Otomatis = Malas?

Hidup di Jepang itu enak. Yah sebagai negara modern, Jepang mengembangkan teknologi canggih dan itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mau beli minuman? Masukkan uang ke vending machine, pencet sini situ, keluar kaleng minuman yang mau dibeli. Demikian pula dengan permen, rokok, batere, bahkan …(maaf) kondom. Mau beli karcis di stasiun? masukkan uang, tekan tombol tujuan, keluarlah karcis. Karcis itu dimasukkan pada pintu otomatis dsb dsb….semuanya berjalan otomatis tanpa perlu berinteraksi dengan manusia. Masih banyak deretan alat-alat canggih tersebut dalam kehidupan di Jepang.

Kali ini saya mau memperlihatkan dua buah video. Pasang dulu video pertama, lalu ke dua. Dan lihatlah betapa di kamar kecil/toilet saja kecanggihan teknologi Jepang bisa dilihat dan dinikmati. Yang kita perlu lakukan hanya membuka celana saja…. Tapi sebetulnya apakah perlu? Mungkin untuk orang yang sakit atau manula perlu, tapi untuk manusia sehat? Rasanya kecanggihan ini hanya menjadikan kita menjadi semakin malas.

4 gagasan untuk “Otomatis = Malas?

  1. Kimiyo

    Betul ya, jadi malas, dan jadi kurang pintar berkomunikasi, kurang ramah dan sopan karena selalu komunikasinya dengan mesin saja.
    Juga bagi orang yang tidak terbiasa dengan mesin malah susah memakainya, waktu aku pulang dari Indonesia, aku nggak bisa beli karcis di stasiun lhooo karena nggak tahu caranya utk pakai mesin jual karcis ! ^^;

    biasanya orang juga lupa untuk tidak menutup pintu TAXI kalau di Jepang hehhe

    Balas
  2. narpen

    ya ampunn..
    berlebihan kaliii yang buka tutup toilet itu tante…
    hahahahaha…
    (tapi aku suka idenya! 😀 lucu, lucu..)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *