Terima kasih atas pilihan Anda….

Terima kasih atas pilihan Anda….

Sebuah kalimat terakhir yang masih aku hafal “Terima kasih atas pilihan Anda terbang bersama Japan Airline”. Serentetan salam dan pengumuman yang harus aku bacakan dan direkam dan sudah diputar bertahun-tahun. Aku sendiri tidak berharap untuk bisa mendengarnya kali ini, tapi ternyata masih juga diputar meski dengan volume yang lirih sekali. Sambil aku kasih tahu Riku, “Itu suara mama loh”. Ternyata masih dipakai.

Jam 5:45 pagi Gen jemput Tina dan Koko untuk kemudian langsung ke Narita, sedangkan aku dan anak-anak naik mobilnya mertua langsung ke Narita juga. Untung aku hanya membawa satu koper kecil, karena dua koper yang besar sudah menunggu di Narita (bahkan mungkin di pesawat) dan tinggal kita ambil di Cengkareng Tebura puran (hands free plan), layanan dari ABC+JAL. Proses check in lancar, meskipun aku lihat ada antrian panjang di beberapa counter JAL. Bandara saat itu boleh dikatakan sepiii sekali. Mengherankan juga. Apa akibat kenaikan harga avtur (bensin pesawat) menjadikan orang-orang Jepang memilih untuk berlibur di daerah yang dekat-dekat saja. Or ini juga menandakan resesi juga sedang  terjadi di Jepang. Entahlah aku bukan ahli ekonomi, dan tidak pernah berminat memperdalam ekonomi. Mungkin kalau mau belajar lagi aku lebih memilih Hukum daripada bidang ilmu lainnya. Wahhh kok melantur sampai hukum ya? Pesawat JAL yang kami tumpangi ini juga tidak penuh, tidak sampai separuhnya.

KKami menempati tempat duduk pertama setelah Bussiness Class, sebelah kiri dan ada bashinet, baby bed nya untuk Kai. Aku pesan child meal and baby meal. Yang mengherankan, makanan child mealnya lebih enak dan lebih cool dari yang untuk dewasa. Pudingnya puding caramel sedangkan di meal dewasa puding manggo. Saladnya Fruit Cocktail…. Duuh kan aku suka puding caramel…akhirnya tukeran deh sama Riku. Aku sambil suapin Riku karena Kai bobo, dan Riku kalau sambil menonton pasti tidak akan makan. Dia lebih pilih nonton daripada makan. Riku enjoy banget karena setiap tempat duduk ada video/game nya. Dia main terus, juga nonton Disney Channel.


Ada satu kejadian dengan Riku sehubungan dengan WC. Waktu pertama kali ke WC, dia pergi ke WC bersama aku. Kedua kalinya dia pergi sendiri dan berhasil. Good. Kemudian yang ketiga kalinya, di minta pergi sendiri lagi dan aku sedang kasih makan Kai yang sudah terbangun dari tidurnya. Sayup-sayup aku dengar suara teriakan anak-anak dua kali. Anak siapa tuh? pikirku. Ehhh tau-taunya Riku muncul dan dia bilang

“Mama tadi aku pergi ke WC yang lain, trus….. aku …. ngga bisa buka……(dia mulai nangis)… aku teriak dan pramugarinya buka…..”

Aduuuh anakku….

“OOOhhh pantesan tadi mama dengar anak teriak, itu Riku ya?”

Aku peluk dia dengan sebelah tangan. Dan aku bilang,

“Riku pintar deh….Riku kan teriak jadi orang orang bisa tau dan bisa bukakan pintu untuk Riku. Memang harus begitu. Bagus Riku. Nanti kalau mau ke WC lagi, nanti Riku liat deh ada tombol yang bergambar orang dan berwarna oranye. Tekan itu saja, nanti pasti ada orang yang tolong. Tapi teriak itu sudah bagus.”

Aku takut dia trauma dan tahan pipisnya tidak mau ke WC bisa berabe. Jadi waktu dia mau ke WC lagi aku antar dia dan kasih tunjuk tombol yang aku maksudkan. Sesudah itu dia bisa pergi sendiri lagi.

Terkunci di WC, suatu kondisi yang pasti tidak mau kita alami. Tapi aku ingat Mama pernah mengalaminya di bandara Yogyakarta. Sampai terpaksa petugas naik dari atas dan masuk ke dalam bilik, untuk membuka pintu dari dalam. Untung masih sempat naik pesawat. Aku sendiri belum pernah mengalami, tapi mungkin karena dulu ikut pramuka, aku selalu memeriksa kondisi wc/kamar yang aku masuki untuk mengantisipasi kemungkinan terkunci dsb. Prepared, tapi melelahkan karena syarafnya tegang terus deh. Kadang tidak enak juga menjadi orang yang “selalu siap”

Tujuh jam perjalanan memang melelahkan. Untuk sendiri saja capek, apalagi jika membawa bayi/anak balita. Belum lagi kalau nangis terus. Untung aku bisa konsentrasi ke Kai saja, karena Riku bisa main video game sendiri. Tapi waktu landing, Riku sempat muntah, dan aku dengan satu tangan harus cari kantong plastik, dan akhirnya pakai selimut untuk bantu Riku. Rasanya ingin punya 10 tangan supaya bisa melakukan semuanya sekaligus. Ini aku sudah terlatih deh untuk melakukan dua pekerjaan yang berbeda dengan satu tangan. Sulit memang menjadi seorang ibu. Untuk urusan barang kali ini tidak menjadi masalah karena Tina bantu aku untuk angkat barang. Tapi kalau misalnya tidak ada Tina? duhhh bagaimana nanti pulangnya ya? Que sera-sera deh.

Akhirnya setelah 7 setengah jam, kita landing dengan selamat di bandara Soekarno Hatta. Satu hal yang membuat aku senang dengan bandara Indonesia adalah dengan adanya sistem porter. Kalau di Jepang tidak ada sistem porter. Semua orang harus bertanggung jawab mengangkat kopernya sendiri dari luggage belt ke trolley. Dan aku harus mengalami mengangkat koper sendiri dalam keadaan hamil dan waktu menggendong bayi. Tidak ada orang Jepang yang membantu. This is what I called DINGIN. Nobody cares. Kalau ada porter, biarpun mahal aku akan bayar. Tapi tidak ada. Di sini bisa dirasakan bahwa uang tidaklah menyelesaikan segalanya (eh bisa deng kalau saya bayarin tiket  seseorang khusus untuk angkat-angkat koper…ayo siapa mau? tapi duitnya ngga ada tuh).

Setelah bertemu orangtua, Chris dan Andy, kita muat koper di dua mobil dan go home deh. Satu hal yang membuat aku sedih juga waktu melewati bundaran Senayan, yaitu berubahnya pemandangan akibat adanya Senayan City. Where is my old town?

(lucu deh si riku dan kai lagi bobo….ada suatu saat riku sebelah dalam dan Kai sebelah luar, sesudah 2-3 jam kedudukan berubah….kok bisa?)

13 Comments

Benar-benar wonder women nih Ime-chan. Dua tangannya bisa mengerjakan pekerjaan berbeda…
Banyak banget yang bisa dikomentari.
Resesi? Kayaknya menimpa orang Jepang juga ya…Harusnya di bulan2 gini masih banyak yang liburan ke Indonesia…(he he sok tahu)…
7 jam? Berarti mirip perjalanan Medan-Jayapura….
Senayan City? Di sebelah manakah rumah Ime-chan? Dihalangi tembok mall tersebut?
Tiap hari bisa shopping dong…
(eh, nggak suka shopping ya, lupa aku).
Udah dulu ah komennya…takut kebanyakan…

hahaha Bang Hery bisa aja….OK deh aku wonder woman without the atribut ya. Kalau tinggal di Jepang kaum wanita tidak bisa mengandalkan bantuan dari suaminya. semuanya harus bisa dikerjakan sendiri. Pernah teman sekerja suami saya, anaknya masuk rumah sakit, dan tidak satu haripun dia bisa jenguk krn kerja terus. Melihat itu suami saya jadi sedih. Yah…thats life.
Sebetulnya sejak tanggal 19 Juli sudah masuk summer vacation untuk anak-anak, tapi orang tuanya belum. Peaknya tgl 13-14-15 agustus waktu upacara BON, jadi dari tgl 1 Agustus sampai tgl 14 Agustus harga tiket yang termahal. Semoga tahun ini Bali tetap menjadi top destination untuk orang Jepang summer holiday ya.
Rumah saya? deket aja deh, ngga mau berbatasan tembok…rame soalnya. heheheh. Dan benar sekali saya tidak suka shopping. KECUALI wisata kuliner hihihi.

Btw, suara rekaman Ime-chan di JAL itu pake bahasa Indonesia kan? Mulai tahun berapa beredar?
Gimana kok bisa dipilih menjadi pengisi suara?

Hmmm suaranya tentu saja pakai bahasa Indonesia. Mulai sekitar tahun 1998 an kali ya. Lupa. Kenapa bisa dipilih? Karena saya termasuk binatang langka hahahaha. Yah karena saya DJ Radio itu kali ya. Lupa juga saya. Yang pasti perusahaan advertisementnya adalah Dentsu.

Orang Jepang yang DINGIN? Kayaknya bukan Jepang aja deh. Hampir semua bandara di negara maju kayaknya nggak pakek portir deh.. (ha semua?) Macam sudah keliling dunia aja aku ini…
Di sana nggak ada yang mau jadi portir apa gimana ya? Kan banyak imigran yang masih miskin. Pastinya mereka mau dibayar sedikit lebih murah…

Ya mungkin untuk urusan portir ini banyak negara di dunia yang tidak ada sistem portir. BUT, jika kamu pergi ke Eropa or Amerika, negara Barat, yang bisa mengatakan Lady’s first…then mereka tidak akan tinggal diam melihat seorang wanita HAMIL or with BABY angkat koper. They will help…. percayalah. Tanpa minta bayaran. BUt….aku cuma bisa yakin saja,, karena saya belum pernah ke eropa dalam keadaan hamil. heheheh. Nanti deh coba (hamil lagi oh noooooo) daripada ke eropa mending pulang kampung dong.

NATSUKASHIIIII!
Salam ya, buat semua di sana.
Dan kadang2 tolong pasang foto di blog ini karena aku senang melihatnya.
Tanoshimini shiteimasu, onechan !
Enjoy your holiday !!

iya kim, bisa upload/tulis nikki dr sini…. terima kasih ya. Nanti aku post kan foto-foto. Ehhh kemarin aku ketemu foto-foto waktu kita ke borobudur sama-sama tuh.

Wah abang curang …hetrik nih…

komen dari aku … Ini dijadikan 3 postingan seharusnya..(sok tau mode on)…

1. Sulih suara JAL…. Emiko memang paten … Tidak kah emiko sadar it’s not just dubbing … It’s a cultural bridging between jap dan indo …

2. Terkunci di WC… Hhmm… Riku termasuk luar biasa … Soalnya seumur TK kan ? Udah bisa pipis sendiri di pesawat…

3. Masalah Portir … Ya …aku setuju dengan abang mestinya ini porsi imigran hehehe…tapi disisi yang lain…mungkin pihak bandara wanna make sure bahwa gak ada tangan lain yang menangani koper…. So kalo ada apa-apa…say bawa brg prohibited Siempunya tidak bisa lari dr tanggung jawab …

demikian ulasan kami …

Lala ? Jangan tidur aja…giliran kamu tuh skarang… Heheehe

hehehe ulasan sang Pakar trainer….
1. terima kasih
2. Riku kan udah gede…heeheh iya dia baru 5 th dan sudah bisa segalanya sendiri. Karena di TK juga semuanya harus sendiri.
3. porter…. masa bodo sapa yang mau jadi porter. Bagi kita pengguna, seharusnya ada sistem porter. Terutama utk yang disable dan wanita hamil/with baby. Itu masuk service airport.

welkam hom deh mbak.. dipuas puasin ya di Jakarta. Kalo perlu demo aja sekeluarga di depan Senayan City, kan rame tuh.. ajak Riku dan Kai juga 😀

ikutan demo yuk gun…. biar semua keder liat seragam kamu kan…or jangan-jangan banyak yg naksir.

Wah…Welcome Home lho mbak Imelda…Udah nyampe di Jakarta…(gayaku kayak tinggal di Jakarta aja…he..he..)

btw..mana oleh-olehnya, nih *ngarep mode on

loh belum terima ya Put? Aku kemarin kirim pake merpati (pos).

aku terpesona sama photo-photonyaaaaa….. uuuuhhh… luthu-luthu cekallliii… 🙂

Culik aku ke rumahmu ya, EmiChan. Biar ketemuan sama Riku dan Kai. Skalian praktek bahasa Jepangku yang nggak banget ini.. hahaha…

Eniwei,
Riku hebat, ya? Ngatasin traumanya juga okey banget tuh. Asal diajarin dengan tenang, hasilnya ya begitu itu ya EmiChan… Great..

hmmm siapkan SD cardnya lalu siap foto bersama anak-anak ….Pngen deh denger Japanishnya suroboyo-an.

Tidurnya lucu banget, jadi kepengen punya dede bayi lagi he hehe…

bikin lagi aja mas harjo….heheheh gampang kok tapi…….tanggung jawabnya yang susah

Saya tadi gugling cari gambar pesawat JAL, dihalaman pertama google ada saya liat foto mba Imelda. Saya sudah lama gak berkunjung ke blog mba Imelda, jadi masuklah saya ke blog ini membaca perjalanan pulang mba Imelda Agustus 2008 lalu. Asik, mengasikkan membacanya. Oke, saya akan berkunjung lagi secara berkala ke blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :
Previous Post :