a journey from dawn to dusk

Bila superwoman bingung

Bagi yang sudah tahu apa saja yang musti dikerjakan seorang ibu di Jepang, pasti setuju kalau kita katakan Ibu rumah tangga di sini adalah superwoman. Benar-benar harus bisa semua, all round…karena tidak ada pembantu atau baby sitter yang bisa meringankan tugas sang ibu. Apalagi suami-suami tidak pernah turun tangan dalam urusan dalam negeri, berlainan dengan suami di Indonesia. Saking sibuknya, bisa bertemu dengan anak-istri dalam keadaan segar/bangun aja susah sekali. Pulang dari kantor si anak sudah tidur, pergi ke kantor si anak belum bangun.

Untuk keluarga Jepang umumnya tentu saja selain tidak ada pembantu, juga tidak ada supir yang bisa antar-jemput anaknya. Bus sekolah antar-jemput hanya ada untuk murid TK. Sehingga kerap sang ibu juga harus menjadi supir. Masih untung kalau ada mobil dan bisa menyetir mobil. Kalau tidak? Yah, pakailah kendaraan umum di sini yaitu sepeda.

Nah, akhir-akhir ini sang superwoman bingung karena ada peraturan yang diaktifkan kembali setelah 30 tahun tertidur, yaitu “satu sepeda tidak boleh digunakan untuk 3 orang”. Padalah selama ini pemandangan seorang ibu membonceng si sulung di belakang dan si bungsu di depan, sudah biasa. Bagi yang mempunyai bayi lagi, ya si bayi diikat dipunggung sang ibu dengan gendongan khusus. Jadi deh naik satu sepeda berempat. Mungkin kalau di Indonesia sudah biasa melihat satu keluarga dengan 5 orang naik sepeda motor, sehingga tidak heran melihat pemandangan seperti ini. Padahal si anak juga duduk di tempat duduk yang disediakan, bukan sembarang duduk. Tapi peraturan tetap peraturan. Mulai sekarang superwoman harus putar otak bagaimana caranya untuk mengantar anak-anaknya ke sekolah.

Saya juga sempat termangu membaca berita ini, karena saya pikir saya bisa menjadi superwoman juga dengan membonceng Kai di tempat duduk depan, dan Riku di tempat duduk belakang. Ternyata sekarang tidak bisa….. Masih untung saya bisa menyetir mobil…nah yang tidak ada mobil bagaimana? Dilema juga….. padahal pemerintah maunya menggiatkan keluarga untuk punya anak …bagaimana nih.



Category: LIVING

7 Comments to “Bila superwoman bingung”

Add Comments (+)

  1. Yoga mengatakan:

    Hebat, sampai yang naik sepeda juga diatur. Mungkin karena saking banyaknya ya. Btw Mbak, aku pernah dengar tentang Kyoiku Mama (sorry OOT), Kyoiku Mama ini jika diterapkan akan bikin seorang mama di Jepang makin super ya?

    Ups Kyouiku mama….. itu adalah ungkapan yang tidak bagus sebetulnya untuk perkembangan watak anak, karena mambuat anak tertekan. Mamanya hanya memikirkan pendidikan “akademis” anak karena tidka mau kalah bersaing dengan teman-temannya, menyuruh anak belajar ini itu + les ini itu, sehingga anak-anak sudah tidak bisa lagi menikmati masa kanak-kanaknya.
    EM

    [Reply]

  2. tuti nonka mengatakan:

    Saya benar-benar salut pada Mbak Imel. Mengurus dua anak, membereskan rumah, mengajar, semua dilakukan tanpa pembantu, dan masih bisa begitu produktif menulis di blog serta memberi komentar di blog-blog lain. Saya bayangkan, gerak Mbak Imel mungkin kayak angin puyuh ya? Wuzzzz ….. (*krompyaangg …!!*)
    Benar-benar superwoman! Kalau dihitung jam kerja, berapa tuh Mr. Gen harus ganti ?

    Hahaha mbak…angin puyuh atau telor puyuh? heheheh atau tsunami aja deh….
    Mr Gen ngga bisa bayar tuh katanya hehehe. Soalnya harga pasaran saya mahal katanya, diitung per detik hahahaha.

    EM

    [Reply]

  3. Lala mengatakan:

    Wah, padahal di Jepang sudah memperhitungkan keamanan pengemudi ya, Sis… Dengan kursi khusus anak-anak, baik di depan maupun di belakang. Di Indonesia kan kalau bersepeda gitu, pake di’bebet’ sama kain selendang di perut anak dan ibunya…

    Tapi dulu pernah lho, pas lagi liburan di Bali… ada seorang Ayah dengan anaknya yang masih kecil (3 taunan kali), lalu ngebut di atas sepeda motor… And the worst part is… si anak hanya bermodalkan pelukan ke perut bapaknya yang super jumbo alias tangannya nggak nyampe gitu!

    Gila!
    Pingin aku berhentiin aja itu motor!

    Cuman aku bukan polisi..
    dan lebih parahnya, mereka segera belok masuk ke gang…
    :(

    Lala´s last blog post..five o’clock phone calls

    [Reply]

  4. rizakobe mengatakan:

    saya suka kagum sama ibu2 jepang, koq bisa ya genjot sepeda sambil bonceng anak depan-belakang pake sepatu hak tinggi pula…sugoii..

    [Reply]

  5. basir mengatakan:

    hiks..hiks..hiks…
    ingatkan orangtua zaman dulu… ;)

    basir´s last blog post..Nalar dan Qolbu

    [Reply]

  6. AtA chan mengatakan:

    Punya 2 anak aja repot, apalagi punya 4 ato 5 anak aiih…
    Salut deh buat supermom Emi chan .. :)

    [Reply]

  7. Putri mengatakan:

    Bener2 salut dengan wanita2 Jepang….

    Segala sesuatunya harus diurus sendiri, ya ?
    Mbak EM.. apa benar pria jepang jarang yang mau ‘turun’ langsung ke dapur, ya ?

    Kalau pria itu pernah tinggal sendiri (sewa apartemen sendiri) ya biasanya bisa turun ke dapur. Kalau tidak pernah ya…tidak bisa. tergantung orangnya juga. Makanya aku didik Riku untuk bisa di dapur juga :)
    EM

    [Reply]

Leave a Reply

CommentLuv badge

QRCode

Photobucket

Almanak

Februari 2008
S S R K J S M
    Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Support also

yang mau cari-cari

yang mau tahu

  • Total Stats
    • 1.078 Posts
    • 21.155 Comments

Yang punya :

yang bersahabat

yang ngobrol

ourstats