a journey from dawn to dusk

Home Bakery

Sebetulnya aku sudah lama beli alat pembuat roti ini, bersamaan dengan alat pemanas air bak mandi di amazon.
PhotobucketPhotobucket

Aku beli alat pemanas ofuro itu karena di bak mandiku sekarang tidak ada alat pemanasnya, 追い炊き jadi kalau sudah lama air menjadi dingin. Padahal aku suka airnya sampai 42 derajat. Air panas di tempatku sekarang maksimum 40 derajat. Tadinya aku pikir dengan alat ini bisa naik sampai 42 derajat. Ternyata ngga bisa tuh. Agak nyesel juga sih beli lumayan mahal sih. Tapi yah daripada terlalu dingin airnya 40 derajat cukuplah.

Sesudah Tina pulang kemarin aku buka packingnya, dan karena hari ini Gen da Riku pergi, aku coba buat roti pikirnya nanti bikin sandwich atau pasta aja. Sekalian mau nyoba enak ngga. Untung aku ada yeast dan tepung untuk roti. Cemplung ini itu sesuai perintah di buku panduannya lalu klik on. dalam 2 jam tercium bau roti bakar memenuhi ruangan. Lumayan rasanya, meskipun waktu dia ngaduk agak ribut. Nanti mau coba buat roti dengan isi yang kecil-kecil.

Photobucket



Category: Diary, LIVING

2 Comments to “Home Bakery”

Add Comments (+)

  1. Lala mengatakan:

    Aih, aih…
    Bikin roti tawar sendiri ya, Sis…
    Enak ya kalau punya home appliances yang lengkap. Dan pastinya, yang canggih juga..
    (someday, pingin punya coffee maker yang canggih, buat bikin espresso.. hehehe)

    – jadi laper, pingin roti… huhuhu…. —

    Lala´s last blog post..five o’clock phone calls

    [Reply]

  2. aldine mengatakan:

    salam kenal dari jauh.mau ty nii..itu alat pembuat roti mereknya apa ya??ada nga ya di Indonesia.pasti enak ya bisa bikin roti sendiri.

    [Reply]

Leave a Reply

CommentLuv badge

QRCode

Photobucket

Almanak

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Support also

yang mau cari-cari

yang mau tahu

  • Total Stats
    • 1.078 Posts
    • 21.155 Comments

Yang punya :

yang bersahabat

yang ngobrol

ourstats