KOPI

KOPI

Aku minum kopi sudah sejak umur 12 tahun. Padahal di rumahku dulu tidak ada yang suka minum kopi. Papa hanya minum teh ceylon atau teh hijau setiap pagi. Mama tidak minum apa-apa. Sehingga terkadang aku harus beli nescafe instant sendiri. Pernah suatu ketika Mama bilang, coba berhenti minum kopi. Kopi itu tidak baik untuk jantung loh! Kemudian aku berhenti beberapa saat, tapi mulai lagi. Memang waktu mulai lagi itu terasa jantung berdegup lebih kencang dari biasanya.

Kali ini posting sebetulnya bukan mau mengulas kopi- nya tapi tentang pertanyaan Riku pada saya 2 hari yang lalu. Akibat terbangun pukul 2:30 pagi, malamnya sekitar jam 8:30 aku sudah ngantuk sekali. Tapi kedua anakku ini masih segar bugar. Wahhh bisa-bisa aku tertidur, dan bahaya sekali kalau Kai merangkak kemana-mana. Jadi aku bilang, ayo…. semua ke luar nonton TV, mama mau minum kopi. Saat itu Riku bertanya:

ママ、コーヒーを開発したのは誰?
コーヒーマシンを開発したのは誰?
リンカーン大統領?

“Mama siapa sih yang ‘mengembangkan’ kopi?”

“Siapa sih yang ‘mengembangkan’ mesin pembuat kopi?”

“Presiden Lincoln?”

Waaaah kaget juga aku ditanya begitu. Kagetnya adalah pemakaian kata KAIHATSU, kata yang tidak biasa dipakai oleh anak-anak. Kaihatsu means develop. Dan kok ada nama Lincoln disebutkan. Pasti karena pengaruh TV, yaitu “Cory in the (White) House”. Benar-benar akibat TV, perbendaharaan kata-kata Riku sangat banyak (mungkin lebih dari anak seumuran dia). Akhirnya untuk menjawab asalmuasalnya kopi aku browsing deh, dan ketemu nama KALDI. Aku cuma tahu nama Kaldi itu adalah toko yang menjual bahan makanan luar negeri, selain kopi. Rupanya ada sejarahnya. Jadi selain Riku, mamanya juga belajar deh.

According to a coffee history legend, an Arabian shepherd named Kaldi found his goats dancing joyously around a dark green leafed shrub with bright red cherries in the southern tip of the Arabian Peninsula. Kaldi soon determined that it was the bright red cherries on the shrub that were causing the peculiar euphoria and after trying the cherries himself, he learned of their powerful effect. The stimulating effect was then exploited by monks at a local monastery to stay awake during extended hours of prayer and distributed to other monasteries around the world. Coffee was born.

Masyarakat Jepang suka sekali kopi. Suami saya minum kopi seperti air saja, dan tanpa gula. Saya sih masih orang Indonesia pakai gula sedikit (satu sendok teh). Karena itu saya sengsara waktu masih kuliah di YNU (Yokohama National University), karena Shiratori sensei, dosen pembimbingku minum kopi yang pahit sekali (Mandheling) tanpa gula. Aku kurang cocok dengan Mandheling. Untung cangkirnya kecil jadi langsung teguk saja semuanya tanpa bernafas. Pahit booo. Pernah dia sediakan gula (biasanya tidak ada), langsung aku masukkan gula hehehe.

Tapi ada teman saya, K.A.  yang tidak minum kopi atau teh. Tadinya saya tidak sadar, dan baru 2 minggu lalu dia beritahu saya bahwa dia tidak minum kopi/teh karena agama. Ohhhh, soal itu aku sudah dengar sih. Penganut agama Mormon (aliran agama Kristen dari Amerika) melarang pengikutnya untuk minum kopi/teh. Rupanya dia penganut agama Mormon. Saya emang jiwa jurnalis kali ya, jadinya malah tanya macam-macam deh. Tentang kitab suci dan larangan-larangan yang lain. Saya tidak tahu apakah di Indonesia ada gereja Mormon atau tidak.

…. posting sambil minum kopi, dan abis ini siap-siap untuk berangkat kerja. Hari ini lembab dan hujan, jadi sudah pasang AC dry….. Have a good day friends!!!

16 Comments

(Ahh.. untung agama saya nggak ngelarang minum kupi… ^__^ )

Riku hebat juga ya, bisa nanya-nanya begitu. Salut….
Btw, kupi minus gula? Uuuh… pasti sedep tuh rasanya… *padahal ga suka.. hehe*
..ah jadi pingin bikin kupi nih pagi2 begini.. yuk kita ngupi bareng Emi-Chaaannn….

hmmm ada kopi yang lebih enak tanpa gula, ada yang bener-bener PAHIT, jadi malah ngga enjoy. Yuuuk ngupi yuuk.

I am not a coffee drinker…
I quit ngupi … 5-6 tahun lalu…

btw. Aku baru tau sejarah kupi itu seperti ini.
Thanks Em…

iya Mas, KALDI tuh yang nemu 🙂 bukan luwak 🙂

Aku suka kopi, tapi tidak kecanduan. Senangnya sih sekarang cappucino di JCo. Kalau di Starburck, nggak tega dengan harganya. Pernah waktu lagi hot2nya, aku beli kopi mentah dan susu segar. Aku buat sendiri di rumah, terus di atasnya dikasih eskrim. Aku bawa deh ke kantor pake gelas tupperware… Niat amat ya…
Dalam semua bahasa, kayaknya kopi hampir mirip2 ya: Cafe (perancis), coffee (inggris), kohi (jepang) benar nggak? kohwah (arab, kaffee (jerman). Hi hi hi…aku sok jadi ahli bahasa ya?

Waah kok pake es krim trus dibawa ke kantor? Kan lumer di perjalanan. Biasanya yang dipakai bukan es krim tapi whipping cream tuh. uenaaak tapi obat gendut tuh 🙂

Pagi-pagi ngufi sambil makan ruti…

Saya tidak tak suka kufi. Tapi bener2 ga cocok sama kufi Nescafe, bukannya jadi seger tapi malah jadi lemes pengen tidur. *Kufi yg aneh*

Tapi Nescafe itu selalu saya minum cuz udah beli sekantong gede. *Orang yg aneh*

hihihi ngaku sendiri

Mau dong kopinya … kalau mau ngopi tapi ada gambarnya bagus kaya gitu rasanya nggak tega minumnya

Pertama kali minum kopi sama Japanese “berantem” dulu, dia protes masa minum kopi pake gula, hilang rasa kopinya, sedangkan mbah bilang apa nggak pahit tanpa gula

Bung Hery … kalau Starburck sampai kaya susah ditelan deh kalau inget bayarnya, kecuali kalau anda yang traktir hahaha

iya mbah, ngga tega ya minumnya kalo indah begitu. Bagi orang Jepang , kopi+gula =KOLAK hihihi. Aku dibanding Starbuck lebih suka TULLY’s tapi kayaknya belon ada di Indonesia.

ita gak suka kopi. dirmh pun gak ada yang suka kopi. stok kopi dirumah hanya utk tamu *yg biasa suka minum kopi* n yg pasti setiap minggu buat kopi utk kasi jatah konsumsi orang ronda mlm 😀

haiyah orang ronda….. jadi inget karena bapakku kepala RT, kita harus sediakan kupi juga untuk orang ronda 😀

saya seneng banget ngopi, biasanya habis di kopi langsung di paste ke halaman laen..

guuuuuuuuuun…. uedaaaaaannn aku bener ngakak bacanya. bukannya lagsung dipaste tapi langsung dijadikan limbah di halaman kaliiiii

itu gimana caranya bikin gambar di atas kopi…??? mau dunk 😀

wahhhh itu perlu keahlian khusus. pakai whipping cream dan sendok sepertinya. itu bukan saya yang buat sih 🙂

blog-nya makin keren aja, punyaku tetep gitu2 aja, ak males otak aik soalnya. nulis ya nulis aja..pengen kaya mbk Imel…ak ga’ mau kopi, paling klo penegn tau cuma incipin satu sruputan…ga baik utk lambung dan sukanya air putih DOANG, pol2an teh botol sosro, klo jus (apukat) dan g pke es.

kalo sakit lambung ya jangan minum kopi dewi…. teh botol aku dan riku juga suka banget tuh

wah, sama mbak, saya juga pecinta kopi (berat) hehehe..salam kenal. Gara-gara di Jepang hampir dua tahun, saya bisa minum kopi tanpa gula(dulu pertama kali salah minum kopinya orang Jepang (di Indonesia) sempet mikir, ini Jamu apa kopi…). Hehe, memang pahit, tapi setelah itu kok seger dan gurih ya…hehe (tapi kadang2 kalo yang ekspresso, bisa bikin pening kalo gak kuat). Ngomong2 Luwak…kemarin lihat film kamomeshokudou (telat banget deh) dan ada “mantra” buat kopi enak: “kopi luwak” hehehe…

hello springrain…. skr masih di jepang? Iya kalau blend nya enak ya enakan tanpa gula. tapi kok yang mandheling itu ngga cocok ya buat saya ngga ada “sanmi” rasa asin-asinnya itu ngga ada, adanya nigai doang hihihi. saya mah sekarang sukanya cappucino

Istri saya suka kopi banget2..saya sampai geleng2 kepala ngelihatnya..

jangan geleng-geleng dong, angguk-angguk aja hehhehe

🙂 saya masih di Jepang, di Fukuoka…mbak ada di mana nih? Tokyo ya? Kopi favorit saya: buatan rumah, beli coffee beans di pasar, trus disangrai pake jahe, trus digiling..wah, sedaap (pake madu dan creamer, atau gak pake apa2…). Sayang, persediaan kopi jahe ala rumah udah abis…hehe…

wah hebat tuh giling sendiri. kalo aku udah males pake giling-giling lagi. Fukuoka enak ya mentaiko-nya

hehehe, yang gilingnya pake gilingan beras atau blender (tapi ini di Indonesia, di Jepang enggak)…iya, mentaiko enak di makan pakai nasi anget, tambah sambel deh..hehehe…

waduh masih indonesah banget, mentaiko pake sambel. Kalo aku suka onigiri isi mentaiko tuh. Cuman ati-ati colesterolnya tinggi

kopi ya..,
aq mlah gk prnah minum kopi sm skali!!
baru nyicip skali rsa ny pait, jd krng suka!!tp klo liat pnyajian ny di coffee shop tu lucu2!!aq jd pngin buat gtu tp blm bs!!kak riku bisa gk buat ny??hihihi….

Saya dulu waktu kuliah, tiap malam minum kopi supaya melek semalaman.. sekarang setelah bekerja, ga kuat lagi minum kopi.. begitu minum detak jantung langsung ga karuan.. perasaan ga nyaman.. jadi berhenti sama sekali

Ada Mba agama di Indonesia yang melarang minum teh dan kopi, Kristen Adven itu.. mereka juga ga merayakan Natal

aku juga heran…2 tahun belakangan ini aku suka minum kopi, kopi hitam terutama karena aku bisa atur gulanya sedikit saja…kalau kopi mix spt nescafe yah sekali2 saja, tapi kadang rasanya terlalu manis

kadang aku hanya minum sedikit saja, aku jadi berpikir, sebenarnya yang aku perlukan hanya aroma kopi itu, bukan air kopinya….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :