Lembah Moomin

Moomin Valley…. ada yang sudah tahu? Saya cari di Gugel tidak ada keterangan bahasa Indonesianya. Tentu saja topik saya kali ini adalah Picture Book, sehingga mungkin kurang menarik bagi orang dewasa. Tapi saya merasa kenapa sih begitu banyak Picture Book dari negara asing yang masuk ke Jepang? Kata suami saya, Jepang atau perusahaan Jepang tidak akan segan-segan menetapkan budget yang besar untuk Picture Book bagi anak-anak. Hanya dengan label “Pendidikan anak-anak” akan mudah untuk mendapatkan budget….
Ahhh seandainya….. (stop wishing Imelda… u know your country…)

Orang Indonesia pasti tahu tentang karakter disney, atau yang pernah populer di TV Indonesia seperti Tom and Jerry, Popeye the Sailor Man…..dll. Dan ini memang karakter terkenal yang berasal dari Amerika. Yang mengagumkan di Jepang tidak hanya mengambil karakter Amerika saja, meskipun sering dikatakan Jepang berkiblat ke Amerika. Buktinya si Moomin ini berasal dari Finlandia. Dan kita ketahui Finlandia itu menempati peringkat pertama mengenai kualitas pendidikan. Mungkin Moomin tidak ada hubungannya, tapi ada baiknya juga kita mengetahui negara Finlandia lewat Moomin.

Moomin diciptakan oleh Tove Jannson (Mrs) pada tahun 1945, tapi mencapai puncak populeritasnya waktu dikeluarkan film seri anime sekitar tahun 1990. Buku Moomin sudah terkenal sebelum itu tapi Moomin Boom timbul setelah adanya film animasi Moomin, terutama di Finlandia dan Jepang. Populer berarti banyak barang-barang dengan karakter tersebut pula yang laku di pasaran. Jannson memenangkan Anderson award International dan banyak award lainnya. Meninggal tahun 2001 dalam usia 86 tahun. Cerita Moomin dilanjutkan oleh adik lelakinya yang bernama Lars Jannson, dan sekarang dilanjutkan oleh anaknya Sophia Jannson. Untuk menjaga keaslian cerita turun temurun dalan keluarga Jannson, mereka menolak tawaran Walt Disney Company yang ingin membeli hak cipta mereka.

Meskipun saya tidak mengenal cerita-ceritanya secara langsung, saya suka warna-warna yang dipakai dalam gambar Moomin itu. Sekilas karakter Moomin mengingatkan saya pada badak yang manis. Hari ini tanggal 3 Juni dianggap oleh para fans Moomin di Jepang sebagai Hari Moomin , dari pengucapannya Mu (6) Mi (3) n. Padahal sebetulnya hari lahirnya Moomin adalah tanggal 9 Agustus.

Catatan: Kualitas pendidikan Finlandia terbaik di dunia


KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA
Oleh : Satria Dharma

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memang banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikan adalah Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimana perjanjian damai dengan GAM dirundingkan ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.

Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas.

Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya.

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan
dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu

Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka
tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran!

Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula. Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula.

Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya
bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja
lebih bebas.Guru tidak harus selalu mengontrol mereka.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan, sambungnya.

Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.

Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing.

Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada
keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.

Diambil dari : “Top of the Class” – Fergus Bordewich

7 gagasan untuk “Lembah Moomin

  1. Lala

    Seperti kualitas seorang anak yang merupakan cerminan dari orangtuanya; kualitas murid juga cerminan dari guru pengajar dan kurikulum atau metode cara pengajarannya ya?
    Ini memang bukan sekedar soal waktu ya, Emi-chan. Biarpun sedikit, tapi kalau tepat sasaran, sepertinya ini jauh lebih baik….
    Thanks for the article.
    Nambah satu ilmu lagi nih 😀

    saya pernah mengajar anak SD. 2 jam pelajaran =90 menit. bahannya sebetulnya cukup untuk 30 menit. jadi saya pakai waktu 30 menit lagi untuk diskusi, cerita-cerita dan mendengarkan mereka sesuai pelajaran. 1 jam cukup tuh. Kalau saya pakai 90 menit ditanggung mereka tidur dan tidak konsesn. Lebih baik sebentar tapi masuk daripada lama tapi sama sekali tidak ada yang masuk. Begitulah. Tapi tidak tahu ya pendapat guru-guru Indonesia. Kurang mungkin???

    Balas
  2. Hery Azwan

    Kenapa guru2 kita belum banyak ya yang dikirim studi banding ke Finlandia? Kok malahan anggota DPR yang jalan2 ke Argentina. Padahal, kata CNN di Argentina malah terjadi kelaparan. Di tv saya lihat banyak keluarga yang antre makanan di dapur umum. Artikel tentang Finlandia di atas sepertinya pernah saya baca di Kompas beberapa waktu lalu. Yang paling saya ingat memang usia pertama masuk sekolah di sana lebih lambat dari sini. Jadi, mengapa orang Indonesia senang banget buru2 masukin anaknya ke sekolah ya? Baru 2 tahun sudah dimasukkan ke playgroup.
    Berarti metode seperti Toto-Chan memang tetap relevan ya Emi-chan? (ikut-ikut jenglala).

    Masalahnya kan Indonesia hanya berkiblat pada negara terkenal yang sudah diketahui, dan tidak mau mencari informasi baru. Kayaknya perlu disaranin petinggi kita pakai gugle deh.hehehe. tapi jangan-jangan inputnya yang ngga-ngga bukan soal pendidikan hehehe.Silakan panggil emi chan juga boleh ime-chan juga boleh hhehehe.

    Balas
  3. Hery Azwan

    Kalau Moomin Valley saya nggak pernah dengar. Memang ketinggalan zaman lagi saya nih…

    Memang tidak setenar silicon valley sih hihihi. Jelas tidak tahu kok, saya juga baru tahu. Kan ini rumahnya si Moomin dari Finlandia itu. Ntah kenapa saya merasa banyak belajar dari Picture Book deh. Makanya saya ingin berbagi dengan anak-anak Indonesia. Masa pra-sekolah yang indah dan inspiratif bisa jadi pembangkit rasa ingin tahu dan kesukaan untuk belajar, kan?

    Balas
  4. natazya

    sayangnya jarang juga yang mau berbesar hati seperti itu… sadar bahwa mereka juga punya andil dalam salah metode pengajaran mungkin? ah… mengakui kesalahan sendiri memang pe er yang ga semua orang bisa beres buat kerjakan..

    cute picture book nampaknya 😀

    mengakui kesalahan itu memang sulit, tapi harus bisa.

    Balas
  5. nengthree

    manampar banget..
    saya memang bukan guru yang berkualitas baik ya hiks hiks.. 🙁
    tapi saya juga berusaha untuk tetap mengupgrade kemampuan saya untuk mendidik murid-murid saya.
    Terkadang di indonesia memang terbentur dengan sistem pendidikan yang ga tau deeeehhh hehe.. 😆

    dah ah jadi maluuuu…

    n3…. pendidikan indonesia kan ngga hanya kamu saja. Meskipun kamu sudah berusaha sebaik-baiknya tapi kalau yang lain tidak, ya sama saja. Bagusnya kalau semuanya berusaha seperti kamu. Tapi ntah lah sistem pendidikan nya yang salah kali ya….

    Balas
  6. dewisang

    hmmm satu lagi, ada negara yg oke ternyata n ak baru tau dari mbk Imel, bisa buat refernsi sekolah2 di Indo yg bangga klo anaknya bisa sekolah lebih awal. memang mempengaruhi ya umur masuk, di Indo 6 thun boleh masuk, hrsnya ga’ diterima ya mbk…guru emang generasi pendobrak, hrs berkualitas.

    Tapi masalah pendidikan bagus atau tidak, bukan hanya usia sekolah saja. Hanya karena mulainya lambat terus berarti pendidikan bagus. Harus dilihat secara keseluruhan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *