Arsip Bulanan: Maret 2008

Wish List

Bagi yang pernah berbelanja di Amazon, pasti tahu istilah wish list ini. Yaitu daftar barang-barang yang diincar untuk dimiliki. Tadi iseng-iseng browsing si situs bahasa Jepang, bertemu dengan laporan ini.

1. Harga HDD berkapasitas 1 TB sudah turun menjadi kurang dari 20.000 yen. Wow, 1 Terra byte harganya sekarang sama dengan HDD yang berkapasitas 160GB yang saya beli 3 tahun lalu. Penurunan harga dari 30.000 an menjadi 20.000-an kurang ini makan waktu setengah tahun. Semakin banyak peminat, semakin banyak pembeli maka harga akan turun. Waktu saya membeli laptop yang built in DVD player 8 tahun lalu, harganya sekitar 300 ribu yen, sekarang? berikut DVD Write sudah bisa 60 rb (Win XP). Computers sudah seperti kacang goreng saja. Dan diperkirakan perusahaan komputer akan bangkrut, karena sekarang orang Jepang lebih suka mengirim email dari handphone daripada memakai komputer di rumah yang jelas-jelas terbatas waktu pemakaiannya. Handphone di jepang juga sudah canggih sekali sih. Bahkan sekarang sudah bisa menjadi pengganti kartu kredit. Entah itu baik atau buruk, saya tidak berminat menonton TV di Handphone atau membayar dengan handphone.

大手価格比較サイト「価格.com」に掲載されている価格情報によると、WESTERN DIGITAL社製の1TB内蔵HDD「WD10EACS」が、2008年3月28日23:00現在で1万9799円と、2万円を割っています。

1TBHDDPhotobucket

ファンタ ふるふるシェイカー オレンジ (190ml缶/120円)のカロリーは100mlあたり69kcal】

2. Fanta orange….. Saya lebih suka minum fanta orange, dibandingkan dengan coca-cola. Dan sekarang ada Fanta orange jenis baru yang mengandung jelly yang bersoda. Sebelum membuka kaleng, dikocok dulu sehingga jelly utuh di dalamnya akan terburai dan waktu minum kita akan minum sekaligus potongan jelly yang berasa soda. hmmm mau coba ahhh. Dan katanya dari tanggal 21 April sampai 27 April di seluruh toko Mac Donald, jika membeli ayam shaka-shaka seharga 100 yen otomatis akan mendapat satu kaleng Fanta Orange ini. wow…cuman tunggu tanggal 21 April lama sekali ya…. (Info: Harga minuman kaleng di Jepang 120 yen, jika membeli di vending machine. Kalau membeli di toko grosiran mungkin bisa lebih murah.)

So apa 2 item ini masuk isi WishList saya? Fanta Orange dulu deh, soalnya belum merasa perlu beli 1TB. Nanti kalau yang 160GB udah megap-megap kembang-kempis minta diganti baru masukkan WishList saya.

Sense of Service

Membaca tulisan Pak Oemar Bakrie soal sense of service, saya ingin mengumpulkan cerita pengalaman menyangkut s.o.s itu yang saya masih ingat.

Memang masalah “sense of service” ini orang Indonesia harus belajar dari orang Jepang. Banyak sekali yang saya bisa ceritakan sebagai contoh, tapi salah satunya terjadi seminggu yang lalu. Saya terlambat mendaftarkan kembali anak saya untuk kelas sepak bola. Lalu guru sekolah Olahraga itu menelepon saya dan menanyakan soal itu (mungkin kalau ini pasti dilalukan juga oleh marketing Indonesia). Saya katakan “Anak saya akan melanjutkan latihan sepak bola dan sekaligus saya pesan baju OR nya”. Supaya jangan terjadi kesalahan sang guru minta supaya saya mengirimkan fax orderan baju OR. Ada 3 item seharga 12.000 yen atau bisa juga hanya membeli celana pendeknya seharga 3.900 yen. Karena anak saya ingin punya baju atasannya juga, maka saya pesan 3 item. Fax…. dan tidak lama lagi sang guru telepon,

“Apakah benar mau 3 item, teman-teman Riku (anak saya) semua hanya membeli celana pendek saja. Kalau Ibu mau bisa diubah (menjadi celana saja)”. Saya katakan”tidak apa, tetap 3 item karena itu menjadi kenang-kenangan kalau dia lulus TK”. Di sinilah yang saya anggap sense of service orang Jepang top. Dia akan memikirkan konsumen bukan pihaknya. Kalau kejadian ini di Indonesia, pasti saya tidak akan dapat telepon, atau si guru pasti tidak akan beritahu bahwa teman-teman yang lain hanya membeli celana saja.

Pengalaman yang lain, waktu saya memesan barang keperluan rumah tangga di Koperasi via internet. Saya memesan satu plastik tissue kotak (isi 5 kotak). Waktu diantarkan ke rumah saya lihat memang ada secarik kertas ketikan yang ditempelkan ke situ, tapi saya tidak curiga apa-apa. Waktu kotak tissue tinggal 2 buah, saya mau membuang plastiknya, baru ketahuan bahwa kertas itu berisi pernyataan maaf. Saya baca lebih detil, ternyata seharusnya tissue yang saya pesan satu kotaknya berisi 180 lebar (two ply), tetapi yang diantarkan hanya berisi 168 lembar, jadi kurang 12 lembar setiap kotaknya (12×5 = 60 lembar). Dan untuk itu pihak koperasi mengurangi harga tissue tersebut sebesar 18 yen. Duuuh, saya juga tidak ingat, atau tepatnya tidak membaca dengan teliti seharusnya ada berapa lembar tissue dalam satu kotak. Seandainya pihak koperasi tidak menulis itu juga pembeli tidak akan sadar/ tahu. Kalau di Indonesia sudah pasti tidak ada pemberitahuan seperti begini (kesannya apatis sekali ya?)

Pembeli adalah Raja, benar-benar diterapkan di sini. Bukan hanya slogan belaka.

Siapa nama Anda?

What is behind a name? Kenapa sih kita perlu diberi nama?

Nama memang wewenang oran tuag kita. Dari pemilihan nama anak, kita juga bisa sedikit “menilai” si orang tua. Apakah orang tua itu religius (nama Muhammad atau Maria), materialistis (jangan kasih contoh di sini deh… pokoknya yang pakai harta-harta deh), modern dan internasional (kalau ini banyak deh)….

Kalau di Jepang, nama anak harus dilaporkan dalam pembuatan AkteKelahiran 出生届け yaitu dalam waktu 14 hari sesudah seorang bayi lahir. Jadi dalam waktu 14 hari, orang tua harus menentukan nama anaknya. Waktu Riku 陸, anak saya yang pertama, tidak perlu susah-susah, karena dari sejak hamil kami sudah memanggil Riku. Penetapan nama Riku, karena selain satu huruf Kanji (turun temurun anak laki-laki di keluarga Miyashita harus memakai satu Kanji), nama Riku jika ditulis dalam bahasa Inggris bisa sebagai Rick. Namun, waktu kelahiran anak kami yang kedua, Kai 櫂 amat sulit. Masalahnya tidak ada nama satu Kanji yang cocok dengan pemikiran kami. Kalau ada tidak disukai oleh bapak-ibu mertua. Kami tidak bisa memakai nama Kei, karena nanti bersamaan dengan anak ketiga adik saya. So… waktu adik ipar saya menyebutkan nama Kai dengan kanji yang berarti dayung itu, saya cocok dengan nama itu. Apalagi Kai lahir persis hari Laut tanggal 16 Juli 2007.

Untuk penamaan anak perempuan di Jepang mungkin lebih mudah. Orang tua biasanya memasukkan nama bunga atau kanji yang berarti bunga atau cantik. Handle name saya Emiko kanjinya 恵美子 berarti anak 子 cantik 美 yang terberkati 恵(baca dari belakang). Memang kebanyakan nama perempuan Jepang berakhiran dengan KO. Contohnya Keiko, Aiko dll.

Penamaan menurut orang Jawa juga biasanya menggambarkan harapan-harapan orang tua terhadap anaknya. Bagi yang bukan Jawa, mungkin memilih nama dari orang terkenal, atau nama kakek-neneknya yang dipakai kembali. Saya sendiri paling senang mendengar nama dari bahasa Sansekerta.

Tiga hari yang lalu saya membaca bahwa di Inggris, telah diadakan sebuah survey online tentang nama apa yang diprediksi akan sukses di kemudian hari. Pilihan pertama jatuh pada nama Elizabeth bagi wanita, dan James untuk pria. Ranking kedua yaitu Caroline dan Richard. Untuk nama yang dianggap membawa keberuntungan adalah Lucy dan Jack untuk Ranking pertama, sedangkan pilihan kedua adalah Cathy dan Chris. Nama Sophie dan Ryan (Ranking pertama) serta Rachel dan James (peringkat kedua), dianggap sipenyandang nama ini charming dan sophisticated 魅力的. Survey ini diikuti 6700 orang, sehingga bisa diakui keabsahannya.

Hmmm, jadi apa makna dan harapan nama Anda masing -masing? Nama saya Imelda, tidak ada di daftar… tapi nama saya yang lain Emma, dianggap sebagai nama yang beruntung, meskipun nomor bontot. Nama ibu saya dan adik saya, Elizabeth. Nama keponakan saya Sophie, dan adik ipar saya Chris….. Kalau lahir kembali saya mungkin akan pilih nama Olivia atau Helen…. sepertinya bagus hehehe

Hasil lengkap:
Nama yang dianggap tidak akan sukses
1 Julie — Ian
2 Emily — Lewis
3 Katie — Stephen
4 Lucy –Ryan
5 Lisa — Brian

Nama yang dianggap akan sukses
1 Elizabeth — James
2 Caroline — Richard
3 Helen — Michael
4 Olivia — William
5 Amanda — Andrew

Nama yang beruntung
1 Lucy — Jack
2 Cathy — Chris
3 Lisa — Ryan
4 Sophie — Peter
5 Emma –James

Nama yang sial
1 Caroline — George
2 Karen –William
3 Ann — Richard
4 Elisabeth — Thomas
5 Helen — John

Nama yang charming
1 Sophie — Ryan
2 Rachel — James
3 Olivia — Jack
4 Karen — Chris
5 Cathy — Michael

Nama yang tidak charming
1 Caroline — Richard
2 Elizabeth — John
3 Helen — Peter
4 Jane — Thomas
5 Ann — George

sumber:

[エディンバラ 25日 ロイター] 英国で行われたオンラインアンケートで、最も成功しそうな名前は性がジェームズ、女性がエリザベスと思われていることが明らかになった。ハートフォードシャー大のリチャード・ワイズマン教授(心理学)が25日に発表した。
アンケートには計6686人が参加。最も成功すると思われている名前の2位は、性がリチャード、女性がキャロラインだった。また、幸運の持ち主と考えられている名前は、男性の1位がジャック、2位がクリス、性の1位がルーシー、2位がケイティーだった。魅力的な人物の名前では、男性が1位ライアン、2位ジェームズ、女性が1位ソフィー、位レイチェルとなっている。
この結果について、ワイズマン教授はロイターに対し「かなり有効だと思う。000人以上が参加した結果なので非常に説得力がある。上位の名前と下位の名前の差はても顕著で、そこには何かがあると考えられる」と述べた。

Nama Orang Jepang yang mungkin bermasalah di Indonesia:

Daftar ini adalah nama yang pernah saya dengar, yang jika siempunya nama pergi ke Indonesia akan mendapat masalah. Masalahnya seperti : ditertawakan, atau dianggap bercanda. Daftarnya masih akan di update, karena banyak yang telah terlupakan.

  1. Kaya, biasanya ini nama anak perempuan Jepang. Kalau ke Indonesia dia tidak boleh memperkenalkan diri dengan :”Hallo, saya Kaya” nanti bisa-bisa digarong sepulang acara.
  2. Saya, ini juga nama anak perempuan. “Kenalkan saya Saya. “””%&$&%’&( maaf sekali lagi?” “Nama saya Saya”……”Becanda loe ahhh”
  3. Susumu, nama laki-laki artinya MAJU. Memang sih SUSUmu harus Maju, untuk wanita, kalau pria bisa berabe. “Siapa nama Anda?” “Susumu Pak”.
  4. Kalau ini sebuah cerita nyata. Teman bapak saya bernama Kasuga Susumu. Dia berkata “Saya tidak akan pernah mau pergi ke Indonesi. Karena susah waktu saya memperkenalkan diri, pasti semua tertawa. Kenalkan nama saya SUSUMU KASUGA (tapi terdengar di telinga orang Indonesia Susumu Kusuka “%#&%’&)
  5. Nonomura, nama keluarga, Fuhhhh pasti Anda tahu dong artinya kalau dia berkata “Saya Nono mura (h)”
  6. bersambung…cari dulu ya. Kalau Kashimura, Sakurata kebanyakan orang Indonesia sudah tahu…..

Kekuatan Internet

Apakah yang kamu dapat dengan adanya hubungan Internet ini? Banyak! Bahkan ada yang mengatakan lebih banyak negatifnya daripada positifnya. Itu kalau kecanduan.

Tapi sebetulnya kalau kecanduannya pada segi positif, apa salahnya? Dengan adanya Internet kita bisa saling berhubungan dengan siapa saja di dunia ini tanpa dibatasi ruang dan waktu. In real time.

Dulu kalau mau menghubungi seseorang harus menelepon atau mengirim surat, atau selangkah lebih canggih adalah mengirim fax. Tetapi sekarang cara-cara demikian sudah usang. Cukup menulis elektronik mail lewat internet, maka hubungan Anda akan tersambung. Bahkan dengan sistem pengiriman email di Handphone, kita bisa memonitor perkembangan sesuatu tanpa terhalang kendala ada tidaknya komputer.

Banyak sekali yang sudah diberikan Internet kepada saya. Pengetahuan (browsing, e-learning), Teman (email, chat, blog), Kemudahan (berbelanja, e-banking, informasi) . Dan hari ini saya menemukan satu lagi kehebatan internet. Yaitu waktu saya membaca posting dari Romo Johanes Pujasumarta yang menulis tentang Internet of Prayers – Jejaring Sembahyang dan Doa. Alangkah baiknya jika jejaring ini bisa berlangsung terus. Komunitas maya memang dianggap sebagai komunitas yang rentan akan kejahatan dan dosa. Tapi saya yakin,asalkan kita selektif, maka komunitas maya bisa menjadi kekuatan yang juga bisa membantu penyebaran Kabar Baik.

Saya, yang tidak kenal dengan Romo Johanes, kemudian membuka-buka halamannya yang lain. Tulisan seorang pastor yang juga memikirkan “komunitas virtual” dnegan memberikan informasi, bahkan cerita pribadi yang dapat menguatkan iman. Saya sarankan untuk juga membaca blog Pastor Johanes ini. Saya sambil membaca blog ini menjadi terharu dan menangis. Bayangkan saya yang di Tokyo, serasa berada di Ambarawa dan sedang mendengarkan kotbah dari Romo Johanes. Saya juga merasa diingatkan akan hal-hal rohani yang porsinya sudah menjadi terlalu kecil dalam kehidupan saya. Seandainya tidak ada internet, saya tidak akan bertemu dengan Romo yang begitu melek IT, dan memakai IT untuk berkarya.

So, seperti tulisan Romo yang mengatakan akan berdoa bersama komunitas virtual pada pukul 22:00-23:00, saya juga akan usahakan untuk bisa berdoa bersama, dan itu berarti pukul 24:00-25:00. Semoga berhasil

Mbak Sri

Bandingkanlah!

Sri, seorang pramuria, bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya seorang bule dari Amerika bernama Robbie akan tetapi dia tak sanggup untuk bertemu muka dengan kekasihnya. Sri menulis surat dengan berbekal pengetahuan bahasa Inggris & kamus tebal.

Hi Robbie, with this letter I want to give know you

(hai Robbie, bersama surat ini saya ingin memberitahu kamu)
I WANT TO CUT CONNECTION US
(SAYA INGIN MEMUTUSKAN HUBUNGAN KITA)
I have think this very cook cook

(saya telah memikirkan hal ini masak masak)
I know my love only clap one hand

(saya tahu cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan)
Correctly, I have seen you go with a woman entertainment at town with my eyes and head myself
(sebenarnya, saya telah melihat kamu pergi bersama seorang wanita penghibur di kota dengan mata kepala saya sendiri)
You always ask for apology back back times
(kamu selalu minta maaf berulang ulang kali)
Your eyes drop tears crocodile

(matamu mencucurkan airmata buaya)
You are really a man crocodile land

(kamu benar benar seorang lelaki buaya darat)
My Friend speak you play fire
(teman saya bilang kamu bermain api)
Now I know you correct correct play fire

(sekarang saya tahu kamu benar benar bermain api)
So, I break connection and pull my body from this love triangle

(jadi, saya putuskan hubungan dan menarik diri dari cinta segitiga ini)
I know this result I pick is very correct, because you love she very big from me
(saya tahu keputusan yang saya ambil ini benar, karena kamu mencintai dia lebih besar dari saya)
But I still will not go far far from here
(namun saya tetap tidak akan pergi jauh-jauh dari sini)
I don’t want you play play with my liver
(saya tidak ingin kamu main-main dengan hati saya)
I have been crying night night until no more eye water thinking about your body

(saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi airmata memikirkan dirimu)
I don’t want to sick my liver for two times
(saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya)
Safe walk, Robbie
(selamat jalan, Robbie)
Girl friend of your liver

(kekasih hatimu)

– Sri –

dengan ini ….

KICHIGAI NO JIDAI !
KICHIGAI NO JIDAI !
(JAMAN EDAN!)
boku wa hashiru no jidai ga mimasu,
mago-mago ni nokoshita,
toriesu ni ningen ga aruiteyuku,
ranzatsu ni watarette iku.
boku dake ga damaru ni to wasureru kureta,
hoka ni, subete o, towaku de nigetta,
mae e susumu, zutto
yukurri de aruite ga yateiru,
mae e susumu, zutto
hayai na nagare ga shizumetta,
mayokatta, yamerarenai.
boku to jidai ga hashiru de oikakeru,
taihen na bozen no naka ni,
bara-bara ni natte,
mokuteki ga nai,
o-kichirareru.
kichigai no jidai!
hachigatsu 1985 (sen kyuhaku hachiju go-nen)



Aku melihat jaman yang berlari
Meninggalkanku dalam kebingungan
Sementara orang lalulalang
Malang melintang dalam kesemerautan

Hanya aku yang diam dan tertinggal
Lainnya, semua, berlari berhamburan
Maju, terus, kedepan

Perlahan-lahan aku coba berjalan
Maju, terus, kedepan
Dan akhirnya larut diarusnya yang deras
Aku tersesat tak bisa berhenti

Aku dan jaman berlari kejar-kejaran
Dalam kebingungan yang membingungkan
Pontang-panting tak beraturan
Tak bertujuan
Gila-gilaan

Jaman edan!
Agustus 1985 (by Remy Soetansyah)

sama-sama kacau terjemahannya.

Bahasa asing….. sulit ya hihihihi…

Which English Word are you?

Iseng aku ikuti quiz di Facebook pagi ini. Sayangnya itu aplication dari Facebook sehingga yang tidak punya account FB tidak bisa ikut (sepertinya). Hasil test aku :

CURIOUS
You love to investigate and find out about the mysteries of life and nature. You always ask a lot of questions until you get an answer.

Sepertinya bener 100% deh….

Benarkah?

Semoga tidak benar!!!

JAKARTA, Investor Daily Seorang ahli tata air dari Belanda Aart R. Van Nes memperkirakan Jakarta akan mengalami banjir air pasang laut hingga ketinggian 3 m pada 4 Juni 2008. Prediksi tersebut berdasarkan analisis yang mengacu pada keberadaan matahari dan bulan. “Air pasang bakal terjadi di Jakarta bagian utara hingga ketinggian 3 m pada Juni 2008,” kata Nes, usai menemui Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Prijanto, di Balai Kota Jakata, Kamis (6/12). Menurut konsultan dari Belanda tersebut, meningkatnya ketinggian air tersebut merupakan siklus 18,5 tahunan. Ketika itu, antara matahari dan bulan berada dalam satu garis lurus. Karenanya, Nes menyarankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan sistem informasi terhadap masyarakat. ( just forward )

Selalu Waspada!!!

Rasanya menyebalkan juga jika kita harus selalu FULL ALERT. Hidup di Jepang ini memang membuat otak kita bertambah tua lebih cepat. Selain membuat kita spanning terus…. high voltage deh. Betapa tidak, hidup di negara gempa Jepang, sudah membuat kita harus waspada terus jika kita merasakan tanah goyang ini. Harus tenang, jangan panik, tapi harus cepat matikan sumber api, dan buka pintu untuk mengamankan jalan keluar.

Bagi yang punya anak di kota besar, sekarang juga harus terus full alert… apalagi yang punya anak perempuan. Banyak kejadian anak-anak yang diculik, dibunuh bahkan yang lebih sadis lagi, foto anak yang dibunuh itu dikirimkan ke ibunya lewat handphone anak itu… duh duh duh…..

Berita terakhir juga yang membuat kita harus WASPADA pada makanan yang kita makan, yaitu dengan ditemukannya bahan pestisida dalam makanan beku yang diimpor dari Cina. Agak kaget juga saya waktu menonton acara di televisi tentang penelitian “Meja makan orang Jepang” 日本人の食卓. Ternyata banyak sekali keluarga yang selalu memakai bahan-bahan beku siap jadi untuk hidangan makanan sekeluarga sehari-hari. Padahal kalau dilihat dari fotonya hebat, pasti ada makanan pokok, daging, sayur, pickles, sup. pokoknya wah deh… Tapi ternyata itu semua hasil “cing”, defrost di microwave. Masih mending aku dong yang sekali makan hanya dua macam, sayur dan daging tapi buatan sendiri. Parahnya ada pengakuan satu keluarga : Ibu makan pizza, anak laki-laki makan mi, sedangkan anak perempuannya makan sandwich. Kok bisa beda-beda begitu? Ya, tinggal di microwave saja. cing!!! Jadi si Ibu tidak tahu sama sekali rasa makanan yang dikonsumsi anaknya. Jadi tidak tahu juga apakah makanan itu “aneh” beracun atau tidak.

Melengkapi daftar ALERT hari ini adalah berita kemarin. Seorang karyawan gubernuran bernama Kariya (38) pukul 11 malam, didorong seseorang di peron stasiun lalu jatuh ke rel kereta dan langsung dilindas kereta yang masuk ke stasiun. DUH…. kasihan sekali. Dan yang mendorong adalah seorang pemuda berusia berusia 18 tahun (tidak diberitakan namanya karena umur 18 th masih belum dewasa di Jepang, sehingga privasinya dilindungi pemerintah). Pemuda ini waktu diinterogasi mengatakan, “Kalau saya membunuh orang maka saya akan masuk penjara. Jadi siapa saja bisa saya bunuh (tidak harus orang tertentu)”. Hmmmm Penjara Jepang enak apa ya? mungkin masih dapat makan sehingga lebih nyaman berada di penjara ya? Anyway, pemuda ini memang aneh….

Padahal hari Minggu yang lalu, ada kejadian lagi di stasiun Tsuchiura yaitu seorang “pembunuh kalap” 通り魔 menusuk 8 orang di stasiun dan menyebabkan seorang meninggal. Si pembunuh kalap ini berusia 24 tahun, pengangguran, yang kecanduan game. Mungkin dia ingin mempraktekkan sang tokoh dalam permainan gamenya dengan menusuk siapa saja yang lewat.

Jadi, waspadalah selalu jika berada di tempat umum, seperti stasiun. Salah-salah kita apes menjadi korban orang-orang gila. Saya sendiri tidak pernah mau berdiri paling depan di peron, atau kalaupun kita yang pertama jauh-jauh dari garis batas seharusnya. Dan satu lagi yang penting, yaitu berdoa memohon perlindungan Tuhan dalam kehidupan kita supaya Tuhan menjauhkan kita dari mara bahaya.

25日午後11時7分、岡山市駅元町のJR山陽線岡山駅下りホームで、電車を待っていた倉敷市笹沖、県職員假谷国明さん(38)が、男に背後から押され、約1・5メートル下の線路に転落し、直後に入ってきた瀬戸発岡山行き普通電車(4両)にはねられた。

ホームを巡回していた県警鉄道警察隊員が、電車の警笛に気付いて駆けつけ、ホームにいた大阪府大東市の無職少年(18)を殺人未遂の現行犯で逮捕、岡山西署に引き渡した。假谷さんは全身を強く打ち、約5時間後に死亡。容疑を殺人に切り替えて調べている。

調べでは、少年は25日から家出しており、「人を殺せば刑務所に行けると思った。誰でもよかった」と供述している。少年と假谷さんとは面識がなかったという。

この影響で、同線は下り9本が1時間19~5分遅れ、約800人に影響した。

Tiada kata terlambat

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

IMELDA COUTRER MIYASHITA: Salam Pak EWA. Saya belajar menulis empat tahun, membiasakan menulis apa saja. Menyesal kenapa terlambat memulai.

KAPAN SAJA. Menulis adalah pekerjaan merdeka. Tidak ada istilah kapan memulai pabila berakhir. Dalam bahasa santainya, suka-suka. Orang bisa saja punya mau setinggi gunung, dan punya kemampuan lebih dari cukup, tetapi belum tentu menjadi penulis. Antara mau dan mampu telah dibahas pada tulisan terdahulu. Akan halnya ‘menjadi’ itu urusan lain lagi. Bisa saja, tiba-tiba muncul ‘kesadaran’ atau datang pemicunya, dan jadilah. Bisa-bisa ketagihan.

Yang penting, diri siap menulis. Siap dalam pengertian, apa-apa yang akan ditulis memang sudah tersedia di otak, dan atau, otak mampu mengolah apa yang akan ditulis. Orang yang banyak membaca, dan atau, punya pengetahuan luas, apalagi pengetahuan lebih khusus, lebih memungkinkan menulis, menjadi penulis. Bisa pula dikatakan, kalau posisi sudah stand by, tinggal menunggu pemicu.

Yang celaka, libido menulis menguasai ubun-ubun, pengetahuan cekak, penguasaan teori, tehnik, dana seterusnya nol koma nol. Mana sok pintar pula. Kalau mengidap penyakit sedemikian, akan sulit menulis. Hal tersebut harus diatasi terlebih dahulu.

selanjutnya baca di sini :

*********************

duuuh seneng deh komentar aku dulu dibahas oleh Pak Ewa. Aku menulis komentar atas tulisan “Menulis, ya menulis saja” begini:

Salam Pak Ewa, maaf baru menulis sekarang, padahal bapak sudah bertandang ke blog saya di http://13tahun.blogspot.com tepat sebulan yang lalu. Selama sebulan saya mempersiapkan website baru yang bisa menampung semua tulisan saya selama ini yang berserakan. Kalau Bapak ada waktu silakan berkunjung ke rumah maya saya yang baru, dan ditunggu kesannya.

Menanggapi tulisan Bapak yang ini, saya amat sangat setuju sekali dengan pendapat Bapak. Menulis, ya menulis saja. Kita toh menulis dalam bahasa kita, bahasa Indonesia, yang tentu saja sudah kita pelajari dari lahir atau paling tidak dari SD. Menulis itu merupakan ekspresi jiwa yang terekam dalam paduan huruf dan kata yang menjadi kalimat. Selama kita bisa bercakap-cakap dengan orang lain pasti kita bisa mengekspresikan isi percakapan itu dalam bentuk tulisan. Tapi memang benar menulis (mengarang) tidak dibiasakan dalam pendidikan kita. Sehingga kita akan canggung dan merasa TIDAK BISA.

Saya sendiri baru BELAJAR menulis 4 tahun lalu yaitu dengan membuka blog, dan membiasakan menulis apa saja. Di situ saya tahu kekurangan saya dalam menulis. Penyingkatan, tanda baca, terlalu kaku dsb. Menulis memang perlu stimulus, yang mungkin bagi saya waktu itu “Kenapa dia bisa punya blog. Saya sangat suka membaca tulisan dia, padahal isinya hanya keluhan terus. Kalau saya menuliskan kehidupan saya di sini pasti akan lebih menarik.” Lalu saya mulai menulis. Untuk saya umpannya adalah “rasa iri hati” itu. Kadang saya menyesal kenapa saya baru mulai 4 tahun yang lalu, kenapa tidak dari dulu-dulu. Kalau saya bisa menuangkan perasaan saya seperti kalau saya menulis sekarang, mungkin skripsi atau thesis saya akan lebih menarik, dan lebih singkat waktu yang diperlukan dalam penyusunan.

Hanya saja saya sarankan …pleaseeeee deh jangan tulis blog dengan kode kode sms. Jika kode sms seperti itu sudah begitu merasuk dalam kehidupan, sampai-sampai menulis di blog pun seperti itu, saya bisa bayangkan betapa kasihan hidupnya karena begitu dikejar-kejar waktu dan uang dan pasti orang itu lebih sibuk daripada bisnisman Jepang.

Jadi… cari umpan yang bisa menstimulus kemauan untuk mulai menulis. Dan seperti Zul katakan, aturan belakangan setelah kita menikmati enaknya menulis. Mulai dengan topik yang ringan dan singkat. Lama-lama Anda tidak sadar sudah menulis 10 halaman (seperti saya tahu-tahu sudah kepanjangan nih). Soal dibaca orang, atau dikomentari orang saya rasa tidak penting. Bener tidak pak Ewa…..

***Setuju esensinya. Ya, mari dibalik … menulis itu justru susah mengehentikannya. Jadi, siapa bilang susah memulai menulis?

**********************

dan untuk komentar “Tiada kata terlambat” saya tulis lagi komentar demikian:

waaaahhhh senang sekali baca tulisan bapak dengan topiknya saya. Betul tidak ada kata terlambat untuk menulis. Tapi namanya manusia selalu berpikir “kenapa tidak dari dulu”, “kenapa tidak begini, tidak begitu”. Dan benar kata Bapak yang penting kita SIAP lahir-batin untuk menulis. Saya juga sadar kalau saya menulis lebih awal, mungkin isi tulisan saya tidak akan se “dewasa” sekarang. Hanya berupa catatan-catatan bagaikan anak kecil. Meskipun saya tidak merendahkan tulisan anak kecil, tapi tentu itu tidak sesuai dengan umur saya.

Ada sosok satu orang yang selalu mengingatkan saya bahwa “tidak ada kata terlambat” yaitu mantan murid bahasa Indonesia saya. Seorang lelaki Jepang bernama Watanabe Ken, yang mulai belajar bahasa Indonesia (di kelas saya) waktu beliau berusia 83 tahun. Dan dia belum pernah sekalipun pergi ke Indonesia. Sekarang beliau berusia 92 tahun, masih sehat, masih belajar meskipun bukan di kelas saya, dan sudah pandai menerjemahkan kalimat bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang. 92 tahun…. semangatnya patut kita contoh.