Libur pada HUT

Libur pada HUT

本人誕生日休暇 (honnintanjoubikyuuka) Libur pada Hari Ulang Tahun… akhir-akhir ini banyak perusahaan yang memberlakukan peraturan ini pada karyawannya. Sayangnya saya belum pernah dengar langsung ada teman dari perusahaan Jepang yang sudah menjalankan peraturan ini. Yang saya tahu, di Belanda ada teman yang mendapat libur pada waktu ulang tahun dari perusahaannya. Bahkan ada yang memperbolehkan mengambil libur satu hari itu dalam kurun satu minggu sebelum/sesudah ulang tahun. Nah kalau dipepetkan dengan hari sabtu dan minggu, bisa merencanakan “wisata kecil”. Bagus juga ya. Entah kapan peraturan ini bisa diberlakukan di semua perusahaan Jepang. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu saja, suami saya kadang masih harus bekerja, boro-boro hari ulang tahun.

Selain libur/ambil cuti pada hari ulang tahun, ada lagi peraturan baru yang unik di beberapa perusahaan, yaitu cuti waktu putus cinta. Mungkin maksudnya supaya bisa “mengistirahatkan dan mengobati” perasaan patah hatinya.

Di Jepang, sekarang, selain libur pada tanggal merah, mereka biasanya juga libur pada hari ulang tahun pendirian perusahaan tersebut yang dinamakan 設立記念日 setsuritsu kinenbi. Untuk karyawan biasanya mereka boleh mengambil cuti bergaji 有給休暇 yuukyuukyuuka selama 20 hari dalam setahun. Biasanya kalau di kantor suami saya boleh diambil pada bulan agustus (10 hari saja). Tapi sayangnya tahun ini dia tidak bisa ambil cuti karena amat sangat sibuk. Selain itu karyawan juga boleh cuti dalam keperluan pribadi misalnya perkawinan, kematian dan kelahiran. Lama cuti masing-masing berbeda di setiap perusahaan.

Saya tidak tahu di perusahaan Indonesia bagaimana? Apakah sudah ada yang menjalankan peraturan libur pada HUT karyawan? Tapi kalau libur dan sendirian saja di rumah, bete juga yah….

*************

barusan abis browsing lagi, ternyata ada lagi nih yang aneh : Libur untuk hari peringatan perkawinan, libur untuk melakukan pekerjaan sukarela, dan yang paling aneh adalah libur untuk kekasih…jadi dalam satu tahun bisa minta 1 hari libur untuk kekasih, misalnya ulang tahun kekasih/istri…. hehehe ada ada aja ya orang jepang. Mungkin saking stressnya kerja ya…

7 Comments

Saya jadi penasaran di banding sama Indonesia yang banyak hari libur nasional dan peringatan hari besar agama, banyakan mana yah liburnya? Di Jepang kan gak ada libur peringatan besar agama ya?

Tapi enak juga tuh klo pas ulang tahun minta libur soalnya klo disini bukannya yg ultah ditraktir, malah disuruh nraktir 😛

Waktu belum ada cuti bersama, saya hitung hampir sama kok jumlah hari liburnya sekitar 13-14 hari. Tapi setelah libur bersama belum saya hitung lagi. Kalo di Jepang yang ulang tahun malahan ditraktir temannya. Dibelikan kue ultah juga. Kebalik sama di Indonesia. hehehe Cuman ya alakadarnya biasanya ya. seperi kalau saya dirayakan oleh murid-murid, mereka bawa kue dan minuman ke kelas, lalu potong dan makan di kelas…seneng juga sih berarti diperhatikan.

Bu Imel, jam kerja di Jepang pada umumnya gimana? Seminggu 40 jam? Mulai banyakkah penerapan flextime di sana?

       Ya, menurut peraturan memang 40 jam seminggu. Tapi pada kenyataannya lebih bahkan ada yang 60 jam seminggu. Flextime dalam arti mulai kantornya lebih lambat dimaksudkan untuk menghindari rush hour. Tapi ya pulangnya juga lebih lambat ya. Biasanya perusahaan penerbitan/media/iklan mulai jam 11 pagi. Tapi pulangnya? bisa jam 3 pagi atau diterusin sampai kereta pertama beroperasi jam 5 pagi.
Tapi saya pernah part time di suatu perusahaan design landscape. Di situ banyak orang asing bekerja dan mereka katakan “Kenapa sih orang Jepang santai-santai kerjanya sampai jam 6 sore, nanti kalau sudah waktu pulang (jam 6) baru mulai kerja serius dan lembur!”. Nah mungkin disini uang lemburnya besar sehingga mengandalkan pada uang lembur. (Sebetulnya kalau mau jujur, suami saya tanpa lembur tidak akan cukup gajinya, tapi kantor dia memang pegawainya sedikit sih)

Buat Aku …
Ya .. itu semi LIBUR …
Sebab kita wajib masuk …
Dan acara utamanya adalah …
Potong Tumpeng … berdoa … ada pertandingan-pertandingan lalu ada panggung gembira deh …

(ini yang seruuu …)

Potong tumpeng buat ultah mas? trus pake pertandingan pula? Wah jangan-jangan pak trainer kita ini yang punya perusahaannya :-d

Sorry Out Of Topic …
ternyata Kamu menguasai Pewayangan juga ya …

(related to postingan “ALIEN” …)

hihihi, mustinya sih semua orang tahu, itu kan pengetahuan umum. Yudhistira, Bimo, Harjuno….
But aku pernah ngajar bahasa Indonesia kepada grup wayang orang Jepang di sini dengan memakai bahan cerita wayang…. aku pernah rekaman narasi untuk pagelaran wayang juga sih hihihi. nanti kapan-kapan aku cerita deh.

disini mah ada dikasih libur kalau lagi ulang tahun, tapi biasanya tidak dibayar, cuma biasanya pegawai harus mengingatkan kpd supervisornya kalau hari itu dia ultah, saya pribadi sih malas kalau ulang tahun libur.. toh keluar makannya biasanya dinner anyway, jadi habis pulang kerja, sekarang sejak nggak kerja, yah hari apa aja sama. Mbak Imel sendiri gimana?

hehehe…di Hawaii ternyata ada peraturan itu juga ya. Saya waktu masih kerja (dan single), malah biasanya musti mengajar waktu ulang tahun. Dan malah enak karena dirayakan (syukur kalau diajak ke resto dan dibayarin sama murid yang bos-bos hihihi). Karena suami juga tidak libur, ya percuma juga kita libur kan. Oh ya FYI, saya dan suami saya ulang tahunnya sama harinya. Jadi tidak lucu lagi. Mau tukeran kado juga cuman buang duit hihihi. Kalau saya libur dan ada waktu ya saya masak dinner….candlelight dinner deh. But sejak punya bayi….. repot nih.

Libur pas ulang tahun? Wah, belum ada tuh. Momen ulang tahun adalah momen teman-teman minta ditraktir. Minimal beli kue tar untuk dibagikan ke teman-teman.

Saya juga heran, bukannya keroyokan membelikan kue tar bagi yang ulang tahun. Eh, yang ulang tahun malah diminta nraktir banyak orang. Kan kasihan bagi yang pendapatannya kecil.

Nikah, cuti kematian, cuti anak lahir (bagi pegawai laki-laki) ada cuti otomatis. Untuk perempuan ada cuti melahirkan lamanya 3 bulan.

bener pak, yang pendapatannya kecil kan musti ngutang deh…

Nihonjin ternyata sangat sangat kreatif yaa… Mereka emang paling pinter deh cari cara supaya nggak stress… hehehe..
Kalau saya sih, karena orangnya ndableg, enak-enak aja kalau mau cuti.
Masalah potong gaji?
Mikirnya ntar-ntaran aja..
Yang penting hati senaaaannnggg…. 😀

siiip ….siipppp \:d/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

  Next Post :
Previous Post :