Ben

hehehe…itu nama pet aku di Buku Wajah alias Facebook. Aku buat account di Facebook karena banyak temen SMP yang mengajak buat di situ. Ternyata di situ juga banyak anak tarakanita, dan lucunya di sini semua pakai nama asli. Berlainan dengan Friendster yang pada pakai nama alias semua. (Friendster aku skr juga nama asli).

Ok kembali ke Ben. Sementara waktu aku jarang membuka FB aku, lalu kemudian aku berkenalan dengan seorang dosen di FSUI (namanya sekarang sudah ganti jadi Fakultas Ilmu Budaya ) jurusan perpustakaan. Aku berkenalan dengan ibu BW juga baru-baru saja di Multiply. Waktu aku dengar dia punya account di FB aku cari dan menemukan account dia lengkap dengan data pribadi. wah wah wah aku berkenalan dengan orang hebat hebat deh. Nah bu BW inilah yang mengajak aku untuk memelihara si Ben ini.

Jadi di Facebook punya application macam-macam. Aku sendiri ngga suka coba-coba, tapi kalau kita punya teman di list, paling sedikit mereka harus memperkenalkan application yang mereka pakai dengan meng”invite” (sebetulnya ini yang nyebelin dari FB). Nah bu BW ini mengajak punya piaraan anjing, dan aku pilih St Bernard, yang aku beri nama BEN.
Photobucket
Ceritanya setiap hari aku harus kasih makan, minum dan training. Tapi dasar aku ngga telaten, kadang baru 2-3 hari aku buka FB dan kasih makan si Ben ini. Aku pikir untung Ben ini di virtual, coba kalau beneran kasihan deh dia…mati kali ya aku ngga kasih makan. Tapi ya ngga juga sih, pasti dia udah menyalak-nyalak minta makan ya.

Jadi ingat aku paling disukai binatang. Bukan aku yang suka, tapi mereka yang memilih aku. Gimana dong…. hehehe. Yang au paling ingat adalah si kakak. Ada kakatua yang terbang masuk di rumah di jakarta, dan ditangkap. Tapi yang berani kasih makan cuman aku. Mungkin dia tahu juga ya, jadi dia baik sama aku ngga mematuk. Dan sejak itu kalau dia liat aku lewat, dia selalu panggil aku “Kakaaaaaakkk” dengan suara memelas. Duh lucu…. dan dia cium pipi aku loh dnegan lidahnya. Padahal hati ini udah deg-degan juga gimana kalo digigit mukaku bisa cacat seumur hidup deh. Dia juga suka berjalan-jalan ke pundakku, cuman yang ini sakit karena kukunya panjang.

Nasib si kakak jelek juga. Karena aku pergi ke Jepang, dia suka teriak teriak malam-malam. Papa marah dan suruh kasih orang atau kebun binatang. Ternyata kalau ke kebun binatang tidak diterima. Kalau tidak salah, mereka tidak bisa kasih makanan lagi, sudah terlalu banyak. Akhirnya diambil temannya Tina, Maureen. Setelah itu aku tidak tahu lagi nasibnya. Kakaaaaak….


Bersama kangguru di Melbourne

Photobucket
Kalo ini di Taman Safari….

3 gagasan untuk “Ben

  1. Lala

    Si Ben masih idup kan, Sis?
    Apa sekarang makin jarang dikasih makan? hehehe…

    Jadi ini tho ceritanya tentang si Ben itu.
    Yang kapan hari aku tulis lagu MJ di salah satu post. Selama ini aku kira dia nyata, taunya virtual.. tapi eh, apa aku yang nggak perhatian ya..

    Aku ini suka binatang, tapi paling nggak bisa merawat binatang. Hanya senang di awal-awal saja, tapi kemudian malah nyuruh orang lain buat merawat… Aku cuman suka main bareng kelinci-kelinciku, tapi urusan kasih makan dan merawat, aku kasih ke asisten aja… wakakakak…

    Lala´s last blog post..five o’clock phone calls

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *