Hari Ayah

Hari Ayah

Mungkin di Indonesia hari Ayah tidak diperingati, tapi di Amerika dan Jepang, kami memperingati Hari Ayah dan Hari Ibu. Kalau hari Ibu adalah hari Minggu di minggu kedua bulan Mei, Hari Ayah adalah hari Minggu di minggu kedua bulan Juni. Karena tanggal 1 Juni jatuh pada hari Minggu, maka ditetapkan hari Ayah itu tanggal 15 Juni, berarti kemarin ya. Karena kemarin saya sibuk mencuci baju, tirai, selimut dan sprei sampai 4 kali pakai mesin cuci, jadi tidak ada waktu untuk posting.

Di Jepang, panggilan ayah ada beberapa macam. Otosan お父さん(おとうさん)biasanya untuk ayahnya orang lain (hint= semua yang pakai san bukan untuk diri-sendiri). Jadi untuk ayah sendiri pakai chichi 父 (ちち). Tentu saja pengaruh dari luar bisa juga memanggil papa パパ。 Nah kalau anak kecil biasanya panggil papa, tapi kalau sudah menjadi remaja biasanya memanggil ayahnya dengan Oyaji (kalau panggil papanya langsung) atau chichioya jika membicarakan ayahnya pada orang lain 親父 (おやじ) (ちちおや).

Nah, ada sebuah survey yang menanyakan kapan seorang anak laki-laki berhenti memanggil ayahnya dengan papa dan berubah menjadi Oyaji. Ternyata perubahan itu terjadi waktu SMP dengan jawaban 33%. Alasannya, malu memanggil “papa” , atau karena lingkungan sekitar semua memanggil begitu, atau mulai SMP itu ingin berbicara pada ayahnya secara man-to-man. Nah, jadi bagi ayah yang tiba-tiba mendengar dirinya dipanggil sebagai oyaji oleh anak laki-lakinya, berarti anaknya sudah menjadi dewasa dan ingin diperlakukan sebagai laki-laki dewasa juga.

Kalau dalam bahasa Indonesia, saya rasa tidak ada perubahan panggilan terhadap ayahnya sendiri. Jika dari kecil panggil papa, mustinya sih tidak akan berubah. Lagipula panggilan ayah berbeda menurut daerahnya. Mungkin ada yang memanggil Babe, Abah, Ayah, Daddy (hihihi ogah ah saya panggil daddy kayaknya kok foreign banget ya), Papa, Papi….dsb. Kalau saya memanggil ayah saya dengan “papa”, bagaimana Anda memanggil ayah Anda?

小さい頃は「お父さん」や「パパ」と呼んでいたのに、いつの頃からか「親父」と呼び方が変わっていることに気が付く男性は多いのでは? そこでオリコンで は、現在「親父」と呼んでいる、中・高校生~40代の男性を対象に『いつ頃から父親のことを“親父”と呼ぶようになったか?』について調査。その結果、全 世代に渡って【中学生の頃から】(33.0%)が最も多いという結果となった。男の子が「親父」へと呼び変えるターニングポイントは、どうやら“中学時 代”が一般的のようだ。

その理由を探ってみると、「それまで“パパ”と呼んでいたが、中学生頃になって急に恥ずかしくなったから」(静岡県/中・高校生)、「周囲がそ う呼び出したので」(大阪府/40代)といった意見が多く、ちょうど思春期を迎えるこの年頃になると、今までの呼び方では照れくさくなるのが男の常のよう だ。また、「中学生くらいになると、父親と対等に話したいと思うようになったから」(静岡県/20代社会人)というコメントからも男心が感じられる。

【中学生の頃から】に続いて票数が多かったのは、順に【高校生の頃から】(27.7%)、【19~20歳の頃から】(12.8%)、【21~25歳の頃】(11.7%)という結果に。最近、息子から急に「親父」と呼ばれるようになったお父さんがいたら、それは子供の成長の証といえるかもしれません!

(5月23日~5月27日、自社アンケート・パネル【オリコン・モニターリサーチ】会員の中で、現在父親のことを「親父」と呼んでいる、中・高校生、専門・大学生、20代社会人、30代、40代の男性、103人にインターネット調査したもの)

4 Comments

Bahasa Jepang itu emang lebih ribet ya Emi-Chan.
Bentuk present/future dan past-nya beda.
Mau nyebutin suami/istri/ibu/ayah/kakak/adik sendiri sama orang lain… beda juga.
Dan ternyata…
Saya baru tahu, kalau ada kata-kata istilah baru buat sebutan Ayah ketika mereka mulai dianggap dewasa!!!
Huuaaahhh…
Kalau ngapalin, bisa setengah mati niiiihhh… 🙂

ho oh ribet banget…. ngga usah dihapalin say…. asal tahu aja. FYI, ibu itu selain dibilang okaasan atau haha, bisa dibilang ofukuro. Fukuro no aji = rasa masakan ibu. Padahal fukuro = kantong. Jadi bayangin aja kangguru yang naruh anaknya di kantongnya hihihi.

Panggilan untuk orangtua saya Ayah dan Mami. Nggak sinkron ya? Waktu kecil saya suka malu kalau me”mamikan” ke teman saya. Takut dibilang sok gedongan. Maka saya suka bilan ke teman, “Ibuku”. Tapi sekarang, malah bangga. Ternyata panggilan mami itu keren. Dan cocoklah dengan ekonomi keluarga kami yang membaik. Coba kalau dulu pake “mamak”, atau biyung, kan kesannya ndeso??? Tapi mungkin malah unik ya? Hi hi…
Btw,setelah dewasa rasanya nggak mungkin orang Indonesia merubah panggilannya kepada orangtua. Paling2 kalau ngomong ke teman diubah jadi “bokap” dan “nyokap”.

Aduh biyuuuung!!! hahaha aku aja pengen ketawa… baru ingat biyung itu juga artinya ibu. Iya sih kesannya ndeso, tapi apa salahnya kalau memang itu bahasa ibu kita. Kenapa tuh kok bisa jadi mami? Pasti ada pengaruh dari luarnya kan? Apakah karena nonton tivi, atau belajar bahasa Inggris?

perlu juga diperingati neh di Indo..pemerintah biar mikir tglnya, yg pas ditaruh di bulan apa ya..

hihihi iya bener perlu juga tuh. Cuman di sini juga ada hari anak loh. Nanti kalau ada hari ayah, yang anak-anak protes juga kok saya ngga diperhatiin. Semakin banyak kerjaan pemerintah jadinya hihihi

Aku yakin, selain Hari Ayah, di Jepang pasti ada juga hari Om, hari Tante, hari Nenek, hari Kakek, hari cucu, hari cicit, juga hari keponakan. Ya nggak? Yakin banget aku. Hehe.

Sok tau amat sih Danny,
Ada hari Ibu, Hari Anak, Hari anak laki-laki, hari anak perempuan, hari Lansia udah
EM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :