Curhat

Mencurahkan isi hati disingkat curhat. Perasaan dulu semasa aku masih di jakarta ngga ada deh istilah ini. Dulu kita pakai istilah apa ya untuk menceritakan isi hati? sharing? diskusi? ahhh kok aku lupa.

Anyway, tadi waktu aku kasih tidur Riku, pertama kali dia “curhat” ke aku. Kira-kira begini isi percakapan kami:

“Mama, aku punya satu masalah…. Mau dengarkan?”

“Tentu saja… apa sih masalahnya Riku?

“Aku belum pernah cium orang, atau dicium orang. Selain mama ya.”

weleh weleh…apa lagi ini….

“Emangnya kenapa? Kamu kan masih anak-anak?”

“Tapi Jack dan Cody (FS Suite Life dr disney channel) itu udah pernah. Mereka kan anak-anak”

“Anak-anak tapi mereka bukan anak TK seperti kamu. Mereka kan sudah SMP. Lagipula Riku, film itu adalah film Amerika. Di Amerika boleh begitu, tapi di Jepang tidak bisa. Riku jangan tiba-tiba cium anak perempuan teman Riku ya. Nanti mama dimarahin ibunya mereka. Kamu tahu, di Jepang itu tidak ada kebiasaan cium-ciuman seperti di Amerika. Tidak boleh. Budayanya beda. Di Indonesia juga sama, tidak boleh loh. Yang boleh cium-cium hanya keluarga saja, misalnya kamu cium Sophie (sepupunya) boleh, tapi kalau cium sembarang anak perempuan ya pasti dimarahi”

“Ohhh gitu ya”

“Riku ngga boleh percaya begitu saja sama acara TV. Kadang ada bagusnya dan kadang ada jeleknya. Tapi kalau Riku ada pertanyaan , ya tanya saja sama mama. Udah deh tidur aja….”

“Tapi aku ngga bisa tidur…”

“Jelas tidak bisa tidur. Habis kita ngobrol begini terus. Kapan bisa tidurnya. Udah jangan bicara lagi deh”.

Akhirnya setelah aku bilang begitu, dia membetulkan posisi tidurnya, dan diam. Aku nyanyikan dia “Medaka no kyoudai”, lagu lullaby penghantar tidurnya.

めだかの兄妹が川の中。
大きくなったら何になる?
大きくなったらコイになる。
大きくなったらクジラに。
スイスイ・・・・
だけど大きくなってもメダカはメダカ。
スイスイ!

Ikan Medaka kakak beradik berenang dalam sungai.
Kalau besar jadi apa?
Kalau besar jadi Ikan Koi,
Kalau besar jadi Ikan Paus.
sui sui (suara berenang)
Tapi ..kalau besar… Kakak-beradik Medaka tetap saja Medaka.


emiko a.k.a Ikkyu_san  I am just an ordinary woman, who live in Tokyo with my husband and two sons. I am a lecturer, translator, and a narrator as well. I like reading, photography, philately, blogging, singing, cooking etc Read more from this author


Posted under Intermezzo, Lirik lagu * Song Lyric * 歌詞

This post was written by imelda on June 26, 2008

8 Comments so far

  1. Hery AzwanNo Gravatar June 27, 2008 10:56 am

    Wah, Riku mulai bisa meniru apa yang ditontonnya di tv. Bicara tentang cium-mencium, anak2 kadang2 nggak suka dicium oma atau opa yang tidak langsung (misalnya kakak atau adiknya opa). Selain asing, terkadang ada oma-opa yang menyeramkan. Apalagi kalau opanya bau rokok. Hi hi…ponakanku pernah menolak dicium salah satu opanya karena hal ini…

    hihihi…papanya Riku bau rokok mulu ….u know, tadi pagi obaasannya datang dan dia peluk dan cium. kaget obaasannya :)

  2. LalaNo Gravatar June 27, 2008 12:10 pm

    ah… Riku.. Riku.. Pasti wajahnya polos banget saat curhat sama Mama-nya… :D

    Untung banget lho, Riku masih mau tanya ke Mama-nya, nggak langsung maen praktek aja hasil nonton televisi…. You are so blessed Emi Chan!

    Btw,
    ngomong2 soal kepolosan anak-anak… Dulu pernah, keponakan yang masih 4 tahun *saat itu* bilang sama aku yang lagi sedih:
    “Aunty… Aunty kenapa sedih? Aunty lagi putus ya sama Om Sapi -ini sebutan mantan saya ke anak-anak kecil ituh-? Nggak usah sedih ya, Aunty… Kan masih banyak laki-laki lain yang mau sama Aunty…”

    Huaa.. apa aku nggak yang ngelongo dan takjub gitu ngeliat si Q itu EmiChan???
    Ahh.. anak sekarang emang lucu lucu yaa…..

    hehehe. itu kan pembicaraan di atas tempat tidur…ya sambil pelukan deh, ngga liat wajahnya soalnya udah dimatiin lampunya. Iya aku merasa beruntung krn riku masih mau curhat sama aku. anak sekarang memang pinter-pinter nih….

  3. WempiNo Gravatar June 27, 2008 12:36 pm

    Sampe ketiduran baca bait lagunya, :megreen:

    berkhasiat dong :)

  4. eNPeNo Gravatar June 27, 2008 5:14 pm

    huehehhehe..Riku..Riku.. anak yang cerdas :D komunikasi orang tua n anak tetap harus dijaga, sehingga anak bisa dibimbing…jaman skrg lingkungan sekitar byk yg negatif *halaaah sok2an*

    Amin …

  5. nh18No Gravatar June 27, 2008 6:19 pm

    Ah aku telat nih …

    Hmmm riku curhat ke tempat yang benar…
    kalau bukan ke maminya ke siapa lagi coba …

    BTW … acara TV itu gede juga pengaruhnya ke anak-anak ya ??
    hhmmm …

    wah acara TV itu gede banget pengaruhnya. padahal di aku cuman pasang disney chanel aja loh. coba kalo pasang chanel yang lain…gawat deh. But aku akui TV juga banyak mengajarkan Riku kata-kata yang sulit-sulit yang membuat orang takjub denger perkataan dia.

  6. ipk4cumlaudeNo Gravatar June 27, 2008 10:17 pm

    Kalau kata ayah edy gunting aja kabel tv-nya, gantikan sama film2 DVD yg sudah kita filter dulu.

    Tapi emang, tv itu seperti pisau. (Jangan mikirin di pisau ada layar tv-nya ya…! He..he…16x Segala barang di Jepang kan ada tuh)

    betul sekali, kadang saya putarkan saja DVD yang dia suka.

  7. mbah JustinusNo Gravatar June 28, 2008 10:24 pm

    Lucu ya anak-anak … mbah jadi ingat waktu anak-anak masih segede Riku dan Kai, ya begitulah suka nanya nya yang sulit dijawab … mau dijawab masih kecil, nggak dijawab ngotot minta dijawab hehehe

    Sekarang saja walaupun sudah gede-gede, paling kecil 18 tahun, ya masih suka curhat juga cuma sudah beda curhatnya masalah pacar

    Tapi syukurlah kalau anak-anak masih curhat sama kita

    Salam ya, juga buat Riku, Kai dan Papanya

    Terima kasih mbah salamnya…. mbah pasti sudah seneng ya melewati masa-masa anak puber, skr mungkin harus siap-siap kalau anak minta kawin :)

  8. dewisangNo Gravatar June 30, 2008 12:55 pm

    ati2 ya mbk…tv itu dampaknya ruarr biasa, apalagi anak2 emang masanya meniru, tp untung dia tanya2 dulu.

    yup, makanya saya selalu temani dia nonton tv. sambil saya nya yang mblenger abis ceritanya itu itu aja

Leave a Comment

Name (required)

Email (required)

Website

Comments

More Blog Post

Next Post: Bear Hunt
Previous Post: Sweet Paradise