Boro-boro

Boro-boro

Kalau bahasa Indonesia, arti boro-boro adalah jangankan dan dipakai dalam percakapan…
misalnya boro-boro kenal, tau aja nggak.
Tapi bahasa Jepang juga ada boro-boro (onomatope) yang artinya hancur/kusut.
Karada ga boroboro… Badannya hancur karena capai.

Nah, hari ini badanku terasa deh boro-boro…capek sekali.
Setelah merawat anak sakit sejak hari Sabtu…. lalu dua malam aku kurang tidur…kemarin malam aku tidur jam 1 dan bangun jam 4 khusus untuk bersihin rumah. Habis tidak enak kan rumah berantakan waktu mertua datang. Sebetulnya acara beres-beresnya udah dari siangnya, tapi si Riku liat mamanya beres-beres…dia malah keluarin semua miliknya dia, dan itu terjadi persis di sebelahku. Kamis malam aku meledak dan marah ke Riku. Aku diam, biarpun dia bilang apa saja…aku diam.
Taktik dia selalu “Mama aku sayang mama…”lalu sun…aku diam.
“mama istirahat deh, kan sudah capek” ….aku diam.
“mama cantik kalau pakai baju itu”…aku diam.
Lalu terakhir sekitar jam 9 malam. aku bentak dia “Besok harus ke sekolah, Sudah dua hari libur gara-gara Kai sakit. Tapi besok pagi harus ke TK. Dan besok A-chan datang..Bobo!!!!”
“Hai….” Dia matikan lampu dan siap-siap bobo.
Tapi aku jadi sedih sekali. Aku tidak mau dia tidur dalam keadaan begitu. Aku juga tidak mau tidur dalam keadaan hati marah dan kesal. Akhirnya aku bilang..
“Riku tau kenapa mama marah?”
“Karena Riku berantakin rumah?”
“Iya…mama beresin kamu berantakin terus… besok Achan datang…Achan tidak suka rumah berantakan” “Mama tidak mau marah terus…mama tidak mau kamu tidur dengan merasa dimusuhi mama terus. Mama kesal tapi mama tidak mau tidur dalam keadaan marah. ….bla…bla..bla”

Sambil aku bicara Riku mulai nangis, aku juga nangis…kita berdua pelukan sambil nangis. Kai yang tiduran di sebelah aku ngeliatin kita berdua dan seakan ngerti juga. Dia seakan mau meraih dan memeluk kita berdua…

Akhirnya dia bilang mau tunggu papanya pulang. Sudah dua malam tidak bertemu papanya. Jadi pasti malam ini tidur larut dan resikonya besok tidka bisa bangun pagi.. but…sudahlah aku bilang dia bisa tunggu papanya, dan silakan nonton TV sementara aku kasih tidur Kai.
Itu kejadian Kamis malam…dan jumat pagi aku sudah bangun jam 4 dan cuci baju, bersihin rumah, masak nasi, buat bento, mandi, siap-siap, buat bahan pelajaran, print out….jam 7:30 aku sudah siap untuk berangkat, tinggal tunggu Achan dan bangunin Riku.

Bener juga, Riku tidak bisa bangun. Dia ngga mau ke TK…apalagi setelah liat Achan datang. Akhirnya aku bujuk dengan janji pergi ke toko buku, beli buku sepulang dari TK nanti. Jam 9 pergi ke TK naik sepeda dan sepedanya aku tinggalkan di TK. Aku lari cari taksi, dan untung dapat. Kalau tidak naik taksi pasti aku terlambat. Aku sampai di univ Senshu jam 10:45 persis jam mulai pelajaran ke dua.
Fffffffhhh capek. Ngeri ngebayangin aku harus begini setiap jumat…apalagi kalau aku titip Kai di penitipan, pasti harus berangkat lebih pagi lagi.

Pelajaran untuk kelas dasar lumayan…aku kasih test dan hasilnya lumayan juga. Sebetulnya kelas dasar ini masih bisa diperintah-perintah karena kebanyakan mereka mahasiswa tingkat satu. Masih semangat untuk belajar. Aku juga tanya berapa orang yang mau beli kamus bahasa Indonesia, dan ternyata hampir setengahnya mau….

Dalam perjalanan pulang di kereta dan bus menuju TK, aku bobo… enak loh bobo di dalam kendaraan. Dulu waktu pertama kali datang ke Jepang, takjub dengan orang Jepang yang bisa tidur di kereta dan bangun persis sebelum turun di stasiun yang dituju…aku pikir kalau aku pasti kelewatan. Tapi ternyata setelah latihan bertahun-tahun badan sudah tahu bisa tidur berapa lama, dan pasti terbangun sebelum stasiun yang dituju. Kecuali kalau capek sekali, kebablasan dan terpaksa naik kereta baliknya…hehehhe

Pergi ke toko buku dengan Riku tapi dia lebih tertarik untuk beli jigsaw puzzle bokenger..so aku belikan satu buku kecil tentang Pooh dan puzzle itu. Aku pikir untuk melatih otak dan kesabaran dia. Selama ini dia belum pernah bisa menyelesaikan puzzle sendiri. Sebelum pulang, aku beli roti untuk Achan dan Takoyaki. Di tengah perjalanan, liat semangka seharga 480 yen…langsung beli karena aku tahu Riku dan Achan suka sekali semangka. AKu juga hihihi.

Setelah Achan pulang, Riku main puzzlenya dan bisa menyelesaikan dalam waktu kurang lebih 1 jam (40 pieces). Itu juga disambi nonton. Lumayan…dia sudah bisa sendiri. Senang juga aku. Sementara aku baca-baca blog orang dan berita, juga chatting sebentar.. Malessss banget untuk menulis. Badan terasa capek sekali. Antara males dan juga iri hati membaca tulisan-tulisan orang lain di blog yang bagus-bagus…. Akhirnya waktu gen pulang, dia makan nasi pakai natto dan miso shiru, juga tsumami sate dan ayam goreng yang aku beli. Malas juga untuk masak.

2 Comments

seru n asyik bgt baca psotingan ibu. keadaan yang biasa dialami ibu2 RT. mgk ita juga akan mengalami hal yg sama stlh menikah n punya anak 😀
postingan ibu bagus kok, hebat bisa nulis panjang gini. postingan2 ita pendek2 lho 🙂

hehehe, siap-siap aja kalau punya anak pasti ada kejadian seperti itu.
terima kasih udah mau baca ya….aku kalau nulis suka ngelantur kemana-mana sih jadi panjang.
Kadang jarinya ngga bisa ikutin kecepatan pikiran hihihi.

Emiko …
Tulisan di bagian pertama … episode nakalnya Riku … itu so sweet sekali …

BTW yang pipi tomat itu KAI ya namanya …

Menggemaskan sekali …

iya sih…itu bagian dari perkembangan anak ya mas…. pipi tomat itu si Kai kasian dia waktu campak…mukanya ancur hehehe. ada fotonya tapi ngga tega masang…takut yang liat jadi ikut gatel mukanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post navigation

Previous Post :