Saturday School’s Visitation

Hari ini aku harus ke TK nya Riku karena ada acara khusus bagi orang tua untuk mengunjungi sekolah. Kalau mendung akan melihat murid-murid mengerjakan prakarya, tapi kalau cerah akan ada semacam sport day. Nah, hari ini cerah sekali. Berarti aku harus gendong Kai terus, dan ikut bertanding juga. Gimana caranya ya???

Untung saja di kelasnya Riku, ada beberapa temannya Riku yang papanya juga tidak bisa hadir. Sebtulnya acara ini diadakan hari Sabtu dengan maksud supaya papanya bisa ikut datang. Tapi yah, tidak semua papa-papa libur hari Sabtu. Dan aku juga sudah biasa kok urus apa-apa sendiri. Cuman ya itu kasian aja Rikunya. Belum lagi masalah dengan Kai. Tahun lalu, aku juga datang sndiri. Waktu itu ada pertandingan gendong anak relay. Jelas aku tidak bisa, karena waktu itu sedang hamil 6 bulan. Mana bisa gendong Riku yang 20 kg lebih. Untung saja gurunya Riku, Maiko sensei mau gendong Riku gantiin aku. (Dalam hati aku minta maaf…. karena berat tuh. bukan anak sendiri lagi hihihi).

Tahun ini pertandingannya masih “wajar”. Riku harus merangkak melewati kaki aku, kemudian aku lewat Riku dan Sensei yang berpegangan tangan, lalu kembali Riku merangkak lagi. Tadinya aku pikir yah, kalau terpaksa, aku sambil gendong Kai pun masih bisa. Untung ada Tanaka san yang menawarkan gendong Kai selama aku ikut pertandingan itu. Dia sendiri, suaminya datang sehingga suaminya yang ikut acara pertandingan itu.

Setelah acara sport selesai, kita masuk ke kelas untuk berkenalan dan pembagian tugas untuk acara Sport Day tanggal 11 Oktober yad. Untuk kelas Nencho (Kelas 3 TK) biasanya ada pertandingan relay lari. Dan ada acara khusus pertandingan lari dari orang tua. Papa 2 orang, Mama 2 orang. Aku mah ogah hehhee.

Karena besok hari Ayah, murid-murid menyerahkan kartu yang mereka buat untuk papanya. Di kelas mereka memberikan kepada papanya. Papanya Riku ngga ada jadi diwakili aku. Kartu itu namanya Otsukai Ken (Gift Card) tapi giftnya berupa tindakan yang akan dilakukan untuk papanya, misalnya kartu pijat,kartu bangunin papa, kartu main dengan papa dll. Jadi kalau papanya mau dipijat bisa keluarkan kartu itu, dan Riku harus pijat papanya. wah sayang sekali waktu Hari Ibu tidak ada kartu begituan. Kan mama juga mau dipijat hehehe.

Gambar hasil karya Riku : My Father (kacamatanya tidak terlupakan)

BTW saat ini jam 1 siang, udah capek…tapi hari ini aku ada meeting di gereja, rapat oikumene. Jam 7 malam. Harus bawa 2 unyil…. Lord give me strength!!

NB 1: Aku tertidur 3 menit sambil pegangin botol Kai. Eeee Riku masuk dan bangunin aku. DIa bilang ada kebakaran kelihatan tiang listrik mengeluarkan asap. Duuuh anakku mama sakit kepala, mau bobo dibangunin hanya untuk cerita. Pas aku nulis ini, aku bilang sama Riku “Aduh mama sakit kepala. Kamu sih bangunin mama.” Lalu dia bilang “Maaf mama, abis Riku mau cerita ada kebakaran itu sih!!!”. Aku langsung peluk dia. He wants to tell me something that thrilled him!! I should appreciate him.

NB 2: Tadi pagi aku sempat bilang :GEMPA! soalnya aku lihat air di akuarium bergerak. Ternyata benar. Dan gempanya di SENDAI, di tempat adik iparku yang baru melahirkan itu. Skala 6 Jepang (maybe 7 Richter). Untung mereka tidak apa-apa. Saat ini dilaporkan ada 2 meninggal. Tapi si NOBU (暢) nama sepupu Riku dan Kai, pas sedang menyusu ketika gempa. Kata Ryoko, Nobu gigit dan tidak mau lepas.

5 gagasan untuk “Saturday School’s Visitation

  1. Lala

    Sambil baca post kali ini, saya langsung ngebayangin Sinchan dan Kobo-Chan pas sport day… 😀

    Soal Riku yang ngomongin kebakaran itu, I can tell you the same thing. Kadang, kalau lagi capek, kita suka menganggap tingkah anak-anak seperti Riko *dan keponakan2 saya* adalah mengganggu. Padahal, they just want to share their thrilled.. excitement.. They just don’t know that we’re so tired and need a break… 😀

    Wuaaah Shinchan…pantatnya keliatan ntar tuh… Iya sih kadang aku kasian sama dia, dia jadi pusat tumpahan kekesalan aku yang sebetulnya ngga semuanya bersumber dari dia. Jadi korban dianya.

    Balas
  2. Hery Azwan

    Gempanya lumayan ya Ime-chan. Di tv tiap waktu disiarin, ada jembatan yang ambruk tuh…Mudah2an Nobu dan mamanya selamat dan tidak terpengaruh gempa.

    Terima kasih Bang. Mereka baik-baik saja. Padahal katanya sudah 9 yang meninggal.

    Balas
  3. dewisang

    Mbk, ini bener2 hebat ya…ada rahasia apa untuk jaga stamina..kayanya sibuk tapi badan kok tetep gemuk ya (maaf lho..he..). Betah melek, tidurnya berapa jam mbk. AK aja jam 8 dh tepat, bangunn jam stgh 6, kadang klo kecapean masih ngantuk juga..pdhl tidur dh lama..

    Nah itu dia …aku juga heran, udah sibuk kayak gini, kadang lupa makan tapi kok ngga kurus-kurus. Kalau aku sih tiap hari max 5 jam tidurnya. Kalau lebih malah sakit punggungnya. hehehe

    Balas
  4. Ping-balik: Kunjungan TK terakhir | Twilight Express

  5. Clara

    NOBU (暢) nama sepupu Riku dan Kai, pas sedang menyusu ketika gempa. Kata Ryoko, Nobu gigit dan tidak mau lepas.

    Apa Nobu bayi itu mengerti Ibunya panik? Atau dia sedang berada dalam kondisi bahaya ya? Kadang saya penasaran dengan intuisi semacam itu

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *