Mama…sakit….

Mama…sakit….

Duh biasanya Riku tidak pernah mengeluh. Sejak bayi dia tidak pernah menangis waktu disuntik vaksinasi. Malah dia selalu tanya, kok tidak disuntik, jika hanya pergi untuk pemeriksaan. Tapi….

Sejak tgl 28 malam dia menggigil terus. Demamnya sekitar 39-39,5. Tapi menurut bu Doktor Novi, kasih minum yang banyak saja, lihat kondisi dulu. Karena sebetulnya dokter juga belum bisa tahu penyakit pasien demam, hanya dari luarnya, harus ada pemeriksaan labo. Yang penting diusahakan dia minum dan diberi tempra. Namun tempra hanya menurunkan sedikit. 38,5 derajat minimum, dan naik kembali. Aku peluk dia setiap dia mulai menggigil dan mengeluh, sehingga otomatis aku tidak tidur hari itu. Sekitar jam 3:30 pagi aku kasih tempra lagi, karena demamnya 40,2… Mungkin karena demamnya dia mulai ngigau macam-macam.

“mama, mama tunggu di situ dong”

“Di situ mana? kan mama di sebelah Riku sekarang”

“Mama …aku takut….gelap”

“Kaus kakinya mana?…. Mama bawa sepatu Pikachu ngga”

“Bawa kok, kenapa Riku mau kemana?”
“Kan mau ke game center? ”

“Sekarang game centernya tutup sayang, nanti kita ke dokter dulu, sesudah itu ke game center ya…kalau dokter bolehin”

Semakin lama semakin takut aku dengar ocehannya soalnya dia terbangun tapi matanya ngga fokus. Sekitar jam 4 dia minta ditemani ke WC, dan ternyata dia mencret. Dan sejak itu berkali-kali harus ke WC. Cucian kotor bertumpuk. Sambil urus WC, aku juga cuci dulu pakaian yang kotor itu, supaya bisa langsung dicuci paginya.  Dan…aku pikir lebih baik bawa ke emergency saja. Jadi sekitar jam 4:30 Tina bangunkan opa untuk antar kita. Sambil aku siap-siap pakaian dsb, Riku sudah tunggu di depan garasi. Dia semangat banget untuk pergi keluar. Tapi waktu diraba kepalanya kok sudah tidak panas? Aku ukur 38,2….hmmm lebih baik langsung ke poliklinik anak saja deh. Jadi batalkan keluar dan Riku tidur sambil nonton TV di samping aku yang sibuk tulis email kasih kabar papanya dan posting. (disambi tidur-tiduran juga sih).

RSPP Di ruang tunggu Klinik Anak

Jam 5:30 Opa dan Oma ke gereja karena merupakan kebiasaan keluarga kami untuk pergi ke misa kalau ada yang ulang tahun. Yang lainnya tidak bisa ikut, Tina urus Kai, Aku urus Riku. Waktu Opa dan Oma pulang, kita sempatkan nyanyi Happy Birthday. Jam 8:00 aku dan Riku pergi ke poliklinik di RSPP, diperiksa dokter Jarot. Dia masih ingat Riku pernah datang waktu usia 1 th (mungkin karena jarang orang Jepun dateng ya heheheh). Dia kuatirkan Riku kena radang usus, sehingga lebih baik periksa darah. Pas kita keluar kamar periksa, Siswi teman akrabku waktu SMP datang dan temani kita ke labo. Memang siswi dulu tugasnya nganter-nganter tamu VIP di RSPP. Dan Riku termasuk tamu khusus ya Sis hehhehe. Berkat escort dari Siswi ini bisa minta tolong fotoin deh, waktu Riku diambil darahnya heheheh. Dan….untuk pertama kalinya dia nangis. “Mama….sakit…” Ya jelas sakit lah, soalnya venanya halus, jadi sempat dicari-cari dulu setelah ditusuk. Keturunan mama tuh….soalnya aku venanya ngga keliatan sampe terpaksa diambil di sela-sela jari, atau tempat-tempat lain yang aneh-aneh deh.

pucatnya ambil darah 採決

Setelah selesai labo, kita musti tunggu hasilnya 1 jam. Jadi kita pergi deh makan sate di depan RSPP, yang terkenal itu loh…. (Mariko san, aku udah makanin untuk kamu loh heheheh). Riku bisa makan sedikit. Padahal sebetulnya ngga boleh tuh makan sate, karena waktu kita kembali ke dokter untuk tanya hasilnya, ternyata verdaag tiphus. Harus makan bubur dan sayuran tuh….

sate depan RSPP sate ayam

Kira-kira jam 11:30 an kita bisa pulang, tapi musti ambil obat di apotik. Dan riku maksa untuk main. Akhirnya aku bawa dia sebentar ke BlokM Plaza untuk main di game center sekitar 30 menit. Meskipun lemah dia senang sekali, dan aku janji kalau sudah sembuh kita akan main lebih lama. Kemudian kita pulang naik bajaj….naik bajaj-pun merupakan pengalaman berharga bagi Riku. Sesampai di rumah dia bilang,”Terima kasih mama…Aku sayang mama”. Sama seperti halnya jika dia muntah di lantai, karena tidak keburu pergi ke tempat sampah. Dia selalu bilang waktu aku pel lantainya,”Maaf ya mama….mama harus bersihkan itu”. Oh anakku, tidak apa-apa itu kan tugas mama juga.  Hari ini, tanggal 30 adalah hari libur di Indonesia, jadi aku bisa menghabiskan waktu bertigaan dengan Riku dan Kai.

7 Comments

How’s Riku now? ah, I want to fly to Jakarta.

Sorry I could’t call you and Papa last night. Please tell me where I can find the number (;_;)

     Riku hampir sembuh. 010-62-21- then mtb’s number . Harus pake 010 karena B flets phone.

Ah, Riku… cepet sembuh ya Dek….. Makan bubur dulu deh, jangan makan yang keras-keras… Kan masih sakit.. Sabar ya… sabar dulu…

Psstt EmiChan,
aku terharu baca komentar Papa-nya Riku. Ah, he must be worried like hell tuh……..

aku sih prinsipnya la, selama dia mau makan, asal ngga bahaya-bahaya banget aku kasih tuh. Masuknya aja udah susah, trus langsung dikeluarin…jadi mending kasih yang dia suka kan…siapa tahu bisa bertahan lama di perutnya. Dan dia sudah mulai sembuh kok.

Yap sayang anak, sayang masa depan Indonesia. Tulisannya menyentuh kalbu tu. Salam.

sayang anak, sayang lingkungan dan sayang tanah air….. Terima kasih banyak pak.

Wah, kacian Riku ya Ime-chan.
Riku harus banyak istirahat ya…
Ntar kalau sudah sembuh baru main lagi, yang lama juga boleh…
Btw, papanya Riku bisa bahasa Indonesia ya?

Baca judulnya, saya pikir, selain Riku sakit, mamanya sakit juga. Duh kasian emiko-san kok terjadi pas liburan. Eeh ternyata masih nyeritain si sulung toh *gaya om NH*

Moga cepet sembuh yah! Bener kata mba Lala, makan bubur dulu biar ususnya ga tersiksa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :
Previous Post :