Ketik cepat = baca cepat?

Pada suatu waktu saya pernah chatting dengan Bang Hery, Dia bilang “ngos-ngos-an” chatting dengan saya, karena saya terlalu cepat ngetiknya. Lalu saya bilang, itu karena saya bacanya cepat. Apakah baca cepat = ketik cepat? Belum tentu juga sih, kalau misalnya ketiknya pake dua jari….(padahal saya pakai 11 jari loh…alias telunjuk kiri dan jari tengah kanan). Tapi tentu saja hukum baca cepat =membalas/menjawab cepat bisa dimengerti. Terlepas apakah jawabannya benar atau tidak.

Saya sendiri boleh bersombong sedikit, bahwa saya pembaca cepat. Jika suatu bacaan dibagikan, mungkin yang lain masih setengah, saya sudah selesai membaca. Pernah saya coba dengan suami saya membaca surat bersamaan… waktu saya selesai baca, dia baru setengah…dan itu bahasa Jepang. So membaca cepat sebetulnya tidak tergantung pula bahasanya (tentu saja harus bahasa yang dikuasai) Saya harus berterima kasih pada bapak saya yang memperkenalkan pada Speed Reading ini.

Ya, waktu bapak saya masih menjadi kepala Pusdiklat, dia pernah mengajak saya menemui pembaca tercepat di dunia, Maria Calderon. Maria waktu itu datang atas undangan perusahaan untuk memberikan ceramah mengenai speed reading itu. Dari sekian banyak peserta orang Indonesia, bapak saya adalah yang tercepat di seminar itu, meskipun masih jauuuh dari Maria tentunya. Saya lupa bapak saya mengajak dinner Maria entah ke restoran atau malah ke rumah kami, dan saat itu saya bertemu dia. Papa memperkenalkan saya padanya, sebagai anak perempuannya yang sangat kutu buku karena dia pernah membelikan 40 buku dan semua habis dibaca dalam dua hari. Maria Calderon, seorang wanita Filipina yang terlihat cerdas dengan rambut pendeknya. She encourage me to learn the trick from papa, dan belajar untuk membaca cepat. Waktu itu saya sendiri masih SMA, dengan bekal bahasa Inggris pas-pasan bercakap-cakap dengan orang terhebat di dunia.

Waktu saya cari dengan mas google tentang Maria Calderon saya hanya menemukan informasi sbb: ”

World’s Fastest Reader
As a student at the Northwestern University in Chicago, Illinois, Maria Teresa Calderon became the world’s fastest reader. She set the record of having read 80,000 words per hour.
That’s about 22 words per second! [:)]

Dan saya praktekkan apa yang dikatakan papa bagaimana untuk membaca cepat. Dan benar sejak saat itu kecepatan membaca saya yang sebetulnya sudah cepat untuk ukuran anak-anak bisa menjadi lebih cepat lagi. Apalagi ditambah dengan vocabulary bahasa Inggris yang bertambah karena sejak kelas 2 SMA saya sudah terbiasa membaca novel bahasa Inggris (meskipun kebanyakan romancenya Mills and Boon).  Rahasianya supaya bisa baca cepat? cuma satu sebetulnya…. yaitu jangan menggerakkan bola mata mengikuti kata-kata …tetapi fix kan pandangan mata selebar kalimat …. so harus membaca per kalimat bukan per kata. Sulit kalau yang tidak biasa, tapi begitu kita temukan caranya sendiri, maka kecepatan membaca kita pasti akan lebih cepat. Membaca cepat berarti dalam waktu yang singkat bisa membaca informasi yang ada, dan itu merupakan keuntungan tersendiri. Tapi perlu diingat membaca cepat, bukan hanya membaca begitu saja, tapi harus mengerti pula isinya. reading + comprehension. Jadi kecepatan membaca tentu saja tergantung pada berat tidaknya buku yang Anda pilih.

Anda mau tahu berapa kecepatan membaca Anda? Coba saja di Speed Reading.

Waktu saya coba di sini, saya mendapat angka 469 wpm dengan comprehension 73%…. soalnya hari ini saya lagi ngantuk dan pusing….  Siapa tahu di lain hari bisa meningkat (atau malah memburuk hehehe). Anyway, apa salahnya mencoba kemampuan Anda…mumpung gratis.

17 gagasan untuk “Ketik cepat = baca cepat?

  1. ipk4cumlaude

    Membaca cepat?

    Jadi inget pas SMA temen saya beli buku kalau ga salah tulisannya Tony Buzan yg penemu Mind Mapping itu. Emang seperti itu sih salah satu tips dari dia biar bisa membaca cepat. Malah ada penulis lain yg menyarankan membuat “foto”, jadi dilihatnya bukan per kalimat tapi per halaman, gilaaa…!

    Jadi inget juga pelm tentang debat. Lucu ngomongnya cepet banget, gw selama nonton ketawa2 aja. Kok bisa?

    Beruntung juga emiko-san bisa ketemu sama World’s Fastest Reader.

    Ya kalau memang bisa memasukkan satu halaman buku, itu yang terbaik. Kalau sebesar buku saku/ novel mungkin bisa, tapi kalau besar waaah susah deh. Kalau bicara cepat sih saya tidak berminat hehehe. Nanti pasti banjir deh sekitarnya (sama l*d*h)… Aku juga merasa beruntung banget bisa ketemu Maria-san itu

    Balas
  2. Hery Azwan

    Yang saya ingat, dulu ada di Dunia Dalam Berita, wanita Filipina yang paling cepat membaca di dunia.
    Kayaknya saya masih SMP atau SD ya….
    Saya udah pernah belajar baca cepat dari buku tapi tetap aja kurang cepat…
    Bisa cepat, tapi pemahamannya kurang…
    Ntar belajar lagi deh…Eh..boleh juga kalau ikut test di website yang di-link di atas…

    bagaimana hasilnya bang?

    Balas
  3. Lala

    Kalau Abang bilang, EmiChan ketiknya cepet, si Om bilang ke aku kalau Lala ini ngetiknya cepet… Dan ga cuman ketik di laptop, tapi juga ketik chat di HP.. wekkekeke…
    Apa karena faktor perempuan ya EmiChan? Apa karena kita juga doyan nulis? Aku ngetik apa 10 jari.. tapi jempol semuah… halah..jempol sapa cobaaa yang dipinjem….

    eniwei,
    aku bisa speedreading untuk certain books/articles, tapi kalau sifatnya kudu mesti wajib harus hafal, ah, maaf-maaf aja…pasti dikit banget yang nyangkut di kepala.. hehehe

    kalo di HP sih aku ngga suka. Kan bisa karena biasa. bukan soal perempuan atau laki-lakinya.

    Balas
  4. Moh Arif Widarto

    Hmm… saya juga bisa membaca cepat tapi habis itu nggak tahu apa yang saya baca. LOL!

    Saya pernah diajari membaca cepat oleh Guru Bahasa Indonesia waktu di SMA dulu. Metodenya agak berbeda dengan yang diajarkan pada Mbak Imel. Yang diajarkan guru saya adalah membaca secara diagonal. Mata memang tidak bergerak menyusuri kalimat satu per satu tetapi secara diagonal dalam satu halaman itu.

    Hasilnya…

    Saya nggak ngerti apa yang saya baca. :))

    membaca secara diagonal? bagaimana ya tuh? Kalau bahasa Jepang bisa terbalik-balik deh.

    Balas
  5. nh18

    Speed reading ?… Mmm aku mungkin ya … Bisa sikit…

    tapi kalo ngetik cepat ? Hhmmm… Ini cilakak … Kalo di laptop sih lmayan lah …

    cuma kalo dari hp walopun qwerty…
    Tetep aja lambat… Jempol gua gede gede choii…Maksudnya mau mencet “h” … Tapi bisa kepencet g t y u j m n b … Huahaha …saking gedenya jempol ku ….

    emiko emang bener wonder woman nih …
    Top !!
    Btw curang nih … Aku kok gak diajak ceting sih …

    Heheheh mas, iya nanti saya ajak chatting dan cheating hihihi

    Balas
  6. ai

    duh…klo ai sih tergolong pembaca lambat karena suka jadi pusing klo ga dimengerti dulu apa yang diceritakan….tapi pengen juga bisa baca cepet kayak imelda-sensei 😀

    latihan aja baca yang banyak Ai-chan

    Balas
  7. herdianto

    Yang jadi pertanyaan adalah ketika membaca cepat apakah makna yg terkandung dalam tulisan juga ikut terserap ataukah hanya sepintas lalu?

    makanya disebut juga comprehensionnya berapa persen kan.

    Balas
  8. Harjo

    Memang caranya gimana sih, cerita donk …
    jadi penasaran … siapa tahu saya bisa tularkan ke anak saya …

    pan udah ditulis tuh di atas. baca per kalimat bukan per kata dan usahakan bola mata jangan gerak.hehhee

    Balas
  9. Hery Azwan

    Jakarta…I’m home (means internet lelet, posting sedikit)….
    Hi hi hi…….
    Ime-chan curhat banget bow….
    Kalau cuma teks dan foto aja ya masih bisa keuber atuh…
    Apalagi kalau ngenetnya di bawah tower indosat. Hi hi….
    Btw, tampilan barunya menurutku lebih Ok (tidak sepaham dengan Bos Nh)…

    kabarnya di rumah ada spidi sih… moga-moga ngga rewel.
    hmmm aku juga suka sih dgn yang baru, kalem ….ngga pecicilan kesannya. kan aku mau juga sekali-sekali dianggap sbg LADY hihihi

    Balas
  10. nh18

    Hhhmmm …
    Balik ke selera asal nih …

    hehehe

    (ngelirik Abang)

    kok abang yang dilirik sih? saya dong yang dilirik, yang punya 🙂

    Balas
  11. Oemar Bakrie

    Mengetik cepat ? meski komputer-nya sudah ber-giga Hertz tapi ini jari masih 11 Hertz alias ngetik dengan 2 jari telunjuk … ha ha ha …

    sama dong pak…. tapi saya rasa mendingan dua jari tapi cepat daripada 10 jari tapi amburadul.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *