bekerja di tempat yang sekarang

    Ini termasuk EGOIS atau memang beginilah ciri2 wanita karir..?? 😀

    don’t know. Itu juga hidup dia. Yang pasti keputusan aku egois menurut keluarga yang mengharapkan saya pulang, tapi tidak egois menurut pacar yang mengharapkan saya tinggal. Dan egois menurut saya yang hanya memikirkan diri sendiri yaitu ingin dekat pacar dan mengembangkan diri/bekerja di Jepang. Egois tidaknya tergantung dari sudut pandang mana.

    Balas
  2. Melati

    Ternyata masih ada ya orang Jepang yang baik hati kayak sang supir taksi itu.
    Sebaiknya, saya harus membuang juga deh prasangka terhadap orang Jepang.

    Tapi tekadku itu selalu dipatahkan.
    Habis, terlalu banyak juga sih yang kayak robot!

    Harus bageimana kalau dibentak oleh orang yang saya tawarkan jasa bantuan?
    Kalau berulang kali mengalami atau menyaksikan adegan seperti itu, susah deh menghapuskan prasangkanya.

    hmmm mungkin karena saya orang asing di Jepang ya? Jadi langsung menyolok setiap saya bepergian. Kalau sesama orang Jepang, mungkin belum tentu orang akan ramah. Saya pernah kaget di Chiba waktu naik bus, ditanya jalan oleh seorang nenek2… padahal banyak orang lain…kenapa dia musti tanya ke saya? apa dia pikir saya orang okinawa? Dan saya bilang, maaf nek saya juga tidak tahu daerah ini. Lalu kata teman saya, “Kamu punya aura yang membuat orang tidak segan bertanya sama kamu. Dia pikir kalau tanya pada kamu pasti tidak akan ditolak.” hehehe jadi saya mustinya kerja di Informasi stasiun mungkin ya …..

    Balas
  3. Lala

    Ya.
    Setiap orang yang hadir dalam hidup kita, meskipun hanya sebentar, meskipun dia datang untuk membuat kita menangis, atau marah, atau bahagia… mereka datang ke dalam hidup kita dengan membawa misi.

    Apakah misi itu?

    Wait patiently.
    Karena jawaban itu akan datang ketika pikiran kita sedang jernih…

    (Soal ichigo-ichie.. hey, been there! So many f**king times! And I’m greatful for that…)

    bersyukur la…. kita juga dipertemukan di blog dan itu aneh bukan?

    Balas
  4. Hery Azwan

    Saya juga termasuk orang yang senang mengorek obrolan dengan siapa saja. Di bus, kereta, pesawat. Biasanya, saya yang banyak bertanya. Maka keluarlah semua kisah orang tersebut. Wah, bisa jadi post baru nih di blogku…

    hmmmm kayaknya bang hery belum banyak nanya sama saya nih hehhehe. ntar gantian saya yang nanya yah

    Balas
  5. mang kumlod

    Kalau di kamus saya. Setiap episode adalah takdir yang mengantarkan kita pada takdir2 selanjutnya.

    Pertemuannya sebenernya sepele. Dan biasanya (bisa jadi) yg sepele2 itu yang merubah takdir besar (coba baca lagi kisah orang2 yg selamat dr tragedi 9/11?).

    Ngobrol dengan orang asing? Tergantung mood. Hehehe…8x tapi kalu dia yg mulai saya pasti ladenin dengan sepenuh hati… 😀

    wahh mang kumlod udah selesai nih hiatusnya? Sukuknya udah selesai belum?

    Balas
  6. koko

    yeah, but not every encounter is a treasure..encounter with a thief, or a rapist?

    you’d never know koko…. you’d never know

    Balas
  7. putri

    Wah..episode hidup yang sangat menarik sekali, mbak..

    Terkadang kita perlu ‘mendengar’ dari orang lain untuk mengukuhkan ‘pendapat’ kita…

    Hem..kira2 kapan, ya, putri bisa ke Jepang…?

    hayoh gambatte put, ambil S2 di Jepang. banyak kok beasiswanya. Cari info di kedubes jepang deh. Kalo sudah di Jepang hubungi saya yah. Biar di daerah lain…nabung untuk bisa ke disneyland, nanti saya temanin heheheh

    Balas
  8. Nina

    Hi Mba Imelda…Ini aku Nina, yg kemaren memperkenalkan diri ke mba Imel di acaranya KMKI di Nishi Tachikawa.Heeum…honestly, never think that i will met you there….also as treasure encounter for me ^_^ btw it’s a very nice story. Many times i met some people who make me learn alot…ada yg krn ngobrol, ada yg sekedar melihat kondisinya aja aku udah dpt byk pelajaran berharga…eventhough i never met them anymore in further… Nice people or bad people, can always be not even someone but more to something to learn about…Nice Story mba Imel, hope i can see u again one day…May God be with you…riku…kai…and papanya… 🙂

    Hi Nina akhirnya dikau berkomentar. Iya saya juga tidak sangka bahwa ada yang mau baca blog kayak gini hihihi (jadi malu deh). Waktu di BBQ itu selain kamu ada juga Windy yang bilang dia sering baca blog ini (belum muncul dia…lagi sibuk sama babynya). Bener ya kita tidak pernah bisa tahu bahwa suatu pertemuan itu akan terjadi, kapan, dimana dengan siapa. Enjoy dan melihat hikmah di balik itu. Dan saya percaya itu juga ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Saya juga senang kalau tulisan saya bisa jadi hiburan atau masukan untuk siapa saja. Sayang kamu sebentar lagi udah mau balik ke jkt sih ya, kalo ngga kita ngeramein blognya KMKI nih hehehe (sebelum itu heboh dengan Rio Febrian dulu). Keep in touch ya, siapa tahu , tahun depan kalo aku mudik bisa ketemuan ya… Paling cepat aku ke jkt lagi bulan Feb…. atau Agustus. GBU sis.

    Balas
  9. Yoga

    Hei.. mbak, aku nulis ini sambil menahan haru (tangis?) , betapa sering aku mengalami Ichigo-ichie, dan teringat seringkali aku lupa, berbuat yang terbaik dalam tiap momen seperti akan selamanya mendapat kesempatan itu, nah itu yang kusesali… Mudah-mudahan pertemuan kita berlima kemarin bukan yang pertama dan bukan yang terakhir.

    peluk cium,
    YA

    Mudah-mudahan pertemuan kita berlima kemarin bukan yang pertama dan bukan yang terakhir.—– AMIN
    Cerah harimu Yoga
    EM

    Balas
  10. Yoga

    Mbak, ralat sedikit ya, Seharusnya demikian,

    “…berbuat yang terbaik dalam tiap momen seperti tak akan selamanya mendapat kesempatan itu…”

    Balas
  11. D Laras H

    Trims tulisannya, yang agak2 nyambung dengan status yang kuposting di FB…”Jangan pernah berpisah tanpa ungkapan kasih sayang untuk dikenang. Mungkin saja perpisahan itu ternyata untuk selamanya…(Jean Paul Richter)”

    Banyak comment diatas lebih mengarah pada pertemuan dengan orang yang baru dikenal, kalau aku justru sebaliknya. Lebih kepada orang yang justru kita kenal, org yg dekat dengan kita, yg sering kita abaikan perasaannya. Misal, kemarin aku bertengkar dengan suami, kadang karena msh kesal, pagi ini (walaupun sdh berdoa pagi bersama), kita berangkat begitu saja. Nah ini yang jangan dan tidak boleh terjadi. Setiap bepergian, hapuskan segala kekesalan yg terjadi di hari kemarin krn kita tdk tahu apa yg terjadi di depan kita…
    .-= D Laras H´s last blog ..Roco, our 1-st Golden Retriever =-.

    Balas
  12. henny

    Mbak Imel,
    Hidup memang kadang membuat kita agak ‘bingung’ dengan beberapa pilihan.
    Tapi aku senang karena ternyata mbak Imel bahagia dengan pilihan yg diambil. Wanita China dan supir taxi… ach, mereka jadi seperti utusan yg digunakan untk memantapkan mbak Imel dalam melangkah…tfs mbak!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *