Bayi Ikan

Pagi-pagi aku bersihkan alat pembersih akuarium yang sudah penuh lumpur, dan ambil lumut yang ada di kaca depan akuarium. Sekaligus aku potong rumput yang sudah kebanyakan. Sebetulnya ini hobinya Gen, tapi karena dia sibuk dan hari ini juga ngantor, ya aku lah yang bersihkan. Setelah bersih, beberapa saat airnya mulai jernih, aku liat ada satu anak ikan ….ihhh lucu deh. Dulu setahun yang lalu kira-kira memang sering ikan di akuarium beranak. tapi setelah semua induknya mati, baru kali ini beranak lagi. Senang kalau bisa tahu anak ikan lahir karena berarti akuariumnya bagus sirkulasinya.
Photobucket Photobucket
Riku seperti biasa menghabiskan waktu di depan TV. Sengaja aku gelar futon di depan TV, supaya Kai juga bisa main di situ. Lucu juga lihat mereka berdua, apalgi waktu lihat si Kai pegang punggungnya Riku hehehe. Cuma Kai kok agak hangat tadi pagi, sehingga aku tidak mau ajak mereka pergi ke gereja hari ini. Dan ternyata benar saja, sekitar jam 5 waktu bangun tidur aku raba Kai demam. Waktu diukur suhu badannya 38,4 derajat. Wahhh, padahal aku baru saja tulis email ke Gen, kalau mau keluar makan malam ok ok aja. Cepat-cepat aku tulis email, bahwa Kai demam, tapi percuma juga karena ternyata Gen tidak baca. Kali ini aku tidak sepanik waktu Kai pertama kali demam. Aku pikir kalau demamnya smapai 38,5 lebih baru aku kasih obat penurun panas. Selain itu Kai masih minum susu dan mau makan. Kalaupun ke dokter pasti cuman dikasih obat penurun panas. Lebih baik lihat saja dulu kondisinya. Karena ada kemungkinan musti ke RS malam hari, makan malam kita tidak berani minum alkohol deh.
Photobucket Photobucket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *