Wan-wan atau nya-nya?

Dalam bahasa Jepang, bunyi suara anjing menyalak bukan guk-guk atau gong-gong tapi WAN-WAN. Dan kalau kucing mengeong dalam bahasa Jepangnya NYA-NYA. Lucu ya? Kesan untuk inu (anjing) sepertinya kecil, imut tidak cocok sebagai penjaga rumah yang mengerikan. Sedangkan si neko (kucing) pas deh. Manja, tapi minta dijitak….hehehe. Terus terang saja, saya tidak suka kucing. Karena menurut saya kucing adalah makhluk terculas di dunia perhewanan…hihihi Maaf bagi yang suka kucing.

Nah kali ini yang mendapat perhatian saya adalah si Wan-wan (bukan Wawan loh). Sebetulnya harusnya tulis kemarin karena tanggal 13 Mei, adalah hari peringatan untuk AIKEN (anjing kesayangan-anjing piaraan). Saya suka anjing. Dulu di Jakarta saya (keluarga saya) pernah memelihara anjing herder, German Sherped (dikasih orang) yang kami beri nama Nero. Kala itu si Nero kalau berdiri, tingginya melebihi saya yang masih SD. Waktu dia pertama datang, kami semua takut untuk pergi ke ruang belakang, karena harus melewati si Nero. Saya ingat pernah naik meja setrika sambil panggil-panggil bibi…”Bi…..Nero bi….” Lalu saya baru bisa masuk ke dalam rumah setelah si Nero dijagain si Bibi.

Lanjutkan membaca Wan-wan atau nya-nya?