Before we leave tokyo

Sebetulnya kami (or saya) berencana untuk menginap di yokohama 2 malam sebelum hari keberangkatan tgl 21 Juli lalu. Tapi karena Gen sakit kepala, jadi kami batalkan saja, karena toh masih ada hari. Cuma aku jadi repot pikirin masak makan malam apa. Berhubung hampir seluruh isi lemari es sudah aku buang siangnya. So, tidak boleh masak sesuatu yang nyisa. Satu-satunya solusi adalah spaghetti.

Tapi berkat penundaan keberangkatan ke Yokohama (rumah mertua) ini, saya bisa melanjutkan membersihkan rumah yang rasanya tidak habis-habisnya itu. Masih sempat kosek kamar mandi, cuci pakaian kotor terakhir, dan scan foto-foto Riku dan Kai. Sehingga Minggu pagi sekitar jam 9 kami bisa meninggalkan rumah dalam keadaan bersih. Saya selalu berusaha membersihkan rumah sebelum berangkat bepergian jauh. Pemikiran ini saya dapatkan dari mantan induk semang, Mrs K, yang selalu membersihkan sesuatu jika akan pergi ke LN. Dia bilang, “Supaya jika kita harus mati, tidak merepotkan pihak keluarga/teman yang ditinggalkan, karena semua sudah bersih, dan kita tidak malu (meskipun kalau sudah mati tidak punya perasaan malu lagi sih…)”. Karena itu biasanya tanda-tanda orang yang akan meninggal, adalah kebiasaan mendadak untuk membersihkan sekitarnya. Pikir punya pikir pandangan ini memang baguslah. Saya juga rasanya tidak mau jika nanti orang yang membereskan barang-barang saya untuk terakhir kalinya ngomel ngga keruan. (wahhhh gile… si imelda punya ini itu —buku atau video bokep misalnya—, diiih ada permen yang udah meleleh dalam tasnya…jorok banget sih dsb dsb… apalagi kalau ketemu bukti-bukti selingkuh hahaha, oooiii canda loh ini semua!!!). Wahh sambil menulis kalimat terakhir aku jadi ingat cerita The Bridges of Madison County ). Ahhh, Indah sekali percintaan mereka.


Kita berangkat dari rumah jam 9 pagi, dan begitu sampai di yokohama, kita pergi nyekar ke makam Nenek yang meninggal 3 tahun yang lalu. Sebetulnya ada peringatan 3 tahun meninggalnya, tapi karena dianggap kita sibuk, yang hadir hanya anak-anaknya saja…means bapak-ibu Gen dan Om-tantenya Gen, dan itu dilaksanakan tgl 7 Juli (hari biasa) yang lalu.

(Jonny Walker blue label  —— Kai pegang botol sake kosong di dapur….oioi…masih 19 tahun lagi baru kamu bisa minum itu loh)

Dari makam kita pulang ke rumah, dan start to drink (gawat deh dari siang udah nomikai). Papanya Gen kasih lihat minuman Jonny Walker blue label. Yang aku tahu biasanya Jonny Walker hanya black dan red. Take a sip and….sorry aku memang ngga bisa minum whisky dan yang sejenis. Sambil makan dan minum ngegossip, sampai akhirnya papanya Gen dan Gen teler, tidur siang.  So Lady’s talk start. Ibunya kasih rasa Mango Liquier. Biasanya aku ngga suka karena manis, but for a change lumayan. Dan kita berdua juga habisin satu botol white wine yang khusus, karena warnanya keruh, manis. Ibunya mulai teler, but aku belum. Satu-satunya selain anak-anak yang masih sadar, dan masih sempat beresin meja makan dan cuci piring. It was good. Sudah lama kami tidak bertemu dalam suasana santai (dan mabok) sehingga bisa bercerita tentang masalah-masalah keluarga tanpa malu-malu. I really love my japanese parents. And thank God that He gave me a really understandable in laws. Kalau dengar cerita-cerita dari pasangan campuran lain, biasanya memang masalah datang dari pihak keluarga, pihak orang tua yang berpikiran kolot. Aku memang sudah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu. But sampai saat ini aku tidak pernah mendapatkan masalah dari mereka.

Sisa hari Minggu dilewati dengan santai dan malam ditutup lebih cepat dari biasanya, karena kita harus bangun jam 5 pagi keesokan harinya. Tapi sebelum tidur, Gen ambil diapers dulu di mobil dan jalan-jalan sama riku melewati dinas pemadam kebakaran. Waktu riku lihat-lihat mobil pemadam yang ada, dia disapa oleh petugas nya dan ditanya, apakah mau naik…wahhhh riku senang sekali bisa pegang dan naik ke mobil pemadam. Papanya sampai iri karena sewaktu kecil, dia dan adiknya belum pernah sekalipun bisa mendapatkan pengalaman ini. dan oleh si petugas, Riku diberikan gambar tempel dan notes dengan gambar dinas pemadam kebakaran. Wah Riku senang sekali karena bisa pamer dengan teman-temannya di sekolah. Sayangnya Gen tidak bawa kamera maupun HP sehingga tidak bisa mengabadikan peristiwa yang langka ini.

7 gagasan untuk “Before we leave tokyo

  1. Hery Azwan

    Membersihkan rumah sebelum bepergian jauh? Perlu ditiru nih…Prinsipnya mungkin hampir sama dengan membersihkan toilet untuk orang sesudah kita sehingga dia merasa nyaman dan tidak ngomel,”Siapa sih yang barusan pake toilet ini. Kayak orang kampung pipis di kebon. Jorok banget”…

    hihihi komentarnya abang ini contohnya hebring banget

    Balas
  2. Kimiyo

    Wah tadinya aku nggak mengharapkan udah ada NIKKI dari Imelda.. ^0^
    Iya, memang keluarga GEN baik dan juga karena Imelda yang baik sama mereka, nggak pernah ada masalah dengan mereka.
    Bahagia yaa..

    shiawase nara te wo tatakou….heheheh.

    Balas
  3. gunawanwe

    anaknya lucu banget seh!! heheh…
    apakah kumpul2 bersama keluarga sambil minum itu tradisi di Jepang ya mbak? terus emg sampe teler gitu?
    kasian yg gak teler dong, kudu bersih2 or mbangunin yg lain.. belum lg kalo di bar ya otomatis yg gak teler kan yg mbayar (krn yg laen dah teler gak sadar diri) 🙂

    tidak semua keluarga begitu. kebetulan keluarga kami suka menikmati sake yang enak. dan tidak harus sampai teler juga. Gourmet deh. yang penting kebersamaan syukur-syukur ditunjang makanan enak dan sake enak. seebetulnya juga tidak keharusan untuk saya yang tidak teler untuk bersih-bersih. Kan rumah sendiri, mau dibiarin sampai pagi juga bisa. Tapi as a good menantu, saya dengan senang hati membereskan. Gitu loh gun. Kalo di bar mah, memang ada yang suka mabok, tapi biasanya ada teman yang bantu. Soal bayar, biasanya dipaketin, jadi bayar di muka. misal paket 4000 yen +all you can drink (alcohol or juice)

    Balas
  4. Lala

    Nice idea tuh. Jadi kepikiran untuk rajin beres-beres rumah… *hehe, wong aku ini orangnya jorok, males pula.. huah, nggak banget deh pokoknya*

    soal minum-minum itu kayaknya aku nggak bisa deh kawin sama Nihonjin *emang ada gitu Nihonjin yang mau sama elu La? hehe*
    Soalnya aku ga bisa minum alkohol… pernah dikasih tapi kok pait gitu yaa… *eh, tapi boleh tuh yang rasa buah-buahan.. hehe.. dijitak sama Om dan Abang nih..*

    btw..
    Bang.. jelas aja pertama, wong aku lagi libur giiitttuuuhhh…. dan ya, abis coblosan, langsung karaoke-an sama Gang Maru… hahaha…

    aduh lala, jangan bongkar di sini dong kalau dikau tidak suka beberes…
    hmmm nihonjin…jangan deh la, ngga cocok dengan kepribadian kamu yang begitu meluap-luap hehehe.
    hmmmm kapan ya karaokean sama lala. Ada tuh yang lagu jepun la. Yang asunaro punya juga ada deh kayaknya. ntar aku cari tempatnya ya.

    Balas
  5. nh18

    Sebelum rock and roll..tinggalin koment dulu aaahh…

    hhmm ada tiga hal lagi … Hehehehe…
    1. Bersih-bersih
    aku setuju banget … Emang kaita harus bersih kapanpun kan ? Dan dimana pun…

    2. Mabok ?
    Hah…eyke juga nggak bouw… Masih lebih enak peppermint tea … Jauuhh… Hehehehe…

    3. Pengenalan profesi …
    Kalo di indonesia yang rajin mengenalkna profesi ke anak tk adalah … polisi lalu lintas (hehehe).
    Btw bimo pernah juga wisata ke hanggar helikopter polisi khusus udara…waktu tk dulu…
    And you know what… Bulan lalu ketika ada pembinaan mental untuk anak kelas 6… Apa yang tertulis dalam kolom cita-cita di lembar kerjanya … Bimo pingin jadi Tentara ….
    Gubrakkk … Trainer pingsan … Plis bim … Pikirkan lagi…pikirkan lagi cita-citamu nak … (hehehehe)

    1. Wah jadi malu sama Om NH nih, kayaknya bersihan nih…la…gimana dunk
    2. Jangan mabok…bersihinnya susah hehehhe
    3. Pengenalan profesi…yup that is the right word. Kalo Riku maunya jadi anggota pemadam kebakaran tuh… (gpplah namanya anak2 ntar pasti berubah juga hehehe)

    Balas
  6. mang kumlod

    Saya juga suka bersih2 sebelum pulang kampung. Tapi sehari bersih seminggu berantakan.

    saya bersih-bersihnya makan waktu setengah hari, belum sempet nafas, udah diberantakin lagi…so….aku bersih-bersihnya kudu jam 2 pagi!!! saat unyil2 bobo. Supaya pas bangun pagi, papanya liat bersih kan (ngga tau dia liat apa ngga) tapi begitu 2 unyil bangun, ya berantakan lagi deh.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *